
Benar saja, perutku mulai panas. Mana tadi pagi aku belum sarapan. Mingyu memang menyebalkan.
Ditengah pelajaran, aku izin ke UKS. Aku sudah tidak bisa menahannya. Maagku kambuh.
Saat aku di UKS, tidak ada yang berjaga. Akhirnya aku mencari sendiri obatnya. Aku hanya bisa menyengkram perutku saat lambungku semakin bergejolak.
Aku duduk di kursi yang ada di dekatku dan masih berusaha mencari obat maag.
Suara gaduh terdengar saat aku tidak sengaja menyenggol kotak kesehatan sampai seluruh isinya terjatuh berantakan di lantai.
Sial banget aku hari ini.
“Kau memang hobi mencari masalah.”
Aku mendongak dan menemukan Sehwa duduk di salah satu ranjang UKS.
Aku tidak mempedulikan dia dan semakin mencengkram perutku.
“Kau kenapa?”
Aku bisa merasakan Sehwa yang berdiri di sampingku. Aku meraih lengannya dan mencengkramnya kuat.
“Tolong carikan aku obat maag.” Ucapku susah payah.
Sehwa diam sesaay dan mulai mencarikanku obat maag. Setelah menemukannua, dia membantuku untuk berbaring dan mengambilkanku air.
“Kau sudah makan?”
Aku menggeleng lemah.
“Lalu tadi apa yang kau lakukan di kantin?” Sehwa memberiku sebutir obat berwarna hijau. “Kau minum ini, aku akan mencarikanmu makan.”
Aku mengangguk. Setelah meminum obat, aku berbaring dan tak sengaja tertidur.
Saat aku terbangun, perutku sudah lebih baik. Aku tidak menemukan siapa-siapa tapi aku menemukan makanan di atas nakas.
Sebenarnya aku sedang tidak mood makan tapi berhubung Sehwa yang membelikannya akhirnya aku memakannya.
Sembari makan, aku melihat kotak kesehatan yang sudah tapi. Sepertinya aku harus berterimakasih pada Sehwa.
Sera: Makasih makanannya 💞
Read
Tetap hanya dibaca.
Sehwa: Jangan menyusahkan orang terus
Read
__ADS_1
Oh My God! Sehwa membalas pesanku! Mimpi apa aku semalam!
Sera: Tenang, aku tidak akan menyusahkanmu lagi
Read
Oke, hanya dibaca lagi. Tapi aku tetap bahagia karena ini pertama kalinya Sehwa membalas pesanku.
Sera: Aku sudah baikkan. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi 😘
Read
***
Hari ini aku ingin meminta pertanggung jawaban atas apa yang dilakukan Mingyu kemarin. Tapi aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepadanya karena berkat dia Sehwa membalas pesanku.
Sebagai permintaan maafan Mingyu, dia ingin mentraktirku makan daging. Aku paling suka yang seperti ini. Lama-lama Mingyu bisa bangkrut jika terus berteman denganku. Haha
Pulang sekolah kita langsung pergi ke resto yang menjual steak.
kimmingyu_ Maafin aku sayang, makan yang banyak ya @sera.lee
.
.
.
.
.
.
lisaaa Oke fiks, kalian tak mengajakku
hye_nana Kak Mingyu jadian??? @deviviolla @jungah
jung_kkk Pj
kimtae.h Pj (2)
gea.ns Kau akhirnya diterima? Aku tak percaya
jinohjinny Pj (3)
kimhaann Nih @oohsehwa @pcj__
kimmingyu_ Salah siapa makanmu banyak @lisaaa | aamiin @hye_nana
kimmingyu_ G @jung_kkk @kimtae.h @jinohjinny
oohsehwa @kimhaann @pcj__ Apaan?
pcj__ Cie sudah menyerah @sera.lee @oohsehwa
Sembari makan, aku membuka hp yang beberapa kali berbunyi karena notifikasi. “Kau menandaiku di foto?”
“Iya. Oiya Ser, kau benar-benar tidak mau mempertimbangkan jawabanmu ke padauk?”
“Jawabanku masih sama.” Aku membuka social media dan melihat postingan Mingyu yang membuatku terkejut.
“Kenapa kau memotretku?” protesku. “Dan apa maksud captionmu ini.” Ketika aku melihat komentarnya aku langsung menatap marah Mingyu yang sedang asik makan. Ada Sehwa yang juga ikut komentar.
__ADS_1
Nanti kalua dia mengira aku sudah jadian dengan Mingyu bagaimana? Perjuanganku bisa sia-sia.
sera.lee Aku belum menyerah @pcj__ @oohsehwa
“Kenapa kau ikut membalas.”
“Akut tak ingin mereka salah sangka.”
kimmingyu_ @sera.lee milikku @oohsehwa
oohsehwa Ambil saja, aku tidak peduli
kimhaann Sadis! @oohsehwa
***
Karena kejadian kemarin aku marah dengan Mingyu. Dia masih sama saja seperti dulu. Menyebalkan.
“Yah, nanti aku belajar kelompok di rumah teman. Ayah tidak perlu menjemputku.”
“Iya, hati-hati. Sekolah yang pintar.”
Aku turun dari mobil dan saat aku sedang berjalan menuju gedung sekolah, aku melihat Sehwa yang baru saja memarkirkan motornya.
Alhasil aku melambatkan jalanku agar bisa berpapasan dengannya.
“Pagi.” Sapaku yang sudah berada di samping Sehwa.
“Kau lagi.”
Aku hanya tersenyum dan merangkul lengan Sehwa. Dia meminta lepas tapi aku tidak mau melepaskannya. Sepanjang koridor kita menjadi tontonan anak-anak karena ribut sendiri.
“Ayo kita jalan bersama.” Ajakku tapi dia hanya diam. “Bagaimana jika malam minggu?” tanyaku dan dia hanya menghela nafas.
Tiba-tiba dia berhenti dan itu juga membuatku berhenti.
“Kau mau jalan bersamaku?”
Aku langsung mengangguk semangat.
“Malam minggu jam 9 kau harus pergi ke suatu tempat. Nanti aku akan memberitaumu tempatnya.”
Seriusan Sehwa ingin mengajakku jalan? Apakah aku bermimpi?
Aku langsung setuju dan melepaskannya agar dia bisa langsung ke kelas.
Aku tidak sabar malam minggu nanti. Biasanya malam mingguku aku habiskan dengan menonton drama.
__ADS_1
***