
Semalaman aku menangis. Aku benar-benar tidak mengerti
dengan Sehwa. Dulu dia yang menyuruhku untuk menyerah tapi sekarang ketika aku
sudah menyerah, dia menyuruhku untuk tidak menyerah.
Dan bagaimana bisa dia mengambil ciuman pertamaku.
Padahal aku sudah menjaganya untuk orang yang aku suka. Tapi Sehwa juga orang
yang aku suka. Hanya saja mementnya tak ada romantic-romantisnya.
Mataku sembab dan aku malas pergi ke sekolah. Lebih
tepatnya aku malas bertemu Sehwa.
Tok tok tok
Aku menutup badanku dengan selimut. Itu pasti ibuku.
“Sayang, kamu tidak sekolah?”
Aku tidak menjawab dan pura-pura tidur. Aku mendengar
pintu kamarku terbuka dan ibuku masuk membuka selimutku.
“Kamu tidak sekolah?” tanyanya saat aku membuka mata.
“Sera tidak enak badan ma. Ingin istirahat.”
Ibuku memegang keningku dan aku yakin tidak panas.
“Kamu tidak sakit. Masa mau bolos.”
“Ayolah ma, sekali saja. Sera ingin istirahat sehari.”
“Yasudah, tapi besok masuk ya.”
“Iya ma.”
Dia mengecup keningku tapi sebelum keluar dia kembali
menoleh. “Sarapan dulu nanti lanjut tidur lagi.”
“Iya ma.”
Seharian aku hanya bermalas-malasan di kamar. Bahkan aku
menghabiskan waktu dengan menonton drama kesukaanku.
Aku melihat hp ku dan ada beberapa pesan dari temanku
yang menanyakan kenapa aku tidak masuk.
Aku menjawab jujur jika aku sedang tidak enak badan dan
ingin istirahat.
Eh kak Chang Jang juga mengirim pesan.
Chang Jung:
Aku
dengar kau tidak masuk? Kau sakit?
Sera: Iya kak, hanya tidak enak badan.
Chang Jung: Yasudah istirahat sana, jangan banyak pikiran.
Tau saja jika aku sedang banyak pikiran.
Sera:
Iya
kak, makasi
Sera: Kak Chang Jung tidak pelajaran?
Chang Jung: Inikan jam istirahat
Aku melihat jam hp ku, oh pantas kak Chang Jung bisa
pegang hp.
Sera: Tidak
makan?
Chang Jung: Ini lagi makan. Perlu ku foto?
Sera: Hahaha tidak perlu, aku percaya kok
Chang Jung: Yasudah aku lanjut makan dulu, nanti keburu bel
__ADS_1
Sera: Iya kak, makan yang banyak 😊
Chang Jung: Kau juga makan yang banyak
Aku suka tipe orang seperti kak Chang Jung. Sudah ramah,
kalau di ajak bicara nyambung. Mana dia orangnya suka menghibur jika bosan.
Aku jadi ingat kata-kata dia dulu yang ingin mendekatiku.
Apa kak Chang Jung suka denganku?
Ah sepertinya itu tidak mungkin. Dengar-dengar tipe
perempuan yang disukai kak Chang Jung berambut panjang. Nah aku? Rambutku hanya
sebahu dan aku tidak ada anggun-anggunnya. Mungkin dia hanya bercanda.
Aku membuka galeri dan mencari foto selfie Sehwa.
Aku tertawa saat melihat muka bodohnya Sehwa. Aku tidak
tau kenapa dia selfie mengunakan hp ku. Kalau hp ku memang tidak harus
mengetahui sandinya untuk membuka kamera namun jika ingin melihat hasil fotonya
harus memasukkan sandi.
Saat melihat ada foto Sehwa, aku ingin menghapusnya namun
saying. Kan lumayan untuk dipandangin. Mana di foto dia tidak menggunakan baju
lagi.
Aku jadi teringat kejadian saat di mobil waktu itu, saat
dia melepas bajunya tiba-tiba.
Aku langsung menaruh hp ku dan menggeleng. Pikiranku jadi
kemana-mana.
Aku mengacak rambutku frustasi.
Aaaaaaa!!! Aku bingung!! Apakah aku harus mengejar Sehwa
lagi?
Aku mengambil hp ku dan membuka kontak Sehwa. Apa aku
harus memutuskan menggunakan cara yang sama seperti dulu?
Kalau dia membalasku, aku lanjut namun jika tidak maka
aku akan berhenti dan tidak peduli apapun kata Sehwa.
Tapi aku ragu. Nanti jika dia membalasnya bagaimana?
Sera:
Hwa
Read
Tuh kan dia hanya membacanya
Sehwa: Hm?
Aku langsung melempar hp ku.
Mati aku! Dia membalasnya!
Aku melihat hp ku yang tergeletak di kasur dengan tatapan
horror. Mati aku! Kenapa dia harus membalasnya? Biasanya dia akan cuek dan
mengabaikanku.
Akku mengambil hp ku kembali.
Sera:
Tumben
balas
Read
Nah kan dia tidak membalasnya. Ini orang kama-lama minta
di gampar.
Maunya apa coba?
‘Kau belum bisa
membuatku suka padamu. Jadi kau tidak boleh menyerah.’
‘Aku tau kau
masih menyukaiku.’
__ADS_1
‘Aku tunggu
perjuanganmu untuk mendapatkanku kembali.’
Aku memukul-mukul guling sembari membayangkan jika guling
itu adalah Sewha.
Namun kegiatanku itu terhenti saat kejadian Sehwa
menciumku kembali terbayang.
'Ini yang pertama untukmu?'
Wajahku memerah dan aku langsung bersembunyi di balik
selimut. Jika seperti ini caranya aku bisa gila!
Besoknya aku masuk sekolah, dan lagi-lagi kedatanganku
bertepatan dengan kedatangan Sehwa,
Aku berpapasan dengannya di koridor.
“Hai.” Sapaku dengan suara pelan.
Dia hanya melirikku dan masih mengabaikanku.
Aku langsung merangkul tangannya dan itu membuat kita
menjadi tontonan.
Aku memang tidak bisa bertingkah seperti dulu lagi, tapi
aku akan berusaha untuk mendapatkanmu lagi. Itu adalah keputusan akhirku.
Saat aku sudah akan tiba di kelas, aku mengecup pipi
Sehwa cepat dan langsung lari masuk kelas.
Aku tidak mempedulikan reaksinya. Aku sebenarnya malu,
namun aku harus lebih nekat untuk mendapatkannya.
Aku langsung menenggelamkan wajah di meja dan aku merasa
Lisa ynag juga baru saja tiba duduk di sampingku.
“Ser, aku tidak salah lihat kan tadi?”
Dia pasti melihatku mengecup pipi Sehwa.
“Kau masih sakit?”
Dia mengangkat kepalaku dan memeriksa keningku.
“Aku tidak sakit.”
“Tidak, kau pasti masih sakit.”
“Aku benar-benar tidak sakit. Aku memang mengecup pipi
Sehwa.”
Dia langsung menepuk pipiku. “Kau sadar apa ynag baru
saja kau lakukan?”
Aku mengangguk. “Aku kembali mengejar Sehwa lagi.” Ucapku
akhirnya.
Lisa menatapku tak percaya. “Aku kira kau sudah sadar.”
“Aku memiliki alasanku sendiri kenapa aku melakukan ini.”
“Apa? Kau hanya membuat dirimu sakit hari saja Ser. Lebih
baik lupakan kak Sehwa.”
“Kau tidak akan mengerti. Aku sudah memikirkan ini
seharian, dan aku sudah memutuskan untuk kembali berjuang.”
“Kau jangan menyesal.”
Ya, semoga saja aku tidak menyesal dengan keputusan yang
sudah ku ambil, semoga.
__ADS_1