
Setelah diterima di pondok pesantren ini aku memutuskan untuk tinggal di asrama bersama anak-anak santriwati di sana. Awal mulanya menyenangkan tetapi semakin lama tinggal bersama mereka bikin stress dengan tingkah laku mereka yang sering buat masalah baik saat jam pondok maupun kadang saat jam sekolah.
Santriwati yang masih anak baru mereka baru berpisah dengan orang tua sehingga sering tidak betah di asrama, lalu ketika ada kesempatan mereka memilih kabur. Hari-hari disana ku jalani mengikuti santri juga, ketika sholat jemaah atau acara yang dapat ku ikuti.
Aku hanya mampu bertahan selama 3 bulan disana, setelah itu aku kembali ke rumah. Lalu hari-hari ku bolak balik rumah ke pesantren. Salah satu dari siswa ku ternyata memiliki hubungan kerabat dengan almarhum Tio, ketika bercerita dengan ibunya air mataku menetes. Terkadang terngiang- ngiang bayangan Tio. tapi aku harus melupakan dia, agar ia tenang disana.
Setelah hampir 7 bulan mengajar di sana, aku di comlangin oleh guru dengan keponakan temannya awalnya aku merasa tidak tertarik. tetapi ketika di sebutkan nama dan dilihatkan fotonya membuat ku tertarik, sampai akhirnya aku sendiri mencoba menemui dia tanpa ada percakapan.
__ADS_1
melihat sikap dia yang cuek dan tidak adanya kejelasan akhirnya aku menyerah. lalu aku bertemu dengan salah satu Abang santri dimana aku sebagai wali kelas, banyak membagikan informasi yang harus ku sampaikan ke wali santri sampai akhirnya dengan salah satu Abang wali santri itu kami komunikasi. Tetapi jarak dia yang jauh di pulau Jawa membuat hubungan tersebut bergantung. Setelah beberapa bulan kemudian ada pula Abang santri yang lain yang sering mengkomentari status w* ku awalnya aku cuek tetapi melihat perjuangan dia yang kuat akhirnya aku luluh hubungan kami berjalan 4 bulan setelah terjadi perdebatan diantara kami dia menggantungkan hubungan yang berjalan.
Karena berkali-kali di gantung aku mulai menyerah untuk bertemu jodoh ku. Walaupun ada keinginan ku untuk menikah di tahun yang akan datang. Kemudian seorang guru lagi memperkenalkan aku dengan temannya, tetapi hati ku tidak tertarik, untuk menguji dia ku suruh menemui orang tua ku, dia pun datang kerumah. Tetapi setelah dia datang kerumah ternyata status seorang duda beranak satu. Hati ku sulit untuk menerima pun dengan keluarga ku. Akhirnya ku sampaikan kalau aku tidak bisa menjalani hubungan bersama beliau.
September 2020
setelah pertemuan itu, kucoba cari informasi dia yang lebih akurat, ternyata dia memiliki masa lalu yang buruk, sikap yang tidak baik, hal itu ku ketahui dari ayah yang mencari informasi mengenai dia.
__ADS_1
aku kembali frustasi hubungan yang kujalani dengan dia hampir 3 bulan, lalu aku sedang bermasalah pula dengan pesantren, tetap hari itu aku dan 3 guru lainnya mengundurkan diri dari pesantren. Lalu ku coba menghubungi dia menanyakan keseriusan dia, kucoba untuk bisa menerima masa lalunya, tetapi jawaban dia berbelit-belit mengandung banyak kebohongan. Dalam keadaan frustasi hubungan kami berakhir disitu.
Di 2 bulan hubungan ku dengan dia salah satu mantan guru pesantren itu mengajak ku ke sebuah rumah yang besar, hatiku bertanya-tanya ada apa, ternyata beliau ingin menjodohkan ku dengan adik sepupu si pemilik rumah. aku kaget dan syok lalu ku ceritakan juga kalau aku sedang dekat dengan seseorang. Lalu memberi ku waktu satu Minggu untuk menjawab, aku yang sudah melihat sikap buruk dari dia yang pembohong ingin menerima si dia yang adik pemilik rumah tadi. Ketika aku mau meminta CV kepada yang mencomblangin dia sampaikan agar aku menyerah. Ya udah berarti dia bukan jodoh ku, begitu juga dengan dia yang ku jalani hubungan selama 3 bulan ini.
...*****bersambung***"" ...
jangan lupa untuk komen,like, dan vote ya
__ADS_1
semoga suka dengan cerita yang masih banyak kekurangan dalam penulisan atau maksud tujuan