Perjuangan Cinta Sera

Perjuangan Cinta Sera
Chapter 6


__ADS_3

“Kau sungguh menerima Mingyu?” tanya Gea.



“Tidak. Aku itu selalu berpegang teguh pada prinsip. Sekali tidak ya tetap tidak.”



“Kau menyia-nyiakan cogan.” Komentar Lisa.



“Kan aku sudah punya Sehwa.”



Mereka berdua langsung memutar mata malas. Mereka mungkin bosan karena aku selalu membicarakan Sehwa. Tapi aku tidak peduli.



“Aku nanti malam minggu bersama Sehwa.”



“Kau jangan mengkhayal.”



“Aku serius. Nih.” Aku menunjukkan pesan dari Sehwa yang bertulisakan sebua tempat.



Lisa mengerutkan kening ngeliat pesan dari Sehwa. “Dia menggajakmu ke klab malam?” tanyanya tidak percaya dan aku hanya mengangguk.



“Kau masih di bawah umur. Untuk apa kau ke sana? Yang ada nanti digangguin om om hidung belang.”



“Itu tidak akan terjadi. Kan ada Sehwa.”



“Tapi tetap saja bahaya Ser. Kau tidak pernah masuk ke tempat seperti itu kan?”



“Apa lagi kau tidak suka asap rokok. Kau tidak akan betah di sana.” Sambung Gea.



“Kenapa kalian tidak ada yang mendukungku? Kalian tidak bisa melihatku senang jalan dengan Sehwa sekali saja?”



“Kita sudah bilang padamu, jangan nyesel nanti.”



“Tidak akan.”



***



Aku mengeluarkan seluruh isi lemariku dan mencari baju yang cocok untuk kencan pertamaku. Aku bingung harus menggunakan baju seperti apa.



Aku akhirnya menggunakan baju casual biasa dan mempoles wajahku sedikit agar terlihat segar.



Setidaknya aku harus tampil sedikit lebih cantic di depan Sehwa.



Saat aku turun dari kamar, orang tuaku yang sedang menonton televisi melihatiku curiga.



“Mau pergi?” itu ibuku yang bertanya.



“Iya, hanya sebentar.”



“Dengan siapa? Sudah malam.” Aduh ayahku memang agak sensitive kalau anaknya pergi malam.



“Calon pacar.” Jawabku dengan mengecilkan kata calon.


__ADS_1


“Kamu benar sudah punya pacar?” sekarang ibuku yang mengintograsi.



“Sudah ya, nanti Sera terlambat.”



“Jangan pulang larut.”



“Iya.”




***



AKu turun dari taxi dan langsung mengirim Sehwa pesan.



Sera: Di mana? Aku sudah di depan.


Read


Sehwa: Masuk saja


Read



Aku langsung masuk ke dalam klab yang sudah berada di depanku. Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki ke tempat seperti ini.



Suara musik langsung membuat gendang telingaku sakit. Bau alcohol dan asap rokok yang menyeruak di tempat itu juga membuatku ingin muntah.



Aku tidak suka dengan asap rokok. Menurutku asap rokok menyumbang pemanasan global lebih cepat. Hati-hati nanti kalau bumi musnah semua baru pada bingung.



Aku mengedarkan pandangan mencari sosok Sehwa. Tapi aku tidak menemuka dia di manapun.



Aku semakin masuk dan aku melihat pemandangan yang tidak pantar dilihat untuk anak seumuranku. Di sini banyak perempuan kelabang.





Sera: Kau di mana? Aku sudah di dalam.


Read


Sera: Hwa..


Read




Gila! Dia hanya membacanya!



Aku menatap perempuan kelabang yang sedang menggoda om om. Sumpah mataku sudah ternodai.



Hpku berbunyi dan aku langsungmelihatnya, pesan dari Sehwa.




Sehwa: Kau serius masuk ke sana?


Read


Sera: Iya. Sekarang kau di mana? Aku takut ssendirian lama-lama di sini.


.


.


.


Read

__ADS_1


Sera: Sehwa..


Sera: Kau di mana?



Tidak dibaca. Aku menggenggam hpku sembari melihat sekeliling. Lama-lama aku tidak nyaman karena ditatap oleh beberapa pria.



Tiba-tiba ada seorang lelaki yang mendekatiku. Dia bukan om om, dia masuh muda tapi mukanya tidak meyakinkan.



“Sendirian aja?” tanyanya.



“Aku sedang menunggu seseorang.” Jawabku dengan bodohnya.



“Sudah mending sama abang saja, dijamin puas.”



Aku memekik saat dia menarik tanganku. “Lapaskan!” aku memberontak tapi dia tetap menarikku.



Sehwa.. kau di mana..



Mataku berkaca-kaca saat dia semakin menguatkan cengkramannya dan meanrikku ke tempat sepi. Namun tiba-tiba ada seseorang yang menariku kencang dan melepaskanku dari cengkraman lelaki yang ingin mesumin aku tadi.



“Dia punyaku.” Aku mendongak menatap orang yang baru saja datang itu.



Kak Jong Han



“Aku dulu yang melihatnya! Kau cari perempuan lain!” ucap lelaki itu.



Saat lelaki itu akan meanrikku, Kak Jong Han langsung menarikku ke belakang tubuhnya.



“Kau pergi atau kau tidak akan pernah bisa masuk ke klab ini lagi?”



“Memang kau siapa?!”



“Kau tidak tau aku? Aku pemilik klab ini.”



Lelaki yang tadi percaya diri langsung pergi meinggalkan aku dan kak Jong Han.



“Kau tidak papa?” Kak Jong Han melihat pergelangan tanganku yang merah.



“Aku tidak papa kak, hanya syok aja.” Iya aku hanya syok karena aku tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya. “Kak Jong Han serius pemilik klub ini?”



Jujur aku agak penasaran. Gila benar kak Jong Han bisa punya klab malam.



“Tidak.” Jawabnya dengan cengiran. “Aktingku bagus kan? Sudah cocok main drama hahaha.”



Haduh dia ternyata bohong.



“Oiya kau kenapa bisa berada di tempat seperti ini? Kau tidak mungkin suka main di tempat macam ini kan?”



“Aku..”



Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, kak Jong Han sudah memotongnya.

__ADS_1



“Sehwa kau di sini?”


__ADS_2