
Karena masih juga kepedasan, aku meraih es kopiku namun Sehwa lebih dulu mengambilnya dan langsung meminumnya hingga habis.
“Kenapa kau menghabiskannya? Itu punyaku.”
“Aku sudah bilang, otakmu itu dipakai.” Suara Sehwa mulai menyeramkan lagi.
“Ini ada apa? Kenapa jadi tegang.” Kak Jong Han melihat kita berdua.
Bukan hanya kak Jong Han dan teman-temannya, tapi banyak murid yang juga melihat ke arahku dan Sehwa.
“Aku masih kuat..” jawabku lirih. Tapi jujur, perutku sudah panas sejak suapan ke tiga tadi.
"Gue masih tahan ko.." jawab gue lirih. Tapi jujur, perut gue udah panas sejak suapan ke tiga tadi.
“Kau itu selalu merepotkan orang lain.”
Lisa dan Gea menghampiriku karena merasa ada keributan.
“Ini ada apa kak?”
“Aku juga tidak tau. Sera hanya makan nasi goreng pedas, lalu Sehwa marah-marah.” Jelas kak Jong Han.
Wajah Lisa langsung panik. “Kau tidak papa? Kita ke UKS ya?”
“Aku tidak papa.” Jawabku masih menatap Sehwa.
Tapi Sehwa sepertinya tau perubahan ekspresiku. Iya, sekarang aku sedang menahan sekit. Lambungku sudah bergejolak sedari tadi.
“Ser.” Panggil Lisa tapi aku hanya diam.
“Memangnya dia kenapa?” tanya kak Chang Jung.
“Sera punya sakit maag parah kak. Dia tidak boleh makan pedas. Apalagi dia belum sarapan.”
Mereka langsung menarapku penuh kekhawatiran.
“Sampai kapan kau mau ngotot.”
Aku masih menatap Sehwa. Nafasku mulai naik turun dan mencengkram rokku untuk melampiaskan rasa sakitku. Mataku mulai berkaca-kaca.
Sehwa tiba-tiba berdidi dan membopongku. Aku tidak perotes dan langsung menenggelamkan wajahku ke dadanya. Aku mencengkram bajunya kuat, bahkan sampai membuatnya kusut.
Dan aku menangis.
Sehwa membopongku. Aku tidak peduli akan tatapan semua orang. Dia membawaku ke UKS dan membaringkan badanku di ranjang.
Tanganku masih mencengkram bajunya, membuatnya tidak bisa menarik badannya.
Aku merasakan tangan Sehwa menyentuh yanganku dan melepaskan cengkramanan. Dia memegang erat tanganku, menyuruhku melampiaskan rasa sakit itu ke tangannya.
“Ada apa ini?” itu pasti guru jaga.
“Maagnya kambuh.” Dan itu Sehwa.
Aku masih memejamkan mata dan menggenggam tangan Sehwa erat. Gila perutku sangat perih.
“Pasti belum sarapan ya.”
“Tadi dia makan pedas.”
__ADS_1
“Ini diminum obatnya, nanti ibu bawakan makanan agar lambungnyamu netral.”
“Terima kasih bu.” Itu suara Sehwa.
Sehwa membantuku dudk. “Makan dulu obatnya.” Mulutku terbuka sedikit dan dia memasukkan obat berwarna hijau itu ke mulutku lalu membantuku minum.
Mataku terbuka sedikit, dan aku menatap Sehwa yang masih menggenggam tanganku.
“Tidurlah agar sakitnya hilang.”
AKu tidak banyak berkomentar dan langsung tidur. Tak berapa lama setelah aku tertidur, makanan yang dibawa oleh guru jaga tiba.
***
Aku tiduran di kamar sembari menatap langit-langit kamarku. Kata-kata Sehwa terus terngiang di otakku.
‘Kau tidak ada bosan-bosannya menggangguku.’
‘Kau itu selalu merepotkan orang.’
‘Kau punya otak tidak sih?!’
‘Otak itu di pakai!’
‘Kalau tidak bisa menjaga diri, jangan merepotkan orang lain.’
‘Sampai kapan kau mau mengejarku?’
Aku menghela nafas dan memiringkan tubuhku. Aku memeluk guling kencang. Apa harus aku menyerah sekarang?
Sehwa memang tidak pernah melirikku. Aku selalu merepotkannya dan menganggunya. Dia bahkan membohongiku.
Aku mengambil hpku dan membuka galeri foto. Ku tatap foto Sehwa yang aku ambil diam-diam.
Sebenarnya aku sakit saat kau selalu menatapku malas dan dingin. Sebegitu menjijikkankah aku di matamu?
Sebenarnya aku itu kurang apa?
Aku ingin menyerah, tapi hati kecilku tidak mau menyerah mendapatkanmu.
Aku membuka kontak Sehwa dan melihatinya, aku terdiam beberapa saat.
Jika kau membalas pesanku, aku lanjut
Tapi jika kau tidak membalasnya, aku berhenti.
Sera: Sehwa
09:58 pm
Read
Aku menunggu hampir setengah jam dan tidak ada balasan dari Sehwa.
Jadi aku benar-benar harus menyerah?
Tapi aku agak tidak rela.
sera.lee Aku menyerah 💔
__ADS_1
Aku langsung mematikan hpku dan tidur. Besok aku bisa kesiangan jika tidak cepat tidur.
Paginya seperti biasa aku diantar oleh ayahku ke sekolah. Aku melihat hpku dan banyak notifikasi masuk. Karena sedang malas membuka social media, aku tidak melihat semua notif dan langsung aku silent.
Aku pamit dan turun dari mobil. Saat aku sudah akan memasuki gerbang sekolah, dari kejauhan aku melihat Sehwa yang baru saja masuk gerbang.
Aku harus bisa.
Aku langsung masuk kelas dan di dalam kelas, aku mendapatkan banyak pertanyaan dari Lisa Gea mengenai uploadanku semalam.
“Kau menyerah untuk mendapatkan Sehwa?” Tanya Lisa.
Aku hanya mengangguk.
“Kerasukan apa kau semalam?”
“Aku sadar jika aku tidak bisa mendapatkan Sehwa. Agak tidak rela sih, tapi aku harus move on.”
“Nah gitu. Itu baru temanku!” Gea langsung merangkulku.
Entah kenapa setiap aku jalan pasti bertemu dengan Sehwa. Tapi aku bersikap seolah-oleh tidak melihat dan tidak mengenalnya. Aku bahkan tidak meliriknya saat berpapasan di koridor.
Memang susah, tapi nanti juga terbiasa.
Mendengar kabar jika aku sudah menyerah, Mingyu malah kembali mendekatiku lagi. Mendekati di sini tidak seperti biasanya. Dia memperlakukanku seperti pacarnya, padahal sudah berulang kali aku tolak.
Seharian menghindari Sehwa rasanya begitu aneh. Seperti di sekolah tidak ada hiburan yang bisa aku lakukan.
Malamnya aku iseng membuka social mediaku karena semenjak aku upload foto kemarin, aku belum membukanya lagi.
sera.lee Aku menyerah 💔
kimmingyu_ Asik! Aku ada kesempatan lagi! 😘
lisaaa Akhirnya kau sadar
pecintacecan Cantiknya 😍
gea.ns Sudah tobat
pcj_ @oohsehwa
Kak Chang Jung suka banget tag Sehwa
hyeri_0609 Sadar diri juga
degan01 Target baru nih @degan02 @degan03 @degan04
kimmingyu_ Punya ku woi! Senggol bacok! @degan01 @degan02 @degan03 @degan04
degan03 Woles bang. Kau sudah ditolak kan @kimmingyu_
oohsehwa y
Apaan ini? Sehwa hanya berkomentar y saja?
Tapi sekarang komentarku penuh adek ganteng (degan). Aku tak mau dijadikan rebutan degan.
Dan komentarnya masih banyak, aku malas membacanya. Yang pasti Sehwa sudah tau kalau aku menyerah.
Pasti dia sedang berpesta karena terlalu senang.
***
__ADS_1