
Ji yu fei berjalan menuruni anak tangga, menuju ke meja makan, disana Lee won yi dan ibu nya sedang berbincang ria, ji yu fei pun menghampiri nya, dan duduk di sebelah ibu mertuanya,
"Munafik, dasar wanita jalang" Umpat ji yu fei dalam hati
"My little wife? " Panggil Lee won yi
"Hm" Jawab ji yu fei singkat
"Kau tidak mau makan?" Tanya Lee won yi
"Tidak usah malu-malu, sekarang kita sudah menjadi satu, menjadi sebuah keluarga kecil" Ucap ibu Lee won yi
"Dasar rubah" Decit ji yu fei dalam hati
"Iya, tapi sayang nya aku sudah kenyang" Ucap ji yu fei
"Makan apa? Kapan? " Tanya mereka serempak
"Makan hati, sejak saat ibu mertua bilang jika, ibu ku menitipkan ku pada kalian"
Ji yu fei beranjak dari duduknya, dan pergi ke luar rumah, ia berjalan menuju sebuah taman, dan duduk melamun disana,
"Ini tidak adil, kenapa juga aku harus hidup bersama rubah itu, aku masih terlalu kecil, untuk di sakiti" Ucap lirih ji yu fei
"Fei? " Panggil seorang wanita yang kiranya berumur 34 tahun atau lebih,
Ji yu fei sama sekali tak mengenal wanita itu, tapi kenapa dia tahu nama nya, "iya, bibi memanggilku? " Tanya ji yu fei
Wanita itu duduk bersebrangan dengan ji yu fei, wanita itu juga sempat tersenyum kepadanya, "kau putri Mei kan" Ucap wanita itu
"Iya, bibi siapa? " Tanya ji yu fei
"Aku teman ibu mu, nama ku Ai, saat dia masih hidup, dia selalu bercerita pada ku tentang mu, " Ucap wanita itu, yang bernama Ai
"Bibi Ai berkerja disini? " Tanya ji yu fei
"Iya, " Jawab Bibi Ai
__ADS_1
"Aku heran, kenapa kau bisa menikah dengan orang seperti Lee won yi, dan kenapa kau bisa menerima nyonya ling, menjadi ibu mertua mu" Ucap bibi Ai
"Takdir yang menyatukan kita bi"ucap ji yu fei
" Tuan muda yi memang pantas mendapatkan gadis secantik diri mu, dan sebaik diri mu, tapi untuk nyonya ling, dia sangat tidak baik, kau juga tahu itu bukan"ucap bibi Ai
"Ya, memang benar, bibi tahu, saat pernikahan itu sedang berlangsung, di berbisik pada ku, jika dia akan membuat hidup ku menjadi seperti neraka" Ucap ji yu fei
"Aku telah berjanji pada ibu mu, jika kau sampai masuk kedalam keluarga ini, aku akan berusaha melindungi mu disaat berada di rumah ini" Ucap bibi Ai
"Tidak perlu bibi, aku tidak mau bibi terluka, " Ucap ji yu fei
"Tak masalah sayang, bibi sudah terlanjur janji pada ibu mu" Ucap bibi Ai
"Tuan muda yi"
Bibi Ai langsung pergi setelah mengucapkan nama dari Lee won yi, ji yu fei juga sempat menoleh, dan melihat Lee won yi keluar dari rumah,
Ji yu fei langsung mengubah ekspresi wajahnya, dan berpura-pura sedang melamun, "berhenti melamun my little wife" Ucap Lee won yi
"Tapi aku suka memanggilmu seperti itu" Ucap Lee won yi
"Terserah"
"Ayo, kau tak mau melamun di sini terus bukan" Ajak Lee won yi
"Kemana? " Tanya ji yu fei
"Nanti kau juga tahu my little wife"
Lee won yi berlalu dan meninggalkan ji yu fei sendiri, dan masuk kedalam mobil, ji yu fei berlari masuk kedalam rumah, dan tak lama setelah itu, ia berlari menuju mobil Lee won yi,
"Aku berada disini my little wife, kenapa kau malah masuk kedalam? " Tanya Lee won yi
"Ponsel ku tertinggal" Ucap ji yu fei
Lee won yi mengendarai mobilnya menuju suatu tempat, disana hanya ada pepohonan, sangat jarang rumah, mereka tiba di suatu tempat, disana sangat indah,
__ADS_1
Dan ada juga hutan pinus yang cukup lebat, mereka sampai disana pada sore hari, langit juga sudah mulai menghitam, lee won yi mengajak ji yu fei berkeliling,
Mereka juga masuk kedalam hutan pinus, didalam hutan pinus sangat indah, banyak tempat-tempat yang sudah di modifikasi menjadi sebuah kafe, dan tempat berfoto,
Mereka berdua sudah melihat semua tempat yang berada didalam hutan pinus, dan tanpa Lee won yi sadari, ternyata ji yu fei tidak ada di dekatnya,
Lee won yi begitu panik, Lee won yi sampai meminta bantuan orang-orang disana.
Ji yu fei tersadar jika di sudah keluar dari jalur, ia berada di sebuah tebing, ia tak tahu lagi harus berbuat apa, ia ingin menelfon Lee won yi, tapi ia tak memiliki nomor nya,
Meski mereka sudah menikah, ji yu fei tak mementingkan hal kecil seperti itu, ji yu fei mencoba tenang, hari juga semakin gelap, tak mungkin ia berjalan masuk kedalam hutan pinus lagi,
Akan sangat merepotkan jika ia sampai masuk lebih dalam lagi, bisa-bisa dia mati di makan binatang buas nanti,
"Kesialan sedang berpihak pada ku, " Ucap lihir ji yu fei
Ji yu fei memilih tetap diam di tepi jurang, ia terduduk di atas bebatuan, menatap langit yang menghitam, dengan di hiasi bintang dan juga bulan,
Langit begitu ramai, begitu banyak bintang, mereka bersinar terang di langit, bulan juga menyinari langit, cahaynya juga tak kalah terang dari bintang,
Tak terasa dirinya sudah sangat lama disana, tapi tak kunjung ada yang menemukan nya, ia menunggu dengan bosan, ia juga merasa lapar dan haus,
"Jika tahu akan terjadi seperti ini, aku akan membawa makan dan minuman tadi" Decit ji yu fei
"Dan dimana pelindung ku, dimana perisai ku, apa dia tidak tahu jika aku menghilang, huh, lihat saja, jika aku bisa keluar dari hutan ini, akan ku cincang dirinya" Ketus ji yu fei
Ji yu fei begitu lemas, perutnya yang terus berbunyi, membuatnya ingin segera keluar dari sana, tapi dirinya terlalu takut jika, dia akan masuk kedalam hutan yang lebih menyeramkan dari sekarang,
Ji yu fei mencoba memejamkan matanya, ia tertidur di balik bebatuan yang besar, yang cukup melindunginya dari binatang buas,
Sinar mentari menyinari wajah cantik ji yu fei, membuatnya terbangun dari tidurnya, ji yu fei bangkit dari duduknya, ia mencoba berjalan menuju hutan, ia berusaha mencari jalan keluar,
Ia berjalan dengan sempoyongan, merambat dari satu pohon kepohon lain nya, dirinya begiu lamaa, tak ada tenang lagi untuk berjalan, ia duduk bersandar di sebuah pohon,
Kepalanya sangat pusing, tak lama kemudian matanya terpejam, semuanya terlihat buram, tak lama setelah itu, ia tak sadarkan diri lagi,
Ia tak menghiraukan lagi, jika ada hewan yang memakannya nanti, ia lelah, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bisa berharap dan terus berharap.
__ADS_1