
POV Koko
Sepulang Sekolah di hari yang terik aku sampai di rumah. Setelah makan siang dan melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Baru kulihat HP yang tadi di sekolah tidak ada ku pegang lagi, ada SMS yang menyatakan pulsa 5.000 telah masuk yang tadi di sekolah aku minta isikan ke Dila.
Sebenarnya aku tidak mau berhutang tetapi dengan cara begitu aku bisa lebih dekat dengan Dila. Selepas istirahat sejenak aku bergegas membantu ayah membuat rumah orang. Hal ini sering aku lakukan disela - sela waktu santai.
Malamnya aku lihat Hp ku ketik
" H4y Di7a, lagi apa"
" in1 cpa?" balasnya
" lho g' di simpan no Hp q, ini q Koko"
" Owh iya Ko, ni Q lagi Du2k saja, Tumben ZmZ da Pa?"
"M4u Min+a Tenggang W4ktu, besok Q belum Bisa B4yar jangan di T4gih di sekolah Y "
" Oceh Dech Siiiip, itu doanK"
" Maacih Di7"
Itulah SMS singkat ku dengan Dila di malam itu, aku niat ingin Pedekate dengannya apalagi lagi sebentar lagi ujian semester ganjil waktu bisa bersama di kelas X semakin berkurang, Kalau sudah masuk kelas XI sudah memilih jurusan masing-masing.
Pagi Hari disekolah Dila tidak ada menagih uang pulsa, Perasaan ku setiap melihat Dila selalu tak karuan, ingin aku menembaknya tetapi aku takut di tolak, sedikit banyak aku juga mendengar gosip kalau Dila menyukai cowok kelas X.1 yang bernama Tio.
Jika aku di bandingkan dengan Tio jauh beda, wajah dia ganteng, kulit putih, pintar pula sedangkan diri ku hitam, jerawatan, tidak pula ganteng, apalagi tidak begitu pintar di kelas.
Dila sosok perempuan yang sederhana dan tampak polos, memang kalau dilihat dari wajah atau fisik ia tidak tampak cantik, tapi aku sendiri dengan perasaan ku padanya.
" Hari ini ada jam kosong mata pelajaran bahasa Inggris tetapi rupanya buk guru memberikan tugas berupa catatan rasanya hati ku malas banget buat mencatat, aha ...kebetulan ada Dila disitu" gumam Koko di dalam hati
" Dil, tolong catatin punya aku donk" seru ku ke Dila
__ADS_1
" Malas, punya ku saja belum ada aku nyatat, masak mencatat punya mu pula" dijawab Dila dengan jutek
" Pliss...Dil, aku lagi malas kali nyatat yayayaya..." Dengan ekspresi memelas (😳)
" Oke dech sini buku mu, traktir nanti aku ya" akhirnya Dila setuju menyatat untuk ku
" Makasih Dil, beres tu" sahut ku
Tidak ku sangka Dila mau mencatat untuk ku, padahal awalnya niat ku cuma gurauan. Ini lah sosok Dila yang membuat ku semakin tertarik.
Lalu ku ambil gitar yang dibawa Andes, lalu aku bernyanyi dengan suara cempreng ku :
...Semuanya telah kuberi...
...Dengan kesungguhan hati untukmu...
...Hanya untukmu...
...Tak perlu kau tanya lagi...
...Siapa pemilik hati ini...
...Kau tahu pasti dirimu...
...Dan jawab pertanyaanku...
...Mau dibawa kemana hubungan kita...
...Jika kau terus menunda-nunda...
...Dan tak pernah menyatakan cinta...
...Mau dibawa kemana hubungan kita...
__ADS_1
...Ku tak akan terus jalani...
...Tanpa ada ikatan pasti...
...Antara kau dan aku...
...Tak perlu kau tanya lagi...
...Siapa pemilik hati ini...
...Kau tahu pasti dirimu...
(Lagu Armada)
Ku bernyanyi sambil menatap Dila yang sedang duduk di bangkunya.
Setelah pelajaran berakhir ku beli Bang-beng untuk Dila sesuai janji ku tadi. Dengan senyuman manisnya ia mengucapkan terimakasih.
jam 14.30 wib kami nanti les matematika & kimia, setelah pulang sekolah hanya bisa makan siang dan ganti pakaian lalu kembali lagi ke sekolah. Sebenarnya rutinitas les itu membosankan tapi terkadang aku semangat pergi les dapat jumpa dengan Dila.
" Ko, ku lihat kamu sering curi pandang ke Dila lah" tiba - tiba aku kaget oleh kata Ebi sahabat ku, ternyata dia melihat dari tadi aku menatap Dila dari kejauhan.
" Biasa aja Bi, lagian kalau ia gak ada salahnya, kan gak ada yang marah"
"Emang kamu tau dia gak punya pacar"
" Kalau menurut ku belum tu, yaudah ke kelas bentar lagi kita masuk"
"iyalah"
...Bersambung...
Terimakasih untuk yang sudah mampir, ini berdasarkan kisah nyata yang di bumbui dengan fiktif, jadi jika ada dapat kesamaan cerita atau tokoh mohon maaf...
__ADS_1
jangan lupa like, komentar, saran,vote ya 😁🤗