
Ji yu Fei menunggu ibu nya di taman, sangat lama, sampai ji yu Fei tertidur, "dia benar-benar cantik, " Batin Lee won yi
Di alam mimpi, semua kenangan masa lalunya mulai menampakan dirinya, itu membuat tidur nya terganggu, hingga di sebuah ujung, ia melihat dirinya terjatuh dari jurang, itu membuatnya menjerit sangat keras, "aaaaaaa, tidaak, ibu"
Ji yu Fei terbangun dari tidurnya, ia sangat ketakutan, saat kesadaran nya benar-benar pulih, ia begitu terkejut melihat lee won yi berada di depan nya,
Ia pun berdiri dengan segera, "maaf, aku tidak tau jika kamu ada di sini" Ucap Fei dengan gugup
"Siapa nama mu? " Tanya lee won yi
Mendengar hal itu ji yu Fei sangat kebingungan, mereka sudah berteman sejak kecil, tapi ia dengan begitu mudahnya melupakan dirinya,
"Dia putri dari Mei, orang yang mengasuh mu dari kecil, ji yu Fei" Sela nyonya ling
Ji yu Fei semakin tak mengerti apa yang sedang terjadi, "aku harus pergi, maaf" Fei meninggalkan temanya,
Dan dengan segera mengambil ponsel nya, dan menelpon ibu nya, "ibu, sepertinya aku pulang duluan, aku lupa jika besok akan ada tes kelulusan, dan besok juga adalah hari pertama ku berkerja, "
"Berhati-hatilah"
"Baik ibu, ibu jaga diri baik-baik, jika hari semakin larut, lebih baik, ibu menginap disini saja, besok setelah pulang dari sekolah, aku akan menyempatkan datang kemari"
"Tidak usah, kamu beristirahat saja, agar nanti jika berkerja bisa fokus"
"Baiklah ibu, aku tutup dulu ya"
Ji yu Fei pun menutup telfonnya dan keluar dari rumah itu, keadaan jalan begitu sepi, itu membuat ji yu Fei ketakutan,
"Ayo Fei, kamu anak pemberani, jangan memperlakukan ayah mu disana" Ucap Fei menyemangati diri sendiri
Saat baru beberapa langkah, ji yu Fei merasa ada seseorang yang tengah mengikutinya, ia memutuskan untuk berhenti, dan melihat siapa orang tersebut,
Tapi tidak ada orang, saat ia akan kembali berjalan, dengan tiba-tiba ada orang yang menepuk nya, "aaaaaa, setan" Ji yu Fei berlari sangat kencang, dan langsung masuk kedalam rumah, dan menguncinya.
"Tampan begini dibilang setan" Gumam Lee won yi
Ke esokan, hari nya
Ji yu fei terbangun dari tidurnya, ia melihat jam, pukul 5 pagi, ia beranjak dari tidurnya, menuju kamar mandi, ia sudah terbiasa bangun pagi, dan berangkat sekolah pagi-pagi,
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, ia pergi ke kamar ibunya, dan melihat ruangan itu kosong, ia pun mengambil tasnya, dan berjalan menuju rumah dimana ibunya berkerja,
Dan kebetulan ibunya sedang melayani nyonya ling dan lee won yi di halaman, ia pun bergegas menghampiri ibu nya, untuk meminta uang saku,
__ADS_1
Ibu nya paham akan kedatangan nya, dan langsung menghampiri nya, ia memberikan selembar uang kepada ji yu fei,
"jika nanti ibu pulang larut malam lagi, sebaiknya ibu tetap disini, ibu tau, semalam, saat aku pulang, ada setan yang mengikuti ku" Ucap fei
"Tidak ada setan, itu mungkin karena kamu takut, jadi kamu berhalusinasi" Ucap Ibu fei
"Ah, sudahlah, aku harus berangkat sekarang"
Ji yu fei pun pergi dari sana, dengan berjalan kaki sampai kesekolah, "fei? " Panggil jingyi, teman sekelas fei
"Eh, hey" Ucap fei
"Tumben berdua" Ucap jingyi
"Ha, berdua" Ucap bingung fei
"Hey" Sapa dai Fu, teman SMP ji yu fei
"Tumben berangkat pagi" Ucap fei
"Iya,aku mau bertemu sama kepala sekolah" Ucap dai Fu
"Kenapa? Apa ada masalah? " Tanya fei
"Apa sih" Ketus fei
"Ayah sudah berpisah dengan ibu,hak asuh ku jatuh ke tangan ayah, sedangkan adik ku ke tangan ibu, jadi aku harus ikut pergi ayah" Jawab dai Fu
"Kemana? " Tanya mereka serempak
"Keluar kota, " Jawab dai Fu
"Tapi kita hanya tinggal 2 bulan lagi, kenapa tidak menunggu saja" Ucap fei kesal
"Aku juga sudah bilang seperti itu pada ayah, tapi dia tetap bersikeras, untuk pergi sekarang juga" Ucap dai Fu
Kring... Kring... Kring
bel sekolah pun berbunyi para siswa pun berlari an masuk kedalam sekolah, hari itu, hari terakhir ji yu fei bertemu dengan dai Fu,
Di hari itu ia kehilangan satu temannya, entah mereka bisa bertemu kembali atau tidak,
Hari ini juga, ada pertemuan dari para guru dan donatur yang Mebiyayai beasiswa di sekolah mereka,
__ADS_1
Saat ia keluar dari kelas ia tak sengaja melihat Lee won yi keluar dari mobil mewah nya, ah, ternyata Lee won yi adalah orang yang mengadakan beasiswa itu, seorang pengusaha muda,
Lee won yi di tinggali sebuah perusahaan dari ayahnya, ayah nya telah meninggal dunia 1 tahun lalu, hanya tinggal dirinya dan ibu nya,
Saat ia melihat Lee won yi, dirinya begitu sangat gugup, entah kenapa itu selalu terjadi, "dia tampan sekali" Ucap jingyi
"Engga Bisa aja, gak terlalu tampan" Ketus fei
"Ada masalah mungkin di mata mu, jadi gak bisa liat ketampanan Lee won yi" Ucap jingyi
"Enak aja, mata ku sehat-sehat aja woy" Ucap fei sewot
Ia tak mau berlama-lama di sekolah dan terus mendengar jingyi memuji Lee won yi, ia berlari ke dalam kelas, dan mengambil tas nya,
Ia berusaha menghubungi dai fu, terus menerus, ia keluar dari kelasnya, dan terus berusaha menelepon dai fu, "apa dia sudah pergi, " Ucap fei
"Dia ingin pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal pada ku" Sambung fei,
Ia pun menutup ponselnya, dan berlari keluar, saat ia di luar, ia tak sengaja menabrak Lee won yi, "maaf tuan, aku tidak sengaja"
Setelah itu ia pun berlari kembali meninggalkan sekolah, menuju rumah dai Fu yang dulu, tapi ternyata dia benar-benar sudah pergi, pergi untuk selamanya.
"Sudah cukup, aku lelah berlari, teman macam apa dia, pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal" Ketus fei
"Hey"
Fei pun langsung menoleh, ia melihat Lee won yi di hadapan ya, "ya"
Lee won yi mengulurkan tangan nya dan berkata "perkenalkan aku, Lee won yi, dan kamu? "
"Ji yu fei" Ucap fei dengan menjabat tangannya
"Rumah siapa ini? Rumah mu? " Tanya Lee won yi
"Tidak, rumah teman ku" Jawab ji yu fei
"Lalu kenapa kau tidak mengetuk pintunya? Dan masuk kedalam" Tanya Lee won yi
"Dia sudah pergi, pergi untuk selamanya"
Ji yu fei pun pergi dari sana, menuju kafe dimana ia akan bekerja, ia berjalan dengan perasaan sedih, ia tidak akan mendengar celoteh dari dai Fu lagi,
Dan cerita-cerita yang begitu tak menarik, dan tak akan ada lagi yang menganggu nya.
__ADS_1