
Saat di sekolah, hp baruku langsung dipenuhi foto selfie teman-temanku. Aku saja belum selfie dengan hpku sendiri.
“Gila! Jangan foto banyak-banyak!”
Aku hanya bisa melihat muka-muka dengan ekspresi yang berbeda di layer hpku.
“Hpmu bagus untuk selfie. Wajahku jadi putih bersih.” Gea.
“Langsung kirim ke hpmu dan hapus.”
“Iya cantikk.”
Aku segera menoleh ke jendela saat merasakan siluet Sehwa. Dan benar saja, dia sedang lewat di depan kelasku.
Aku segera mengikuti Sehwa yang ternyata sedang berjalan berdampingan dengan Hyeri.
Dengan wajah tanpa dosa, aku menyelinap di antara keduanya. Biarkan aku menjadi tembok pemisah di antar kalian.
Sehwa menatap aku tajam tapi aku segera memeluk lengannya dan menariknya pergi, meninggalkan Hyeri yang bingung.
“Kamu apa-apaan sih?” Sehun menyentak tanganku kasar. Untung sudah tidak berada di depan Hyeri.
“Jangan dekat-dekat dengan kak Hyeri.”
“Memang kau siapa?”
“Aku calon pacarmu.”
Sehwa tertawa remeh, “Jangan terlalu pede.”
“Aku akan membuktikan bahwa aku pantas menjadi pacarmu.”
“Dengan?”
Aku berpikir sejenak. “Dengan apapun!”
Lagi-lagi Sehwa tersenyum meremeh kepadaku. Dan dalam hitungan detik, dia mendorongku ke dinding dan serius itu sakit.
“Kau benar-benar menyukaiku? Kau bahkan belum mengetahui sifatku yang sebenarnya.”
Serius, jantungku berdebat karena wajah Sehwa yang begitu dekat dengan wajahku tapi aku masih membernikan diri untuk menatapnya.
“Seharusnya kau sudah tau jawabanku.”
__ADS_1
Uh! Dia tersenyum lagi tepat di depan mukaku! Dan jika terus dalam keadaan seperti ini aku tak akan bisa bertahan lebih lama lagi.
Sehwa semakin mendekatkan wajahnya dan aku yakin mukaku sudah memerah. Kakiku juga sudah lemas.
Uh dia senyum lagi tepat di depan muka gue! Gue lama-lama ga kuat!
Sehun makin deketin wajahnya dan gue yakin muka gue udah merah banget. Kaki gue juga udah lemes.
Dia ingin menciumku? Serius? Tapi aku belum siap! Ini pertama bagiku!
Reflek aku mendorong dada Sehwa menjauh dan dia hanya tersenyum melihat reaksiku yang mungkin diluar dugaannya.
“Bagiku kau hanya bocah labil yang sedang kasmaran denganku.”
Sehwa mendekatkan badannya lagi dan menatapku tajam. “Bocah sepertimu itu belajar. Bukan memikirkan pacarana!”
Tak!
“Aw!”
Aku langsung menyentuk keningku yang disentil begitu keras olehnya.
Aku menatapnya sebal, tapi dia hanya tersenyum yang menurutku sangat manis. “Mau lagi?”
“Kau juga gila kan?”
Tiba-tiba dia kembali menyentil keningku lagi dan kali ini lebih keras dari sebelumnya.
“Aissshh!” aku hanya berjongkok sembari mengelus keningku yang terasa panas. Sedangkan dia pergi entah ke mana.
Aneh ya kenapa aku bisa suka dengan orang sepertinya.
***
Aku sedang duduk sendirian di pinggir lapangan. Lisa dan Gea entah pergi ke mana.
Hari ini ada pertandingan basket dan kehadiranku di sini tak lain dan tak bukan adalah karena Sehwa. Pacar masa depanku.
Hari ini dia bermain. Aku tidak heran kalua dia sering ikut dalam perlombaan basket antar sekolah karena dia adalah ketua tim basket sekolahku.
Sudah tampan, pemanin basket pula. Sayang belum bisa dapetin dia.
Sepanjang permainan aku hanya bisa meneriaki Sehwa dan teman-temannya karena mereka terlihat sangat keren.
__ADS_1
Aku ingin berlari ke tengah lapangan dan menyeka keringat Sehwa yang bertebaran di mana-mana. Dia terlihat semakin tampan.
Hasil pertandingan aku sudah bisa menebaknya. Sekolahku menang.
Dengan sebotol air mineral, aku menghampiri Sehwa dan teman-temannya. Saat aku memberikan air yang ku bawa ke Sehwa ternyata kak Hyeri juga melakukan hal yang sama.
Tanpa melirik minum yang aku ulurkan, Sehwa seger meminum dari botol yang kak Hyeri berikan.
“Tch!”
“Sini untukku saja.” Chang Jung merebut botolku dan langsung meminumnya.
“Kak Chang Jung bermain sangat keren!” hebohku karena memang Chang Jung bermain tidak kalah keren dari Sehwa.
Dia tertwa lepas. “Biasa saja.”
Jika dilihat lama-lama, Kak Chang Jung kenapa semakin tampan saja. Senyumannya itu membuat siapa saja menjadi tenang.
Aku beralih melihat Sehwa yang duduk di bangku sendirian dengan handuk di lehernya. Aku sudah tak melihat kak Hyeri.
“Sana pergi. Jangan ditahan gitu, nanti sembelit.” Aku tau betul apa maksud Kak Chang Jung karena sedari tadi aku melihat ke arah Sehwa.
“Yasudah kak, aku ke sana dulu.”
Aku duduk di samping Sehwa yang seketika membuat dia menoleh dari layer hpnya.
Saat tau ternyata aku yang duduk di sebelahnya, dia langsung mengabaikanku dan kembali focus pada hpnya.
Diam-diam aku mengintip apa yang ada di layer hpnya. Dia sedang membuka pesan tapi dia langsung menutupnya karena merasa aku melihatinya sedari tadi.
“Kau tak pernah bosan ya.”
Aku hanya tersenyum membalas perkataan Sehwa.
“Kau lelah?” aku mengambil handuk yang ada di lehernya dan menyeka keringat di pelipisnya tapi dia dengan cepat menangkis tanganku.
“Lebih baik kau membelikanku minum.”
“Baiklah. Kau tunggu sebentar, jangan ke mana-mana.”
Aku segera pergi untuk membeli minum, tapi saat aku kembali Sehwa sudah tidak ada.
Sial! Dia menipuku!
__ADS_1