Perjuangan Cinta Sera

Perjuangan Cinta Sera
Chapter 1


__ADS_3

Namaku Sera. Aku kelas sebelas SMA. Bisa dibilang aku perempuan yang tidak terlalu popular tapi juga bukan perempuan yang ketinggalan jaman. Aku biasa-biasa saja.



Kehidupan sekolahku yang biasanya membosankan seketika berubah saat aku bertemu dengan dia. Seorang lelaki yang bisa membuat jantungku berdebar. Namanya Oh Sehwa, kakak kelasku.



Sebenarnya aku juga tidak tau, kenapa aku bisa suka dengan lelaki itu, karena selama ini aku adalah orang yang tidak mudah jatuh cinta. Dari aku SMP, yang ada para lelaki yang merebutkan aku untuk jadi pacar mereka. Tapi ini? Aku malah seperti cabe yang mendekati lelaki dingin itu.



Baiklah, bukan berarti aku menyatakan bahwa diriku adalah cabe. Tapi aku mengakui bahwa diriku terlalu terobsesi untuk mendapatkan lelaki itu, hingga segala cara aku halalkan walaupun sebagian hasilnya adalah gagal.



Seperti sekarang, aku sedang duduk di kantin Bersama temenku, Gea dan Lisa. Aku tidak peduli dia mau berbicara apa. Fokusku hanya pada Sehwa yang sedang makan di meja tidak jauh dari tempatku sekarang.



“Ra, kau tidak mendengarkanku ya?! Ayolah, kau memandangki kak Sehwa lagi? Sudah jangan gangguin dia lagi. Kasihan. Lagipula kaukan ada Mingyu yang masih setia menunggu jawaban darimu.”



“Jangan bawa-bawa dia. Aku hanya menganggapnya teman.” Balasku yang masih memandangi Sehwa sembari meminum es teh.



“Iya, tapi mau sampai kapan kau mendekati kak Sehwa? Kau tau sendiri kalau kak Sehwa tidak suka dengamu.” Ucap Lisa.



Aku tidak mempedulikan ucapan Lisa dan memilih melambaikan tangan saat Sehwa menoleh ke arahku. Tapi dia langsung menghalihkan pandangan dengan muka malas. Dan aku sudah biasa dengan hal itu.



Gea yang duduk di sampingku menghela nafas karena tingkahku barusan.



“Aku yakin kau belum melihat updatean social media kak Sehwa.”



Lisa membuka sesuatu di hpnya dan memberikan hp tersebut padauk. Dia membuka social media milik kak Hyeri.



Hpku memang sedang rusak, jadi aku tidak memegang hp sekitar seminggu ini. Dan karena itu juga aku sering kelupaan mengerjakan tugas karena tidak ada yang mengingatkan.



hyeri_0609 Thank bunganya 💞 @oohsehwa


Lihat semua 158 komentar



Apa ini? Kenapa Sehwa memberikan bunga ke kak Hyeri?



“Sudah lama aku bilang kalau kak Sehwa dan kak Hyeri itu pacarana. Tapi kau tidak percaya.” Lisa dengan cepat mengambil hpnya kembali sebelum sempat aku banting.



“Aku yakin mereka tidak pacarana. Itu hanya hoax.”


__ADS_1


“Ra, kau jangan terlalu obsesi dengan kak Sehwa. Nanti kau sendiri yang sakit hati.”



“Sudah jangan ceramahin aku terus. Karenamu aku tidak bisa cuci mata.” Gerutuku saat tidak menemukan Sehwa lagi.



***



Aku sekarang sedang menunggu Sehwa yang biasanya pada jam seperti ini baru saja selesai eskul basket. Aku menunggu di parkiran yang mulai sepi. Setelah beberapa lama aku menunggu, aku melihat kak Jong Han dan kak Chang Jung keluar dari Gedung sekolah, namun aku tidak melihat beberadaan Sehwa.



“Kau belum pulang Ra?” tanya kak Chang Jung.



Aku tidak heran kalau kak Chang Jung tau namaku, karena mereka tau bahwa aku selalu mendekati Sehwa di mana dan kapanpun.



“Aku menunggu Sehwa.”



“Kau tidak pernah memanggil Sehwa kakak ya?” sahut kak Jong Han.



Iya juga ya, entah kenapa aku tidak suka memanggil Sehwa dengan tambahan kak. Terasa aneh aja.



Aku hanya memberikan sebuah cengiran dan tak mau membalas apapun.




“Iya, tapi tadi pagi papaku bilang kalau tidak bisa jemput dan menyuruhku pulang bersama teman.”



“Dia masih lama. Aku lihat tadi dia masih di lapangan. Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?” tawar kak Chang Jung



Aku kagum dengan kak Chang Jung, dia ternyata beneran baik. Tapi aku tetap ingin pulang bersama Sehwa.



“Tidak usah kak, aku menunggu Sehwa saja.”



“Aku yakin dia tidak mau mengantarmu.” Balas kak Jong Han.



Aku tau, tapi tetap saja aku hanya ingin dengan Sehwa. Dengan cukup usaha akhirnya aku berhasil memulangkan mereka.



Aku hanya duduk berjongkok di dekat motor Sehwa. Lama aku menunggu bahkan aku hamper tertidur, tapi untung aku melihat Sehwa yang sedang jalan ke arahku. Maksudku ke parkiran.


__ADS_1


Aku langsung tersenyum saat dia berdiri di depanku.



Baju seragam dia sudah keluar dari celana dengan satu kancing yang dibiarkan kebuka. Dia juga sudah tidak menggunakan dasi lagi. Dan hal itu membuatnya terlihat semakin tampan.



Seperti biasa, dia memberiku tatapan datar. “Hai.” Sapaku.



“Kau mau apa lagi?” tanyanya yang sangat jelas kalau dia malas bertemu denganku.



“Boleh numpang anter pulang ya? Rumah kita kan searah.”



“Tidak.”



“Aku tidak ada yang menjemput dan ini sudah mulai gelap.”



“Aku tidak peduli.”



Aku segera berlari ke depan motornya saat dia menyalakan mesin motor.



“Kau tidak kasihan denganku? Kau tega membiarkan seorang perempuang pulang sendiri gelap seperti ini?”



“Ya kau sendiri kenapa tidak pulang tadi saat terang?”



“Kan aku menunggumu.”



“Kau bisa tidak, jangan menggangguku sehari aja?”



Aku menggeleng dengan imutnya dan dia menghela nafas tak tahan dengan sikapku.



“Kau pergi atau aku tabrak?”



“Tabrak saja,” aku semakin menghadang motor Sehwa.



“Sumpah! Jadi orang jangan bikin kesel orang!”



“Aku anggap itu sebagai pujian.”

__ADS_1



“Sudah! Cepat naik! Aku Lelah!”


__ADS_2