
Kala itu Lee won yi meneteskan air matanya, dia terlihat begitu menyesal, ji yu fei mencoba menenangkan Lee won yi dengan memeluk nya,
Ia juga begitu kehilangan, padahal mereka hanya bertemu satu kali, tak ada ikatan diantar mereka.
Ji yu fei mengajak Lee won yi ke tempat tidur, agar ia bisa beristirahat dan melupakan semuanya, untuk sesaat, setelah Lee won yi berada di atas tempat tidur,
Ji yu fei hendak menutup pintu, dan mematikan lampu kamarnya, tapi ia malah di tarik ke arah Lee won yi, Lee won yi memeluk erat tubuh ji yu fei,
"Tenang my husband, jangan terlalu di pikirkan, ini bukan salah mu" Ucap ji yu fei
"Dia mati karena melindungi ku" Ucap Lee won yi
"Dia melindungi mu, agar kau bisa menepati janjimu kepada ku, dia tahu, jika kamu yang meninggal, dia tidak akan bisa melindungi ku sepenuhnya, " Ucap ji yu fei
"Tetap saja, aku merasa bersalah" Ucap Lee won yi
"Tidurlah, aku akan menutup pintu dan mematikan lampunya, agar kau bisa tidur" Ucap ji yu fei
"Tapi kau akan kembali kedalam dekapan ku kan? " Tanya Lee won yi
Tanpa berpikir panjang, ji yu fei mengiyakan perkataan Lee won yi, setelah itu ia mengunci pintunya, dan mematikan lampunya, ia kembali ke tempat tidur, dan kembali ke dekapan Lee won yi,
"Apa kau sudah mempertimbangkan perkataan ku? " Tanya Lee won yi
"Perkataan yang mana? " Tanya balik ji yu fei
"Tentang malam pertama kita, apa kau tidak mau memiliki seorang dedek bayi yang lucu" Ucap Lee won yi
Ji yu fei berpura-pura tertidur dan tidak mendengarkan perkataan dari Lee won yi, Lee won yi yang melihat jika little wife nya telah tertidur pun menyusul nya,
Melihat tidak ada pergerakan dari Lee won yi, ji yu fei kembali membuka matanya, ia memikirkan apa yang di katakan Lee won yi,
Dia sudah begitu menderita, ji yu fei juga tak bisa egois, di sudah menjadi seorang istri siap atau tidak siap, dia sudah menjadi istri,
Dia juga harus siap menjadi seorang ibu nantinya, ji yu fei melihat Lee won yi begitu lama, dan berkata, "baiklah, aku akan mempertimbangkan perkataan mu itu, "
Setelah mengatakan hal itu, ii yu fei memejamkan matanya, dan ternyata Lee won yi belum sepenuhnya tertidur, ia tersenyum mendengar hal itu.
Pagi harinya,
Ji yu fei sudah terbangun dari tidurnya, ia tengah berada di taman dan melihat orang-orang tengah menyirami tanaman di taman,Lee won yi juga telah bangun,
__ADS_1
Ia juga telah membersihkan dirinya, setelah itu ia menyusul ji yu fei ke taman, ia duduk di sebrang ji yu fei, dengan senyum yang terus mengembang dari bibirnya,
"Ceria sekali kau hari ini, suasana hati mu sedang baik kah" Ucap ji yu fei
"Tentu, aku menunggu jawaban dari mu" Ucap Lee won yi
"Jawaban tentang apa? " Tanya ji yu fei
"Ingatan mu sungguh buruk sekali, semalam kau bilang akan mempertimbangkan perkataan ku bukan, lalu bagaimana" Ucap Lee won yi
"Aku tidak tahu, kau tahu kan, umur ku baru 18 tahun, jauh lebih muda dari mu 1 tahun, apa aku siap menjadi ibu, ketika usia 19 tahun" Ucap ji yu fei
"Kau harus siap, aku akan selalu di samping mu, jika kau kesulitan menjadi seorang ibu, aku akan membantu mu" Ucap Lee won yi
"Lagi pula, aku harus memiliki keturunan, agar dia bisa mengantikan aku nanti, kita tidak tahu kapan kita akan mati bukan, " Sambung Lee won yi
Ji yu fei memikirkan hal itu dengan sungguh-sungguh, "yang kau katakan memang benar, kita memang tidak tahu kapan kita mati" Ucap ji yu fei
"Lalu? " Tanya Lee won yi
"Baiklah, aku akan menjadi seorang istri seutuhnya sekarang, aku akan memenuhi keinginan" Jawab ji yu fei
"Benarkah, kau tidak berbohong bukan" Ucap Lee won yi
Lee won yi kembali memeluk ji yu fei dengan perasaan yang begitu bahagia,
Tapi kebahagiaan nya itu harus berakhir karena telfon dari kantor milik Lee won yi, ia mengangkat nya dan pergi menjauh dari ji yu fei,
Setelah mendapatkan telfon itu, ia langsung pergi dan meninggal kan ji yu fei sendirian,
Hingga larut malam, Lee won yi tak kunjung datang, ji yu fei yang menunggu nya sampai mengantuk, jadi dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar, dan tidur lebih dulu tanpa Lee won yi,
Baru beberapa jam ji yu fei tertidur, ia harus terbangun karena ada seseorang yang mengelus kepalanya, ia membuka matanya, dan melihat Lee won yi,
"Baru pulang? " Tanya ji yu fei
"Iya,maaf membuat mu terbangun" Ucap Lee won yi
"Apa ada masalah di kantor mu? " Tanya ji yu fei
"Tidak ada, hanya ada perusahaan yang ingin bertemu langsung dengan ku, kau tahu, mereka mengajukan kerja sama dengan perusahaan ku, itu sebabnya aku langsung pergi tadi" Jelas Lee won yi
__ADS_1
"Benarkah"Ucap ji yu fei
"Iya, perusahaan ku akan memiliki keuntungan besar dari kerja sama ini, kebahagiaan yang berlipat ganda" Ucap Lee won yi
"Kebahagiaan berlipat ganda? " Ucap ji yu fei bingung
"Ya, disatu sisi perusahaan ku akan semakin maju, di satu sisi lain aku akan segera menjadi ayah bukan" Ucap Lee won yi
"Tapi aku belum hamil" Ucap ji yu fei malu
"Kau memang belum hamil, tapi sebntar lagi kau akan hamil" Ucap Lee won yi
"Sudahlah, kau sudah makan? " Tanya ji yu fei
"Ya, sebelum pulang tadi, rekan bisnis ku mengajak makan di restoran, " Jawab Lee won yi
"Jika begitu, pergi lah mandi, bau mu begitu busuk" Usir ji yu fei
Lee won yi mencium baunya sendiri, dan langsung beranjak dari tempatnya tadi, ke kamar mandi,
Tak lama setelah itu Lee won yi keluar dari kamar mandi, dan langsung terjun ke tempat tidur dengan cara melompat dari tempat nya ke tempat tidur,
Itu membuat ji yu fei yang tengah tidur kembali terbangun, "won yi" Ucap ji yu fei dengan nada tinggi,
"Apa" Ucap lee won yi
"Hentikan tingkah laku aneh mu itu" Bentak ji yu fei
"Jika kau menyuruh ku berhenti, berarti malam ini kau siap" Goda Lee won yi
"Siap untuk apa? " Tanya ji yu fei
Lee won yi langsung menganti posisi nya, dan menindih ji yu fei, detak jantung ji yu fei 2x lebih cepat dari sebelumnya, "menyingkir, tubuh mu begitu berat won yi" Marah ji yu fei
"Benarkah my little wife, tubuh mu saja yang begitu kecil"
Lee won yi semakin mendekatkan wajahnya ke arah, ji yu fei, hal itu membuat ji yu fei begitu gugup, detak jantung nya juga begitu cepat,
Mereka saling bertatapan, ji yu fei menelan ludahnya, di anatar diamnya, ia tidak lagi bisa bergerak, tangan nya sudah di kunci Lee won yi,
Sedangkan kakinya, di apit oleh kaki besar meiliki Lee won yi, tubuh ji yu fei seperti mati rasa, ia tak bisa merasakan tubuh nya lagi,
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan won yi, cepat menyingkir lah"
Bukannya pergi, tapi ia malah tersenyum, dan mendekat bibirnya dan bibir ji yu fei, hal itu membuat kaget ji yu fei, ia hampir tak percaya akan hal itu.