
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Kondisi di luar tenda
Mereka keluar dari dalam tenda, membiarkan Derius ber istirahat. Alexa mengizinkan kan Escal dan teman-teman nya untuk menetap, lagi pula malam ini adalah malam terakhir mereka berkemah.
"Kalian ber malam lah di sini"_Alexa.
"Apa kamu tidak keberatan?"_Ucap Escal datar.
"Tidak. Lagi pula malam ini adalah malam terakhir kami berkemah"_Jawab Alexa seraya tersenyum.
"B_baiklah"_Ucap Escal gugup.
Dalam batin Alexa terkekeh melihat Escal yang gugup, membuat nya menjadi gemas sendiri. Alexa kemudian membangun dua tenda yang di bantu Escal.
[Jadi tu Alexa bawa empat tenda, satu tenda isi dua orang, dan tenda ke dua isi tiga orang. Sisa nya buat keadaan darurat, contohnya kayak sekarang ini, semoga ngerti🤗]
Tenda siap di dirikan dalam waktu singkat, karena Escal memiliki pengalaman dalam hal berkemah termasuk cara membangun tenda. Sejujur nya ia di buat kagum, dengan keterampilan Alexa. Jarang sekali seorang gadis seumuran Alexa memiliki pengalaman dan keterampilan dalam hal berkemah, karena kebanyakan dari mereka hanya tertarik dengan benda yang berkilauan atau sesuatu yang mewah.
"Ternyata kamu cukup terampil"_Puji Escal.
"Haha. Kamu terlalu membesar-besar kan"_Ucap Alexa sembari tertawa kecil. Karena bagi nya berkemah merupakan hal kecil. Dahulu pada saat usia empat tahun, ia sudah di biasakan bagaimana cara bertahan hidup di alam bebas. Sebagai seorang putri mahkota, ia harus dapat bertahan dalam keadaan apapun.
"Kalian ber istirahat lah, besok kita akan mempersiap kan kepulangan"_Ucap Alexa yang di angguki oleh semua orang.
Mereka masuk ke dalam tenda masing-masing.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Malam semakin larut. Namun, Alexa tidak dapat tertidur. Ia mencoba menutup kedua mata nya, berharap bahwa ia akan segera tertidur, tetapi hasil nya tetap sama.
"Hrrr"_Suara dengkuran.
Mendengar suara dengkuran, yang membuat nya semakin tidak bisa tertidur. Merasa risih, akhir nya Alexa memutuskan untuk keluar tenda mencari ketenangan.
"Labih baik aku keluar saja"_Batin Alexa jengah pada saat mendengar Lavender mendengkur.
Kaki nya tertimpa kaki Lavender dan Charlotte yang tengah tertidur nyenyak. Alexa perlahan memindah kan kedua kaki orang tersebut, agar tidak ter bangun.
Kondisi di luar tenda.
Malam semakin larut. mungkin kalau di dunia nyata waktu saat ini itu sekitaran jam 12 malam.
Angin berhembus menerpa wajah Alexa. Alexa menghirup udara segar. Alexa mengedar kan pandangan nya, pandangan nya tertuju pada suatu objek. Escal. Alexa melihat Escal yang sedang berdiam diri, seperti memikir kan sesuatu.
Terlintas ide jahil di pikiran nya. Alexa perlahan berjalan kearah Escal. Escal tentu nya tidak menyadari kehadiran Alexa.
1_ 2_ 3_
"Bom!!!"_Ucap Alexa mengejut kan Escal.
Escal tersungkur, yang membuat Alexa tertawa lepas.
"Hahahahaha!"_Alexa tertawa kencang, sembari memegangi perut nya yang terasa nyeri akibat tertawa terlalu kencang.
Alih-alih marah, Escal justru menghampiri Alexa dan menggelitik perut nya. Alexa semakin tertawa saat merasakan sensasi geli menerpa tubuh nya.
"Rasakan ini"_Ucap Escal sembari menggelitik Alexa.
"Hahahaha, hentikan"_Alexa tertawa sembari menahan lengan Escal, yang terus saja menggelitik nya.
"Hahahaha, geli"_Alexa.
Alexa berlari menghindari Escal. Escal tentu nya tidak tinggal diam. Escal ikut berlari mengejar Alexa. Alexa berlari kesana kemari menghindari kejaran Escal.
"Hei! jangan lari!"_Ucap Escal terus berlari mengejar Alexa.
"Kejar aku kalau bisa!"_Ucap nya berbalik menatap Escal.
Saat berlari Alexa lengah karena tidak memperhatikan langkah nya. Melihat Alexa lengah, Escal tidak membuang kesempatan. Escal berlari lebih kencang, dan dapat menangkap tubuh mungil Alexa. Dengan posisi memeluk tubuh Alexa.
Hap
__ADS_1
"Ketangkap!"_Escal.
"Hah~"_Alexa menghela napas.
"Baiklah-baiklah, aku menyerah"_Ucap Alexa melepas pelukan Escal. Escal terlihat kecewa. Padahal ia nyaman berada di pelukan Alexa.
"Hah, bagaimana kalau kita beristirahat di bawah pohon itu"_Tunjuk Escal pada salah satu pohon yang dekat dengan api unggun.
"Ide bagus"_Alexa.
Alexa berjalan kearah pohon yang di tunjuk Escal. Escal tidak langsung beristirahat, ia berjalan kearah api unggun dan menyalakan nya, untuk menghangatkan diri. Karena dingin nya malam.
Escal berjalan kearah Alexa. Dan mendudukan diri di samping Alexa.
Hening, dengan di temani angin malam. Entah mengapa Alexa merasa nyaman pada saat bersama dengan Escal, begitu pun sebalik nya.
Karena terbawa suasana, Alexa merasa mata nya memberat. Lalu ia memejam kan kedua kelopak matanya. Menikmati hembusan angin malam, Yang di temani hangat nya api unggun. Perlahan ia mulai tertidur, tanpa sengaja bersandar di bahu Escal sebagai sandaran.
Escal diam mematung mendapat perlakuan Alexa. Namun, ia menikmati nya. Ia khawatir apabila Alexa tertidur dalam keadaan seperti ini, sudah di pastikan tubuh nya akan terasa sakit semua. Escal perlahan memperbaiki posisi Alexa, ia menaruh kepala Alexa untuk bersandar di bagian paha nya. Tanpa sadar Alexa membalikan posisi nya, menjadi tertidur di paha Escal dengan posisi kepala menghadap Escal. Escal mengelus kepala Alexa lembut. Lalu tertidur bersama.
"Selamat tidur, cantik"_Ucap Escal di sertai kekehan kecil.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Keesokan hari nya
"AAAAAAAA!!!"_Pekik Lavender.
Semua orang yang berada di dalam tenda sontak terbangun, menghampiri asal suara, yang ternyata suara itu berasal dari Lavender.
"Lavender kamu ini kenapa sih!"_Kesal Charlotte yang merasa tidur nya terganggu.
"Oh tidak mata ku yang suci ini ternodai"_Ucap Lavender mendramatis.
"Apa maksud mu?"_Tanya Charlotte.
Lavender tidak menjawab, ia menunjuk kearah suatu objek. Mereka mengalih kan pandangan ke arah objek yang di tunjuk Lavender. Mata mereka membulat seketika. Bahkan ada beberapa yang mengedip-ngedip kan mata, memastikan penglihatan mereka.
"Apa mata ku salah lihat"_Batin Lavender.
"Apa itu benar Alexa, atau aku salah lihat"_Batin Charlotte.
"Hais, tidak salah lagi itu pasti Alexa. Tapi mengapa ia tertidur bersama Es batu?"_Batin Charlotte bertanya-tanya.
"Jadi iri"_Batin Lily.
Lavender berjalan kearah Alexa dan Escal yang sedang tertidur. Namun, langkah nya terhenti saat lengan nya di cekal seseorang.
"Derius lepas kan lengan ku"_Lavender.
"Kalau aku lepas. kau ingin melakukan apa?"_Derius.
"Tentu saja menghampiri mereka"_Tunjuk Lavender kearah Alexa dan Escal yang tengah tertidur pulas.
"Hah~"_Derius menghela napas lelah.
"Kau ini bodoh atau apa sih!"_Kesal Derius.
"Kau yang bodoh"_Jawab Lavender tak kalah kesal.
"Hais, apa kau tidak lihat mereka itu sedang dalam proses masa pendekatan"_Derius.
" . . . "_Lavender terdiam mencerna ucapan sepupu mengebal kan nya itu.
"Benar-benar bodoh rupa nya"_Guman Derius. Namun, dapat di dengar oleh Lavender. Lavender yang merasa kesal dengan Derius, dengan sengaja menyentuh kasar lengan Derius yang masih terbalut kain.
"Akh!!!"_Pekik Derius kesakitan.
"Lavender kau ini apa-apaan!"_Kesal Derius.
"Apa kau tau luka ku ini belum sembuh sepenuh nya, dan kau dengan santai nya menyentuh kasar lengan ku!"_Geram Derius.
"Kau lihat muka ku"_Lavender.
__ADS_1
" . . . "_Derius menatap wajah Lavender.
"Apa aku terlihat peduli"_Ucap Lavender dengan mudah tanpa beban.
"Kau!"_Derius menggertak kan rahang nya.
"Apa!"_Tantang Lavender.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Egh"_Alexa.
Alexa terbangun dari tidur nyenyak nya. Pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah damai Escal yang sedang tertidur. Namun, tidak mengurangi kadar ketampanan nya.
Merasa ada pergerakan, Escal terbangun. Ia menatap Alexa yang ternyata sudah terbangun."Selamat pagi"_Suara serak khas baru bangun tidur.
"Pagi"_Alexa.
"Maaf membangun kan mu"_Lanjut nya.
"Tak apa"_Ucap Escal datar.
"Apa yang membuat mu terbangun pagi-pagi sekali"_Escal bertanya dengan nada datar nya, sungguh berbanding terbalik kalau di banding kan dengan kemarin malam.
"Anu, aku mendengar ada suara keributan. Apa kamu juga mendengar nya?"_Alexa.
"Iya, suara itu terdengar sedikit nyaring"_Jawab Escal.
Alexa membenar kan posisi nya, berdiri tegak. Berjalan bersama Escal menuju arah suara tersebut. Mereka hanya membutuh kan beberapa langkah saja. Dan melihat Lavender dan Derius yang tengah beradu mulut.
Alexa dan Escal perlahan berjalan mendekat. Mereka tidak menyadari kedatangan Alexa dan Escal karena posisi mereka membelakangi Alexa dan Escal.
"Ada apa ini!"_Alexa.
Mereka menoleh ke si pemilik suara. Di lihat nya wajah Alexa yang tampak mengeras, jangan lupakan satu hal bahwa Alexa sama sekali tidak suka apabila waktu tenang/damai nya terganggu.
"Pagi-pagi sudah bikin ribut!"_Alexa.
Mereka terdiam mematung dengan kepala tertunduk ke bawah, enggan untuk melihat Alexa. Karena takut terkena murkaan Alexa.
"Sial"_Batin mereka.
"Aku ber tanya, mengapa kalian semua diam!"_Alexa.
"I_itu"_Gugup Lavender.
"D_derius, dia membuat ku kesal, jadi makan nya aku memaki nya"_Ucap Lavender menyalah kan Derius.
"Itu tidak benar"_Bela Derius.
"Dia yang memulai nya"_Derius.
"Apa!, jelas-jelas kau lah yang memulai nya"_Lavender.
"Kau!"_Derius menunjuk Lavender
"Kau!"_Lavender pun tidak tinggal diam. ia membalas menunjuk Derius bahkan menghampiri nya.
Lavender dan Derius terus saling menyalah kan. Merasa muak dengan keadaan, akhir nya Alexa memilih untuk menyudahi.
"Cukup!"_Alexa.
"Dari pada terus saling menyalah kan, alang kah baik nya kalian berbaikan"_Ucap Alexa menyudahi.
Lavender dan Derius pun saling berjabat tangan, dan berbaikan. Suasana tampak canggung, karena ini pertama kali nya Escal dan teman-teman nya melihat kemarahan Alexa.
"Ekhem!"_Dehem Alexa.
"Lebih baik kita bersiap-siap untuk kepulangan"_Alexa.
"Emmm!"_
Mereka pun kembali ke tenda masing-masing. Melakukan kegiatan seperti membersih kan diri, makan, membersih kan sekitar. Memasukan kembali keperluan seperti tenda, alas kain, dan lain lain. Dan hanya tinggal menunggu jemputan.
__ADS_1
...•~•~•~•~•~•~•~•...