Perjuangan Cinta Sera

Perjuangan Cinta Sera
Chapter 15


__ADS_3


 


 


Semalaman aku menangis. Aku benar-benar tidak mengerti


dengan Sehwa. Dulu dia yang menyuruhku untuk menyerah tapi sekarang ketika aku


sudah menyerah, dia menyuruhku untuk tidak menyerah.


 


Dan bagaimana bisa dia mengambil ciuman pertamaku.


Padahal aku sudah menjaganya untuk orang yang aku suka. Tapi Sehwa juga orang


yang aku suka. Hanya saja mementnya tak ada romantic-romantisnya.


 


Mataku sembab dan aku malas pergi ke sekolah. Lebih


tepatnya aku malas bertemu Sehwa.


 


Tok tok tok


 


Aku menutup badanku dengan selimut. Itu pasti ibuku.


 


“Sayang, kamu tidak sekolah?”


 


Aku tidak menjawab dan pura-pura tidur. Aku mendengar


pintu kamarku terbuka dan ibuku masuk membuka selimutku.


 


“Kamu tidak sekolah?” tanyanya saat aku membuka mata.


 


“Sera tidak enak badan ma. Ingin istirahat.”


 


Ibuku memegang keningku dan aku yakin tidak panas.


 


“Kamu tidak sakit. Masa mau bolos.”


 


“Ayolah ma, sekali saja. Sera ingin istirahat sehari.”


 


“Yasudah, tapi besok masuk ya.”


 


“Iya ma.”


 


Dia mengecup keningku tapi sebelum keluar dia kembali


menoleh. “Sarapan dulu nanti lanjut tidur lagi.”


 


“Iya ma.”


 


Seharian aku hanya bermalas-malasan di kamar. Bahkan aku


menghabiskan waktu dengan menonton drama kesukaanku.


 


Aku melihat hp ku dan ada beberapa pesan dari temanku


yang menanyakan kenapa aku tidak masuk.


 


Aku menjawab jujur jika aku sedang tidak enak badan dan


ingin istirahat.


 


Eh kak Chang Jang juga mengirim pesan.


 


 


Chang Jung: 


Aku


dengar kau tidak masuk? Kau sakit?


Sera: Iya kak, hanya tidak enak badan.


Chang Jung: Yasudah istirahat sana, jangan banyak pikiran.


 


 


Tau saja jika aku sedang banyak pikiran.


 


 


Sera:


 Iya


kak, makasi


Sera: Kak Chang Jung tidak pelajaran?


Chang Jung: Inikan jam istirahat


 


 


Aku melihat jam hp ku, oh pantas kak Chang Jung bisa


pegang hp.


 


 


Sera: Tidak


makan?


Chang Jung: Ini lagi makan. Perlu ku foto?


Sera: Hahaha tidak perlu, aku percaya kok


Chang Jung: Yasudah aku lanjut makan dulu, nanti keburu bel

__ADS_1


Sera: Iya kak, makan yang banyak 😊


Chang Jung: Kau juga makan yang banyak


 


 


Aku suka tipe orang seperti kak Chang Jung. Sudah ramah,


kalau di ajak bicara nyambung. Mana dia orangnya suka menghibur jika bosan.


 


Aku jadi ingat kata-kata dia dulu yang ingin mendekatiku.


Apa kak Chang Jung suka denganku?


 


Ah sepertinya itu tidak mungkin. Dengar-dengar tipe


perempuan yang disukai kak Chang Jung berambut panjang. Nah aku? Rambutku hanya


sebahu dan aku tidak ada anggun-anggunnya. Mungkin dia hanya bercanda.


 


Aku membuka galeri dan mencari foto selfie Sehwa.


 


Aku tertawa saat melihat muka bodohnya Sehwa. Aku tidak


tau kenapa dia selfie mengunakan hp ku. Kalau hp ku memang tidak harus


mengetahui sandinya untuk membuka kamera namun jika ingin melihat hasil fotonya


harus memasukkan sandi.


 


Saat melihat ada foto Sehwa, aku ingin menghapusnya namun


saying. Kan lumayan untuk dipandangin. Mana di foto dia tidak menggunakan baju


lagi.


 


Aku jadi teringat kejadian saat di mobil waktu itu, saat


dia melepas bajunya tiba-tiba.


 


Aku langsung menaruh hp ku dan menggeleng. Pikiranku jadi


kemana-mana.


 


Aku mengacak rambutku frustasi.


 


Aaaaaaa!!! Aku bingung!! Apakah aku harus mengejar Sehwa


lagi?


 


Aku mengambil hp ku dan membuka kontak Sehwa. Apa aku


harus memutuskan menggunakan cara yang sama seperti dulu?


 


Kalau dia membalasku, aku lanjut namun jika tidak maka


aku akan berhenti dan tidak peduli apapun kata Sehwa.


 


Tapi aku ragu. Nanti jika dia membalasnya bagaimana?


 


 


Sera: 


Hwa


Read


 


 


Tuh kan dia hanya membacanya



Sehwa: Hm?


 


 


Aku langsung melempar hp ku.


 


Mati aku! Dia membalasnya!


 


Aku melihat hp ku yang tergeletak di kasur dengan tatapan


horror. Mati aku! Kenapa dia harus membalasnya? Biasanya dia akan cuek dan


mengabaikanku.


 


Akku mengambil hp ku kembali.


 


Sera: 


Tumben


balas


Read


 


Nah kan dia tidak membalasnya. Ini orang kama-lama minta


di gampar.


 


Maunya apa coba?


 


 


‘Kau belum bisa


membuatku suka padamu. Jadi kau tidak boleh menyerah.’


‘Aku tau kau


masih menyukaiku.’

__ADS_1


‘Aku tunggu


perjuanganmu untuk mendapatkanku kembali.’


 


 


Aku memukul-mukul guling sembari membayangkan jika guling


itu adalah Sewha.


 


Namun kegiatanku itu terhenti saat kejadian Sehwa


menciumku kembali terbayang.


 


 


'Ini yang pertama untukmu?'


 


 


Wajahku memerah dan aku langsung bersembunyi di balik


selimut. Jika seperti ini caranya aku bisa gila!


 


Besoknya aku masuk sekolah, dan lagi-lagi kedatanganku


bertepatan dengan kedatangan Sehwa,


 


Aku berpapasan dengannya di koridor.


 


“Hai.” Sapaku dengan suara pelan.


 


Dia hanya melirikku dan masih mengabaikanku.


 


Aku langsung merangkul tangannya dan itu membuat kita


menjadi tontonan.


 


Aku memang tidak bisa bertingkah seperti dulu lagi, tapi


aku akan berusaha untuk mendapatkanmu lagi. Itu adalah keputusan akhirku.


 


Saat aku sudah akan tiba di kelas, aku mengecup pipi


Sehwa cepat dan langsung lari masuk kelas.


 


Aku tidak mempedulikan reaksinya. Aku sebenarnya malu,


namun aku harus lebih nekat untuk mendapatkannya.


 


Aku langsung menenggelamkan wajah di meja dan aku merasa


Lisa ynag juga baru saja tiba duduk di sampingku.


 


“Ser, aku tidak salah lihat kan tadi?”


 


Dia pasti melihatku mengecup pipi Sehwa.


 


“Kau masih sakit?”


 


Dia mengangkat kepalaku dan memeriksa keningku.


 


“Aku tidak sakit.”


 


“Tidak, kau pasti masih sakit.”


 


“Aku benar-benar tidak sakit. Aku memang mengecup pipi


Sehwa.”


 


Dia langsung menepuk pipiku. “Kau sadar apa ynag baru


saja kau lakukan?”


 


Aku mengangguk. “Aku kembali mengejar Sehwa lagi.” Ucapku


akhirnya.


 


Lisa menatapku tak percaya. “Aku kira kau sudah sadar.”


 


“Aku memiliki alasanku sendiri kenapa aku melakukan ini.”


 


“Apa? Kau hanya membuat dirimu sakit hari saja Ser. Lebih


baik lupakan kak Sehwa.”


 


“Kau tidak akan mengerti. Aku sudah memikirkan ini


seharian, dan aku sudah memutuskan untuk kembali berjuang.”


 


“Kau jangan menyesal.”


 


Ya, semoga saja aku tidak menyesal dengan keputusan yang


sudah ku ambil, semoga.





__ADS_1



 


__ADS_2