
"My little wife, apa itu benar? " Tanya Lee won yi
"Apa? "
Lee won yi menghampirinya dan duduk di tepi ranjang, ia mengarahkan tangannya, ke perut ji yu fei, dan melihatnya dengan penuh senyuman,
"Ya, mereka sudah hadir, apa yang kau inginkan akan segera terlahir" Ucap ji yu fei
Lee won yi memerlukan erat ji yu fei, dan bahkan Lee won yi hendak meneteskan air mata karena bahagia, "kau masih mau menghilangkan mereka? " Tanya ji yu fei
"Mereka? "
"Ya,"
"Kembar? "
"Ya"
"Aku akan memiliki dua anak Sekaligus" Ucap Lee won yi,
Seteleh itu, setiap harinya Lee won yi di buat pusing dengan keinginan-keinginan aneh ji yu fei, ya, dia memaklumi hal itu,dan juga dia harus siap,
Dengan semua keinginan ny, Hari-hari berlalu dengan penuh kebahagiaan, tak terasa 8 bulan telah berlalu, hanya tinggal 1 bulan lagi, anak mereka anak lahir,
Tapi siapa sangka,di hari itu, semuanya berubah, Tiba-tiba saja ji yu fei mendapatkan telfon dari rumah sakit, ia mendapat kabar jika Lee won yi mengalami kecelakaan, dan ia tak bisa di selamat kan,
Di satu sisi ia akan mendapatkan dua orang anak, tapi di satu sisi ia harus kehilangan orang yang begitu ia cintai, ia menghampiri rumah sakit tersebut, dan melihat Lee won yi terbujur kaku,
Ia tak bisa melihat senyum nya lagi, untuk kesekian kalinya, ia terluka, ia hancur, sehancur-hancurnya, tapi pada detik-detik terakhir, ada sebuah cahaya putih,
Yang lama kelamaan membentuk seseorang yang begitu cantik, seiring itu juga, ingatan-ingatan nya dari masa lalu, masuk kembali ke ingatannya,
"Aku bisa membantu mu, tapi ada harga yang harus kau bayar,bukan uang, tapi kau harus membayar nya dengan diri mu, dan kedua anak mu"
"Itu terlalu mahal, tapi jika demi dia, baik aku akan melakukan nya, " Ucap ji yu fei
__ADS_1
"Baik, kita akan kembali ke masa lalu, dan semuanya akan kembali seperti dulu, ingatan dia di masa sekarang juga akan ikut terbawa ke masa lalu, "
Mereka menghilangkan dari ruangan itu, dan memperlihatkan kembali kerajaan tang timur, ia juga melihat dari kejauhan, jika Lee won yi nya kembali sadarkan diri,
Tapi ia belum begitu pulih, ia masih harus beristirahat, dan kini waktunya untuk ia ikut bersama nya, kembali ke tempat nya, ia kembali memasuki gerbang bukit para dewi, dan di sambut hangat di istana tian hua
Saat memasuki Istana tian hua, semuanya berubah, penampilan nya berubah, rambutnya, gaunnya, dan ia mulai mempercayai jika yang di katakan oleh dia itu memang nyata,
"Selamat datang kembali dewi alam" Ucap Ibunda dewi
Sekarang dirinya kembali menjadi jiang hui, menjadi seorang dewi alam, "Anak-anak mu akan menjadi bagian dari istana tian hua sekarang, " Ucap Ibunda dewi
"Lalu bagaimana jika anak-anak ku ini laki-laki? " Tanya jiang gu
"Maka kau harus berpisah dari nya" Ucap Ibunda dewi
"Begitukah, kejam sekali, jika seperti itu, lebih baik aku pergi dari sini"
"Ibunda dewi sudah tidak sama lagi, istana tian hua juga tidak seperti dulu, dimana kedamaian istana tian hua dulu" Sambung jiang gui
"Ini sudah peraturan,dan kau juga sudah bersedia bukan" Ucap Ibunda dewi
"Gui, kau kembali" Sela yu ra
"Ibunda dewi, ini sudah puluhan tahun, semuanya sudah banyak berubah ibunda" Ucap yu ra
"Aku tahu ibunda dewi begitu kehilangan dia, banyak orang yang menyayangi nya, bagitu juga zi jian, bagaimana jika dia bangun dan tahu jika jiang gui tak ada di sisiNya, betapa hancurnya dia ibunda, jangan egois seperti ini ibunda"Sambung yu ra
Dan di ikuti anggukan oleh para dewi lainnya, " Benar, aku begitu egois, biarkan ke egois ku ini menghantui ku, "ibunda dewi terduduk lemas di tanah, dengan air mata,
" Sudah lah ibunda, aku akan tetap di sini,aku akan membayar harga dari kehidupan zi jian, aku akan tetap disini selama 2 tahun, setelah itu, biarkan aku pergi bersama anak-anak ku nanti"ucap jiang gui
Hari-hari berlalu, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, 2 tahun telah berlalu, sudah sangat lama ia pergi dari dunia manusia, tinggal kembali di istana tian hua,
Dan pada akhirnya ia kembali lagi menjadi manusia biasa dengan kedua anaknya, dan juga yu ra, yang memilih ikut dengan nya, menjalani kehidupan yang begitu penuh konflik,
__ADS_1
Hal yang pertama ia lakukan adalah berkunjung ke rumah orang tuanya, istana long, jiang gui membawa ke dua anak nya berkunjung ke rumah nenek dan kakek mereka,
Tapi ia juga tak bisa menetap di sana, hanya beberapa waktu saja, seteleh itu ia pergi kembali, "aku tak percaya, jika aku bisa melihat kalian lagi" Ucap jiang gui
"Aku begitu senang melihat mu kembali, " Ucap lily,
Saat ia berkunjung kesana, hanya ada lily, ibunda dan ayah nya sedang pergi berkunjung ke istana tang timur, sedangkan kedua kakaknya, sedang pergi ke medan perang, ibunda dan ayahnya meminta bantuan kepada kerajaan tang timur.
"Tapi aku harus pergi lagi, aku tidak bisa di sini lebih lama lagi, " Ucap jiang gui
"Kau tak ingin bertemu dengan ibunda dan ayah, atau kedua kakak mu? " Tanya lily
"Aku sudah terlalu lama disini lily, aku harus mengajak mereka menjauh dari kehidupan kerajaan," Ucap jiang gui
Lily paham akan maksud dari perkataan nya, ia pun membiarkan mereka pergi dari sana, entah kemana mereka akan pergi selanjutnya, tak ada yang tahu,
"Kau yakin, akan hidup sebagai rakyat biasa? " Tanya yu ra
"Ya, aku akan mengajari betapa kerasnya kehidupan ini kepada zi lin dan jiang ling ling, sudah cukup mereka merasakan kehidupan di istana" Ucap jiang gui
Ya, ternyata jiang gui melahirkan seorang putra dan putri, dia juga tak menyangka akan hal tersebut, tapi ia senang, karena mendapatkan seorang putra dan putri sekaligus,
"Ibunda, kita mau pergi kemana lagi? " Tanya jiang ling ling
"Kau lelah Ling ling? " Tanya zi lin
"Tidak, aku masih kuat kok" Jawab jiang ling ling
"Apa kalian merindukan suasana istana tian hua? " Tanya jiang gui
"Tidak juga ibunda, zi lin lebih suka disini" Ucap zi lin
"Benar ibunda, ling ling juga suka disini, " Ucap Jiang ling ling
Jiang gui tersenyum mendengar perkataan kedua anak nya itu, "tapi yang terpenting bagi kami adalah" Zi lin menguntungkan perkataan nya,
__ADS_1
Ia memberi isyarat kepada jiang ling ling, "dimana pun kita berada, kita akan selalu senang dan menerima semua keadaan itu, meski harus hidup dalam kesulitan sekalipun, kami akan senantiasa menerimanya, karena di situ ibunda sedang bediri, berjuang demi kami" Ucap mereka berdua
Perkataan itu membuat hatinya begitu tersentuh, seorang anak yang masih kecil, bisa berkata seperti itu.