
Perjalanan menuju tempat ber kemah memakan waktu setidak nya sekitar setengah hari maka dari itu mereka bersiap pagi-pagi sekali. Namun, perjalanan yang seharus nya memakan waktu setengah hari, kini hanya menjadi 1 jam waktu perjalanan.
Siapa lagi kalau bukan karena ulah Alexa. Alexa sengaja menggunakan sihir ruang dan waktu untuk mempercepat perlajalanan. Ia tidak mungkin sanggup apabila harus menunggu selama setengah hari dengan posisi duduk.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Setiba nya di tempat tujuan.
Mereka tidak bisa tidak terpukau melihat keindahan hutan yang akan menjadi tempat mereka ber kemah.
"Alexa"_Lily.
"Iya, ada apa?"_Alexa.
"Bagaimana kamu bisa menemukan hutan seindah ini?"_Lily.
"Emmm apa kamu sama sekali tidak mengenali hutan ini?"_Alexa.
"Tidak"_Ucap Lily dengan wajah polos nya.
"Hah~"_Alexa.
Alexa menghela napas pelan.
"Hutan yang akan kita tempati untuk ber kemah adalah Hutan Gerbang Cahaya"_Alexa.
"Apa itu? mengapa terdengar tidak asing"_Lily.
"Tentu saja karena Hutan Gerbang Cahaya adalah Hutan yang paling terkenal di antara hutan lain yang berada di benua Azeroth"_Alexa.
"Hutan Gerbang Cahaya adalah salah satu hutan yang memiliki energi positif yang berlimpah, maka dari itu banyak ahli sihir yang mengunjungi hutan ini untuk memperkuat anergi sihir mereka"_Alexa.
"Konon kata nya tempat ini dahulu adalah sebuah padang pasir hingga Dewi Cahaya turun dari dunia atas, dan memberi kan energi kehidupan nya. Dan mengubah tempat ini yang tadi nya padang pasir menjadi hutan lebat dengan energi positif yang berlimpah"_Alexa.
"Setelah itu hutan ini di berikan portal khusus menuju dunia atas tempat di mana Dewi Cahaya berada. Dewi Cahaya menamai hutan ini sebagai Hutan Gerbang Cahaya"_Alexa.
"Kurang lebih seperti itu lah asal usul Hutan Gerbang Cahaya"_Alexa.
Lily termenung cukup lama begitu pula dengan Charlotte, Violen, dan Lavender.
"Alexa dari mana kamu tau tentang cerita kuno itu?"_Tanya Charlotte.
"Ck. Apa guna nya buku sejarah apa bila tidak di baca!"_Alibi Alexa.
Tidak mungkin bukan ia akan ber kata 'Aku mengingat nya dari ingatan masa lalu ku saat menjadi Dewi Penguasa' yang ada ia akan di tertawa kan dan menjadi bahan ejekan karena haluan nya yang terlalu tinggi.
Karena tidak mau ambil pusing akhir nya mereka hanya ber'oh ria saja. Lalu melanjukan perjalanan menelusuri hutan mencari tempat yang strategis untuk membangun tenda.
Sampai di suatu tempat.
Di tengah-tengah hutan, tampak air terjun mengalir deras. Tadak jauh dari air terjun ter dapat sumber mata air yang cukup berlimpah. Lahan sekitar sama rata. Ini adalah tempat yang strategis untuk ber kemah.
"Kita akan ber kemah disini, karena tempat nya yang strategis"_Alexa.
Lavender hanya menganggukan kepala nya sedang kan pandangan mata nya terus tertuju pada air terjun.
Mengambil perlengkapan tenda. Dan menyiap kan perlengkapan lain nya.
Charlotte dan Alexa bertugas membangun tenda. Lily bertugas menyiap kan alat makan. Violen dan Lavender bertugas mencari kayu bakar di tempat sekitar.
Setelah beberapa saat tenda siap di dirikan. Mereka kini tengah ter duduk beralaskan kain.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Hembusan angin di iringi suara air terjun. Burung-burung berterbangan. Menambah kesan indah.
Alexa menutup kedua kelopak mata, menikmati hembusan angin yang menerpa wajah nya. Begitu pun yang lain nya.
Karena terbawa suasana, Lily tertidur dalam keadaan tangan memeluk kedua lutut nya. Charlotte yang melihat itu memberi kan isyarat agar tidak menimbul kan suara yang dapat membangun kan Lily.
Charlotte memapah tubuh Lily yang tengah tertidur nyenyak yang di bantu Violen menuju tenda. Setelah nya mereka kembali bergabung ber sama Alexa dan Lavender untuk menikmati waktu bersama.
Mereka berdiam diri hingga siang menjelang sore. Karena merasa bosan. Lavender mengusul kan untuk berjalan-jalan di sekitar hutan.
"Bosan nya"_Batin Lavender.
Lavender menoleh kearah teman-teman nya yang tengah memejamkan mata mereka. Entah mereka tertidur atau hanya memejam kan mata.
"emmm, teman-teman"_Lavender.
Mereka yang mendengar Lavender hanya mengacuh kan nya. Lavender yang merasa kesal, bangun dari duduk nya, berniat berjalan menuju tenda. Namun, langkah nya terhenti ketika mendengar suara seorang. Yang membuat ia menoleh ke si pengguna suara.
"Ada apa?"_Alexa.
Lavender dengan wajah cemberut nya menghampiri Alexa.
"Aku merasa bosan"_Lavender.
" . . . "_Alexa.
"Bagaimana kalau kita menelusuri hutan ini. Sekali an mencari pengalaman baru"_Usul Lavender.
"Baik lah, tapi tanyakan dulu pada yang lain"_Alexa.
"Aku sud_"_Lavender belum sempat menyelesaikan perkataan nya.
"Aku ikut"_Ucap Charlotte dan Violen.
Lavender tersentak sekaligus kesal. Ia menoleh kearah kedua nya dengan tatapan nyalang. Baru saja ia ingin memarahi mereka. Namun, terhenti.
"Jangan berisik, kecuali jika kau ingin membangun kan singa yang sedang tertidur!"_Alexa.
Alexa paling tidak suka apabila ada seseorang yang mengganggu ketenangan nya. Baik siapa pun orang itu, ia tidak pandang bulu.
Lavender sontak menutup mulut nya rapat-rapat, ia tidak bodoh, ia mengerti maksud dari perkataan Alexa.
"Hehe maaf"_Lavender menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Dasar ceroboh"_Batin Charlotte dan Violen jengah terhadap sikap ceroboh Lavender.
"Hmmm"_Alexa.
__ADS_1
Dari dalam tenda. Seorang gadis terbangun dari tidur nyenyak nya. Ia terbangun karena mendengar suara keributan.
"Mengapa aku berada di dalam tenda, bukan kah aku berada di luar ber sama dengan yang lain?"_Batin Lily kebingungan.
"Emmm, mungkin ada yang memindah kan ku"_Batin Lily.
Lily keluar dari dalam tenda, berjalan menuju tempat di mana teman-teman nya berada. Setelah nya ia melihat mereka sedang membicarakan sesuatu.
"Apa yang sedang kalian bicara kan?"_Lily.
"Ternyata kau sudah bangun"_Violen.
"emmm"_Lily.
"Pas sekali kalau begitu"_Alexa.
"Tadi nya kami ingin pergi menelusuri hutan. Lalu berniat membangun kan mu, tapi tidak perlu karena sekarang kamu sudah bangun dengan sendiri nya"_Alexa.
"Owh, begitu"_Lily.
"Bagaimana lily apa kamu mau ikut?"_Tanya Lavender antusias.
"Tentu saja, aku akan ikut"_Lily.
"Yey!!!"_Teriak Lavender.
Lavender benar-benar senang, bahkan sangkin senang nya, ia tidak menyadari ke tiga orang yang kini tengah menatap nya jengah. Sedangkan Lily hanya terkekeh kecil.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Alexa dan teman-teman kini tengah berjalan santai menelusuri hutan. Di dalam perjalanan mereka selalu menemukan hal-hal yang menarik. Seperti tanaman langka, tanaman beracun, hewan sihir, dll.
"Wow, apa ini indah sekali!"_Lavender.
Lavender hendak menyentuh tanaman itu. Alexa yang melihat Lavender ingin menyentuh tanaman itu, sontak terkejut dan berniat mengehentikan nya. Namun, ia terlambat Lavender sudah ter lebih dahulu menyentuh tanaman itu.
"Lavender. Jangan!"_Alexa.
Terlambat Lavendder sudah menyentuh tanaman itu. Lalu seketika____
Boom!!!
Serbuk berwarna merah darah menyebar mengenai Lavender, Alexa, Lily, Violen, dan Charlotte. Mereka terbatuk karena tidak sengaja menghirup serbuk merah darah tersebut.
"Uhuk uhuk!"_Violen.
"Uhuk serbuk a_pa ini uhuk!"_Charlotte.
Setelah mereda. Charlotte dan Violen menatap kesal kearah Lavender.
"Hehe maaf"_Lavender.
"A_apa tumbuhan itu tidak berbahaya?"_Lily menatap takut tumbuhan aneh yang Lavender sentuh.
"Tenang saja tumbuhan itu tidak berbahaya"_alexa.
"Hanya saja_"_Alexa.
"Hanya saja kenapa!"_Lavender.
Tiba tiba
Tak tak tak, tak tak tak.
[Suara hewan berlari]
"Sial!"_Batin Alexa.
Charlotte yang melihat perubahan ekspresi Alexa, terus terang merasa ada yang aneh.
"Alexa, kamu kenapa?"_Charlotte.
Alexa tidak menjawab melainkan melirik ke arah ke empat teman nya, mereka yang melihat tingkah aneh Alexa saling melirik. Ada apa dengan teman mereka satu ini.
Tak tak tak, tak tak tak
[Suara hewan berlari]
Suara itu terdengar semakin mendekat. Alexa berpikir 'tidak ada waktu untuk menjelaskan'.
"Lari!!!"_Alexa.
Alexa berlari sekencang mungkin saat merasa suara itu terdengar semakin mendekat. Mereka ber empat mengerut kan kening.
"Sebenar nya apa yang terjadi"_Tanya mereka dalam batin.
Lalu detik ber ikut nya Lavender lari terbirit birit, mengikuti arah Alexa berlari. Lavender tidak memberitaukan ke tiga teman nya yang saat ini tengah kebingungan.
"T_teman-teman"_Ucap Lily ketakutan.
Violen dan Charlotte menoleh ke ara Lily. Lalu mengikuti arah pandang Lily. Mereka membulat kan kedua mata di iringi keringat dingin membasahai dahi.
Tak tak tak, tak tak tak
[Suara hewan berlari]
Dari kejauhan tampak segrombolan hewan berlari menghampiri mereka. Mereka bukan lah hewan biasa melainkan hewan sihir. Apa bila hanya satu atau dua hewan sihir itu tidak masalah, tapi kali ini puluhan hewan sihir!.
Tanpa banyak bicara Charlotte, Lily, dan Violen berlari sekencang mungkin mengikuti Alexa dan Lavender yang tengah berlari tidak terlalu jauh dari mereka.
Mereka berlari beriringan, dengan Alexa di depan.
"AAAAA!"_Teriak Lavender.
"Hwaaa aku tidak mau mati muda!"_Teriak nya sembari berlari.
Mereka ber empat tidak memperduli kan perkataan Lavender yang terdengar konyol. Yang benar saja, bahkan di saat-saat seperti ini, ia masih sempat melawak.
"Mengapa mereka terus mengejar kita, memang kesalahan apa yang kita perbuat sampai membuat mereka mengejar kita!"_Ucap Charlotte sembari berlari
"Itu semua karena efek dari serbuk merah darah, yang baru saja Lavender sentuh!"_Ucap Alexa sembari berlari.
__ADS_1
"Hwaaaa! ini semua salah mu Lavender!"_Ucap Violen sembari berlari.
"Kenapa kau malah menyalah kan ku!"_Ucap Lavender sembari berlari.
"Andai saja kau tidak asal menyentuh tumbuhan aneh itu, mungkin situasi nya tidak akan seperti ini!"_Ucap Violen sembari berlari
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Setelah lama berlari. Alexa melihat kearah danau, terlintas ide cerdik di pikiran nya.
"Ikuti aku!"_Ucap Alexa sembari berlari kearah danau.
Mereka tidak menjawab karena tidak sanggup untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Lalu mereka berhenti di pinggir danau.
Charlotte mengerut kan kening nya, sebenar nya apa yang Alexa pikirkan. Namun, belum sempat bertanya Alexa sudah menyebur kan diri ke dalam danau.
Byuur!
[Suara Cipratan air]
Dari dalam air Alexa menyembul kan kepalanya, dan di sambut tatapan aneh dari ke empat teman-temannya.
"Alexa, apa yang kamu lakukan?"_Violen.
"Sudah jangan banyak tanya"_Alexa.
"Masuklah kedalam air, permukaan nya tidak terlalu dalam jadi aman"_Alexa.
Charlotte terjun terlebih dahulu lalu di ikuti Lily, Violen, dan Levender.
"Sembunyi kan kepala kalian, pastikan tidak ada satu pun anggota tubuh yang terlihat"_Ucap Alexa pelan.
"Emmm!"_
Setelah nya tidak lagi terdengar suara langkah kaki hewan. Alexa memberanikan diri, menyembul kan sedikit kepalanya, lalu melihat segrombolan hewan sihir yang melewati danau hingga tidak terlihat. Merasa situasi sudah aman, ia memberani kan diri keluar dari permukaan air.
"Seperti nya sudah aman"_Guman Alexa.
Memperhatikan sekeliling. Hewan sihir itu seharus nya tidak dapat menemukan mereka karena mereka bersembunyi di dalam air.
"Sudah aman. Kalian dapat keluar dari dalam air"_Alexa.
Blububblububblubub.
"Uhuk uhuk, akh sulit sekali bernapas di dalam air"_Ucap Lavender terbatuk.
"Benar. Bahkan dada ku terasa sesak"_Violen.
"Ternyata aku masih selamat"_Charlotte.
"Hah~ terimakasih dewa"_Lily.
"Fyuh~ Aku pikir aku akan benar benar mati muda"_Ucap Lavender dramatis.
Mereka yang mendengar perkataan dramatis Lavender hanya menatap nya kesal.
"Kau pikir semua ini terjadi karena siapa"_Ucap Violen dengan nada mengejek.
"Semua ini tidak akan terjadi jika kau tidak bertindak ceroboh"_Lanjut Violen.
"Nyenyenyenye, aku tidak dengar, aku tidak dengar"_Lavender menutup kedua telinganya.
Karena merasa kesal dengan teman nya satu itu. Violen menciprat kan air keaarah Lavender. Lalu mereka saling mencipratkan air antar satu sama lain.
Dari kejauhan tampak seorang lelaki yang tengah tersenyum memperhatikan tingkah laku Alexa dan teman-temannya yang tengah bermain air.
"Akhir nya anda kembali 'Dewi Penguasa"_Batin seseorang itu tersenyum tipis.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Langit berwarna jingga menandakan waktu sore hari. Setelah selesai dari danau Alexa dan teman-temannya bergegas menuju tenda. Mereka berjalan sembari mengambil ranting pohon untuk di jadi kan api unggun.
Setiba nya di perkemahan.
Alexa bertugas membuat api unggun, karena Charlotte, Lily, Lavender, dan Violen tidak mengerti cara membuat api unggun. Bagi mereka berkemah merupakan pengalaman baru. Mereka sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam hal ber kemah. Bahkan sebelum nya pada saat proses pembangunan tenda, Charlotte sempat di buat bingung sampai pada akhir nya Alexa mengajari Charlotte bagaimana cara membangun tenda dengan baik dan benar.
Perlahan Alexa menyusun satu per satu kayu dan ranting pohon yang berhasil di kumpulkan pada saat dalam perjalanan. Setelah semua sudah tersusun.
"°Api Merah°"_Alexa.
Mereka memandang takjub kearah api unggun. Api itu berguna sebagai cahaya penerang, sekaligus dapat menghangat kan tubuh.
"Wow, Hangat nya~"_Lavender.
"Hahaha~"_Alexa terkekeh kecil melihat tingkah Lavender.
Sepertinya ini benar-benar pengalaman baru untuk nya. Ia menoleh ke arah Lily yang saat ini tengah sibuk menata peralatan memasak dengan di bantu Violen. Sebelum nya ia memang meminta tolong pada Lily dan Violen untuk membantu menyiap kan peralatan memasak selagi ia membuat api unggun.
"Alexa semua nya sudah siap"_Lily.
"Benar kah?"_Alexa.
"Iya"_Lily.
"Kalau begitu kamu dan Violen beristirahat lah, ingat jangan terlalu dekat dengan api unggun"_Peringat Alexa.
"Sisa nya biar aku yang tangani"_Lanjut nya.
Alexa menggulung kedua lengan pakaian nya karena itu akan mengganggu pada saat memasak. Ia membuka kotak penyimpanan yang berisi makanan belum siap matang. Sebelum nya makanan itu telah ia bumbui dengan resep yang ia sendiri tidak ketahui. Ia hanya asal mencampurkan rempah-rempah serta tumbuhan yang bisa di makan lain nya.
Alexa memasak dengan lihai, seperti ahli memasak. Mereka di buat kagum melihat cara Alexa memasak. Karena sebelum nya pada saat Alexa tengah memasak di asrama mereka tidak di perboleh kan untuk melihat. Alexa selalu menyuruh mereka untuk menunggu di meja makan hingga makanan siap saji. Bahkan Violen dan Charlotte. Charlotte saja yang ahli memasak di buat kagum. Violen tidak kalah kagum nya, padahal sebelum nya ia sudah pernah melihat Alexa memasak pada saat indisen Charlotte dan Lavender membuat kekacauan di dapur.
Setelah beberapa saat, hidangan siap saji. Terpampang jelas di hada pan muka mereka, walau makanan itu terlihat asing, tetapi aroma nya begitu harum sehingga membuat perut meronta-ronta agar segera meminta di isi.
"Mau sampai kapan kalian akan terdiam?"_Alexa.
"Ah iya, hehe"_Ucap Violen setelah ter sadar dari lamunan nya.
"Ayo cepat di makan, sedari tadi perut ku sudah meronta-ronta minta di isi"_Ucap Lavender ber semangat.
__ADS_1
"Hahaha~ iya iya, ayo makan selagi makanan nya masih hangat"_Ucap Alexa sedikit terkekeh melihat reaksi Lavender.
...•~•~•~•~•~•~•~•...