
“Aku..”
Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, kak Jong Han sudah memotongnya.
“Sehwa kau di sini?”
Aku langsung berbalik badan dan menemukan Sehwa yang berdiri dengan nafas terengah. Dia menatapku sangat tajam hingga membuatku takut.
Tiba-tiba dia menarik tanganku kencang dan membawaku keluar dari klab malam.
Aku melihat kak Jong Han yang hanya berdiri tanpa berniat menoongku.
“Sehwa sakit..” Rintihku karena tarikan Sewa yang kencang. Pergelangan tanganku pasti semakin memerah.
***
Saat sudah tiba di dekat motornya, dia melepaskan tanganku dengan kasar. Sehwa mengajak rambutnya dan kembali menatapku tajam.
“Kau punya otak tidak?!”
Aku terkejut saat dia membentakku. Orang tuaku saja tidak pernah membentakku seperti itu. Entah kenapa mataku berkaca-kaca, aku ingin menangis.
“Otakmu itu dipakai! Kau menuruti begitu saja apa yang aku suruh! Kalau aku menyuruhmu mati, kau juga mau mati?!”
Dia membentakku habis-habisan dan aku akhirnya menangis. Sehwa menyeramkan dan aku takut.
Sehwa membuang nafasnya dan melihat ke arahku yang sedang menangis.
“Kau itu perempuan Ser. Setidaknya kau harus bisa menjaga diri dan tidak mudah percaya dengan lelaki.”
Suara dia mulai melembut tapi aku malah semakin menangis.
Jadi dia membohongiku? Setega itukah Sehwa? Aku seharusnya menurut dengan temanku untuk tidak datang ke sini.
Aku mengusap air mataku yang sialnya tidak mau berhenti. “Tapi aku percaya padamu..” suaraku jadi bergetar karena menahan isakan.
Hening. Hanya suara isakan kecilku yang terdengar. Aku hanya menunduk tidak berani melihat wajahnya.
“Sampai kapan kau mau menyerah mengejarku?”
Aku menggeleng. Aku juga tidak tau kapa aku akan menyerah. Aku juga bingung kenapa aku bisa sejauhini dengan Sehwa
Lagi-lagi aku mendengarnya menghela nafaas. Setelah itu aku merasakan jika Sehwa memakaikan helm ke kepalaku. Aku menatapnya bingung dengan masih berlinang air mata.
“Aku akan mengantarmu pulang.”
__ADS_1
Dia juga memakai helmnya lalu naik ke motor. Tapi aku masih diam.
Aku menggeleng, tanda aku tak ingin pulang. Jika aku pulang dengan berlinang air mata orang tuaku pasti akan menghujaniku dengan banyak pertanyaan.
Sehwa mematikan motornya dan menatapku. “Kau mau apa?”
“Aku ingin jalan bersamamu.”
“Kali ini aku akan menuruti permintaanmu. Sekarang cepat naik.”
Sehwa langsung menarikku dan menaikkanku ke motornya. Mungkin dia sebal karena aku masih tetap diam.
“Pegangan yang benar.”
Tanganku yang awalnya hanya menyentuh ujung kaos Sehwa langsung memeluk dia.
Aku menyenderkan kepalaku ke punggungnya dan memeluk Sehwa semakin ereat. Aku tidak tau dia akan membawaku ke mana, semoga dia tidak membohongiku lagi.
Motor Sehwa berhenti di pinggir sungai dan dia langsung duduk di bangku kosong, meninggalkanku yang masih berdidi di samping motor.
“Kau tidak mau duduk?” dia bahkan tidak menoleh ke belakang.
Aku langsung mendekatinya dan duduk di sampingnya. Kita hanya saling diam sembari melihat pemandangan sungai.
Aku melirik Sehwa yang sepertinya kedinginan karena dia hanya menggunakan kaos putih polos, tipis lagi.
Aku melepas coatku dan memberikannya pada Sehwa. Dia melihatku bingung. “Aku tau kau kedinginan.”
“Kau saja yang memakainya. Kau nanti bisa kedinginan.”
Aku akhirnya melebarkan coatku dan menyelimuti paha kita berdua. Malah jadi so sweet.
Keadaan kembali hening tapi akhirnya Sehwa buka suara.
“Apa yang kau suka dariku?” tanyanta tanpa melihatku.
“Aku juga tidak tau. Aku juga bingung kenapa aku bisa suka denganmu.”
Aku menoleh dan menatap wajah Sehwa dari samping. Karena merasa diperhatikan, dia menoleh dan kita saling bertatapan.
Jantungku. Tolong selamatkan jantungku!
“Maaf, tapi aku tidak akan bisa menerima perasaanmu.”
Dan jantungku rasanya berhenti berdetak. Apakah aku mati? Dadaku terasa sesak dan sakit.
__ADS_1
Sehwa memang sering menolakku tapi entah kenapa ini penolakan yang paling menyakitkan untukku.
***
Sebelum pulang, kita jalan-jalan bentar di taman kecil di dekat sana. Sehwa jalan di belakangku dan saat aku menoleh, aku melihatnya yang sedang memejamkan mata sembari merentangkan tangan.
Dia tadi mengatakan kalau dia jarang keluar jalan-jalan seperti ini.
Aku mengambil hpku dan memotretnya yang masih pada posisinya.
Iseng, aku menguploadnya di social mediaku.
sera.lee Biarkan tetap seperti ini untuk beberapa saat
Aku langsung memasukkian hpku saat dia mengajakku pulang.
Setibanya di rumah, aku langsung mendapat pertanyaan dari ayahku yang sedang menonton bola kenapa aku pulang larut.
Aku hanya bisa berbohong memberi alasan yang pas, aku belum siap jika harus bercerita sejujurnya kepada ayahku.
Paginya, hpku penuh dengan notifikasi. Aku bangun siang karena aku sangat lelah. Apalagi hari ini minggu, dan minggu adalah hari bangun siang.
Aku buka social media dan banyak yang mengomentari foto yang ku upload semalam.
sera.lee Biarkan tetap seperti ini untuk beberapa saat
kimhaan Kau tidak papa kan? Dia menyakitimu?
lisaaa Ini siapa? Kak Sehwa? Kau serius jalan dengan dia??
pcj__ Wihh @oohsehwa sudah main bareng
sehwaisem Bukannya ini kak Sehwa??? @degemdegem @pecintacogan
pecintacogan Nah iya. Ini kak Sehwa!! @sehwaisem @degemdegem
kimmingyu_ Kau jalan dengannya? Jadi kau masih suka dia?
oohsehwa Kenapa kau memotretku diam-diam. | Aku tidak berbuat apapun @kimhaan | Diem @pcj__
Nah Sehwa juga ikutan komentar.
…
__ADS_1
Sehwa menatapmu sembari tersenyum tipis. "Jangan lupa Like, komen, dan share."