
Hari pertama MOS
Hari pertama MOS di adakan di mana kami di suruh oleh senior untuk membawa : petai, kompeng, kaus kaki 2 warna sebelah hitam terus satunya warna putih, kemudian permen yang di bikin kalung, Snack, bedak dingin, lalu ikat pinggang dari daun sawit, benar-benar seperti orang gila. Beginilah bentuk anak MOS sebelum virus Covid 19 menyerang.
" Ya ampun Sri lihatlah bentuk ku, macam orang gak waras" ucap Dila ke Sri
" Kamu kira kamu ja, apa bedanya dengan aku dan yang lain, tengok tu teman-teman kita juga sama" di balas Sri
" Ikh kesal banget malu deh pas naik superben tadi macam ini orang-orang pada nengoik lagi" kata Dila
"Malu sama yang lain atau malu sama Tio?" celetuk Sri
Dengan senyum sipu Dila menjawab " hehehe dua-duanya 😁".
" wih kapok kamu Dil, satu sekolah lagi dengan Tio" kata Sri
" itulah aku juga tidak tau bagaimana kedepannya jika ketemu langsung sama dia, pasrah saja aku Sri..., aku udah terlanjur malu mengingat mengenai Surat SMP dulu" keluh Dila
"yeeeee.... itu salah kamu sendiri gak ada cerita ke aku diam - diam Bae, Udah di tolak baru cerita"
"Yaa Maaf, udah gak bahas itu.... kayaknya bentar lagi acara mau dimulai" Dila mencoba mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu mereka semua dikumpulkan di lapangan, penyambutan kata dari kepala sekolah sampai akhirnya penyambutan dari Ketua panitia pelaksana MOS. Kemudian mereka di bagi menjadi beberapa kelompok.
Dila satu kelompok dengan Ika, Arief, moez, Lian, tri, Siska, sari, rika dan sekitar 20 orang.
"Dil, masuk SMA sini juga kamu ya" tanya Ika
"iya ka, sama Sri dan Naz juga" jawab Dila
"besok berangkat bareng ya"
"iya InshaAllah ka" jawab Dila, karena Ika, Sri, Naz, dan Dila mereka dulunya 1 SD, tetapi berbeda SMP.
Untung saja Tio tidak satu kelompok dengan Dila, tapi ketika ada berkumpul semua kelompok Dila tetap nyuri pandang agar bisa nampak Tio. Beda halnya dengan Tio yang biasa-biasa saja.
Saat jam istirahat Dila bergegas menuju WC, tanpa sengaja nabrak cowok agak tinggi, kurus, hitam. Setelah itu berlalu saja tanpa kata maaf.
🌸🌸🌸
Hari Terakhir MOS
Dila di karenakan kondisi ekonomi yang terbatas, sepatu yang dia gunakan sepatu sewaktu masih kelas 1 SMP dulu. Kemudian mereka di suruh minta tanda tangan senior dan tanda tangan guru. Ketika minta tangan dengan senior itu Dila berjumpa dengan senior yang tampan dan berkulit putih sebut saja namanya Agus.
__ADS_1
Di akhir acara mereka di kumpulkan di lapangan lalu di suruh pus up saat itulah momen yang tidak bisa di lupakan oleh Dila dimana ke 2 sepatunya terkelupas. Ketika salam - salaman dengan guru dan senior Dila berjalan terpapah berharap agar tidak ada yang melihat sepatunya terkelupas. Tanpa di duga ada senior cewek yang menegurnya
"kenapa kakinya dek? sakit ya"
"gak kak, cuma ..." (sambil menunjuk kondisi sepatunya)
"🤭🤭 hari Senin besok pakai sepatu baru" kata senior itu tanpa diduga kak Agus melihat itu dan ikut tertawa.
Ketika pulang Dila masih tetap berjalan terpapah - papah sampai gerbang, Ketika sudah menunggu superben baru di bukanya sepatu itu.
Sampai di rumah Dila mengadukan mengenai sepatunya kepada ibu, tetapi karena uang tidak ada untuk beli sepatu baru kemudian sepatu itu dijahit kembali oleh ibunya.
Bersambung.....
Terimakasih bagi teman yang sudah mampir dan mau membaca cerita saya, terimakasih untuk 👍, Siapakah cowok yang ditabrak Dila?
penasaran???? tetapi ikuti terus cerita saya ya
plisss tinggalkan kritik dan sarannya ya
baru belajar menulis perlu belajar juga ☺️☺️
__ADS_1