
Lily berhenti sejenak,dan melirik ke arah xiao zhang,setelah itu lily melangkah terus dan berhenti tepat di hadapan jhan si,dan merentangkan kedua tangannya.
"Pengorbanan ayah tidak akan sia-sia jhan si,bangkitlah,kita masih memiliki tugas untuk melindungi ibunda,"ucap lily
Jhan si terus menangis,tapi setelah mendengar itu jhan si mengusap kasar air matanya dan berdiri tepat di belakang lily,
Lily menurunkan kedua tangan nya,mengulurkan tangan kirinya,dan memberikan pedangnya kembali,3 pedang itu begitu terikat dengan jia li,hanya dengan memikirkan saja,pedang itu sudah berada ditangga lily,
Lily juga memberikan xiao zhang,huang zi,dan xia mei senjata,mereka melukai pengawal yang menahan,dan akan datang untuk membantu lily,tapi lily menghentikannya,
"Jhan si,aku percayakan keselamatan ibunda kepada mu,sekarang pergilah,mereka semua akan melindungi mu sampai ditempat ibunda,"ucap lily
"Tidak,biarkan aku menbantu mu disini,para pengawal itu akan datang kemari untuk menyelamatkan kaisar mereka"ucap jhan si
"Ayah telah pergi jhan si,hanya tinggal ibunda,selamatkan dia,setelah itu bawa dia kembali,huang chang menunggu kalian di kerajaan bulan"ucap lily
Lily mendorong jhan si,dan berkata"cepat bawa ibunda pergi dri sini,aku akan berusaha menahan mereka,"teriak lily
Lengan lily dicengkram dengan kuat oleh kaisar shang,dan mengarahkan pedangnya ke leher lily,
"Tidak jia li"teriak mereka,mereka ingin berlari kesana untuk menyelamatkannya,tapi lagi-lagi lily melarang mereka,
"Pergi selagi aku masih bernafas,cepat"teriak lily
Sungguh berat,tapi mereka harus melakukannya,xiao zhang,xia mei,dan jhan si berlari keluar,bergegas menuju penjara,mencari keberadaan ibunda nya.
"Pergilah putra mahkota,tahta dan rakyat sedang menunggu mu,jangan sia-sia kan hidup mu,pergilah,aku akan baik-baik saja"ucap lembut lily
Hati huang zi berkata jika ia harus menolong lily,jika harus mati,itu tak masalah,tapi pikirannya berkata untuk cepat pergi dari sana,dan menyusul yang lainya.
__ADS_1
Dengan berat hati,huang zi melangkah kan kakinya,pergi meninggalkan lily begitu saja,"nona cantik,sekarang hanya ada kamu,mereka sudah pergi,dan para pengawal ku akan menangkap mereka dan membawa mereka kembali kemari,"ucap kaisar shang dengan senyum khas nya.
"Tidak,mereka pergi bukan untuk kembali,kau bodoh,hahahaha,aku datang kemari,dengan tangan kosong,aku sudah memikirkan semuanya,aku juga tahu jika kau melihat ku waktu itu,dan aku juga mendengar pembicaraan mu itu"ucap lily
"Bagus kalo kau sudah tahu,kau sendiri yang terjun kedalam istana ku,bagaimana?kita menikah sekarang?"ucap kaisar shang
"Seorang ayah telah menutuk mu,dan anak ini,yang akan mematahkan kutukan itu,lebih baik aku mati dari pada harus menjadi bagian dari kerajaan ini"
Lily mengores lehernya,dan kehilangan kesadarannya,lily telah tewas sebelum waktunya,mengorbankan dirinya untuk keselamatan yang lainnya,
Di penjara,jhan si dan yang lainnya berhasil menemukan permaisuri fei,dan bergegas pergi dari sana,tapi tiba-tiba ada cahaya yang begitu terang,sampai menyilaukan mata mereka,
Cahaya itu membawa mereka semua kembali ke kerajaan bulan,tepat di hadapan pedang miliki jia li yang telah di tancapkan ke tanah,didekat pedang itu,tergeletak mayat jia li.
Dengan darah di lehernya,mereka semua begitu tekejut,baru saja mereka meinggalkan jia li,tapi sekarang dia terbujur kaku,
Jhan si,xiao zhang dan huang zi,berlari menuju jasad jia li,jhan si memeluk jasad jia li,dan menangis tersendu-sendu,
"TIDAK,,Akkhhh,,"teriak huang zi
"Ini semua salah ku,aku seorang kakak yang tak bisa melindungi adiknya,aku begitu bodoh,membiarkan nya sendirian"ucap xiao zhang
Perlahan permaisuri fei mulai sadar,perlahan ia membuka matanya,ia membuka matanya,dan pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah mayat putrinya.
"Siapa kalian?dimana aku?"tanya permaisuri fei
Jhan si menoleh,berlari memeluk permaisuri fei,dan berkata"ibunda,aku putri mu,jhan si,kita berada di kerajaan bulan"jawab jhan si
Permaisuri fei menagkup wajah jhan si,"benarkah,putri-putri ku masih hidup?syukurlah,terimakasih tuhan"ucap permaisuri fei
__ADS_1
"Lalu siapa dia?kenapa dia?"tanya lagi permaisuri fei
"Jia li,putri pertama ibunda,dia,,dia,,dia sudah tiada,kaisar shang membunuhnya,dan ayah juga telah tiada ditangan kaisar shang"air mata jhan si semakin deras
Permaisuri fei kaget mendengar hal itu,ia menghampiri jasad putrinya,bersujud di sampingnya,"tidak,ini tidak mungkin,,"air mata permaisuri fei mengalir begitu derasnya,
Hanya xia mei,yang tak mendekati jasad jia li,dan dia pun tak terlihat sedih,dia sedari tadi hany diam,seperti patung.
"Setelah sekian lama,aku akhirny bertemu dengan ke tiga putri ku,tapi kenapa kau malah mengambil salah satu putri ku,kau juga mengambil suami ku,dosa apa yang telah ku perbuat,sampai kau menghukum ku seperti ini"
"Ibunda,jangan menyalahkan diri mu,ini semua salah ku,aku tidak bisa menjaga jia li,dia tewas karena menolongku,"ucap jhan si
"Tidak jhan si,seharunya aku menolong nya,bukan pergi meminggalkannya,ini semua bukan salah mumtapi salah ku"ucap xiao zhang
Mereka saling menyelahkan satu sama lain,mendengar suara tangisan,membuat huang chang penasaran dan menghampiri asal suara,
"Kalian sudah kembali?"tanya huang chang
Sontak mereka menoleh kearah asal suara,mereka hanya menoleh sebentara,lalu kembali menundukan kepala mereka,
"Ada apa?kenapa kalian menangis?dan dimana jia li?"huang chang mendekati mereka,betapa terkejutnya huang chang melihat jia li seperti itu,
"Apa yang telah terjadi padanya?"tanya huang chang,
"Dia dibunuh,oleh kaisar shang"jawab xia mei,karena mereka semua diam,tak ada yang mau menjawab pertanyaan dari huang chang.
Hujan telah berhenti,tapi langit masih menghitam,seperti tak mau menampilkan sinar mentari atau pun sinar rembulan,
Mereka tak mau berlarut-larut lagi dalam kesedihan,mereka memakamkan jia li hari itu juga,mereka juga ingin memakamkan kaisar yuan tang wei,ti jasadnya masih berada di kerajaan xixi,
__ADS_1
Mereka juga tak mungkin kembali kesana untuk ke dua kalinya,bisa saja kaisar shang membuat jebakan baru bagi mereka,
Malam hari,malam ini tak ada bintang dilangit,bulan pun tak mau menunjukan dirinya,seolah-olah mereka sedang berduka.