Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya

Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya
*Penghinaan Yang Putri Dapat(Park 1)


__ADS_3

~Episode 10 ~


Saat ini Putri bangun tergesah-gesah dia hampir saja telat bangun untuk Sholat Subuh.


*Putri*


"Ya Allah ini udah jam berapa, sahut Putri sambil melihat jam di layar HPnya."


"Astaga hampir aja aku telat bangun untuk Sholat Subuh. Ahhhhh aku bangun aja aku siap-siap untuk sholat subuh dulu."


Putri pun bergegas untuk mengambil air wudu dan cepat-cepat dia sholat subuh. Setelah Putri sudah melaksanakan sholat subuh, Putri tidak lupa membangunkan Reza untuk sholat subuh juga.


"Alhamdulillah akhirnya aku udah juga sholat subuhnya. Aku bangunin Tuan Reza sholat juga ahhh." Sambil berjalan menuju ke tempat tidur.


"Tuan Reza bangun...bangun Tuan Reza ini udah subuh loh Tuan enggak mau sholat subuh?. Ayo bangun Tuan nanti waktu sholat subuhnya habis loh."


"Ahhhh apaan sih kamu ini gangguin tidur aku aja."


"Maaf Tuan Reza bukannya aku mau ganggu tidur Tuan tapi ini udah waktunya sholat subuh Tuan bangun gih dan ayo sholat Tuan Reza."


"Aku enggak mau aku ngantuk kalau kamu mau sholat ya kamu sholat aja sendiri lebih baik aku tidur."


"Astagfirullah Tuan jangan ngomong kayak gitu sholat itu lebih penting di banding tidur jadi ayo bangun Tuan."


"Kamu tuli ya kamu enggak denger yang aku bilang tadi kalau aku itu mau tidur kalau kamu ingin sholat ya kamu sholat aja sendiri, Bawel banget sih jadi orang."


"Udah sana enggak usah disini gangguin aku aja."


"Iya maaf Tuan Reza."


"Uhhhh Ya Allah sumpah Tuan Reza keras kepala banget untung-untung aku itu mau bangunin dia sholat subuh tapi malah dia marah sama aku dasar gila." batin Putri.


"Ahhhh lebih baik aku mengaji aja dulu sudah itu aku lanjut ke dapur buat sarapan untuk Tuan Reza."


Putri pun ke ruang tamu untuk mengaji sejenak dia sengaja mengaji di ruang tamu karna kalau dia mengaji di kamar nanti Tuan Reza bangun dan marah sama Putri lagi. Setelah Putri sudah mengaji Putri pun lanjut ke dapur untuk masak.


*Dapur*


"Aku mau masak apa ya sekarang, sahut Putri." Sambil berpikir.


"Ahhh aku masak kari ayam aja dan aku bikin Roti bakar juga ah."


Putri pun menyediakan bahan-bahan dan alat yang dia akan perlukan. Setelah bahan-bahannya semua sudah tersedia Putri pun mulai memotong-motong ayam yang dia ingin masak.


Beberapa menit kemudian tiba-tiba pelayan datang ke dapur.


"Astaga Non kenapa Non ada disini? Non lagi mau buat apa? tanya si pelayan itu."


"Ehhhh mba kok mba ada disini?


"Harusnya saya Non yang ngomong gitu kenapa Non ada disini dan kenapa Non mau masak, sini Non biar saya yang kerjakan itu."


"Enggak papa mba biar aku aja yang masak."


"Jangan Non biar saya aja."


"Ok...ok lebih baik mba sini bantu aku sediain sarapan."


"Iya Non."


Beberapa menit kemudian tiba-tiba Tuan Reza datang ke dapur.


" Pelayan.....teriak Tuan Reza."


"Iya Tuan Reza ada apa? tanya pelayan itu."


"Kenapa kamu menyuruh istri aku ada di dapur ini dan apa-apaan ini kenapa dia memasak?


"Maaf Tuan Reza tadi saya udah melarang Non untuk ada di dapur ini tapi Non enggak mau pergi dan katanya dia mau memasak."


"Iya terus kenapa dia yang kerjakan itu kenapa bukan kamu?.


Pelayan itu hanya terdiam.


"Hei aku tanya kamu."


"Maaf Tuan Reza, Tuan enggak usah marah sama mba ini dia enggak salah kok dan aku sendiri yang ingin masak buat Tuan Reza untuk sarapan nanti."


"Aku enggak perduli sekarang juga kamu naik ke kamar. Dan kamu pelayan lanjutin masakan itu."


"Iya Tuan, sahut pelayan itu yang saat ini sudah gemetaran."


"Tapi Tuan Reza aku mau masak ayam kari dan ijinkan biar aku selesaiin dulu masakan aku ini."


"Kamu mau melawan sama aku, aku bilang kamu naik ke kamar sekarang juga."


"Dan satu lagi peringatan buat kamu yang hanya pelayan disini kalau kamu udah memasak kamu harus bersihin rumput yang ada di lapangan bola yang ada di belakang rumah dan itu semua sebagai hukuman buat kamu mengerti."


" ya Tuan Reza."


"Apa-apaan sih Tuan Reza ini aku kan udah bilang kalau mba ini enggak salah dan aku sendiri kok yang mau masak di dapur, Jadi Tuan Reza enggak berhak menghukum dia."


"Oke kalau kamu larang aku untuk menghukum pelayan ini maka hukumannya yang aku udah buat itu kamu yang harus kerjain kamu mengerti."


"Enggak apa-apa Tuan biar aku yang bersihin lapangan bola milik Tuan itu."


"Enggak usah Non biar saya aja kan ini salah saya juga Non."


"Enggak mba ini salah aku jadi aku yang harus dapat hukumannya."


"Udah-udah enggak usah berdebat lebih baik kamu kerjain tugas kamu itu, sana lanjut memasak."


"Dan kamu orang kampung sekarang juga aku perintahkan kamu naik ke kamar sekarang."


"Iya baik Tuan Reza."


Putri pun mengikuti apa yang diperintahkan Tuan Reza itu kepadanya.


*Pelayan*


" Kenapa Tuan Reza kasar sekali sama Non Putri ya padahal Non sangat baik dan dia juga sangat rendah hati. Jarang-jarang ada seorang istri sultan yang sangat ramah kepada pelayannya."


"Saya sangat tidak enak hati kepada Non Putri gara-gara saya dia dihukum sama Tuan Reza."


"Ya Allah, Doa terbaik buat kamu Non Putri dan semoga Tuan Reza cepat terbuka hatinya agar dia bisa bersifat lembut dengan Non Putri."


*Kamar*


" Hai orang kampung aku paling enggak suka kalau kamu gabung sama pelayan di rumah ini."

__ADS_1


"Emangnya kenapa Tuan Reza? tanya Putri."


"Kamu ini bodoh atau pura-pura bodoh.


Hei iya memang kamu itu adalah pelayan pribadi aku tapi kamu juga harus ingat kalau mereka semua itu tahu kalau kamu tuh adalah istri Tuan mereka yaitu aku jadi kamu enggak usah dekat-dekat sama mereka."


"Apa salahnya kalau aku gabung sama mereka Tuan?


Mereka juga sama kan sama aku, sama-sama pelayan. Jadi aku enggak ada salahnya kan kalau aku gabung sama mereka."


"Oh Tuhan.....emangnya orang kampung kayak kamu itu otaknya pas-pasan dasar orang miskin."


"Uuhhhhh sumpah baru pertama kali aku dapat cewek seperti kamu dan kalau


dipikir-pikir kamu ini sok polos, bodoh atau cuman pura-pura bodoh doang sih atau gimana?"


Tiba-tiba handphone Reza berbunyi.


" Drikkk.....drikkk suara handphone Tuan Reza berbunyi. Siapa sih kenapa pagi-pagi gini dia nelpon aku."


"Oh Rangga toh ya nelpon"


"Halo Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam Tuan Reza."


"Apa Tuan Reza udah sampai di New York? tanya dari seorang dibalik layar HP itu."


"Iya aku udah sampai dan ada apa kenapa kamu nelpon pagi-pagi sekali?


"Maaf tuan kalau aku ganggu waktu paginya Tapi aku harap Tuan ke kantor pagi ini karena kita harus mencek data-data keuangan di kantor cabang kita itu."


"Oh iya aku hampir lupa kalau gitu kamu ke rumah aku aja sekarang terus kita barengan ke kantor."


"Iya baik Tuan Reza 30 menit lagi aku ke sana."


"Oke..Oke aku tunggu ya kalau gitu teleponnya matikan aja."


Mereka pun menyudahi percakapan mereka. Beberapa menit kemudian Rangga pun udah sampai di rumah Reza.


"Eeeeh Tuan Rangga silahkan masuk Tuan." Kata pelayan itu.


"Iya makasih mba, ehhhh Tuan Reza mana?


"Oh Tuan Reza belum turun dari kamarnya Tuan."


"Oh gitu toh, kalau begitu aku naik ke atas dulu ya Mba di kamar tuan Reza."


"Iya Tuan."


Rangga berjalan menuju ke kamar Tuan Reza. Setelah dia udah sampai di depan pintu kamar Reza, Rangga pun mengetuk pintu kamar itu.


"Tok...tok...tok suara ketukan pintu dari luar kamar."


"Eeh anak kampung pergi sana buka pintunya."


"Iya Tuan, sambil berjalan untuk membuka pintu."


"Hei buka pintunya."


"Iya tunggu sebentar, sambil membuka pintu kamar itu."


"Itu siapa? teriak Reza."


"Oh maaf Tuan aku juga enggak tahu kalau orang ini siapaTuan."


" Hei Tuan Reza ini aku Rangga."


Sambil berjalan masuk ke kamar Padahal dia sama sekali belum diizinkan masuk di dalam kamar oleh Putri."


"Oh kamu ayo sini masuk"


"Iya Tuan"


" Hei Rangga tolong cek berkas-berkas ini apa berkas ini udah betul yang harus kita bawa ke kantor?


"Tunggu dulu Tuan aku cek"


"Iya ini semua berkas-berkas yang harus kita bawa ke kantor Tuan Reza"


Tiba-tiba Rangga terdiam sambil dia melirik si Putri.


"Tuan Reza....!!!


"Iya ada apa?


"Tolong jelasin aku apa itu istri kamu yang Tuan maksud dulu? merasa penasaran."


"Iya dia istri aku, eh paling tepatnya dia adalah pelayan pribadi aku."


"Pelayan pribadi maksudnya?


"Tapi tunggu dulu kamu jangan salah paham ya, aku itu enggak cinta sama sekali sama orang itu kok."


"Hahaha dia itu anak dari pengusaha yang hampir bangkrut. Dia itu adalah orang kampung yang aku pungut terus aku jadiin istri ku atau bisa dibilang pelayan lah."


"Hahaha sadis juga kata-kata Tuan Reza ini tapi kalau dilihat-lihat dia menawan,cantik dan anggun untuk dipandang, setidaknya dia enggak malu-maluin kan untuk di bawah


jalan-jalan."


"Hei tutup mulut kamu Rangga kamu


berani-beraninya goda pelayan kampung aku itu."


"Slow Tuan Reza tenang aja siapa juga yang berani merebut yang sudah Tuan Reza miliki."


*Putri*


" Dasar si hati Es batu bisa-bisanya dia menghina aku di depan temannya itu. Apa dia bilang tadi aku di pungut di kampung.


"Oh Tuhan sumpah emosi aku hampir aja melunjak."


Sahut Putri yang saat ini sudah berusaha menahan emosinya.


"Sabar....sabar Putri orang sabar disayang Allah."


Lanjut....


"Tunggu dulu kamu bilang orang tuanya hampir bangkrut kalau dia bangkrut mereka semua jadi gembel dong."

__ADS_1


" Hahahaha Iya aku enggak kebayang gimana kalau orang kampung itu jadi gembel beneran, pasti sangat lucu."


"Udah kita enggak usah bahas orang kampung itu kamu lihat muka dia sana udah memerah karena dia tahan emosinya aja."


"Hahaha iya juga sih Tuan."


"Ih nyebelin banget sih jadi orang awas aja aku sumpahin ban mobil kalian bocor di tengah jalan dan kalian telat ke kantor."


"Sumpah lama-lama aku bisa jadi gila kalau ada di rumah ini tapi ya mau gimana lagi ini demi keselamatan Ayah,Bunda dan Adek aku."


Beberapa menit kemudian Reza dan Rangga mereka berdua pun pergi ke kantor milik Reza itu.


Reza tidak sempat untuk sarapan pagi karena dia harus cepat-cepat ke kantor sedangkan Putri saat ini dia sedang sarapan.


Setelah dia udah sarapan Putri pun pergi ke belakang rumah untuk mencabut rumput yang ada di lapangan bola itu. Sedangkan pelayan mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Tiba-tiba ada mobil berwarna putih yang saat ini berhenti pas di depan rumah Reza.


"Eegggggkt suara pintu mobil itu terbuka dan ada seorang perempuan yang turun dari mobil. Oh ternyata itu adalah Nyonya besar atau tepatnya itu Ibu Reza."


"Nyonya silahkan masuk. kata Pak Irwan."


"Iya Pak Irwan.


Pak Irwan aku dengar-dengar Reza sekarang ada di New York, Apa itu betul Pak?


" Iya Nyonya Tuan Reza dan istrinya semalam baru sampai ke sini dan Tuan Reza sekarang udah ke kantor bareng Rangga. Tadi Rangga kesini jemput Tuan Reza."


"Apa tunggu dulu istri kata kamu?


"Iya Nyonya Tuan Reza udah menikah dan Semalam saya juga kaget Nyonya Pas saya bertanya kepada Tuan Reza Gadis itu siapa dan Tuan Reza menjawab kalau Gadis itu adalah istrinya."


"Reza udah nikah tapi dia enggak kabarin kita sama sekali betul-betul kelewatan. Kita sama sekali enggak tahu asal-usul perempuan yang dia nikah itu bagaimana."


"Tapi perempuan itu sangat cantik Nyonya bukan cuma wajahnya yang cantik tapi hatinya juga lemah lembut bahkan dia juga berhijab lo Nyonya sama kayak Nyonya."


"Baik hati kata kamu?


Ingat Pak Irwan jangan lihat dari jilbabnya siapa tau emang dia berjilbab tapi hati busuk.


Jadi Sekarang dia ada di mana?


"Sekarang dia ada di lapangan bola Nyonya istri Tuan Reza sedang mencabut rumput yang ada di lapangan itu"


"Apa kamu bilang cabut rumput yang ada di lapangan?


"Iya Nyonya"


"Kenapa bukan Pelayan yang kerjakan itu?


"Soalnya ini perintah dari Tuan Reza Nyonya."


"Kayaknya ada yang enggak beres disini? Sekarang kamu panggilkan aku perempuan itu."


"Baik nyonya"


*lapangan*


" Non Putri"


" Iya ada apa Pak Irwan?


"Non Sekarang dipanggil sama Nyonya besar." "Apa ibunya Tuan Reza ada disini.?


"Iya Non dan sekarang dia ingin bertemu dengan non Putri?


"Iya tunggu Pak."


*Ruang Tamu*


" Permisi Nyonya apa Nyonya panggil aku."


" Oh iya ini istri Reza to cantik juga tapi aku heran sama Reza sejak kapan dia memiliki tipe cewek seperti kamu setahu aku itu tipe cewek yang di naksir Reza ukan yang kayak kamu deh."


Hahahha aku ceritain ya guys tipe cewek idaman Reza itu bukan orang yang berjilbab tapi cewek yang bertubuh seksi dan memiliki rambut yang sudah di pirang. Gitu deh makanya Ibu Reza heran dengan melihat istri Tuan Reza.


Lanjut.......


Putri hanya terdiam dia enggak tahu mau ngomong apa


"Kamu harus jujur sama saya berapa banyak uang yang Reza kasih ke kamu sampai-sampai kamu setuju dengan sandiwara ini?


"Uang?


Sandiwara?


Maksudnya apa Nyonya?


"Kamu jangan bohong sama aku kamu belum nikah kan sama Reza pasti ini akal-akalan Reza aja supaya dia enggak di jodohkan sama anak sahabat aku."


"Maaf Nyonya tapi ini bukan sandiwara dan saya betul-betul sudah menikah dengan Tuan Reza."


"Betul-betul menikah kata kamu kata kamu, Tapi bagaimana aku bisa percaya dan aku yakin semua ini cuma sandiwara kalian saja kan."


"Aku ulangi lagi berapa banyak uang yang diberikan kepada kamu sampai-sampai Kamu mau jadi istri bohongannya di depan saya?


"Tapi Nyonya saya sudah jujur kalau saya sama Tuan Reza itu kami berdua betul-betul sudah menikah dan kami enggak bohong, kami udah menikah Nyonya dan kami udah laksanakan itu sesuai dengan aturan agama."


"Iya Nyonya aku juga Nyakin kok kalau Non Putri sama Tuan Reza itu udah menikah"


"Kenapa Pak Irwan ngomong kayak gitu?


"Iya Nyonya karna semalam dia satu kamar kok sama Tuan Reza dan umpamanya mereka enggak nikah pasti mereka juga takut untuk satu kamar."


~*Bersambung~


Assalamualaikum guys apakah Ibunya Reza percaya atas pernikahan Reza dan Putri?


Apa Reza nanti membelah Putri jika Putri di Hina sama Keluarnya?


Kalau kalian penasaran lanjutan ceritanya maka kalian semua jangan bosen-bosen tetap lanjut membaca episode berikutnya ya.


Aku ucapapin banyak terimakasih kepada kalian semua yang sudah mampir ke karya aku dan aku harap kalian semua jangan lupa like, comment and favorit


Makasih.....


Guys ayo berteman di IG dong


follow ig aku dong guys nanti aku follback

__ADS_1


ig:multi_astuti*


__ADS_2