Perjuangan Cinta Sera

Perjuangan Cinta Sera
Chapter 16


__ADS_3

Kejadian aku mencium pipi Sehwa langsung menyebar ke


seluruh sekolah. Aku tidak heran, karena aku menciumnya saat jam sekolah dan


banyak murid yang melihat.


 


Mingyu dan kak Chang Jung bahkan langsung menanyakan


kebenaran beritua itu dan aku menjelaskan kalau itu semua benar.


 


Mereka sempat kecewa denganku, terutama Mingyu. Dia


bahkan mengatakan bahwa aku labil tapi aku mengakui bahwa aku memang labil.


 


Saat di kantin, aku melihat Sehwa sedang bersama


teman-temannya. Dia duduk di antara kak Lean dan kak Hyeri.


 


Aku langsung mendekati mereka dan duduk di antara Sehwa


dan kak Hyeri.


 


“Kau kenapa sih? Ganggu orang makan saja!” itu kak Hyeri


yang marah-marah, namun aku tidak peduli.


 


Aku memperhatikan Sehwa yang sedang makan sembari


menopang dagu.


 


Aku tidak peduli jika semua yang ada di kantin sedang


memperhatikanku. Mungkin hanya Sehwa seorang yang tidak ingin melihatku.


 


Aku mendekatkan dudukku dengan Sehwa dan dia langsung


melirikku tajam namun aku malah tersenyum.


 


Ku ulurkan tangan, mengambil sebutir nasi yang ada di


sudut bibir Sehwa dan aku bisa melihat jika muka Sehwa terkejut.


 


Sumpah jantungku berdebar saat jariku menyentuh sudut


bibirnya.


 


Dia langsung menepis tanganku dan masih menatapku tajam.


Sebelum Sehwa sempat berbicara, kak Hyeri menjambak rambutku dan itu membuat


dudukku menjauh dari Sehwa.


 


“Kau, adik kelas harus menjaga sikap. Kau sudah tidak


sopan! Dasar gtl!.”


 


Aku mendapat makian dari kak Hyeri. Rambutku perih karena


dia masih menjambakku.


 


Tidak mau tinggal diam, aku juga ikut menjambak


rambutnya. Akhirny aksi jambak menjambak tidak dapat dihindarkan.


 


Kak Chang Jung dan kak Mun sudah sempat melerai, namun


gagal dan aksi itu berakhir saat guru datang.


 



Alhasil aku dan kak Hyeri mendapat hukuman yaitu lari


memutari lapangan 5x



Aku tidak membawa baju olah raga, tapi yasudahlah.


Aku memasang headset dan memutar musik dari hp ku. Dihukum sembari mendengarkan


music boleh lah hahaha


 


Aku melihat kak Hyeri sudah lari lebih dulu dan aku di

__ADS_1


belakangnya. Namun baru satu putaran dia pingsan. Aku yakin dia hanya pura-pura


pingsan agar tidak di hukum karena tadi aku melihat matanya terbuka sedikit.


 


Dasar kadal.


 


Aku lari pelan, semacam lari pagi. Bedanya ini siang dan


cuaca sangat terik. Mana aku memakai rok, kulitku bisa belang.


 


Baru tiga putaran namun aku sudah kecapean. Lariku mulai


lambat dan badanku sudah berkeringat. Seragamku bisa bau nih.


 


Aku lari lagi dan akhirnya mendapat empat putaran. Kurang


satu kali lagi.


 


Aku harus semangat.


 


Dan tanpa ku sadari, sedari tadi Sehwa memperhatikanku


dari jendela kelasnya. Dia bahkan tidak memperhatikan guru yang sedang


menjelaskan.


 


Saat tersisa setengah putaran, aku terjatuh dan lututku


tergores. Aku melihat lututku yang mengeluarkan darah.


 


Aku melihat jalur lariku yang tinggal setengah. Dengan


sedikit usaha lebih, aku berdiri dan lari lagi namun pandanganku lama-lama


buram dan aku hanya ingat ada badan yang menangkapku agar tidak jatuh ke tanah.


 


Saat aku bangun, aku sudah ada di UKS. Aku tidak


menemukan siapa-siapa tapi tak lama aku melihat guru jaga.


 


“Kamu sudah sadar? Tidur saja, jangan memaksakan diri.”


 


memejamkan mata, tapi batal karena melihat bajuku yang sudah berganti menjadi


pakaian olahraga.


 


Aku langsung membuka selimut dan ternyata hanya bajuku


yang ganti. Rok ku masih terbalut dengan sempurna, dan aku juga melihat lututku


yang diperban.


 


Melihat aku yang sepertinya panik akhirnya guru itu


menjelaskan apa yang terjadi.


 


“Tenang saja. Ibu yang mengganti bajumu. Sudah sekarang


kamu tidur dulu saja, badan kamu masih lemas.”


 


Aku akhirnya menuruti kata guru itu. Ku pejamkan mata


sembari menghirup aroma kaos yang aku pakai. Wangi. Dan aku suka wanginya,


hidungku terasa tak asing dengan wangi ini.


 


Tak terasa ternyata aku sudah tertidur sangat lama bahkan


hingga jam pulang sekolah. Saat aku terbangun, aku melihat Sehwa yang duduk di


samping ranjangku.


 


Dia melihatku dengan tatapan aneh.


 


“Akhirnya bangun juga. Kau tidur seperti orang mari


saja.”


 


“Kenapa kau di sini?”

__ADS_1


 


“Aku tidak boleh di sini? Yasudah, aku pergi.” Yah dia


benar-benar ingin pergi.


 


Aku langung menahannya dan menyuruhnya kembali duduk.


 


“Ke mana guru jaga?”


 


“Pulang.”


 


“Kenapa pulang?”


 


“Ini sudah lebih dari jam pulang. Makannya jika tidur


jangan seperti orang mati.”


 


Akhirnya aku diantar Sehwa pulang karena aku tidak bisa


jalan normal. Dia juga menggendongku di punggungnya dan aku hanya memeluknya


sembari memejamkan mata.


 


Aku tau kaos siapa yang aku gunakan sekarang, kaos Sehwa.


 


Sesampainya di rumah, ibuku sedang menyiram bunga di


halaman depan. Dia langsung menghampiriku dan Sehwa.


 


Mati aku. Ibu tidak boleh tau jika yang mengantarku


adalah Sehwa. Dia Taunya Sehwa adalah pacarku.


 


Aku langsung turun dari motor dan pegangan tiang.


 


“Sudah cepat pergi. Sebelum ibuku datang.” Usirku.


 


Bukannya pergi, dia malam menoleh ke arah ibuku yang


sampir tiba.


 


“Aku masih punya sopan santun.” Sindirnya.


 


Dia melepas helm dan turun dari motor. Dia menyapa ibuku


dan memperkenalkan diri. Bodoh memanh. Jika seperti itu ibuku langsung


mengetahui kalau kau itu pacarku.


 


“Pacar Sera itu ya? Ayo masuk dulu.”


 


Ibuku melihatiku. “Kaki kamu kenapa Ser?”


 


“Dia tadi dihu-“ aku langsung memeluk Sehwa dan menutup


mulutnya. Gila! Jadi orang jangan jujur-jujur!


 


“Sera tidak papa ma. Hanya tadi jatuh saja.”


 


“Oh yasudah ayo masuk dulu.”


 


Dan pada akhirnya Sehwa membantuku masuk. Duh bisa terbongkar


semua kebohonganku selama ini.



***


 




__ADS_1



__ADS_2