Perjuangan Cinta Sera

Perjuangan Cinta Sera
Chapter 2


__ADS_3

“Tabrak saja,” aku semakin menghadang motor Sehwa.



“Sumpah! Jadi orang jangan bikin kesel orang!”



“Aku anggap itu sebagai pujian.”



“Sudah! Cepat naik! Aku Lelah!”



Hore! Aku menang!



Dengan penuh senyuman aku naik dan memeluk Sehwa dari belakang, hitung-hitung modus.



“Jangan modus.”



Aku tidak peduli dengan ucapan Sehwa dan tetap memeluk dia.



Akhirnya aku bisa pulang.



***



Semalam aku tidur dengan nyentak bahkan sampai bermimpi Sehwa. Hidup mimpiku sangat bahagia, bisa jalan bareng Sehwa.



Setelah bersiap, aku segera turun menghampiri orang tuaku yang sudah duduk di meja makan untuk sarapan.



“Pagi sayang.”



“Pagi ma, pa.”



“Kau terlihat bahagia hari ini.” Sambung papaku yang sedari tadi melihat ke arahku dengan penuh curiga.



“Maklum kemarin habis diantar pulang lelaki.”



Aku langsung melihat mama. Kenapa mama bisa tau? Perasaan kemarin waktu aku sampai rumah tidak ada orang.



“Pacar kamu?” tanya papa.



“Otw pa.” Aku mendapat tatapan bingung dari papa. “Tidak pa, hanya kakak kelas yang kebetulan rumahnya searah.”



Papa hanya mengangguk mengerti. “Oiya Ra, kita punya hadiah untukmu.”



Mama memberiku sebuah bingkisan. “Ini apa?”



“Buka saja.”



Aku segera membuka bingkisan itu dengan tidak sabaran. Saat sudah terbuka, aku hanya bisa menganga tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Ini serius? Aku sedang tidak bermimpi kan?!



Sebuah hp yang selama ini aku idam-idamkan.



Aku langsung melihat orang tuaku dengan mata berkaca-kaca. “Papa tau kamu sangat ini hp itu. Kemain papa tanyakan hp lama kamu ke Om Dar katanya sudah tidak bisa diperbaiki.”



Aku langsung memeluk cium orang tuaku. “Makasih pa, ma. Sera senang! Sera semakin saying papa mama!”


__ADS_1


“Hp baru berarti prestasi harus naik.” Ucap mam yang membuatku diam seketika.



Kalau itu, aku tidak janji.



***



Aku tidak langsung membawa hp baruku ke sekolah karena aku merasa nanti tidak akan digunakan. Lagipula belum ada apapun, nanti pulang sekolah download aplikasi dan chat dengan Sehwa.



“keluarkan pr kalian dan tukarkan dengan teman belakang kalian. Nilainya akan saya masukkan sebagai nilai tugas.”



Apa? Pr apa? Matematika ada pr?



Aku langsung menatap Lisa yang duduk di sebelahku. “Kau tidak bilang jika ada pr?!” protesku.



“Kau kan tidak bisa dihubungi. Bagaimana bisa aku memberitaumu.’



“Gila! Aku belum mengerjakan!”



“Rasain. Kau pasti kena hukuman.” Lisa malah tertawa di atas penderitaanku.



“Kenapa kau malah mendoakanku dihukum?”



“Kan memang begitu. Tau sendiri kan Pak Jos gimana kalau ada yang tidak mengerjakan pr.”



"Apakah ada yang belum mengerjakan pr?"



Aku hanya bisa pasrah saat Pak Jos menanyakan hal yang sangat mengerikan itu.




Baru lima menit kakiku sudah pegal. Seandainya dihukum seperti ini boleh mendengerkan lagi, aku bahal betah.



Waktu aku menoleh ke kanan, aku menemukan anak kelas dua belas yang pakai seragam olahraga. Dan di antara mereka ada Sehwa.



Oh tidak! Mereka lewat di depanku!



Aku segera menunduk dan menutupi muka dengan rambut pendekku. Aku malu jika Sehwa melihatku yang sedang dihukum.



Yakali mana ada calon pacar dihukum karena tidak mengerjakan pr.



Aku tetap menunduk sampai mereka semua lewat. Namun sialnya kak Chang Jung malah memanggilku



“Kau dihukum Ser?”



Alhasil aku mendongak dan menemukan muka kak Chang Jung dan sialnya Sehwa masih juga belum melewatiku. Dan calon pacarnya ketahuan jika sedang dihukum.



Aku hanya menyengir. “Iya kak hehe.”



Mataku mengikuti Sehwa yang tetap jalan begitu saja tanpa menganggap aku ada.



“Yasudah ya, aku duluan. Mau ke lapangan.”



“Iya kak.” Aku ingin membalas lambaian tangan kak Chang Jung tapi tanganku masih memegang telinga.

__ADS_1



Setelah pelajaran matematika selesai. Aku dan Lisa Gea pergi ke kantin.



Karena hukuman tadi, tangan dan kakiku pegal semua. Pak Jos memang tega dengan muridnya.



“Makannya kau jangan terlalu mengandalkan orang lain. Pr itu harus dicatat.”



Aku melirik Gea malas. “Memang kau mencatat?”



“Aku? Ya tidaklah. Tapi aku ingat kalau ada pr.”



Aku tidak mempedulikan Gea dan menyesap es kopi hitamku.



“Bukannya kau punya sakit lambung? Masih saja minum kopi.” Sahut Lisa yang sedang makan nasi goreng.



“Biar. Aku suka kopi.”



“Lebih suka kopi atau kak Sehwa?



“Dua-duanya, di mix nanti biar jadi kopi susu.”



“Gila.”



Aku hanya tertawa dan aku baru sadar jika Sehwa ternyata duduk di belakangku bersama teman-temannya.



Oh.



***



Malam ini aku hanya menghabiskan waktu di kamar sembari bermain hp. Aku sudah meminta bantuan Lisa untuk memasukanku ke group kelas agar aku bias update pr lagi. Masa iya hanya aku yang tidak update.



Aku juga sudah meminta kontak Sehwa. Jangan bertanya kenapa aku bisa mendapat kontaknya. Hei ayolah koneksiku banyak.



Sehwa malam-malam seperti ini sedang apa ya? Aku iseng mengirimi Sehwa pesan.



Sera: Sehwa~


07:44 pm


Read


Sera: Sedang apa?


07:59 pm


Read


Sera: Boleh tanya sesuatu?


08:13 pm


Read


Sera: 😘


08:25 pm


Read


Sera: Good night, mimpi indah.. 💞


10:48 pm


Read



Aku tahu kalau akhirnya hanya di read, tapi setidaknya dia sudah membaca dan aku akan tetap sabar untuk mendapatkan Sehwa

__ADS_1



Karena sesuatu yang berharga memang susah untuk didapatkan.


__ADS_2