
setelah berakhirnya hubungan ku dengan para pria yang tidak jelas tersebut, salah satu teman ku yang ikut mengundurkan diri dari pesantren ingin mengenalkan aku dengan teman suaminya yang jomblo. Tapi hasrat hati ku malas saja takut gagal kembali.
Saat itu aku dirumahnya sebut saja namanya kak Aya, kami berniat ingin melamar pekerjaan di tempat lain. Sepulang dari Sekolah yang ingin kami lamar aku kembali ke rumah kak Aya kebetulan hari itu hari Jumat, rasanya malas pulang kerumah cepat-cepat, di rumah itu suami kak Aya waktu itu pergi, lalu kami tidur-tiduran sambil main hp. Kak Aya pun ketiduran. Aku masih asyik main HP sampai seseorang mengetuk pintu
" Assalamualaikum, mana Ucup ya" membuat aku terkejut dengan suaranya yang gede terus menyeramkan, saat itu ia mengenakan topi, kemudian aku menjawab
" bang Ucup lagi keluar" kata ku
" Oh iyalah" Dia langsung pergi begitu saja, dalam hati ku berkata bapak-bapak dari mana ini, bikin orang terkejut saja.
tidak lama setelah motor orang itu meninggal rumah kak Aya, kak Aya terbangun dan bilang begini
" itulah kawan Abang yang ingin kak jodohkan ke Dila"
kata kak Aya
" Iihh....udah tua kak, kayak bapak-bapak, gak lah kak" jawab ku
" seumuran Abang dia tu"
"tapi nampak tua kali kak"
Hari itu tidak pernah bisa ku lupakan seumur hidup ku hari pertama aku berjumpa imanku
Setelah itu aku pulang, 2 hari berselang dia yang bernama Roni menghubungi ku, lalu ku balas chatting nya dengan santai, lalu ku bertanya kepada dia tapi tidak pernah dia balas, aku di cuekin selama 2 Minggu. Yaudah aku mulai pasrah kembali.
Lalu ada momen ketika itu aku ada kegiatan dan pulang sudah magrib, di tengah jalan hujan mulai lebat lalu aku berhenti di lapak bang Roni, dengan masih menggunakan masker ku tersenyum pada dia, dia yang pembeli aneh juga tersenyum.
" Masih ingat gak" kata ku
__ADS_1
" siapa ya " katanya
"yang di wa, dila" kata ku
" ooh iya ingat " katanya (entah memang benaran ingat atau pura pura aku tak tau)
" Pesan rotinya 1" kata ku
" rasa apa"
"terserah, mana yang enak saja"
lalu ku tanya ke adek ku mau rasa apa, dia bilang rasa coklat keju
" rasa coklat keju" saat dia mulai memasak aku mulai melirik dia, ooh ternyata manis juga, beda dengan pertama jumpa kemarin.
setelah selesai di bungkus, ku bayar pakai uang kertas yang 2000 an, hujan juga tidak reda kami hanya bisa saling tersenyum dan tertawa.
Lalu tanggal 28 Desember saat kita telponan
" Maaf bang, aku mencari lelaki yang pasti-pasti saja bang, gak mau pacaran" kata ku
" iya aku juga mau cari yang serius, buat apa main-main'
"emang Abang mau serius sama aku"
"iya serius"
"apa buktinya"
__ADS_1
" apa ajalah"
" yaudah kalau begitu, mau gak besok pagi ketemu ayah ku" kata ku
" besok pagi?"
" iya besok, kenapa takut?"
" Sianglah ya siap Zuhur"
" yaudah"
Lalu malam itu ku sampaikan ke kedua orang tua ku akan ada cowok yang akan datang silaturahmi ke rumah.
Selasa 29 Desember 2020
akhirnya dia menepati janjinya datang ke rumah ku, lalu bertemu orang tua ku, berceritalah mengenai sejarahnya kalau dia anak yang orang tuanya telah berpisah, mengenai keluarga, latarbelakang dll.
Aku benar-benar deg-degan karena baru ini pria yang datang di sambut baik oleh ayah ku.
Rabu 30 Desember 2020
Giliran aku yang menjumpai orang tua Abang, kebetulan yang tinggal disini papa dan ibu sambungnya, saat itu ibu sambungnya masuk rumah sakit, lalu pergilah kami kesana, awalnya deg-degan jumpa orang tua Abang, Alhamdulillah penyambutan ibu sambungnya ramah.
Lalu setelah keluar dari kamar rumah sakit Abang memperkenalkan ku dengan papanya, aku terkejut melihat papa Abang ternyata beliau adalah....
...bersambung...
Semoga suka dengan cerita ini
__ADS_1
ððĪŠð