Perjalanan Kisah Dila

Perjalanan Kisah Dila
Januari 2010


__ADS_3

POV Dila


Libur semester ganjil di kelas X telah usai, sekarang masuk semester genap. Banyak peristiwa yang terjadi tanpa ku sadari selain itu komunikasi ku dengan Koko juga sangat sering, walau sekedar mengenai hutang pulsa, SMS tidak penting, sampai membuat perasaan ku yang semakin tumbuh padanya.


Ada Hari dimana ia meminta ku untuk mencatatkan catatan bahasa Inggris, ku bilang aku menolak tapi di dalam hatiku merasa senang, terus dia bilang kalau aku mau mencatatkan akan ia traktir. Lalu aku mencatat buat dia dan ia penuhi janjinya.


Akibat setiap hari selalu berjumpa dengan dia, sehingga ketika liburan semester ini ada saja rasa yang kurang. Aku Selalu menunggu momen dimana ia akan menembak ku, tetapi hal yang aku harapkan itu tidak pernah terjadi.

__ADS_1


Ada rasa takut jika perasaan ini akan berakhir luka kembali. Aku harus kuat mental. Kode - kode dari Koko membuat aku ingin bersama dengan dia.


Semakin lama memikirkan Koko akhirnya aku frustasi. Ku coba mengalihkan fikiran fokus untuk meningkatkan prestasi, nilai ku yang selama di SMP selalu hancur membuat aku malu dengan Tio , dan aku tidak ingin itu terulang kembali.


Aku bersyukur memiliki sahabat seperti Ika dan Moez dengan bergaul bersama mereka banyak mata pelajaran yang masuk kedalam otak ku, dulu ketika SMP bagaimana pun cara guru menjelaskan tidak pernah masuk ke otak ku.


Dirumah Ibu ku juga sudah tidak separah waktu aku SMP yang amarahnya ke diri ku amatlah kejam. Aku sering di cubit hingga membiru untuk kesalahan yang tidak ku lakukan. Meskipun marah-marah tidak jelas juga sering terjadi. Terkadang aku juga mengurus adik bungsu ku si Ara yang berusia TK.

__ADS_1


Kami sering memasak air menggunakan kayu bakar, hari itu ibu meminta ku untuk membantunya mencari kayu bakar di hutan. Jarak dari rumah menuju hutan sekitar 4 km, kami berjalan kaki dari rumah menuju hutan tersebut. Ibu yang memotong kayu kemudian aku yang mengumpulkan, dalam terik panas matahari yang menyengat di kulit ku. Dapat 2 ikat kayu bakar 1 ikat aku yang menjunjung dan 1 ikat lagi ibu ku menjunjung di atas kepala kami.


Melihat kondisi yang seperti ini membuat ku merasa tidak ingin memikirkan cowok lagi terkadang aku merasa tidak percaya diri dengan diri sendiri. Koko dan Tio merupakan sosok yang memberi pengaruh besar terhadap jalan hidup ku. Jika harus memilih aku tak tau harus pilih yang mana, tetapi kini aku hanya ingin menikmati kesendirian ku saja.


Disekolah aku menjalani hari-hari seperti biasa, jika ada kesempatan saling bertatapan dengan Koko aku berusaha tenang tetapi tidak dengan hati ku yang rasanya seperti di sambar petir. Ku bawa istighfar agar tidak kelihatan kegugupan yang aku rasakan biar tidak kelihatan oleh Koko.


Sangat sering sekali kami selalu dihadapkan dengan kondisi yang kikuk, saling canggung, tapi masih saling tetap tersenyum.

__ADS_1


...Bersambung.......


Hey readers Selamat membaca ya, Maaf lama terbitnya akibat kondisi lagi tidak fit. Semoga suka dengan cerita saya, jangan lupa like, komen, dan vote ya 😁🤗


__ADS_2