Perjuangan Cinta Sera

Perjuangan Cinta Sera
Chapter 8


__ADS_3

Nah Sehwa juga ikutan komentar.




kimhaan Kau gila ya Hwa, menyuruh anak orang ke tempat seperti itu lalu ditinggalkan. Ungtung aku ada di sana. @oohsehwa


gea.ns Sehwa asli? Semakin berkembang saja usahaku haha


leanhyunee_ Oh jadi kau pergi meninggalkan kita karena dia? @oohsehwa @mun_kim


mun_kim Kau tega dengan teman. Untung rumahmu tidak kuberantakin. @oohsehwa


oohsehwa Diam kalian semua! @leanhyunee_ @mun_kim


hyeri_0609 Gtl




Nah ini apa lagi? Jadi kemarin Sehwa sedang bermain bersama temannya?



Wah dia sangat niat membohongiku.



Kak Hyeri ikutan komen lagi.




sera.lee Aku tidak apa-apa kak. Makasih sudah menolongku 😊 @kimhaan


sera.lee Ya serius lah @lisaaa | iya dong kak @pcj_ | y @kimmingyu_


sera.lee Salah sendiri menutup mata 😛 kapan-kapan ajakin jalan lagi @oohsehwa


sera.lee biarin @hyeri_0609


oohsehwa Tidak mau




Jadi rame kan. Aku hanya tersenyum melihat komentar terakhir Sehwa. Dia tetap sama saja.



Tok tok tok



"Sayang. Kamu udah bangun belum, itu sarapannya cepat dimakan."



"Iya ma!"



Aku langsung turun untuk sarapan. Saat aku balik ke kamar hp k uterus berbungi, dan itu ulah Mingyu.




Mingyu: Ser


Mingyu: Hai Ser


Mingyu: S


Mingyu: E


Mingyu: R


Mingyu: A


Mingyu: Kau marah denganku ya?


Mingyu: Ser


Mingyu: Aku minta maaf karena kemarin mengungkiit masalah itu lagi.


Mingyu: Sera..


Read


Sera: Pagi-pagi sudah spam aja


Sera: Slow aja kali

__ADS_1


Read


Mingyu: Kau memaafkanku kan?


Mingyu: Apa harus aku suap supaya kau memaafkanku?


Read


Sera: Peka juga


Mingyu: Aku masih mampu jika teraktir es krim


Mingyu: Kau mau?


Sera: Iya! Aku mau! Aku mau yang rasa kacang merah!




Aku paling suka yang seperti ini.




Mingyu: Kau bersiaplah, aku jemput


Read



Lumayan es krim gratis




***




Mingyu: Aku sudah di depan rumahmu


Read



Aku buru-buru pamit orang tua dan langsung keluar. Aku melihat Mingyu yang sedang duduk bersandar di motornya.




Aduh itu senyumnya tolong dikondisikan.



“Kita pergi sekarang.” Dia memberiku helm dan langsung aku pakai.



Tidak lama, kita tiba di mini market. Aku menatap Mingyu bingung. Untuk apa kira ke mini market?



“Kau tunggu di sini sebentar.”



Dia masuk meninggalkanku sendirian. Tapi tidak lama dia keluar lagi dengan membawa sesuatu di tangannya.



“Nih.”



Aku menatap sebungkus es krim batangan rasa kacang merah yang diulurkan Mingyu.



“Cepat ambil sebelum meleleh.” Dia mengambil tanganku dan memaksaku memegang es krim itu.



Aku menatap Mingyu sengit. Jadi ini yang dia namakan terakhir es krim? Kalau seperti ini aku juga bisa beli sendiri.



“Kenapa? Kau tidak suka? Kau pasti berpikir kita akan makan di kedai es krim.”



Dia tau saja apa yang aku pikirkan.

__ADS_1



“Uangku sudah habis. Jadi makan saja es krim itu.”



Mingyu membuka bungkus es krim miliknya yang rasa anggur.



“Sudah cepat dimakan. Jangan cemberut terus.”



Dengan terpaksa aku memakan es krimnya. Lagipula aku juga suka es krim ini, rasanya itu berbeda dengan es krim biasanya.



Sembari memakan es krim, Mingyu mengajakku jalan di taman yang tidak jauh dari mini market.



Setelah itu, sorenya kita bermain ke taman hiburan. Yang ini aku bayar sendiri karena aku kasihan dengan Mingyu.



Kita bermain beberapa wahana yang sukses membuatku pusing dan mual.



“Kau sih sudah dibilang jangan naik itu tetap saja nekat.”



Aku mengambil air yang diulurkan Mingyu dan langsung meminumnya hingga setengah.



“Kan aku ingin mencobanya.”



“Ser aku ke toilet sebentar. Kebelet.”



“Iya, jangan lama-lama, aku ingin cepat pulang.”



Mingyu langsung pergi ke toilet, meninggalkanku sendirian.



Langit sudah mulai gelap tapi teman hiburan semakin ramai padahal besok hari Senin.



Aku mempertajam penglihatanku saat aku merasa melihat sosok yang mirip Sehwa sedang jalan bersama perempuan.



Dan benar. Itu 100% Sehwa yang sedang bersama kak Hyeri.



Tanpa basa basi aku langsung mendekati mereka dan memposisikan diri di antara mereka berdua.



“Kau di sini juga?” tanyaku yang mengabaikan muka kak Hyeri yang kesal.



“Kau mengikutiku?”



“Ya tidak lah. Ak uke sini bersama temanku.”



“Oh.”



Sehwa maju dan menarik kak Hyeri pergi, tapi aku tetap berusaha berdiri di antara mereka berdua. Bahkan tangan Sehwa yang tadi menarik kak Hyeri pun terlepas.



“Ayo kita naik wahana.” Ajakku dan langsung menarik Sehwa pergi.



“Tunggulah aku, aku akan menelfonmu!” teriak Sehwa ke kak Hyeri karena aku memaksanya untuk mengikutiku.


__ADS_1


Kak Hyeri melihatku dengan tatapan tak suka, tapi aku tidak peduli karena sekarang aku mendapatkan Sehwa.


__ADS_2