
Aku mengambil hpku dan membuka social media.
sera.lee air yang tak sampai pada pemiliknya
lisaaa Kau masih di lapangan?
gea.ns Aku dan Lisa tadi mencarimu tapi kau tidak ada
pcj__ Sini untukku lagi aja
kimmingyu_ Hpmu sudah kembali? Kenapa kau tidak memberitauku?
sera.lee Iya @lisaaa | Aku tadi di pingir lapangan @gea.ns
sera.lee Aku sudah menghabiskannya @pcj__
sera.lee Sudah. Sekarang kau sudah tau @kimmingyu_
Saat ini aku sedang duduk di pinggir lapangan yang sekarang sudah sepi. Jangan bertanya kenapa sedari tadi kenapa aku hanya duduk diam tanpa melakukan apapun karena aku sendiri juga tidak tau kenapa.
Aku menatap botol air mineral yang sudah tinggaal setengah. Apa yang harus aku lakukan lagi untuk bisa mendapatkanmu?
Aku menatap langit sore yang indah. Kapan ya aku menjadi burung yang bisa terbang bebas di langit?
Saat langit mulai gelap akhirnya aku menghubungi ayahku untuk menjemput tapi ternyata ayahku masih ada urusan di kantor.
Akhirnya aku menghubungi Lisa dan Gea tapi Lisa sedang menemani ibunya belanja dan Gea di rumah menjaga adiknya yang sedang sendirian.
Aku menatap layer hpku yang tertera nama Sehwa. Kira-kira jika aku mengubungi Sehwa dia akan membasanya tidak?
***
Sera: Sehwa
06:40 pm
Read
Sera: Jemput aku
06:50 pm
Read
Sera: Aku tidak ada yang menjemput. Aku masih di lapangan :(
06:55 pm
Sera: Tolong :' aku takut di sini sendiri.
Sera: Uangku habis membelikanmu minum tadi
07:07 pm
.
.
.
08.02 pm
Read
Aku hanya memeluk lututku sembari menengelamkan muka. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Aku tidak punya uang untuk naik taxi.
__ADS_1
Seha memang tidak bisa diandalkan jika menyangkut masalah seperti ini. Aku harus menghubungi siapa lagi?
Mingyu?
Sera: Ming. Kau di mana?
08:40 pm
Bahkan Mingyu tidak membaca pesanku.
Tiba-tiba hp ku berbunyi, ada penggilan dari ayahku. Aku segera mengangkatnya dan ternyata ayahku mau menjemput.
Tak berapa lama ayahku tiba dan aku segera masuk ke dalam mobil. Aku sudah kedinginan sedari tadi.
Saat mobil mulai meninggalkan lapangan, sekilah aku melihat siluet lelaki yang mirip dengan Sehwa sedang berdiri di pinggir lapangan, dekat tempatku duduk tadi. Dia melihat ke arah mobil yang aku naiki.
Tidak mungkin itu Sehun. Dia tidak akan mau merepotkan dirinya malam-malam hanya untuk menjemput bocah sepertiku. Itu mustahil.
Mungkin aku hanya sedang berhalusinasi karena terlalu lama di luar.
***
Sekarang aku sedang diteraktir Mingyu di kantin. Kelas kami memang berbeda jadi kami jarang bertemu jika bukan saat istirahat atau janjian.
“Kau mau apa?” tanya Mingyu.
“Aku es kopi tanpa gula.”
“Memang manis?”
“Kan aku sudah manis.” Ucapku dengan penuh percaya diri.
“Aku bakso dam es teh.” Sehut Lisa.
“Aku sama.” Gea.
“Kalian bayar sendiri. Aku hanya mentraktir Sera. Kau tidak makan Ser?”
“Ga mood makan.”
“Ayolah, sekali-kali teraktir kita juga.”
__ADS_1
Aku mengedarkan pandangan, mengabaikan perdebatan di hadapanku. Pandnaganku langsung tertuju pada satu meja yang berisikan anak basket yang kemarin memenangkan lomba.
“Lis kita tukar tempat.”
Aku berdiri dan menarik Lisa lalu duduk di tempat Lisa tadi. Nah dari sini aku bisa lebih leluasi melihat Sehwa.
“Kak Sehwa lagi pasti.” Komen Lisa.
“Ser kenapa kau pindah sih.” Itu Mingyu yang baru saja datang dari memesan makanan.
“Tidak papa, hanya ingin saja.”
“Tapi aku ingin duduk di sampingmu. Gea kau pindah sini.”
“Ayolah duduk tinggal duduk saja, kenapa repot?” komen Gea.
Mingyu segera menarik Gea dan duduk di sampingku.
Aku tidak mau mempedulikan mereka dan mengambil hpku.
Sera: Makan yang banyak
Read
Aku tersenyum ketika Sehwa saat dia memandang ke arahku tapi itu hanya sebentar.
Pesanku tidak dibalas.
“Ser buka mulutmu.”
Aku menoleh kea rah Mingyu yang sedang mengarahkan potongan bakso ke arahku dan aku langsung memakan bakso itu.
“Gila Ming! Kau mau membunuhku?!” aku langsung menghabiskan es kpiku karena kepedasan.
Bukannya merasa bersalah, Mingyu malah tertawa puas. “Kau main hp terus sih. Aku tau hpmu itu baru tapi saat makan tidak baik pegang hp.”
Aku masih kepedasan walaupun es kopiku sudah habis. “Kau memasukkan apa ke dalam bakso? Kenapa pedas sekali?!”
“Bakso yang kau makan tadi baru saja dicelupkan ke sambal. Kau sendri warnanya sudah berubah masih main makan saja.” Jelas Lisa.
Aku merebut es teh Lisa dan langsung menghabiskannya. “Kau gila Ming. Kalau perutku sakit kau harus tanggung jawab!”
***
__ADS_1