
Selama perjalanan berlangsung tidak ada seorang pun yang membuka pembicaraan, dan tibalah mereka di perkemahan.
Gerald dan Lily perlahan mendudukkan Derius di tempat yang sudah beralaskan kain sebagai alas duduk. Sedangkan yang lain nya duduk di tempat masing-masing.
Setelah nya Lily beranjak bangun dari duduk nya dan berlari kecil menuju tenda. Ia tiba dengan sekotak peralatan medis. Setidak nya ia ingin memberikan pertolongan pertama, untuk membantu membersihkan darah yang mengering, agar tidak terjadi infeksi.
Derius POV
Deg deg deg deg
"Sial!"_Umpat nya dalam batin.
"Dia terlalu imut!"_Teriak nya dalam batin.
Derius POV Berakhir
Berbeda dengan Lily. Ia tidak merasakan perasaan yang sama seperti yang Derius rasakan.
Di sisi Alexa.
Alexa berjalan menuntun Escal untuk duduk di sekitar tenda, menghidari kerumunan. Karena ia tau bahwa Escal tidak menyukai berada di sekitar kerumunan. Lalu masuk ke dalam tenda, dan membawa sekotak peralatan medis.
Luka yang di alami oleh Escal memang tidak separah luka yang di alami oleh Derius. Namun, luka itu menyebab kan kulit terbuka yang membuat darah terus saja mengalir keluar. Dan apa bila tidak segera di obati maka dapat di pastikan bahwa Escal akan kekurangan banyak darah.
Alexa dengan telaten membersihkan darah yang terus saja keluar secara perlahan. Setelah nya ia membalut luka Escal menggunakan kain ringan.
Deg deg deg deg
Escal menjadi gugup, karena sebelum nya ia tidak pernah sedekat ini dengan yang nama nya wanita.
"Sebelum nya tahan dulu, mungkin rasa nya akan sedikit sakit"_Alexa.
"Hmmm"_Escal berusaha menutupi rasa gugup nya.
Namun, Alexa dapat mengetahui rasa gugup Escal. Karena ia tipe orang yang mudah mengerti dengan suasana dan situasi.
"Sudah"_Alexa. Perlahan Alexa memasukan kembali ke dalam kotak medis, dan ia letakan kembali di dalam tenda.
Kemudian Alexa keluar dari dalam tenda. Ia hendak berjalan menghampiri ke empat teman nya. Namun, terhenti saat ada seorang yang menghentikan nya.
"Tunggu"_Ucap Escal datar.
" . . . "_Alexa menaikan satu alis nya, pertanda mempertanyakan maksud Escal.
"Kamu ingin pergi kemana?"_Tanya nya masih dengan nada datar.
"Owh, aku ingin menghampiri mereka"_Alexa.
"Emmm, aku ikut"_Ucap Escal.
"Baiklah"_Alexa.
Alexa dan Escal berjalan beriringan, atau lebih tepat nya Escal lah yang berjalan menghampiri Alexa dan mensejajar kan langkah kaki nya dengan Alexa. Escal sendiri tidak mengetahui alasan jelas mengapa ia melakukan hal itu. Namun, entah mengapa ia ingin saja melakukan hal itu. Alexa sendiri tidak masalah dengan tindakan Escal.
Setibanya di tempat teman-temannya berkumpul. Alexa tidak langsung bergabung, karena ia menghampiri teman-temannya berniat untuk pamit undur diri untuk sementara waktu, ia ingin mengambil beberapa kebutuhan untuk membuat penawar racun darah biru yang di deritai Derius.
"Semuanya aku pamit undur diri untuk sementara waktu"_Ucap Alexa ke poin inti.
"Aku ingin segera menemukan penawar racun darah biru, sebelum esok hari"_Lanjut nya.
"Baiklah, lebih cepat lebih baik"_Lavender.
"Tetapi akan lebih baik apa bila ada yang menemani mu"_Charlotte.
"Tid_"_Ucap Alexa terpotong.
"Biar aku saja"_Ucap Escal datar.
__ADS_1
"Ha! tidak perlu aku bisa sendi_"_Kaget Alexa.
"Tidak bisa!"_Sela Escal.
"Tidak baik bagi wanita berjalan menelusuri hutan sendiri di malam hari tanpa di temani"_Lanjut nya.
"Tapi ak_"_Ucap Alexa terpotong.
"Tidak ada penolakan!"_Ucap Escal yang meninggikan suara nya pertanda bahwa ia tidak ingin di bantah.
Lionel, Leonel, Gerald, dan Derius saling berganti tatapan. Jarang sekali Escal menaruh perhatian pada seseorang apalagi seseorang itu adalah gadis yang baru di temui nya beberapa hari yang lalu. Bahkan Lionel yang terkesan cuek, kini mulai berpikir dan menerka nerka apa yang saat ini sedang Escal pikir kan, apa teman nya satu ini salah makan atau sejenis nya.
Escal tidak memperdulikan apa yang saat ini ke empat teman nya pikir kan. Ia sendiri merasa sedikit aneh dengan apa yang baru saja ia lakukan. Yang jelas ia ingin terus berada di sisi Alexa.
"Hah~"_Alexa menghela napas sabar. Mengingat bahwa Escal adalah seorang Putra Mahkota Kerajaan yang saat ini sedang ia tempati.
"Terserah"_Lanjutnya.
[Terserah adalah kata-kata andalan cewek kalau lagi badmod☺]
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Selama perjalanan berlangsung, Alexa terus saja menjauhi Escal yang sedari tadi mencoba mendekati nya. Escal mendengus kesal. Dan berakhir berjalan mengikuti Alexa dari belakang.
Escal berjalan dengan kepala menunduk kebawah, sedari tadi ia terus saja mengumpat dalam hati karena di abaikan oleh Alexa. Ia berjalan mengikuti langkah kaki Alexa, tanpa melihat kedepan.
Bruk
Akibat tidak memperhatikan jalan, Escal menabrak tubuh Alexa. Hanya tabrakan kecil, untung saja Alexa sigap, jadi Alexa tidak terjatuh. Alexa berbalik menatap Escal kesal.
"Kalau jalan lihat pakai mata, jangan pakai kepala"_Kesal Alexa.
"Tadi itu hanya kecelakaan kecil, tidak perlu di besar-besarkan"_Santai Escal dengan wajah watados nya.
[Watados \= wajah tanpa dosa. Bagi yang belum tau]
"Ck, terserah kamu saja!"_Kesal Alexa.
"Terserah. Memang nya kenapa kamu berhenti tiba-tiba"_Escal.
"Oh iya, hampir saja aku lupa! ini semua karena kamu membuat ku kesal"_Ucap Alexa sembari berjalan beberapa langkah memasuki semak-semak.
"Hmmm melawan pun percuma"_Batin Escal.
"Memang ya wanita itu selalu benar"_Batin Escal sembari mengikuti langkah kaki Alexa.
Mereka memasuki semak-semak yang di pimpin Alexa, sedangkan Escal hanya mengikuti dari belakang. Setelah melewati semak-semak mereka di suguhkan dengan pemandangan malam hari yang luar biasa indah.
[Anggep aja ini tuh danau, ngongey]
Alexa berjalan ke pinggir danau, dan mengeluarkan semacam botol penyimpanan. Alexa mengambil air danau tersebut, lalu menghampiri Escal.
"Sudah. Ayo kembali"_Ucap Alexa berjalan mendahului Escal.
"Hmmm"_Escal.
Selama perjalanan kembali menuju perkemahan. Escal memberanikan diri mendekati Alexa, dan berjalan di samping Alexa. Di lihat seperti nya Alexa sudah tidak kesal lagi padanya. Buktinya Alexa tidak menolak saat ia berjalan di samping, mensejajarkan langkah kaki nya.
"Hmmm, apa aku boleh bertanya satu hal"_Ucap Escal datar.
"Tentu"_Alexa.
"Kalau boleh aku tau. Apa kegunaan air danau itu"_Ucap Escal sembari melirik kearah botol penyimpanan yang Alexa pegang.
"Owh, maksud kamu air ini? "_Alexa.
__ADS_1
"Hmmm"_Escal.
"Air danau yang baru saja aku ambil adalah, air murni yang mengandung tanaman obat, yang dapat menjadi penawar racun, dan racun darah biru adalah salah satu nya"_Alexa.
"Air murni dapat menyembuhkan jenis racun tahap menengah, dalam sekali tegukan"_Lanjut nya.
"Jadi kamu ingin Derius meminum air itu?"_Escal.
"Ya, kurang lebih seperti itu"_Alexa.
Tanpa sadar mereka kini sudah berada di daerah sekitar tempat perkemahan. Alexa berlari kecil, sedangkan Escal hanya berjalan santai.
"Teman-teman, maaf lama menunggu"_Alexa.
"Tidak apa-apa"_Charlotte.
"Lagi pula kami mengerti, mendapatkan penawar racun bukan lah hal yang mudah"_Violen.
"Hehe"_Alexa. Alexa menenatap sekitar, dan tidak mendapat kan Lavender dan Lily. Kemana kedua teman nya itu.
"emmm, teman-teman"_Alexa.
"Iya, ada apa"_Ucap Charlotte dan Violen bersamaan.
"Itu, di mana Lavender dan Lily, mengapa sedari tadi aku tidak melihat mereka berdua?"_Alexa.
"Ohw"_Charlotte.
"Saat ini meraka berada di dalam tenda, sedang menemani Derius"_Violen.
"Begitu ya"_Alexa.
"Kalau begitu aku susul mereka dulu"_Alexa berjalan menuju tenda di ikuti ke dua teman nya, dan Escal serta teman-teman nya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Alexa dan yang lain nya masuk ke dalam tenda. Alexa terduduk di sebelah kiri Derius. Lavender menggeser kan tubuh nya agar Alexa dapat duduk dengan nyaman.
Alexa memberikan botol yang sudah berisikan air murni, kepada Derius. Dan memberi tau kan bahwa air itu adalah penawar racun darah biru yang ia alami.
"Minumlah air itu"_Alexa.
Glek
Derius meminum nya dengan sekali tegukan. Awal nya ia merasa biasa-biasa saja. Namun, lama kelamaan ia mulai merasakan rasa sakit di bagian lengan nya. Kemudian ia merasa aliran darah nya yang awal nya terasa membeku, kini mengalir kembali.
Tes tes tes
Darah biru keputihan mengalir deras di bagian lengan yang terkena racun darah biru. Alexa dengan sigap menadahi nya di botol yang cukup besar.
"Alexa apa yang terjadi!?"_Khawatir Lavender.
"Tenang lah Lavender. Ini adalah salah satu proses pengeluaran racun"_Alexa.
"Maksudnya?"_Lavender.
"Biar aku jelas kan. Apa bila seseorang terkena racun darah biru lalu meminum air murni. Lalu darah biru itu akan keluar melalui celah luka seperti goresan atau pun luka kulit, seperti ter cakar. Setelah itu terjadilah pemisahan antara darah biru dan darah si pemilik. maka ia akan mengeluarkan darah berwarna biru. Yang menandakan bahwa pengobatan berjalan dengan lancar"_Jelas Alexa panjang lebar.
Di jawab anggukan oleh orang yang berada di dalam tenda.
"Ternyata kamu begitu memahami tentang bidang pengobatan"_Kagum Violen.
"Yah~"_Alexa.
"Begitulah"_Lajut nya.
"Lebih baik kita tinggal kan saja dulu dia ber istirahat"_Alexa. Dan di angguki oleh mereka.
__ADS_1
•~•~•~•~•~•~•~•