Perjalanan Seorang Alexa Alexzyander Galaxy

Perjalanan Seorang Alexa Alexzyander Galaxy
•°Tidak sendiri°•


__ADS_3

...♔VISUAL♔...



...


Escalus Adevour Alterniamon.


Kepribadian : Dingin, baik, jenius.


Element sihir : Es, Air, angin, dan api.


Berasal dari Kerajaan Alterniamon.



Derius Demetrios Xannister.


Kepribadian : Pemarah, baik, ceroboh.


Sepupu Lavender Bifarlyn Underland dari pihak Ibu.


Element sihir : Api, tanah dan angin.


Berasal dari Kerajaan Xannister.



Lionel Alastrine Rondland.


Kepribadian : Cuek, baik, dan tenang.


Saudara kembar Leonel Alastrine Rondland. Selisih usia 5 menit lebih tua.


Element sihir : Angin, air, dan api.


Berasal dari Kerajaan Rondland.



Leonel Alastrine Rondland.


Kepribadian : Aktif, baik, ceria, dan ceroboh.


Saudara kembar Lionel Alastrine Rondland. Selisih usia 5 menit lebih lama.


Element sihir : Api, tanah, dan angin.


Berasal dari Kerajaan Rondland.



Gerald Maxymilianus Magixion.


Kepribadian : Ceria, baik, jenius.


Element sihir : Air, tanah dan api.


Berasal dari Kerajaan Magixion.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Jenis-jenis element sihir beserta tahap nya :


Elite :


Air : Tahap bawah : Air biasa.


Tahap menengah : Air surgawi.


Tahap sempurna : Air phoenix.


Tahap dewa-dewi : Air suci.


Api : Tahap bawah : Api biasa.


Tahap menengah : Api merah


Tahap Sempurna : Api phoenix


Tahap dewa-dewi : Api biru neraka.


Angin : Tahap bawah : Angin biasa.


Tahap menengah : Angin badai.


Tahap sempurna : Angin halilintar.


Tahap dewa-dewi : Angin kilat halilintar.


Tanah : Tahap bawah : Tanah biasa.


Tahap menengah : Tanah bebatuan


Tahap sempurna : Tanah kabut.


Tahap dewa-dewi : Tanah surgawi/


neraka.


Grand Master :


Es : Tahap bawah : Es biasa.


Tahap menengah : Es bebatuan.


Tahap sempurna : Es kabut.


Tahap dewa-dewi : Es Cristal.


Crystal : Tahap bawah : Crystal biasa.


Tahap menengah : Transformasi Crystal.


Tahap sempurna : Phoenix crystal.


Tahap dewa-dewi : Crystal Galaxy.


Kehidupan : Tahap bawah : Penyembuh dalam.


Tahap menengah : Penyembuh


luar.


Tahap sempurna : Penyembuh luar


dalam.


Tahap dewa-dewi : Menghidupkan


kembali.


Legends :


Cahaya : Tahap bawah : Menyembuhkan segala macam penyakit.


Tahap menengah : Menghidupkan


kembali.


Tahap sempurna : Phoenix cahaya.


Tahap dewa-dewi : Cahaya surgawi.


Kegelapan : Tahap bawah : Membunuh tanpa


menyentuh.

__ADS_1


Tahap menengah : Poenix kegelapan.


Tahap sempurna : Penukar jiwa.


Tahap dewa-dewi : Pemakan jiwa.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Setelah duel antar kelas berakhir, semua murid memasuki asrama masing-masing.


Tesss tesss tesss


[Suara air]


"Menyegarkan"_Alexa.


Alexa berendam air panas, sungguh melelahkan. Berendam air panas adalah pilihan yang tepat untuk menghangat kan tubuh dan meringan kan begian otot yang terasa nyeri.


Energi sihir yang ia miliki terkuras cukup banyak sehingga membuat tubuh nya merasa mudah lelah. Bagaimana tidak? ia memulih kan energi sihir sebanyak 50 orang yang bahkan sebagian nya sudah terluka parah.


Ini adalah bentuk tanggung jawab dari Alexa yang telah mengakibat kan orang lain terluka parah walau ia tidak bermaksud untuk melukai mereka.


klontang!!!


"Suara apa itu? berisik sekali"_Batin Alexa -_-.


Setelah selesai dengan acara berendam, ia berjalan menuju lemari pakaian lalu memilah milah pakaian, dan memutuskan untuk memakai piyama berwarna hitam polos.


Ceklek


[Suara pintu terbuka]


Di lain sisi


Prangg!!!


"Lavender apa yang kau lakukan!!!"_Charlotte.


Klotak!!!


"Kembalikan, itu milik ku"_Lavender.


"Tidak!, biar aku saja yang mengambil alih"_Charlotte.


Praaang!!!


Terdengar suara benda jatuh dan benda pecah. Suara nya terdengar dari arah area dapur. Alexa berjalan menuju dapur untuk memasti kan keadaan dapur.


Hap!!!


Lavender dan Charlotte saling memberikan tatapan tajam.


"Ini milik ku, kau ambilah yang lain"_Kesal Lavender.


" Tidak, kenapa tidak kau saja"_Balas Charlotte.


"Ck tapi aku yang mengambil ini terlebih dahulu"_Balas Lavender tidak mau kalah.


"Kalian berhenti! Lihat ap_"_Violen belum sempat menyelesai kan perkataan nya.


"DIAM!!!"_Ucap Charlotte dan Lavender secara bersama an.


"Ya ampun"_Batin Violen jengah.


Hap!!!


"Lepas kan!"_Charlotte.


"Tidak mau!"_Lavender.


Lalu terjadi lah aksi tarik menarik. Tidak ada satu pun dari mereka ber dua yang berniat mengalah, kedua nya sama-sama keras kepala.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Alexa berjalan menuju area dapur. Setiba nya ia di area dapur, betapa terkejut nya melihat keadaan dapur yang sudah nampak berantakan, serpihan pecahan piring di mana-mana, air tumpah, barang-barang jatuh berserakan.


Violen dan Lily yang melihat Alexa berjalan kearah Charlotte dan Lavender yang masih beradu mulut merasa lega sekaligus gugup, mereka dapat merasa kan aura energi kuat yang Alexa keluarkan.


"Menyeram kan"_Batin Violen dan Lily.


Charlotte dan Lavender saling tarik menarik benda yang mereka ingin kan, kedua nya nampak lengah sehingga pegangan tangan pada benda itu melonggar dan terlempar. Sial nya benda itu terlepas dari genggaman mereka di udara sehingga terlempar jauh dan___


Buk!!!


[Suara benturan]


Yap benda tadi terlempar jauh kearah Alexa dan mengenai bagian kepala nya. Alexa tidak merasa kan rasa sakit apa pun. Namun, tetap saja ia merasa kesal kepada mereka ber dua yang telah membuat keributan.


Lavender dan Charlotte melirik kearah asal suara benturan benda yang baru saja tidak sengaja mereka lempar, dan___


"Sial"_Batin Lavender dan Charlotte.


"CHARLOTTE!!! LAVENDER!!!"_Alexa.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Lily dan Violen saling melirik. Kedua nya berusaha menahan tawa. Ekspresi wajah Lavender dan Charlotte nampak masam.


Lavender melirik sengit ke arah Charlotte seolah berkata 'Ini semua salah mu', Charlotte tidak terima, ia membalas balik menatap Lavender tak kalah tajam seolah berkata 'Kau yang memulai nya duluan'.


Alexa menghela napas kasar, mengapa kedua teman nya ini sangat keras kepala?


"Apa kalian sudah selesai, lihat lah kedua bola mata kalian seperti ingin keluar dari tempat"_Alexa.


"Pfft"_Violen berusaha menahan tawa.


Violen melirik ke arah Lavender dan Charlotte dengan tatapan mengejek, ia masih merasa kesal karena mereka berdua yang meneriaki nya tadi.


"hihihi"_Batin Violen.


Berbeda dengan Lily. Lily memandang kearah Lavender dan Charlotte dengan tatapan iba, ia merasa kasihan melihat wajah kedua teman nya yang nampak masam.


"Alexa sudah lah. Lebih baik kita beres kan kekacauan ini"_Lily.


"Kita tidak memiliki banyak waktu sebelum waktu makan malam"_Lily.


"Fyuuh, baik lah"_Alexa.


Lavender dan Charlotte merasa lega, akhir nya mereka dapat terbebas dari ocehan maut Alexa. Dalam batin mereka sungguh ber terimakasih pada Lily.


Mereka ber lima saling membagi tugas untuk memberes kan kekacauan dapur. Tidak butuh waktu lama dapur sudah nampak bersih kembali.


Setelah selesai dengan beberes, Alexa dan Violen mengambil alih tugas memasak, Lily menyiapkan keperluan makan, sedangkan Lavender dan Charlotte berdiam diri.


Alexa melarang kedua nya, bukan nya membantu yang ada malah menambah kan kerjaan dan membuat kekacauan.


"Kalian diam saja sudah membantu"_Alexa tersenyum.


Namun di mata Lavender dan Charlotte senyuman itu nampak menjengkel kan. Mereka ingin membantu namun tidak di perboleh kan dengan alasan 'Tidak ada yang perlu di bantu'.


Lavender dan Charlotte memasang wajah masam, mereka sungguh merasa kesal. Alexa yang melihat wajah masam dari kedua teman nya merasa lucu.


"Hahahah"_Batin Alexa tertawa namun berbeda dengan ekspresi wajah nya yang terlihat pokus memasak.


Lily menata satu per satu piring dan peralatan makan lain nya, Violen membantu meletakan beberapa makanan yang sudah siap saji.



Mereka ber lima mengambil tempat duduk masing-masing. Lavender menatap gembira kearah makanan yang nampak menggugah selera. Alexa terkekeh melihat wajah Lavender yang terlihat seperti tidak di beri makan selama ber hari-hari.


"Makan lah selagi masih hangat"_Alexa.


Suasana tenang dengan di temani suara dentingan sendok, nampak harmonis.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Di ruang tamu

__ADS_1


Mereka berlima bersantai sesekali bercanda dan tertawa.


"Alexa"_Lily.


"Iya, ada apa?"_Alexa.


"Emmm, aku ingin bertanya satu hal pada mu. Apa boleh?"_Lily.


"Tentu saja boleh. Memang nya apa yang ingin kau tanya kan?"_Alexa.


"I_itu apa kau bisa sedikit menceritakan tentang dirimu"_Lily.


" . . . "_Alexa.


"A_aku hanya ingin agar kita lebih dekat, jika kau ti_"_Ucap Lily terpotong.


"Tidak masalah"_Alexa.


"B_benar kah"_Lily.


"Hmmm"_Alexa.


Alexa menghela nafas pelan. mungkin ini memang sudah saat nya, begitulah pikir nya. Akan tetapi ia tidak akan menceritakan tentang jati diri sepenuh nya


"Sebenar nya aku adalah seorang anggota keluarga kerajaan, dan merupakan seorang putri mahkota"_Ucap Alexa seada nya.


"APA!!!"_Ucap mereka tersentak.


Alexa menutup kedua telinga nya.


"Benar kah?"_Lavender.


"Hmmm"_Alexa.


"Kalau begitu, kau berasal dari kerajaan daerah apa?"_Lavender.


"Untuk pertanyaan mu itu, aku akan menjawab nya nanti"_Alexa.


"Karena belum saat nya kalian mengetahui yang sebenar nya"_Alexa.


"Memang nya kenapa?"_Violen.


"Aku hanya tidak ingin menarik kalian dalam bahaya, ini semua ku lakukan demi kebaikan bersama"_Alexa.


"Apa masalah mu serumit itu?"_Violen.


"Hmmm, bahkan karena masalah itu aku terpaksa berpisah dengan kedua orang tua ku, dan meninggal kan kerajaan seorang diri"_Alexa.


"Kalau boleh tau, memang nya masalah apa yang membuat mu harus meninggal kan kedua orang tua mu, dan kerajaan?"_Charlotte.


"Terjadi peperangan antara kerajaan ku dan para Iblis yang di pimpin oleh Raja Iblis. Sehingga membuat ku terpaksa meninggal kan semua hal yang berharga"_Alexa.


"Mengapa kau tidak ikut serta dalam peperangan, seharus nya dengan kekuatan mu yang sekarang kau se tidak nya dapat membantu memukul mundur para Iblis"_Charlotte.


"Saat peperangan itu terjadi, aku berusia 5 tahun"_Ucap Alexa lirih, ia jadi kembali teringat tentang persistiwa 8 tahun yang lalu.


"APA!!!"_Batin mereka tersentak.


Di saat anak-anak lain berusia 5 tahun mungkin mereka menyibukan diri dengan bermain dan hal kekanak kanakan lain nya. Namun, berbeda dengan Alexa.


Di saat ia berusia 5 tahun, sudah menghadapi peperangan bahkan melihat langsung anggota keluarga nya di serang.


"Memang nya pada saat itu kerajaan mu dan Raja Iblis memiliki dendam"_Lily.


"Tidak, kerajaan ku adalah kerajaan yang terturup, sehingga hanya kerajaan tertentu saja yang dapat mengetahui pasti"_Alexa.


"Bahkan Aku sendiri tidak mengerti mengapa Raja Iblis menyerang kerajaan"_Alexa.


"Tapi seperti nya ia mengincar ku"_Alexa.


"Apa kau yakin?"_Charlotte


"Hmmm"_Alexa.


"Mengapa Raja Iblis mengincar mu?"_Charlotte.


"Aku juga tidak tau pasti"_Alexa.


"Hah~ Hidup mu benar-benar penuh denan misteri"_Violen.


"Lalu sekarang apa rencana mu"_Charlotte.


"Tentu saja balas dendam"_Alexa.


"Setelah Aku menjadi kuat. Aku akan mencari mereka dan membantai seluruh para Iblis termasuk Raja Iblis"_Alexa.


"Nyawa di balas dengan nyawa"_Alexa.


Aura di ruang tamu seketika nampak mencekam. Aura gelap mengelilingi tubuh Alexa. Manik mata Alexa nampak menghitam, pandangan kosong.


Mereka menyadari hal itu sontak mengguncang tubuh Alexa, berharap mendapat kan kesadaran nya kembali.


Alexa tersadar.


"Alexa apa kau baik-baik saja?"_Lily.


"Ya, hanya saja pandangan mata ku tadi sedikit kabur"_Alexa.


Jujur saja Alexa merasa takut teman-teman nya akan meninggal kan Ia seorang diri saat mendengar bahwa ia memiliki masalah dengan Raja Iblis.


Charlotte seakan mengerti dengan apa yang Alexa pikir kan. Ia menggenggam kedua tangan Alexa.


"Kau tenang saja, ada kami disini"_Charlotte.


"Benar. Kau tidak sendiri"_Violen.


"Kami akan membantu mu balas dendam kepada para Iblis dan juga Raja Iblis"_Lavender.


"B_benarkah"_Ucap Alexa lirih.


"Tentu saja. Kita kan teman"_Lily.


"Bahkan kami sudah menganggap mu sebagai keluarga"_Lily.


Alexa sontak memeluk ke empat teman nya. Menangis terharu mendengar perkataan teman-teman nya, mereka mau menerima diri nya apa ada nya.


"Hiks terimakasih"_Alexa.


"Terimakasih karena sudah mau menerima ku apa ada nya"_Alexa.


"Iya, tenang lah"_Lily.


"Huwaaaaa!!! terimakasih hiks hiks"_Alexa.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Alexa termenung. Memandang kearah luar jendela kamar, ia terhanyut dalam pikiran nya. Mengingat kejadian pada saat berada di ruang tamu.


"Tidak sendiri"_Guman Alexa.


Alexa tersenyum. Apa ia terlalu hanyut dalam balas dendam, sehingga tidak memperhatikan orang sekitar yang tulus menyayangi diri nya, dan mau menerima ia apa ada nya.


"Ibunda Ayahanda. Kalian tenang saja, sekarang Alexa tidak sendiri"_Alexa.


"Alexa sudah menemukan seorang teman/sahabat/keluarga, mereka mau menerima Alexa apa ada nya. Dan tulus menerima Alexa"_Alexa.


"Bintang, tolong sampai kan pada orang tua ku. Bahwa aku tidak sendiri"_Alexa.


"Kini aku mempunyai seorang yang tulus menerima diri ku apa ada nya, dan menyayangi ku dengan penuh kasih sayang"_Alexa.


Alexa kembali termenung. Menatap kearah luar jendela dengan tatapan kosong.


"Sebaik nya aku tidur"_Guman Alexa.


"Mata ku mulai memberat"_Guman Alexa.


Alexa beranjak menuju tempat tidur. Menarik selimut, mencari posisi ter nyaman. Menutup kedua kolopak mata, lalu ter tidur pulas.

__ADS_1


Di alam bawah sadar Alexa_


__ADS_2