
Setiap kelas memiliki pelajaran yang berbeda-beda. Setiap masing-masing murid memilih pelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan ketertarikan dalam bidang tertentu.
Kelas terbagi menjadi 8 yaitu :
Kelas element sihir
Kelas sejarah
Kelas memanah
Kelas berkuda
Kelas berpedang
Kelas kesopanan
Kelas dansa
Kelas memasak
Nama-nama guru :
Guru element : Airissya Wulanzacary, Glend Padewansa.
Guru sejarah : Earth Wirantazox, Azara Swaziland.
Guru memanah : Agatha Cristiena, Renzy Virgianto.
Guru berkuda : Orian Phantom, Almara Jasmine.
Guru berpedang : Erick Corvush, Ayza Zafrel.
Guru kesopanan : Fallen Amourcelona, Jester Cambrean.
Guru Dansa : Daisy arashtina, Arnoldi Barzangqi.
Guru memasak : Eldiano Lemonade, Diana Nivazenith.
Kepala sekolah Moon Stars Academy : Asgard Bethaswan.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Kelompok Alexa memasuki area Academy. Sorotan mata kini terahlikan kepada Alexa dan teman-teman.
Charlotte yang sadar bahwa mereka sedari tadi di perhatikan merasa kurang nyaman. Ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian.
"Apa apaan itu, mengapa mereka menatap Alexa dengan tatapan seperti sedang melihat berlian, bersinar sekali. Walau memang Alexa seperti berlian sih -_-"_Batin Charlotte.
"Alexa lihat itu, mengapa mereka menatap mu seperti itu, aneh sekali"_Charlotte.
"Entah lah aku juga tidak mengerti"_Alexa.
"Dasar Charlotte payah, itu tandanya pertanda bahwa mereka mengagumi ke cantikan yang dimiliki oleh Alexa"_Ucap Lavender dengan nada mengejek.
Charlotte dan Lavender apa bila disatukan mereka seperti Elemen sihir Api dan Air, tidak akan pernah akur. Lihat lah persoalan apa lagi yang akan mereka ributkan.
"Apa kau bilang"_Ucap Charlotte. Charlotte menaikan satu alis nya ke atas, dan terlihat Menantang.
"Kau menantang ku, Charlotte"_Balas Lavender dengan nada jengkel.
Charlotte dan Lavender saling tatap. Mereka saling memberikan tatapan tajam, tidak ada yang mau mengalah, mereka berdua sama-sama keras kepala.
"Mulai lagi"_Ucap Violen jengah.
"Te_Teman-teman sudah lah, kita sekarang sedang berada di area umum"_Lily.
"Ekhem"_Alexa berdehem sembari menatap datar kearah Charlotte dan Lavender, seolah mengisyaratkan "Berhenti bertengkar".
Charlotte dan lavender seketika terdiam dan saling membuang muka, jika Alexa yang sudah turun tangan mereka tidak bisa berbuat Apa-apa selain pasrah.
Orang sekitar yang memperhatikan mereka merasa lucu. Bagi mereka hanya orang tertentu saja yang bisa berteman bahkan akrab dengan Putri Kerajaan. Namun tidak berlaku bagi Alexa, yang terlihat akrab bersama Putri Kerajaan.
Dari kejauhan nampak seorang gadis yang sedang menahan amarah nya karena tidak suka melihat ke terdekatan Alexa bersama Putri Kerajaan.
"Hgr sial menapa hubungan pertemanan mereka semakin hari semakin menjadi dekat"_
__ADS_1
"Seharus nya aku yang berada di posisi nya"_
Gadis itu bersusah payah menahan amarah nya agar tidak meluap-luap.
Ia sangat tidak menyukai orang yang bernama Alexa. Ia merasa iri dengan Alexa yang dapat berteman dengan para Putri Kerajaan, dan merasa iri dengan ke cantikan yang di miliki Alexa.
"Mengapa semua hal yang seharusnya menjadi milik ku dirampas semua oleh nya. Perhatian, rasa kagum semua orang, dapat berteman dengan para Putri Kerajaan"_Batin gadis itu kesal.
"Semua itu seharusnya menjadi milik ku, dan aku akan merampas nya kembali"_Batin gadis itu.
Ia merasa bahwa Alexa telah merebut semua hal yang seharusnya menjadi milik nya. Ia memiliki dendam pada Alexa, dan bertekad akan merampas semua hal yang kini menjadi milik Alexa.
"Alexa ya, ck tunggu saja aku pasti dapat merampas semua hal yang kini menjadi milik mu"_Batin gadis itu dengan rasa percaya diri seolah olah ia dapat merebut semua hal yang Alexa miliki.
Disisi lain.
"Uhuk uhuk akh"_Alexa.
"Alexa kau ini kenapa?"_Lavender '-_-.
"seperti nya ada seseorang yang sedang membicarakan ku"_Alexa.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Alexa dan teman-teman kini sedang berjalan santai di koridor menuju kelas.
Koridor Academy.
Kelas.
Alexa menatap seisi ruang kelas dengan seksama. Kursi duduk yang di tempat kan secara teratur, dengan kombinasi warna putih semakin membuat kesan mewah dan elegan.
"Benar-benar tidak mengecewa kan. Aku jadi penasaran kira-kira berapa anggaran yang harus di tanggung oleh pihak Kerajaan untuk membuat Academy"_Batin Alexa.
"Mewah nya"_Lily ≧﹏≦.
Seluruh penghuni kelas kini beralih menatap Alexa dengan tatapan yang sulit diartikan, detik berikut nya satu per satu dari mereka berteriak heboh.
"Astaga aku tidak menyangka akan satu kelas bersama dengan idola ku"_Murid 1.
"Kyaaa Alexaa, itu Alexa. Aku sedang tidak berhalusinasi bukan!!!"_Murid 2.
"Hari ini adalah hari ke beruntungan ku"_Murid 3.
"Astaga berisik sekali kalian ini"_Murid 4.
"Semuanya tenang"_Alexa.
Seketika seluruh penghuni kelas terdiam. Bagi mereka berkataan Alexa adalah suatu hal yang mutlak dan tidak bisa mereka bantah.
"Akhir nya tenang juga"_Batin Charlotte jengah.
Semua murid kini duduk teratur sesuai dengan kursi duduk yang sudah di sediakan. Seluruh murid bebas memilih tempat kursi duduk, yang menurut mereka nyaman.
"Bagaimana menurut kalian kalau kita ambil kursi duduk bagian belakang dekat jendela. Di sana tidak terlalu mencolok dan nyaman"_Alexa.
"Kedengaran nya bagus"_Violen.
"Aku sih tidak masalah"_Lavender.
"Aku ikut kalian saja"_Lily.
"Ide yang bagus"_Charlotte.
Akhir nya mereka memutuskan untuk mengambil kursi duduk bagian belakang.
Violen di bagian dekat jendela sebangku dengan Lavender. Charlotte di bagian dekat jendela sebangku dengan Lily. Alexa di bagian dekat jendela, ia memilih untuk duduk sendiri.
Triiiing Triiiing Triiiing.
[Bunyi suara bel masuk]
__ADS_1
Seluruh murid duduk tertib di tempat nya masing-masing. Pintu kelas terbuka. Seorang guru wanita dan seorang guru pria memasuki kelas, keadaan kelas seketika sunyi.
"Pagi semua nya"_Guru Wanita.
"Pagi semua nya"_Guru Pria.
"Pagi!!!"_Ucap mereka serempak.
"Murid-murid sekalian perkenal kan nama saya adalah Airissya Wulanzacary kalian dapat memanggil saya Bu Airis. Saya adalah guru element sihir dan yang berada di samping saya adalah guru element sihir Pria"_Bu Airis.
"Salam kenal semua nya, nama saya adalah Glend Padewansa. Kalian dapat memanggil saya Pak Glend"_Pak Glend.
"Baik!!!"_Ucap mereka serempak.
Kelas di awali dengan memulai dari saling berkenalan antar satu sama lain tanpa melihat ada nya perbedaan derajat seseorang, baik seseorang itu adalah rakyat biasa, bangsawan, bahkan Keluarga Kerajaan sekalipun.
Suasana kelas terlihat harmonis, murid-murid sangat merasa nyaman berada di kelas dengan tanpa ada nya rasa perbedaan derajat. Banyak para rakyat biasa berbicara bahkan sesekali tertawa bersama para bangsawan. indah nya persatuan dalam perbedaan, itu lah fikir mereka.
Kelas berjalan dengan lancar. Kelas hari ini hanya sekedar pengetahuan tentang element sihir dasar, dan beberapa pertanyaan singkat tentang element sihir dasar.
Triiiing Triiiing Triiiing.
[Suara bel istirahat]
Semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin.
"Hoaaam akhir nya, bel istirahat juga"_Lavender.
"Ayo kita ke kanti aku sudah sangat tidak sabar, perut ku dari tadi merengek untuk segera meminta di isi"_Alexa.
"Yey kantin"_Lily.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Suasana kantin tampak ramai dan heboh. Rombongan Alexa memasuki area kantin. Suana kanti yang sedari awal nya heboh, melihat kedatangan Alexa membuat suasana kantin semakin menjadi heboh.
Alexa kini menjadi panutan dan idola bagi mereka. Siapa sih yang tidak mengenal Alexa, murid berbakat yang memiliki element sihir yang unik. Alexa mendadak menjadi populer, hampir seluruh penghuni Academy mengenali Alexa.
"Astaga"_Batin Charlotte jengah.
"Seperti nya kita harus mulai membiasakan diri"_Lavender '-_-.
"hmm aku setuju"_Violen.
Alexa dan yang lain nya duduk di kursi kantin bagian belakang, agar terlihat tidak terlalu mencolok. Pelayan datang dan mengantarkan buku menu, lalu Alexa dan yang lain nya memesan menu yang mereka ingin kan. Pelayan mencatat apa saja menu yang di ingin kan pelanggan, lalu kembali untuk memberitaukan kepada koki.
Pelayan datang dengan membawa troli makanan, memberikan berbagai jenis hidangan menu yang di pesan oleh Alexa dan yang lain nya.
Hidangan Alexa.
Hidangan Charlotte.
Hidangan Lavender.
Hidangan Violen.
Hidangan Lily.
[Cie yang ngiler, sabar ya yang puasa 😌☺, ngongey kita lanjot ke cerita nya]
Mereka memakan hidangan masing-masing dengan tenang sesekali berbicara santai. Terlihat harmonis, namun ke harmonisan itu seketika sirna ketika ada seorang pengganggu yang mengganggu waktu makan mereka.
"Hai"_Sapa seorang gadis.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
__ADS_1