
Ji yu fei mencoba mencari cara agar dirinya bisa keluar dari sana, ia berpikir begitu keras, satu ide licik muncul dari dalam pikiran nya,
Ji yu fei mengambil ponsel ibunya dari dalam tasnya, ia menceritakan semunya pada jing yi, dan memintanya untuk membantu nya,
Dan jing yi setuju dengan rencana dari ji yu fei, mereka pun langsung menjalankan rencananya, ji yu fei mengirim pesan, kepada jing yi
Ji yu fei message
"Jing yi"
Jing yi message
"Iya, ada apa fei? "
Ji yu fei message
"Aku ingin mengirim pesan pada dai Fu, tapi nomor nya tidak aktif"
Jing yi message
"Nomornya ganti,"
Ji yu fei message
"Aku boleh minta tolong? "
Jing yi message
"Apa fei? "
Ji yu fei message
"Berikan nomor ku kepada dai Fu, dan minta dia untuk menelfon ku, aku ingin bicara pada nya"
Jing yi message
"Baiklah"
__ADS_1
Pesan pun berakhir, di gantikan dengan telfon dari nomor ibunya, keberuntungan sedang berpihak padanya, nomor ibunya ternyata ia lupa menyimpannya,
Al hasil, nomor tak di kenal menelfon ji yu fei, dan hitungan detik, Lee won yi membuka pintunya dan langsung merebut ponsel ji yu fei,
Ji yu fei tak lupa mematikan telfon itu, dan menyimpan kembali ponsel ibunya, "siapa dai fu? " Tanya Lee won yi dengan wajah yang menahan emosi karena terbakar api cemburu,
Ekspresi dari Lee won yi hampir membuat ji yu fei tertawa terbahak-bahak, tapi ia mencoba untuk biasa saja, karena tidak lucu jika ia tertawa di saat seperti ini,
"Aku ingat sekarang, kau pernah berlari keluar sekolah menuju sebuah rumah, rumah itu milik dai Fu bukan, dia pacar mu kan"sambung Lee won yi
" Dia teman ku, "ucap ji yu fei
" Aku tidak percaya, dia pasti pacar mu, karena tidak mungkin seorang perempuan berteman dengan laki-laki tanpa melibatkan perasaan"ketus Lee won yi
"Kau cemburu my husband? " Tanya ji yu fei dengan senyum puasnya, karena ia bisa membuat Lee won yi cemburu.
"Ya tentu saja aku cemburu,aku tidak Terima jika kau berhubungan dengan pria, selain diri ku, " Tegas Lee won yi
"Aku tahu posisi ku my husband, aku sekarang bukan ji yu fei anak SMA lagi, tapi aku seorang little wife dari big bos yi, aku tidak mungkin macam-macam di belakang mu, terserah kau mau berbuat apa, aku tidak perduli" Ucap ji yu fei
"Dan aku hanya ingin keluar dari kamar ini, " Ji yu fei berjalan keluar dari kamarnya, ia berjalan menuruni tangga dan duduk di ruang tamu,
Ji yu fei tengah duduk di ruang tamu dengan secangkir kopi, setelah puas membaca semua pesan yang ada di ponsel ji yu fei, dan melihat isi kontak ji yu fei,
Lee won yi berjalan menyusul ji yu fei, ia mengembalikan ponsel ji yu fei, "sudah puas"
"Belum puas" Balas Lee won yi
"Apa lagi yang mau kau lakukan, aku sudah lelah menghadapi tingkah laku mu itu, apa kau tidak bisa, kembali seperti dulu, sibuk berkerja, dan bekerja, apa kau tak bisa jika tidak menganggu ku" Ucap ji yu fei
Lee won yi duduk di dekat ji yu fei, ia mendekatkan wajahnya ke wajah ji yu fei, hal itu membuat ji yu fei sangat gugup, Lee won yi semakin dekat dengan dirinya, dia berbisik "jika kau ingin aku berhenti, maka berikan apa yang seharusnya kau berikan pada ku saat malam pertama kita, dan aku akan berhenti setelah itu,"
Ji yu fei semakin gugup, ia beralih tempat duduk, menjauh dari Lee won yi, "tenang my little wife, aku tidak akan memaksa mu, aku akan menunggu mu sampai kau siap" Ucap Lee won yi
"Tapi kau juga harus siap, menerima semua tingkah laku ku, " Sambung Lee won yi
Ji yu fei beranjak dari duduknya dan pergi dari ruang tamu menuju kamarnya, ia mencoba melupakan apa yang di bisikan Lee won yi padanya,
__ADS_1
Tapi seolah-olah, bisikan nya itu tak mau pergi dari otaknya, "ini semua terlalu cepat bagi ku, aku saja belum bisa menerima pernikahan ini, aku juga belum siap menjadi seorang istri, dan apa lagi ini, aku masih begitu muda, aku tak mau menjadi ibu di usia muda" Gumam ji yu fei
Malam hari,
Ji yu fei tengah makan malam bersama dengan Lee won yi, ia juga tak melihat ibu mertuanya, sejak ia kembali dari rumah sakit,
Ia ingin bertanya pada Lee won yi, tapi seperti ini telah terjadi sesuatu, sampai ia menyembunyikan tentang kepergian ibu mertuanya itu,
Ji yu fei pun memilih untuk diam, dan bertanya pada bibi Ai nanti, setelah selesai makan, ji yu fei berusaha mencari bibi Ai, tapi ia tak bisa menemukannya,
Di kamar pelayan, di dapur, dihalaman, tapi tetap saja ia tak bisa menemukan nya, apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu, tiba-tiba saja mereka menghilang begitu saja,
Ji yu fei kembali kedalam kamarnya, dan memberanikan diri untuk bertanya pada Lee won yi yang tengah sibuk dengan laptop nya,
Ia duduk di samping Lee won yi, dan berkata, "dimana ibu mu?"
Lee won yi menghentikan pekerjaan nya, dan menutup laptopnya, ia berjalan menuju sebuh meja dan meletakkan laptopnya di atas meja itu,
Dan kembali duduk di samping, ji yu fei, "ingatan ku berangsur kembali, aku mengingat semuanya, yang telah ia lakukan pada ku, menyiksa ku, memukul ku, dan memarahi ku saat aku masih kecil, "ucap lee won yi
" Aku juga tak sengaja, melihat pelayan Ai tengah berbincang dengan mu di taman, saat kau tak sadarkan diri,terbaring di ranjang rumah sakit, aku menemuinya, "
"Aku bertanya padanya, apa yang kalian bicara kan saat itu, dia memberitahu ku semua nya, termasuk bisikan dari dia, yang mengatakan akan membuat mu menderita seperti di neraka"
"Aku sangat marah kala itu, aku kira dia sudah berubah, tapi ternyata aku salah, aku membawa Ai dan meminta nya untuk mengatakan apa yang kau katakan pada nya saat itu"
"Aku tak menyaka, jika dia akan melakukan hal itu"
Lee won yi menghentikan perkataan nya, raut wajahnya terlihat begitu sedih dan menyesal, "lalu apa yang terjadi" Tanya ji yu fei
"Jika aku tahu itu akan terjadi, aku tidak akan membawa pelayan itu dengan ku, pasti dia masih hidup sekarang, dan aku yang tiada" Ucap Lee won yi
"Apa yang terjadi? Apa maksud dari perkataan mu? " Tanya ji yu fei bingung
"Saat aku mengetahui dia akan membuat mu menderita, aku sangat marah padanya, dan mengusir dia dari rumah, dia tidak Terima akan hal itu, lalu dia mengambil pisau buah dan mengarahkannya kepada ku, tapi pelayan Ai menjadikan tubuh nya sebagai perisai ku, dia tewas seketika, karena darah yang keluar begitu banyak, "
"Dia juga telah di tangkap oleh polisi, sebelum pelayan Ai menghembuskan nafas terakhirnya, ia berpesan kepada ku, agar aku melindungi mu seumur hidup ku, dia juga bilang kepada ku, jika dia sangat menyesal karena tak bisa menepati janjinya pada ibu mu"
__ADS_1
Ji yu fei merasa begitu bersalah, karena dirinya, orang lain rela mengorbankan hidupnya, hanya karena menjaga diri ya, dan menepati janjinya,