
Ji yu fei masih terlelap dalam tidur nya, ia tidur begitu nyenyak di dalam dekapan lee won yi, beberapa saat kemudian suara ponsel milik ji yu fei membuat nya terbangun,
Ji yu fei hendak mengambil nya, tapi ia kalah cepat dengan lee won yi,
"Ya, "
"...... "
"Benar, "
"...... "
"Saya suaminya"
"..... "
"Ini siapa ya? "
"...... "
"Baik nanti saya akan sampaikan"
Lee won yi menaruh kembali ponsel ji yu fei, ia menoleh ke arah ji yu fei, wajah nya cemberut, masam, kesal, "dasar pencemburu" Gumam ji yu fei
"Teman mu berada di rumah sakit, katanya tadi, dia mengalami kecelakaan, kalo tidak salah tadi namanya jingyi atau siapa ya" Ucap lee won yi
Raut wajah ji yu fei berubah seketika, saat ia mendengar nama jingyi di dalam kalimat lee won yi, ji yu fei langsung bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi, setelah itu ia mengambil ponselnya dan juga tasnya,
Ia pergi ke luar kamar, tapi sebelum itu, ia ditarik kembali ke arah lee won yi, "mau kemana kau? " Tanya lee won yi
"Jingyi berada diri rumah sakit, aku harus kesana" Jawab ji yu fei
"Kau sudah berjanji bukan, kemana pun kau pergi aku harus berada di samping mu" Ucap lee won yi
"Jika begitu, cepat pergi mandi, " Ji yu fei mendorong lee won yi sampai terjatuh dari tempat tidur,
Bukannya, bergegas mandi, ia malah menarik ji yu fei masuk kedalam kamar mandi,setelah itu ia menguncinya, baru ia mandi,
"Kau tidak percaya pada ku, " Ucap ji yu fei kesal
"Bukan tidak percaya, hanya berjaga-jaga saja" Ucap lee won yi
"Berikan kuncinya, aku tidak akan pergi tanpa diri mu, tenang saja" Teriak ji yu fei
"Tunggu saja di situ, aku tidak akan lama" Ucap lee won yi
__ADS_1
"Won yi" Teriak ji yu fei dengan begitu kesal,
"Ya, my little wife" Ucap lee won yi, yang baru selesai mandi, hanya ada handuk di pinggangnya sampai batas lutut,
"Berikan kuncinya" Tangan ji yu fei menjulur ke arah lee won yi,dan ia pun menyerah kuncinya,
Mereka pun keluar dari kamar mandi, dengan bosan ji yu fei menunggu lee won yi yang sedang bersiap, ingin rasanya ia berlari keluar dari kamar,
Bodo amat jika setelah itu dia marah atau mendiamkan nya, tapi sayang nya hal itu tak bisa terjadi, kunci kamarnya juga telah di ambil olehnya,
Jadi ji yu fei hanya bisa menunggu nya dengan bosan, beberapa saat kemudian, lee won yi menghampirinya, dengan begitu rapi, seperti akan pergi ke sebuah pesta,
"Ayo"
Mereka pun pergi bersama-sama, ini kedua kalinya mereka pergi bersama, tapi saat pertama kali ia pergi bersamanya, tak seperti itu tampilannya,
Padahal mereka hanya akan pergi ke rumah sakit, tapi tampilannya begitu menawan siapa saja yang melihatnya, mereka pun sampai di rumah sakit nya,
Saat lee won yi turun dari mobilnya, semua mata tertuju pada dirinya, hal itu membuat risih ji yu fei,
Ji yu fei pergi bertanya pada salah satu perawat disana, dan ia memberitahukan kamar jingyi,
Ji yu fei muak melihat tingkah lee won yi, dan memutuskan untuk pergi meninggalkan nya, bodo amat kalo dia marah,
Ji yu fei berjalan ke arah tempat dimana jingyi sedang di rawat, ia masuk ke kamar itu, ia melihat teman nya itu sedang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit,
"Fei? " Panggil jingyi dengan suara serak
"Jingyi" Balas ji yu fei
"Aku senang bisa melihat mu lagi" Ucap jingyi
"Apa maksud mu jingyi? Kau bisa melihat ku terus, aku akan sering-sering datang kemari nanti, dan saat kau sudah keluar dari rumah sakit, aku akan merawat mu, sampai kau pulih" Ucap ji yu fei
"Aku berhasil bertahan sejauh ini, aku tidak tahu bisa bertahan lebih lama lagi atau tidak, aku bertahan untuk melihat mu terakhir kalinya" Ucap jingyi
"Ini tidak lucu jingyi, kamu akan baik-baik saja, dokter akan mengobati mu" Ucap ji yu fei
"Luka ku terlalu parah fei, aku bisa bertahan sampai saat ini saja, itu adalah sebuah keberuntungan" Ucap jingyi
"Dan keberuntungan itu akan selalu menyertai mu, kau akan sembuh jingyi" Ucap ji yu feiTiba-tiba saja nafas jingyi tak teratur,
Sebelum jingyi menutup matanya ia berkata "Terima kasih untuk semuanya, sejak kecil kau selalu mengalah dengan ku, aku merebut ibu mu, dan semua yang kau inginkan, maafkan aku fei, aku menyayangimu"
Setelah itu, jingyi menghembuskan nafas terakhir nya, ji yu fei begitu histeris, ia memanggil dokter, tapi saat dokter tiba, jingyi sudah tidak ada lagi, ia sudah pergi untuk selamanya,
__ADS_1
"Jingyi, kau bilang jika kau menyayangi ku, lalu kenapa kau pergi dari ku, kenapa jingyi? Ibu ku juga pergi meninggalkan ku, dia juga orang yang begitu sangat menyayangi ku, kenapa orang-orang yang menyayangi ku pergi? " Ucap ji yu fei di sela-sela tangisnya,
Jingyi tak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini, ayahnya pergi meninggalkan ibunya saat ia masih di dalam kandung an, dan ibunya pergi meninggalkan nya saat ia masih sangat ke kecil,
Ibunya pergi untuk selamanya, di usia nya yang terbilang sangat muda, ia sudah merasakan kehilangan orang yang begitu ia sayangi,
Hanya ji yu fei dan ibu nya orang yang perduli padanya, "ini tidak adil, kenapa aku harus kehilangan mereka berdua, sekali lagi, kau membuat goresan di hati ku, "
"Sekali lagi kau membuat aku menangis, kau membuat aku hancur untuk kedua kalinya, kenapa harus aku yang merasakan semua ini, kenapa"
Ji yu fei pergi dari sana, ia membawa semua dukanya, ia pergi dari sana tanpa memberitahu lee won yi, ia berlari keluar rumah sakit,
Ia berlari menuju pemakam ibunya, saat ini dia begitu hancur, karena dia kehilangan orang yang sudah di anggap nya sebgai saudarinya sendiri,
Ji yu fei menjatuhkan dirinya di atas makam ibunya, ia menangis sejadi-jadinya, "ibu, kenapa Tuhan tidak adil kepada ku, kenapa dia selalu mengambil orang yang aku sayangi, kenapa ibu, "
"Sekarang aku benar-benar sendiri ibu, jingyi juga pergi meninggalkan ku ibu, ibu juga pergi dari ku, dan ibu tau, bibi Ai, teman ibu, dia juga menit ku, sekarang hanya ada won yi ibu, hanya dia satu-satunya keluarga ku sekarang, "
"Aku takut ibu, jika dia juga pergi meninggalkan ku, aku takut hidup di dunia ini sendiri, ibu menyuruh ku menjadi anak kuat bukan, tapi aku tidak bisa menjadi apa yang ibu inginkan, aku begitu rapuh ibu"
"Jika saja ada pilihan, aku akan memilih, untuk aku saja yang pergi dari dunia ini,agar orang-orang yang ku sayang tidak meninggalkan ku, tapi hidup ini tak ada pilihan ibu, "
Ji yu fei memeluk erat batu nisan ibunya, ia terus menangis di makam ibunya, sampai ponsel nya berbunyi, panggilan masuk dari lee won yi,
"Kau mengingkari janji mu, "
"Sekarang kau dimana? Kenapa kau pergi tanpa memberitahu ku? "
"Jawab aku my little wife"
Ji yu fei menutup ponselnya, ia tak berminat untuk berdebat dengan nya sekarang, dunianya sudah hancur.
Ji yu fei berjalan menuju rumah jingyi, ia membuka pintunya, "ceroboh, di lupa mengunci pintu rumah nya" Ucap ji yu fei dengan di iringi tangisan,
Ji yu fei masuk kedalam rumah jingyi, saat itu masih pagi, sinar mentari masuk kedalam rumah, dan menyinari seisi ruangan, ji yu fei mngingat saat dia berada di sini, dan bercerita dengan jingyi,
Ia memasuki setiap sudut rumah jingyi, ia mengingat kembali masa-masa nya bersama jingyi, air mata nya terus mengalir membasahi pipinya,
Saat memasuki kamar jingyi, is melihat sebuah buku besar, ia membuka buku itu, ternyata berisi fotonya sedari kecil hingga besar, di setiap fotonya,
Selalu ada ji yu fei disana, dan juga bersama ibunya, ji yu fei mengambil buku album tersebut, dan membawanya bersamanya, ia juga mengunci pintunya, dan meletakkan kuncinya di bawah keset,
Lalu ia pergi kerumah ibu nya, ia ingin mengenang semuanya, ia juga ingin menenangkan diri nya untuk sementara waktu, tak sengaja ia tertidur hingga malam hari,
Ia terbangun dari tidurnya, dan melihat jam, pukul 19,ia berjalan menuju pintu keluar, dan mengunci kembali rumah nya, ia bergegas kembali ke rumah Lee won yi,
__ADS_1
Ia begitu takut jika Lee won yi akan memarahinya, karena dia telah melanggar janjinya, tapi dia harus menerima semuanya bukan.