
πΏπΏπΏ
POV Dila
Di pagi yang cerah awan bewarna biru, sinar matahari menyeruak menyinari di Sekolah. Saat jam istirahat terlihat berapa siswa berkumpul bergeng - geng. Ada yang sibuk menggosip, ada yang membaca novel, ada yang main HP, ada juga yang kekantin serta ada yang main gitar dan bernyanyi.
" Wah mantap juga lagu Koko meski suaranya agak cempreng" celotehan ku tanpa ku sadari ternyata di dengar temanku si Moez
" Hem...Hem..ayo tadi ku dengar kamu muji Koko" kata Moez
" Akh...gak salah dengar kamu tu" bantah ku dengan ekspresi malu
" Jujur aja lah, gak apa-apa aku diam - diam saja gak bakal ku kasih tau yang lain" bujukan Moez agar dapat Jawaban dari ku
" Hehehe...aku cuma kagum doank nengok dia" jawab ku
__ADS_1
" Ya udah kalau kamu gak mau jujur kita lihat saja besok-besok bagaimananya, lagian kalau ditengok - tengok wajah mu saja dia mirip, jodoh kali tu" kata Moez
" Ya aku Aamiin saja Moez" kata ku
Setelah pembicaraan ku dengan Moez mengenai Koko aku hanya takut cerita seperti Tio terulang kembali. Maka ketika aku memiliki rasa terhadap Koko aku tak mau memberi tahu kepada sahabat ku atau siapapun.
Biarkanlah aku jaga rasa ini sampai waktu akan menjawab segalanya toh jika aku berjodoh dengan dia Alhamdulillah, kalaupun aku tidak berjodoh aku harap aku tidak apa-apa.
Ternyata dengan berjalan waktu selama beberapa bulan di SMA perasaan ku terhadap Tio selama tahun 2007 - 2009 mulai memudar walaupun tidak hilang sepenuhnya.
Modal jualan Pulsa dari uang jajan yang berhasil ku tabung, di Saat itu orang tua ku hanya memberikan uang jajan Rp 8.000 dengan rincian Rp 3.000 ongkos superben pergi sekolah, Rp 3.000 ongkos superben pulang sekolah, lalu hanya Rp 2.000 uang jajan yang bisa aku kumpulkan selama beberapa hari sehingga berjumlah Rp 50.000 itulah modal awal jualan pulsa, keuntungan yang diperoleh hanya Rp 2.000 per transaksi.
Sedangkan untuk jajan ke kantin aku tidak pernah, kecuali kalau Ika atau Moez mentraktirku. Bukan berniat menerima pemberian orang tetapi memang keadaan yang memaksa ku. Terlebih di rumah bukan hanya aku saja yang bersekolah, masih ada adek ku Tamta yang SMP, lalu Mai yang masih SD, dan Ara yang masih TK.
Dari Rp 2.000 itu aku mampu menabung banyak uang untuk membayar biaya LKS yang seharga Rp 8.000 per mata pelajaran.
__ADS_1
" Dil, aku mau beli pulsa Rp 5.000 tolong isi kan ke no ku yang ini 081994xxxxxx" kata Koko saat itu Koko berjalan ke meja dan menghampiri ku.
"Oke, Duitnya mana" kata Dila
" Besok pagi ku bayar ya, uang ku gak cukup tinggal Rp 3.000 ni haa" bilang Koko sambil menunjukkan jumlah uangnya yang ada.
" Ya udah tapi besok bayar ya"
" Iya Dila cantik "
"Heh " tak menyangka aku mendengar penuturan Koko itu, tapi dalam hati ku juga senang, hingga akhirnya aku mempunyai nomor Hp Koko
BERSAMBUNG
πΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Terimakasih untuk yang sudah mampir membaca cerita saya π, βοΈ, β