
Alexa kini sedang menatap ke arah luar jendela kamarnya. Ia termenung memikirkan Ayahanda dan Ibunda tercinta nya.
"Ayah, Ibu"_Alexa.
"Alexa berhasil menjadi murid didik Moon Stars Academy. Alexa hebat kan ^_^"_Alexa.
Kini suara nya mulai bergetar.
Tes tes
Ya lagi dan lagi ia menangis, Alexa sendiri juga tidak tau mengapa dirinya yang sekarang sangat mudah menangis.
"Alexa payah, kau tidak boleh menangis"_Alexa.
"Hah aku lelah, lebih baik aku tidur saja. Hari sudah gelap, aku tidak mau terlambat di hari pertama masuk Academy"_Alexa.
"Ayah Ibu, selamat tidur"_Alexa.
Alexa perlahan menutup kedua kelopak mata nya dan memasuki alam bawah sadar.
Di alam bawah sadar Alexa.
"Dimana Aku, dan tempat ini mengapa gelap sekali"_Alexa.
Walau Suasana gelap Alexa tetap bisa melihat berkat indra penglihatan khusus milik nya.
"Dewi Penguasa"_
"Siapa disana"_Alexa.
" . . . "_
"Tunjukan dirimu"_Alexa.
"Dewi Penguasa"_
Kepala Alexa berdenyut, ia merasakan rasa sakit yang teramat sakit di bagian kepala nya. Alexa frustasi akhir nya ia memilih memukul kepala nya sendiri, berharap agar rasa sakit itu menghilang.
"Dewi Penguasa"_
"ARGHH"_Alexa.
"Dewi Penguasa"_Alexa.
"Hentikan ini!!! ARGH kepala ku sakit"_Alexsa
"Dewi Pengua__"_
Perkataan seseorang misterius itu tersela oleh perkataan Alexa.
"ARGH!!!"_Alexa.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"ARGH!!!"_Alexa.
"Hah hah"_Alexa
Alexa tersadar dari mimpi anehnya. Ia baru saja sadar bahwa ternyata yang baru saja ia alami adalah sebuah mimpi, namun mengapa rasa sakit nya terasa seperti nyata?
"Ternyata hanya sebuah mimpi. Tetapi mengapa rasa sakit nya terasa sangat nyata? seperti baru saja aku alami"_Alexa.
__ADS_1
" Seseorang misterius itu selalu mangatakan kata 'Dewi Penguasa', dan pada saat yang bersamaan kepalaku terasa teraamat sakit"_Alexa.
"Hah lebih baik lupakan. Sekarang aku harus bersiap-siap menuju Academy"_Alexa.
Alexa melakukan ritual mandi nya seperti biasa, memberikan makan kepada para burung cantik. Ia kini tengah menyiapkan perlengkapan pakaian nya yang akan ia kemas ke dalam koper.
Alexa akan menetap di Academy selama ia menjadi murid didik Moon Stars Academy. ia merasa senang karena hari yang ia tunggu-tunggu akhir nya tiba.
Alexa sangat menyukai Moon Stars Academy. Baginya Moon Stars Academy adalah tempat yang damai. Alexa sangat menyukai sesuatu yang berbau kedamaian, begitupun tempat tinggal.
Alexa menyelesaikan kegiatan nya dalam jangka waktu 30 menit, cukup cepat.
"Baik lah semua perlengkapan sudah lengkap, tidak ada yang tertinggal"_Alexa.
"Akhir nya hari yang paling ku nanti kan telah tiba, senang nya diri ini"_Alexa.
"Kyaaaa aku bena-benar sudah tidak sabar lagi"_Alexa.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Tuk tuk tuk
[Suara langkah kaki kuda]
"Nona kita sudah sampai tujuan"_Kusir kuda.
" Paman koin peraknya"_Alexa.
Alexa memberikan 3 keping koin perak, sungguh murah hati.
"Eh ini bukankah kelebihan dari harga yang seharusnya. saya tidak berani mengambil nya"_Kusir kuda.
"Tak apa, paman ambilah. Paman anggap saja ini adalah bonus dari saya. Suasana hati saya sedang sangat baik hari ini"_Ucap Alexa seraya tersenyum manis.
" Baik lah, terimakasih atas kemurahan hati nya"_Kusir kuda.
Alexa perlahan berjalan dengan kaki yang gemetaran. Ia benar-benar terharu karena dapat menjadi murid didik Moon Stars Academy.
"Damai"_Batin Alexa.
"Alexa!!!"_Charlotte.
Alexa yang mendengar nama nya di panggil oleh seseorang melihat ke kanan dan ke kiri mencari dari arah mana suara itu berasal, pasalnya suara orang itu adalah suara orang yang ia kenal.
"Charlotte!!!"_Alexa.
Alexa berteriak sembari melambaikan tangan nya agar terlihat oleh Charlotte.
Charlotte menghampiri Alexa yang posisinya berjauhan dengan posisi ia berada.
"Astaga kamu sendirian, dimana yang lainnya?"_Charlotte.
"Ntah lah, aku baru saja sampai"_Alexa.
"Kau tak keberatan bukan, atas ke terlambatan mereka?"_Charlotte.
"Tentu saja tidak, mereka kan adalah teman-teman ku jadi diwajarkan saja"_Alexa.
"Senang mendengarnya"_Charlotte.
Charlotte tersenyum hangat. Ia memang tidak salah menerima Alexa berada disisinya sebagai teman.
"Putri Charlotte"_Ucap seorang gadis.
Namun seketika wajah Charlotte yang tadi nya tersenyum hangat kini berubah menjadi Charlotte yang bermuka dingin.
__ADS_1
" . . . "_Charlotte.
Charlotte tidak menjawab bahkan Ia sama sekali tidak melirik seseorang yang menyapanya.
Alexa yang cepat tanggap dapat menyimpulkan bahwa Charlotte tidak menyukai gadis yang menyapanya.
"Putri Charlotte apa anda juga ber guru Di Academy ini? jika iya bukankah itu berarti tandanya kita dapat menjadi teman satu perguruan"_Ucap gadis itu.
Charlotte geram. Ia Bertanya pada diri nya sendiri mengapa seorang gadis yang berada disampingnya ini begitu tidak tau malu. Ia paling tidak suka apa bila ada seseorang yang sok akrab dengan dirinya, dan memanggil dirinya dengan menggunakan nama nya dan bukan nama marga keluarga yang ia miliki.
"Nona Cristy ada baik nya jika anda ingin memanggil nama seseorang gunakan lah nama marga keluarga nya, akan sangat tidak sopan apa bila seseorang memanggil nama bagian depan seseorang yang belum akrab"_Ucap Charlotte dengan nada tidak suka dan juga dingin.
"Maaf kan saya yang rendah ini telah lancang terhadap Tuan Putri Avandazia"_Aurely Cristy Frenzy.
Alexa hanya menyimak, ia tidak mau mencampuri urusan pribadi Charlotte walau Charlotte adalah teman nya.
Charlotte hanya mengacuhkan Aurely yang menurutnya memang pantas untuk di acuhkan.
Alexa yang melihat hal itu mau tidak mau menengahi Charlotte dengan Nona Cristy, ia tidak mau masalah ini semakin membesar dan akan sangat merepotkan jika hal itu terjadi.
"Charlotte sudah lah jangan di perpanjang, akan sangat merepotkan untuk membereskannya"_Alexa.
"Eh maaf, baik lah masalah ini cukup sampai sini saja dan jangan di ulangi lagi"_Charlotte.
"Terimakasih atas kemurahan hati nya Tuan Putri Avandazia"_Aurely.
Lagi dan lagi Charlotte hanya mengacuhkan Nona Cristy. Charlotte sebenar nya juga malas untuk meladeni orang seperti Nona Cristy.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Charlotte!!! Alexa!!!"_Lavender.
Lavender berteriak sangat keras, ia sangat senang akhir nya menemukan ke 2 teman nya itu, ia sesekali melambaikan tangan nya.
"waktu yang pas"_Batin Alexa.
"Charlotte ayo kita pergi menuju teman-teman yang lainnya, mereka pasti sudah menunggu kita"_Alexa.
Alexa meraih tangan Charlotte dan membawanya kepada teman-teman yang lainnya.
"Nona Cristy kami pamit undur diri"_Alexa.
Alexa langsung saja menjauhkan Charlotte dari hadapan Nona Cristy agar tidak terjadi suatu hal yang tidak di ingin kan.
Aurely Cristy Frenzy POV
"Sebenar nya siapa gadis yang berada dengan Tuan Putri Avandazia, bahkan ia memanggil nama Tuan Putri menggunakan nama bagian depan"_Batin Aurely.
"Bahkan ia juga berteman bersama para bangsawan kelas atas lainnya"_Batin Aurely.
"Tidak tidak, hanya aku seorang saja yang boleh berteman bersama para bangsawan kelas atas lainnya"_Batin Aurely
"Lihat itu, benar-benar tidak tau diri"_Bangwan 1.
"Apakah ia tidak memiliki etika sopan santun"_Bangsawan 2.
"Memalukan nama bangsawan saja"_Bangsawan 3.
Sedangkan orang lain hanya memandangnya dengan pandangan merendahkan. Ia sangat marah bagaimana mungkin dirinya yang seorang bangsawan di permalukan di depan muka umum. Ingin di taruh di mana nanti muka nya.
"Sialan ini semua karena ****** itu"_Batin Aurely.
Ia berlari sembari menutupi bagian muka nya karena sanking malunya.
Back to Alexa
__ADS_1
...•~••~••~••~•~••~••~•...