
Kembali ke sisi Alexa.
Alexa sampai di tempat suara itu berasal. Ia terkejut melihat seseorang yang di kenal nya. Seseorang itu adalah Escal, yang saat ini tengah bertarung dengan para sekumpulan singa.
Lavender melihat Escal lalu tatapan nya jatuh pada seseorang yang di kenal nya.
"Derius!"_Pekik Lavender.
Charlotte membekap mulut Lavender. Jika para sekumpulan singa itu mendengar pekikan Lavender, sudah di pastikan saat ini mereka akan ketauan.
"Lavender kecil kan sedikit suara mu"_Ucap Charlotte pelan.
"Maaf aku kelepasan"_Ucap Lavender pelan.
Alexa tidak memperdulikan ke empat teman nya. Alexa terus memperhatikan Escal, ia memperhatikan Escal bukan karena memiliki perasaan lebih atau sebagainya, tetapi memang saat ini hanya dia lah yang sedang bertarung.
Saat melihat ada satu ekor singa yang ingin menerkam Escal dari arah belakang. Langsung saja Alexa menyerang singa itu.
"°◇Air Surgawi◇°"_Alexa.
Brash!!!
[Suara air]
Air Surgawi milik Alexa memukul mundur singa itu. Alexa tidak berniat untuk membunuh nya, ia hanya akan menghalangi singa itu. Namun, singa itu tampak ketakutan saat melihat Alexa. Sekelompok singa itu langsung saja berlari saat melihat Alexa, begitu pula dengan singa yang sempat ingin menerkam Escal.
Sesaat pandangan kedua nya saling bertemu. Alexa memandang Escal, hal itu membuat Escal salah tingkah.
Alexa POV
Deg deg deg deg
"Ada apa dengan jantung ku ini"_Batin Alexa.
"Mengapa tatapan nya terasa akrab dengan ku? dan, menapa jantung ku berdebar"_Batin Alexa.
Escal POV
Deg deg deg deg
Tidak jauh berbeda dengan perasaan Alexa. Escal juga merasakan hal yang sama. Entah mengapa ia merasa ada suatu perasaan yang tidak dapat di jelaskan. Bahkan ia sendiri tidak dapat menjelaskan perasaan nya saat ini.
"Jantung ku berdebar"_Batin Escal.
" Mengapa aku memiliki perasaan yang cukup akrab dengan nya. Apa sebelum nya kami pernah bertemu?"_Batin Escal.
Escal POV berakhir
Sedari tadi ada ke empat mahluk yang sedang memperhatikan mereka. Siapa lagi kalau bukan Charlotte, Lavender, Lily, dan Violen.
__ADS_1
"Ekhem!"_Lavender.
Lavender berdehem, ia sengaja melakukan hal itu agar Alexa dan Escal tersadar. Bahkan karena hal itu ia jadi tidak jadi menolong Derius, sepupu ceroboh nya itu.
Sadar sedang di perhatikan, Alexa dan Escal seketika saling membuang pandangan.
Dari kejauhan Gerald dan Derius menatap mereka kesal. Apa-apaan mereka itu, apa tidak lihat bahwa ada seseorang yang sedang terluka di sini.
"Hey apa yang kalian lakukan!"_Gerald.
Mereka menoleh ke si pemilik suara. Dapat di lihat Derius yang memiliki luka cakar yang cukup dalam yang di temani Gerald. Karena sebelum nya Escal yang memerintah kan Gerald untuk menjaga Derius. Berjalan menghampiri Gerald, dan Derius yang tampak sudah memucat.
"Asgata, apa kau baik-baik saja!"_Ucap Lavender khawatir.
"Apa mata mu tertinggal, sudah jelas keadaan ku saat ini sedang tidak baik-baik saja!"_Ucap Derius dengan nada kesal. Dan hendak memukul Lavender.
"Hentikan. Dan kamu lebih baik jangan banyak bergerak, atau racun yang berada di lengan mu akan tersebar"_Alexa.
"Racun!"_Kaget Derius.
"Emmm. biasa nya racun itu dapat timbul apa bila hewan sihir jenis singa menggigit atau mencakar mangsa nya. Hewan sihir seperti jenis singa memiliki darah yang unik, dimana darah mereka mengandung racun. Menggigit dan mencakar adalah salah satu cara mereka melumpuhkan mangasa. Mereka juga merupakan salah satu jenis hewan sihir yang memiliki tingkat kecerdasan yang setara dengan manusia"_Alexa.
"Racun hewan sihir jenis singa memiliki racun yang bernama darah biru. Bagi mereka yang terkena racun darah biru, apa bila tidak segera di berikan penawar maka dapat di pastikan mereka akan tewas dalam waktu satu malam"_Lanjut Alexa.
Mereka terkejut dengan apa yang Alexa katakan.
"L_Lalu bagaimana cara menyembuhkan racun jenis ini"_Derius.
"Tentu saja ada_"_Ucap Alexa ter potong.
"Akh!"_Derius merasa bahwa aliran darah di bagian lengan nya terasa membeku.
"Derius!"_Ucap Lavender khawatir melihat sepupu nya itu kesakitan.
"Alexa bagaimana ini?"_Panik Lavender.
"Sudahlah Lavender. Lebih baik bawa saja dia ke perkemahan kita untuk sementara waktu, sampai kondisi nya membaik"_Alexa.
"Baiklah"_Lavender.
Escal hanya memandang datar Derius, walau begitu terlihat jelas dari manik mata nya, bahwa ia mengkhawatirkan Derius. Lalu Escal berbalik menatap Gerald.
"Gerald"_Ucap Escal datar.
"Bantu aku memapah tubuh nya"_Escal.
"Baik"_Gerald.
Saat Escal hendak membantu Gerald memapah tubuh Derius, ia terhenti saat ada seseorang yang menghentikan nya.
__ADS_1
"Berhenti!"_Alexa.
"Lebih baik kamu tidak ikut memapah tubuh teman mu itu"_Alexa.
"Ap_"_Saat Escal hendak menjawab, sudah di dahului Alexa.
"Kamu juga memiliki luka yang cukup parah. Lihat itu, darah mu terus mengalir keluar, dan jika kamu banyak bergerak dapat di pastikan kamu akan kekurangan banyak darah"_Jelas Alexa.
" . . . "_Escal terdiam.
"Lalu siapa yang akan membantu memapah tubuh nya?"_Ucap Escal masih dengan nada datar nya.
"Aku!"_Lily.
"Biar aku saja yang membantu memapah tubuh pangeran Xannister"_Ucap Lily yang memanggil nama Derius menggunakan nama marga kerajaan.
"Lily apa kamu yakin sanggup memapah tubuh nya? kamu tau kan bobot tubuh nya itu sangat berat"_Ucap Lavender enteng.
Derius yang mendengar perkataan Lavender sontak saja menatap Lavender tajam. Secara tidak langsung Lavender telah menghina diri nya, dan itu membuat nya semakin kesal. Jika saja lengan nya tidak terluka, maka sudah sedari tadi ia memukul kepala sepupu menyebalkan nya itu.
"Tak apa, aku tidak keberatan"_Ucap Lily seraya tersenyum kepada Derius, menandakan bahwa ia tidak keberatan.
"Lagi pula sedari tadi aku hanya diam saja. Jadi kali ini tolong biar kan aku membantu"_Lanjut nya.
"Baiklah"_Lavender.
Tap tap tap
[Suara langkah kaki manusia, yaiyalah masa setan secara setan kan badan nya tembus and impisible]
"Siapa di sana!"_Lavender.
Berbeda dengan Alexa. Alexa merasa tidak terkejut saat mendengar langkah kaki Seseorang karena dari kejauhan ia dapat melihat siapa pemilik suara langkah kaki seseorang itu. Tampak dari kejauhan ada dua orang lelaki. Dan ia mengenal dua orang lelaki tersebut.
"Tenang lah"_Ucap Alexa menenangkan Lavender.
Tap tap tap
Suara langkah kaki seseorang itu terdengar semakin mendekat. Kali ini mereka dapat melihat seseorang itu. Seseorang itu adalah si kembar Lionel dan Leonel.
"Halo semua nya"_Sapa Leonel. Berbeda dengan Lionel yang terkesan sangat cuek apa bila dengan orang luar.
" . . . "_Lionel.
Seketika suasana menjadi canggung, karena mereka memang tidak terlalu dekat.
"Ekhem"_Alexa.
"Lebih baik kita segera menuju ketempat perkemahan"_Alexa.
__ADS_1
"Dan kalian boleh ikut"_Lanjut nya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...