
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Setelah kelas berkuda, mereka di berikan waktu satu jam untuk beristirahat. Karena nanti setelah nya akan ada kelas menunggangi kuda tahap dua, dimana mereka semua akan berlomba-lomba menuju garis finis, hanya saja kali ini mereka tidak di perkelompokan.
Alexa saat ini tengah bersantai, ia sedang merehat kan kaki nya yang terasa pegal. Tiba-tiba ada yang menyodorkan sesuatu yang dingin ke muka nya.
"Sssh"_Alexa merasa ada suatu sensasi dingin di wajah nya. Lalu ia menoleh, dan menemukan Escal yang saat ini tengah menyodor kan air dingin ke wajah nya.
"Minumlah"_Ucap Escal datar. Namun, sedikit halus. Ingat! sedikit halus.
"Hmmm, Terimakasih"_Ucap Alexa lalu mengambil air dingin itu dan meminum nya. Pas sekali saat ini tenggorokan nya sedang kering.
Gluk gluk gluk
"Ah rasa nya menyegarkan"_Ucap Alexa kembali mendapat kan energi.
[Jangan bingung kenapa di sana ada air es, karena di sana kan ada pengguna sihir es. Gak perlu sampe di bekuin cukup di dinginin aja😌]
"Sekali lagi terimakasih"_Ucap Alexa seraya tersenyum tulus.
"Hmmm"_Ucap Escal singkat jelas padat. Walau sebenar nya ia terpesona dengan senyuman Alexa.
Alexa membuka pembicaraan, Escal meladeni dengan candaan ringan. Saat ini mereka tengah menjadi pusat perhatian, karena jarang sekali seorang Escal yang dikenal dengan sifat dingin nya, tiba-tiba mau di ajak bicara bahkan bercanda ringan.
Seseorang merasa kesal dengan kedekatan Alexa dan Escal. Lalu seseorang itu menghampiri mereka berdua.
"Halo Alexa! kita bertemu lagi"_Sapa Aurely sembari tersenyum.
"Halo Nona Cristy"_Alexa menanggapi sembari tersenyum.
"Aish jangan terlalu formal, panggil saja dengan nama depan ku"_Ucap Aurely dengan melembutkan suara nya.
"Ah baiklah, Aurely"_Ucap Alexa sedikit canggung, karena ia memang tidak terlalu dekat dengan Aurely.
Aurely duduk di samping Alexa. Ia dengan sengaja melembutkan suara nya agar terlihat anggun.
"Kamu tau, kamu itu tadi sangat hebat. Bisa menjadi yang pertama dalam kelas berkuda kali ini"_Ucap Aurely berusaha mendekatkan diri dengan Alexa.
Aurely terus saja menyanjung Alexa dengan harapan, bahwa ia bisa menjadi dekat dengan Alexa. Sedangkan Alexa sendiri hanya menanggapi dengan senyuman ringan, walau sebenar nya ia sangat ingin merobek mulut orang bermuka dua di samping nya ini, yang terus berceloteh.
[Berceloteh artinya, bercakap-cakap tidak keruan]
"Aish apa dia tidak lelah berbicara terus"_Batin Alexa kesal. Karena Aurely sedari tadi tidak berhenti berceloteh.
"Mengganggu saja"_Batin Escal kesal, karena waktu berdua nya dengan Alexa terganggu. Namun, tidak terlihat karena tertutup wajah datar nya.
Waktu beristirahat telah usai. lalu mereka kembali di kumpulkan ke tengah-tengah lapangan untuk mengabsen beberapa murid yang belum hadir.
"Baiklah semua murid sudah lengkap"_Bu Almara.
"Kalau begitu kita mulai saja"_Pak Orian.
"Anak didik ku sekalian, kalian di persilahkan mengambil kuda yang telah di siapkan oleh pihak academy"_Pak Orian.
"Saya beri waktu lima menit. Kalian harus sudah siap dengan kuda tunggangan kalian, dan di persilahkan menuju arena pelatihan"_Pak Orian.
__ADS_1
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Alexa menggunakan kuda yang sama dengan kuda sebelum nya. Awal nya ia merasa ragu untuk menggunakan kuda yang sama. Alexa ingin memberitaukan pada guru bahwa ada yang tidak beres dengan kuda tunggangan nya. Namun, jika ia melakukan hal itu, maka masalah nya akan repot. Jadi mungkin ia akan mencari tau sendiri atau meminta bantuan kepada teman-temannya.
"Sudah siap semuanya!"_Pak Orian.
"Sudah!!!"_Ucap mereka serempak.
"Mulai!"_Pak Orian.
Tak tak tak 🐎🐎🐎
[Suara kuda berlari]
Mereka melewati rintangan. Namun, kali ini rintangan nya berbeda. Rintangan mereka kali ini sedikit lebih sulit dari pada rintangan sebelum nya. Garis finis di letakan lebih jauh, agar mereka dapat melihat sejauh mana tekad para penunggang kuda.
Saat menunggangi kuda nya Alexa kehilangan keseimbangan. Namun, untung saja ia dapat mengembalikan keseimbangan nya. Kuda nya terus saja melompat bahkan berlari tidak karuan. Alexa dengan pintar nya mengakali hal itu, dan hal itu berhasil membuat nya menjadi orang terdepan.
"Merepotkan namun menguntungkan"_Batin Alexa.
Seseorang dari kejauhan merasa kesal melihat pencapaian Alexa, yang berhasil menjadi orang terdepan. Ia pikir rencana nya kali ini akan berhasil. Namun, ia salah menduga.
"Ck, kau hanya beruntung, tapi lihat saja nanti. Akan aku pastikan keberuntungan tidak akan lagi berpihak padamu"_Batin seseorang menyeringai.
Alexa merasa bahwa dugaan nya benar, dimana ada seseorang yang dengan sengaja meracuni kuda tunggangan nya. Ada di beberapa kejadian ia kehilangan keseimbangan, dan hal itu di saksikan oleh orang sekitar nya.
"Bertahan lah sedikit lagi!"_Batin Alexa menyemangati dirinya sendiri.
Alexa kehilangan pokus nya sehingga ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berusaha menggeser posisi terdepan nya.
"Kita lihat saja nanti!"_Ucap Alexa mendahului Anggelina.
"Akh sial!"_Anggelina tidak mau kalah. Ia terus saja berusaha untuk mendahului Alexa. Namun, selalu saja berhasil di dahului oleh Alexa.
"Tidak, tidak boleh!"_Batin Anggelina.
Dan akhirnya.
"HIYAAA!"_Ucap Alexa sebelum memasuki garis finis.
Lagi dan lagi Alexa menjadi orang pertama yang berhasil memasuki garis finis, yang disusul oleh Anggelina, Escal, dan teman-temannya. Alexa mendapat kan pujian pujian dari teman-teman seperjuangan nya.
"Kamu memang hebat Alexa"_
"Kamu hebat sekali, dapat menjadi orang pertama dalam dua kali kesempatan"_
"Andai saja aku bisa sehebat diri mu"_
"Sudah cantik, baik, murah senyum, hebat dalam hal sihir, bahkan juga hebat dalam hal berkuda. Aku rasa kamu orang yang sempurna"_
"Semoga pintar nya menular"_
Dan masih banyak lagi.
Alexa hanya menanggapi nya dengan senyuman. Sedang kan disisi lain, ada dua orang yang merasa tidak suka dengan keberhasilan dan pencapaian yang diraih oleh Alexa. Hanya saja bedanya orang yang satu menunjukan rasa tidak suka nya secara terang-terangan, sedangkan orang satu nya hanya dapat menyembunyikan rasa tidak suka nya dalam diam, dan ia tutupi dengan senyuman palsu, siapa lagi kalau bukan Anggelina dan Aurely.
__ADS_1
Kelas berakhir, mereka di persilahkan kembali ke asrama masing-masing.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Di sisi lain.
"Aaaaahk"_Anggelina berteriak sejadi jadi nya.
Anggelina merasa kesal sekaligus marah karena rencana yang telah ia susun berjalan tidak sesuai harapan.Ia melampias kan amarah nya dengan menghancurkan benda yang berada di dalam kamar nya.
Prang!!!
[Suara benda jatuh]
Ceklek
[Suara pintu terbuka]
Pintu terbuka, menampakan ke empat teman Angelina. Mereka terkejut saat melihat keadaan kamar Anggelina yang tampak berantakan dengan barang yang berserakan, bahkan ada beberapa barang yang hancur.
"Anggelina hentikan, atau kamu akan melukai diri mu sendiri"_Ucap seseorang khawatir.
"Anggelina sebenar nya kamu ini kenapa?"_Ucap seseorang khawatir.
"Kamu tanya aku kenapa! ck itu semua karena kalian yang tidak becus dalam menjalankan rencana!"_Bentak Anggelina.
"Anggelina jangan begitu kejam, kami ini teman mu! kamu tau kan Ziffany orang yang mudah khawatir!"_Ucap Xylina yang ikut terbawa emosi.
"Hiks"_Ziffany.
"Ck, aku tidak peduli"_Ucap Anggelina menatap Xylina tajam. Ia sudah terbiasa menghadapi Xylina.
"Xylina sudah lah. Lebih baik sekarang kita biarkan saja dulu Anggelina menenangkan diri nya"_
"Tapi elena dia sudah keterlaluan, ini bukanlah kali pertama dia memperlakukan kita seperti ini!"_Ucap Xylina yang merasa tidak terima dengan perilaku dan sifat Anggelina. Ia tau bahwa Anggelina memiliki sifat yang kejam dan perilaku yang buruk. Namun, apakah ia tidak bisa sedikit lembut kepada mereka, mereka ini adalah teman-temannya. Seharus nya Anggelina dapat membedakan mana yang ia anggap sebagai teman dan mana yang ia anggap sebagai musuh.
"Sudah lah mungkin dia sedang terbawa emosi"_Ucap Elena memberikan pengertian.
"Hah~"_Xylina menghela napas lelah.
"Baiklah, lebih baik sekarang kita keluar saja. Kita berikan waktu kepada si Iblis ini untuk menenangkan diri nya"_Ucap Xylina menekankan kata iblis.
Anggelina yang merasa tidak terima mengambil belati yang berada di laci kamar nya, lalu menyerang Xylina dari arah belakang. Xylina yang sudah hafal dengan gerakan Anggelina langsung saja berbalik menyerang Anggelina.
Teman-teman mereka dengan sigap menghentikan mereka, dengan cara memberikan mantra penenang pada mereka berdua.
"Kalian ini kebiasaan"_
"Fiuh~"_Tyra menghela napas lega.
"Untung saja kamu sigap Fyra"_Ucap Tyra mengacungkan kedua ibu jari nya.
"Haish kalau adegan seperti ini sih aku sudah terbiasa, karena sangking sering nya mereka berdua bertengkar"_Ucap Fyra santai, karena memang ia sudah terbiasa. Sedangkan Xylina dan Anggelina saling membuang pandangan.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
__ADS_1