
Malam yang gelap di temani sinar rembulan yang menambah kesan indah.
"Wow, lihat kesana!"_Tunjuk Lavender.
Mereka mengikuti arah tunjuk Lavender. Memperlihat kan bulan yang bersinar terang di antara gelap nya malam.
"Indah nya~"_Ucap Lily sembari melihat bulan.
"Ini benar-benar pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan!"_Ucap Violen sembari melihat bulan.
"Kamu benar"_Charlotte.
Alexa hanya tersenyum. Syukurlah teman-temannya itu menikmati waktu ber kemah mereka.
"Hahaha, kalian ini terlalu berlebihan"_Alexa.
"Kami tidak berlebihan!"_Sahut mereka.
"Hahaha iya iya"_Alexa.
Suasana hening, setelah nya tidak ada lagi yang membuka pembicaraan. Mereka ter hanyut, seolah ter sihir dengan ke indahan bulan. Tiba-tiba_
"Egh"_Lavender.
Mereka menoleh ke si pengguna suara. Terlihat ekspresi wajah Lavender yang seperti tengah menahan sesuatu.
"Lavender, ada apa?"_Alexa.
"A_anu, emmm"_Lavender,
" . . . "_Alexa.
"Seperti nya aku ingin buang air kecil"_Ucap Lavender pelan. Sebenar nya ia malu untuk mengatakan nya. Namun, ia benar-benar sudah tidak dapat menahan nya lagi.
"Pffftt"_Lily.
"Owh, ya sudah"_Alexa.
Alexa menggunakan elemen sihir angin nya untuk mengangkat sekotak tisu. Lalu memberikan nya ke pada Lavender.
"Guna kan lah ini"_Alexa.
"Baik, kalau begitu aku permisi"_Ucap Lavender seraya berlari kecil.
"Hahaha~"_Lily sudah tidak tahan Lalu ia tertawa.
"Dasar Lavender"_Lily.
Sedang kan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Lavender.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Setelah beberapa saat Lavender tiba. Lalu memberikan sekotak tisu yang tadi ia gunakan kepada Alexa.
"Terimakasih"_Ucap Lavender seraya duduk di tempat sebelum nya.
"Ya, Sama-sama"_Alexa.
Perlahan-lahan api unggun mulai mereda, seperti nya harus di buat ulang. Tapi masalah nya mereka kekurangan kayu dan dahan ranting.
"Bagaimana ini api sudah mulai mereda, seperti nya harus di buat ulang"_Violen.
"T_tapi kita kekurangan bahan untuk membuat nya"_Lily.
"Kita cari saja lagi"_Alexa.
__ADS_1
"Hah!"_Kaget Lavender.
"Apa kamu yakin? di malam yang gelap seperti ini"_Lavender.
"Ya, begitu lah"_Alexa.
"Lebih baik jangan. Akan sangat berbahaya apa bila kita keluar dari area perkemahan"_Charlotte.
"Kalian tenang saja"_Alexa.
"Kalian akan aman apa bila berada di sekitar ku, asal tidak ber pencar saja"_Lanjut nya.
"Emmm, baiklah aku percaya pada Alexa"_Lily.
"Hah~"_
"Baik lah"_
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Di dalam perjalanan.
Lily, Lavender, Charlotte, dan Violen tampak ketakutan saat berjalan di malam hari yang gelap. Berbeda dengan Alexa, ia terlihat santai. Mereka ber jalan dengan penerangan menggunakan elemen sihir api milik Alexa. Lily dan Lavender berjalan seraya memegangi bahu Alexa. Sedang kan Charlotte dan Violen tetap berusaha tenang, walau sebenar nya mereka sendiri ketakutan.
Srek
[Suara dari semak-semak]
"Hwa!"_
Mereka ber empat berlindung di balik tubuh Alexa. Alexa menatap ke empat teman nya yang saat ini tengah terkejut.
"A_Alexa, ada monster"_Adu Lavender.
"Tidak ada. Lagi pula itu hanya suara semak-semak"_Alexa.
"Iya"_Alexa.
Charlotte dan Violen seakan tersadar, kembali memperbaiki posisi.
"Hah~"_Alexa menghela napas pelan.
"Sudah-sudah. Lebih baik kita cari saja kayu nya, agar kita cepat kembali"_Alexa.
"Emmm!"_
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Setelah semua kayu sudah terkumpul, mereka berjalan sesekali bercanda dan tertawa untuk mengurangi rasa takut.
"Hahahaha"_
"Hahaha cerita mu lucu sekali"_Alexa.
"Hahaha benar"_Lily.
"Berhenti mentertawakan aku"_Kesal Violen.
"Aw kamu lucu sekali apa bila sedang kesal. Kan jadi pingin aku makan~"_Alexa.
"Enak saja kamu pikir aku ini daging panggang!"_Ambek Violen.
"Ululu imut nya, hahaha!"_Ucap Lavender dengan nada mengejek.
"Hahaha~"_Charlotte tertawa kecil.
Roar!!!
__ADS_1
Alexa dan yang lain nya terkejut saat mendengar suara auman hewan. Alexa ber waspada, tetapi ia samar-samar mendengar suara seseorang sedang bertarung.
"Seperti nya ada seseorang yang sedang bertarung"_Batin Alexa.
"Alexa suara apa itu?"_Violen.
"Entah lah, aku samar-samar seperti mendengar ada seseorang yang sedang bertarung"_Alexa.
"Apa perlu kita tolong seseorang itu?"_Lavender.
"Iya, seperti nya ia kesulitan. Apa lagi semua hewan yang berada di hutan ini rata-rata adalah hewan sihir tahap menengah"_Alexa.
"K_kalau begitu ayo kita tolong seseorang itu"_Ucap Lily gugup.
"Lily jika kamu merasa terbebani, maka kamu tidak perlu ikut turun tangan. Jangan memaksakan diri mu"_Ucap Alexa memberi pengertian.
"Baiklah"_Lily.
Mereka segera bergegas menuju ara suara auman terdengar. Arah nya dari antara semak-semak dan bebatuan.
Betapa terkejut nya mereka melihat seseorang sedang bertarung melawan seekor singa. Tapi tunggu-tunggu seperti nya mereka tampak mengenali seseorang itu. Seseorang itu tidak lain adalah___
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Di sisi lain
Hap!!!
"Akh!!!"_
"Derius!"_
Crash!!!
[Suara tebasan]
"Leonel bawalah Derius ke tempat yang aman"_
"Tapi Escal kau tidak akan sanggup melawan para sekumpulan singa itu seorang diri"_Leonel.
"Gerald kau pergilah mencari bala bantuan. Sisanya biar aku alih kan perhatian mereka semua!"_Escal.
"Baik!"_Ucap Gerald
"Escal kau dengar aku tidak"_Leonel.
"Leonel lebih baik kau diam! kita tidak memiliki banyak waktu! Derius mengalami luka cakar yang cukup dalam!"_Escal.
". . . "_Leonel.
"Haish sudah lah, Leonel lebih baik kau bantu aku untuk mencari bala bantuan"_Lionel.
"Baik"_Leonel.
Kini hanya Escal seorang diri. Escal terus menghalangi dan mengalihkan perhatian sekumpulan singa. Ia kewalahan di buat nya. Sekumpulan singa itu ber sekitaran Lima belas buah singa. Namun, ia akan terus berusaha hingga bala bantuan tiba.
"°※Kilat Es※°"_Escal.
Kilatan es milik Escal terus menyerang sekumpulan singa itu. Sebagian dari mereka ada yang terluka ringan dan ada juga yang terluka parah.
"Hah Hah Hah"_Napas nya tersenggal-senggal.
"Jika terus seperti ini, dapat di pastikan aku dapat tewas sebelum para bala bantuan tiba"_Batin Escal.
Saat Escal mencoba mengatur napas nya. Ia tidak menyadari bahwa ada satu ekor singa yang ter lepas dari jangkauan nya. Singa itu hendak menerkam Escal dari arah belakang. Tepat pada saat yang bersamaan Escal membalikan tubuh nya. Ia ingin menghindar. Namun, sudah terlambat. Escal menutup kedua mata nya, ia hanya pasrah terhadap takdir nya. Namun___
"°◇Air Surgawi◇°"_
__ADS_1
...•~•~•~•~•~•~•~•...