
~Episode 8~
Putri pun naik ke kamar Tuan Reza dengan membawa Nasi goreng untuk Tuan Reza.
*Di Kamar*
" Permisi Tuan Reza ini makanan buat Tuan"
Reza cuma diam dan tidak menyahut membalas perkataan Putri.
"Ini nasi gorengnya Tuan, aku buatin nasi goreng buat Tuan Reza untuk makan malam. silakan dimakan Tuan, sahut Putri"
"Kamu dari mana saja dan kenapa kamu baru naik. Lapar aku itu sudah hampir hilang tau enggak, Bukannya kamu itu adalah pelayan pribadi aku harusnya kalau aku suruh kamu lakukan sesuatu Kamu harus Kerjakan dengan benar dan cepat kamu ngerti enggak si orang kampung"
#Orang Kampung atau Bocah ya itulah panggil nama buat Putri dari Reza. Putri kadang di panggil Bocah dan kadang juga di panggil dengan sebutan orang kampung.
"Iya Tuan maafkan aku tadi aku di dapur itu lagi ngobrol sedikit sama bibi"
"Capek tau enggak aku sama kamu, kamu bisanya minta maaf doang bikin emosi aku naik aja. kamu itu sedikit-sedikit maaf....sedikit-sedikit maaf Belum cukup sehari aja kerja kamu udah enggak bejus.
"Maaf Tuan tapi"
"Udah kamu engga usah banyak ngomong dan aku engga mau tau mulai detik ini kamu harus jadi pelayan yang bisa berguna"
"Iya tuan siap"
"Kalau gitu suapin aku"
"Apa suapin Tuan? kaget"
" iya lah suapin aku, Kenapa kamu liatin aku kayak gitu kamu enggak mau suapin aku? "Maaf enggak Tuan aku mau kok suapin Tuan Reza"
"Ow gitu ya cepat kamu suapin aku"
"Iya Tuan"
Putri pun menyuapi Reza.
"Sumpah nyebelin banget sih kalau bukan karena orang tua aku yang aku sayang aku enggak mau diperintah kayak gini sama orang kayak dia. Dasar nyebelin mau makan aja harus di suapin. Batin Putri"
"Tapi kalau di perhatiin Tuan Reza lumayan Ganteng juga"
Sahut Putri sambil memandang wajah Reza. Sedangkan Reza yang mendengar Putri ngomong gitu Reza malah menjahili Putri sampai-sampai Putri merasa malu.
"Apa kamu bilang aku ganteng, sahut Reza sambil tersenyum"
"Iih apaan sih Tuan siapa juga yang bilang Tuan itu ganteng"
"Eh pendengaran aku itu masih normal ya aku barusan dengar kamu itu memuji-muji aku"
"Iih Tuan aja tuh yang ke-GR-an aku enggak pernah ngomong kayak gitu"
"Hahhaha enggak usah bohong deh kamu ataukah kamu baru pertama kali suapin cowok ganteng kayak aku? tanya Tuan Reza" "Iih Tuan PD banget sih jadi orang"
" Yaelah bilang aja kali aku ganteng ataukah kamu terpana sama ketampanan aku"
"Aahhh Tuan udah makan aja sendiri aku mau ke kamar mandi, sahut Putri yang betul-betul sudah merasa malu"
"Hahaha kamu ke kamar mandi Kamu pasti mau berkaca kan disana soalnya kamu mau lihat muka kamu yang sudah memerah kayak tomat itu, Sahut Tuan Reza sambil tertawa karna dia sudah tidak bisa menahan tawanya" "Kamu pasti malu kan ayo engaku, Tuan Reza tetap menjahili Putri sampai-sampai Putri merasa malu.
"Tenang aja mulai sekarang kamu akan setiap hari menyuapi orang ganteng kayak aku, kamu aja yang harus siap-siap menahan mata kamu itu nanti kamu nafsu lagi"
"Apa sih Tuan ada-ada aja deh, sahut putri yang langsung lari masuk ke kamar mandi"
Beberapa menit kemudian tiba-tiba handphone Reza berbunyi.
"Halo ini dengan siapa?
"Halo ini aku Tuan aku Rangga"
"Oh Rangga Kamu kenapa kok tiba-tiba kamu menelpon aku Ini nomor siapa? tanya Reza lagi"
"Oh maaf tuan handphone aku rusak Jadi aku pakai handphone salah satu pegawai kita di kantor"
"Oh ada apa?
"Gini Tuan ada masalah di kantor cabang kita yang ada di Amerika"
Oke sebelum kita lanjut Aku akan memperkenalkan kalian siapa itu Rangga. Rangga adalah asisten pribadi Reza. Reza sudah menganggap Rangga sebagai keluarganya sendiri. Rangga sudah dijadikan sebagai tangan kanan Reza, Rangga sangat dipercaya oleh Reza untuk menjadi asisten pribadinya tapi Rangga ditugaskan dengan Reza untuk mengelola perusahaan yang ada di Amerika. Rangga adalah sahabat Reza sejak Reza masih SMA itulah Rangga sudah dipercayakan sama Reza untuk menjadi asisten pribadi Reza dan mengelola perusahaan Reza yang ada di Amerika.
"Masalahnya apa Rangga kalau kamu ngomong jangan berbelit-belit kayak gini aku bingung tahu, agak kesal"
"Begini Tuan ada yang mau menjebak Perusahaan kita"
"Jebak gimana maksud kamu?
"Saya juga enggak terlalu tahu Tuan tapi masalah keuangan yang ada di kantor kita juga itu bermasalah. Jadi aku harap Tuan Reza datang ke Amerika besok pagi"
"Apa besok pagi aku harus ke Amerika"
__ADS_1
"Iya pagi-pagi Tuan Reza harus ke Amerika ini demi perusahaan kita Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan perusahaan yang kita sudah bangun sejak dulu Tuan dan aku pikir ada yang tidak beres dengan semua ini"
"Oke....Oke....Oke aku akan ke Amerika besok pagi tapi kamu sekarang harus uruskan aku tiket khusus dua orang"
"Kok dua Tuan memangnya yang satu tiketnya buat siapa, apa Alex juga mau ikut ke sini?
"Bukan Alex yang mau ikut tapi aku sama istri aku yang akan mau kesana. Sahut Reza"
What sejak kapan Reza menganggap Putri itu sebagai istrinya Bukannya Reza menganggap Putri sebagai pelayan pribadinya~~~
"What Tuan sudah nikah.....Kapan Tuan menikah Kok Tuan enggak kasih tau aku sih" "Udah nanti aku kasih tahu kamu soalnya ceritanya panjang banget intinya sekarang kamu harus pesankan aku tiket menuju ke Amerika. Besok pagi aku akan berangkat ke Amerika sama istri aku"
"Oke siap Tuan"
Mereka pun menyudahi percakapan mereka.
Reza mengetuk pintu kamar mandi agar Putri keluar dari kamar mandi karena Putri harus mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke Amerika.
" Hei bocah Sampai kapan kamu ada di dalam kamar mandi itu ayo keluar. Sahut Reza.
"Tunggu dulu Tuan"
"Tunggu-tunggu Memangnya kamu lagi ngapain di dalam kamu tidur ya...?
"Tidur-tidur dasar tidak waras memangnya aku orang apaan masa aku tidur di dalam kamar mandi ya enggalah aku masih normal kali. Batin Putri"
"Ayo keluar cepetan kamu harus mempersiapkan barang-barang yang harus aku bawa ke Amerika" perintah Tuan Reza. "Amerika???
Emang Tuan mau ke Amerika, kapan Tuan?
"Iiiih enggak usah ngomong di dalam aku bilang kamu keluar dari kamar mandi cepetan"
"Oke-oke Tuan saya keluar, sambil membuka pintu kamar mandi"
Putri pun keluar dari kamar mandi.
"Dasar bocah cepat siapkan barang-barang yang harus kita bawa ke Amerika"
"Amerika???
Tunggu dulu Tuan kita maksudnya??
"Iya kamu lupa kalau kamu itu pelayan pribadi aku jadi kemana pun aku pergi kamu harus ikut mengerti orang kampung"
"Iya tapi Tuan......"
"Tapi apa lagi? pokoknya sekarang aku enggak mau tau enggak ada kata tapi-tapian cepat kamu persiapkan barang-barang yang harus kita bawa ke Amerika"
Putri pun mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke Amerika besok pagi.
Sedangkan Reza dia mempersiapkan
berkas-berkas yang harus dia bawah ke Amerika. Setelah semuanya sudah beres mereka pun berniat untuk Tidur karna besok mereka harus bangun pagi.
*Putri*
"Uhhhhhh aku capek banget...untung selesai juga barang-barangnya di peking.
Aku ngantuk banget tapi aku mau tidur dimana?
Engga mungkin kan aku tidur sama Tuan Reza.
Tuan Reza sudah tidur enggak iya soalnya aku mau ganti baju aku dengan baju tidur, sahut Putri.
*Reza*
Uhhhhh sial bukannya aku istirahat malam ini ehhh malah aku sibuk siapin berkas-berkas untuk di bawa ke Amerika.
~Beberapa lama kemudian Reza pun sudah mempersiapkan berkas yang dia mau bawa~
" Akhirnya selesai juga....ahhhhh aku capek banget aku mau tidur ah. Kelihatannya Putri juga sudah selesai peking bajunya, sahut Reza"
Reza pun keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju ranjangnya. Reza naik ke tempat tidurnya dan berniat untuk tidur karna besok dia harus bangun cepat. Tidak lama kemudian Reza pun tertidur. Sedangkan Putri kebingungan dia mau tidur dimana.
*Putri*
"Aku mau tidur dimana( kebingungan), andaikan di kamar ini ada sofa yang ukurannya agak lebar dan panjang pasti aku tidur di situ Tapi sayangnya disini enggak ada sofa yang panjang. Jadi bagusnya aku tidur dimana dong. Aah gimana kalau aku cari Tikar aja di dalam lemari mungkin bibi sudah taro tikar di dalam lemari itu kan aku bisa jadiin alas untuk tidur di lantai, sahut Putri lagi.
Putri pun menggeledah lemari yang ada di dalam kamar Reza siapa tau dia mendapatkan Tikar yang bagus di jadikan sebagai alas. Beberapa lama menggeledah lemari itu Putri pun akhirnya mendapatkan yang dia cari.
"Uhhhh akhirnya aku dapat juga Tikar ini jadikan aku bisa tidur di lantai dan enggak kedinginan"
Setelah Putri sudah memperbaiki tempat tidurnya, Putri berniat untuk mengambil Bantal yang ada di samping Reza. Seketika Putri mengambil bantal itu dia tidak sadar memperhatikan Reza yang sedang tertidur.
"Ahhhh tinggal bantal yang harus aku ambil setelah itu aku tidur dehhhh, aku ambil bantal ini aja. Kalau di lihat-lihat Tuan Reza biar tidur mukanya tetap kelihatan sangat tampan tapi kalau dia sudah bangun mukanya tidak pernah mau tersenyum. Ahhhhhh apa sih yang aku pikirin mending aku tidur"
Putri pun akhirnya tertidur tapi tidak lama Reza tiba-tiba terbangun karna dia ingin minum. Tapi dia kebingungan karna dia tidak melihat Putri.
"Ahhhh aku haus banget, Reza pun meminum air yang ada di atas meja dekat tempat tidurnya.
__ADS_1
"Orang kampung itu dimana kok aku enggak lihat batang hidungnya"
Sahut Reza yang matanya mencari Putri ke kiri dan ke kanan tapi dia tidak melihat Putri sama sekali tetapi saat Reza ingin turun dari ranjangnya karna dia ingin ke kamar mandi tapi tiba-tiba Reza teriak karna dia merasa kaget karena tidak sengaja hampir menginjak tubuh Putri yang sedari tadi tidur di lantai itu. Dan Putri yang mendengar teriakan Reza dia langsung terbangun dari tidurnya.
"Ahhhhhh sial apa-apaan anak kampung ini kenapa dia tidur disitu kan aku hampir injak tubuh dia, sahut Reza yang agak kesal"
"Tuan kenapa....kenapa Tuan Reza teriak kayak gitu"
"Dasar bodoh aku teriak karna aku kaget dan aku hampir injak badan kamu. Emangnya kenapa sih kamu tidur disitu?
"Terus aku mau tidur dimana Tuan....?
kan engga mungkin kalau akau tidur di ranjang Tuan Reza kan. Sahut Putri"
"Iya aku tau tapi kan kamu bisa tidur di sana (sambil menunjuk di dekat lemari baju)"
"Iya Tuan aku minta maaf dan aku akan tidur di dekat lemari itu"
*Pagi Hari*
Reza dan Putri mereka berdua sudah
siap-siap untuk berangkat ke Amerika. Sedangkan Ayah, Ibu dan Adik Putri mereka bertiga juga sudah siap untuk berangkat pulang ke kampung. Tapi Keluarga Putri heran kenapa Putri berpakaian rapi.
~Di ruang tamu~
"Putri.....
Ayah,Ibu dan Lala sudah mau pulang sayang ke kampung jadi ibu harap kamu jaga kesehatan ya sayang dan hati-hati selama kamu ada disini. Dan pesan ibu sama kamu ibu harap kamu bisa menjadi istri yang baik Buat Reza dan kamu harus layani suami kamu sebagaimana tugas seorang istri. Sahut Ibu Putri"
Pitri hanya bisa pasrah mendengar apa yang Ibunya katakan barusan.
"Iya ibu insyaallah aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi"
"Iya Nak betul kata ibu mu itu kalau kamu itu harus tau tugas istri itu apa"
"Iya Ayah putri ngerti kok"
Tiba-tiba Reza pun datang dengan pakaiannya yang sangat rapi. Dia betul-betul sangat tampan dengan menggunakan baju Jas berwarna abu-abu.
"Nak kamu juga kelihatannya sangat rapi seperti dengan Putri, memangnya kalian berdua mau kemana? tanya ibu Putri yang kelihatannya agak bingung"
"Maaf Ibunya Putri sebenarnya aku dan Putri itu mau ke Amerika pagi ini"
"What ke Amerika??? sahut Ayah dan Ibu Putri"
"Kalian berdua mau ngapain kesana bukanya kalian baru nikah tadi malam"
"Enggak aku harus ke Amerika pagi ini soalnya aku mau mengurus perusahaan aku yang ada disana untuk beberapa bulan kedepan ini"
"Kalau gitu Putri enggak usah ikut Nak, Putri disini aja, sahut Ayah Putri"
"Putri harus ikut soalnya kalian lupa kalau Putri ada Pelayan pribadi aku, sahut Reza"
Orang tua Putri langsung diam mendengar perkataan Reza.
"Kalau gitu terserah kalian yang jelas kalian berdua jaga kesehatan di negara orang"
"Iya ibu dan ayah tenang saja aku pasti jaga kesehatan aku kok disana"
"Kak Putri...kakak mau ke Amerika ya?
Kalau kakak pergi kapan kakak pulang"
"Sayang kakak tidak lama kok di sana terus kakak janji kalau kakak udah pulang pasti kakak ke kampung temuin Putri"
"Kakak janji iya"
"Iya sayang"
"Kalau gitu Ayah dan Ibu pamit iya"
"Iya Ayah kalian hati-hati di jalan"
"Nak Reza kami pulang dulu"
"Iya Pak Herman, saya dan Putri juga sudah mau berangkat ke bandara"
Orang tua Putri pun sudah pulang sedangkan Putri dan Reza mereka berdua sudah mau berangkat ke bandara.
Beberapa jam lamanya akhirnya Putri dan Reza pun sampai di Negara Amerika.
~*Bersambung....
Hello guays apa ya kira-kira yang akan terjadi di Amerika?
Apakah Putri akan bertemu dengan Keluarga Reza?
Apakah Putri akan bertemu dengan Dina disana dan Apakah Dina akan marah sama Putri karna Putri tidak memberitahukan kedapanya kalau Putri sudah menikah?
__ADS_1
Kalau kalian penasaran aku mohon kalian jangan bosen-bosen baca episode berikutnya.
#Alhamdulillah guys episode 8 nya sudah selesai kalian jangan bosan-bosan ya Mampir ke karya aku ini dan aku ucapkan banyak terima kasih untuk kalian yang sudah baca novel aku dan Aku harap kalian jangan bosan-bosan nunggu episode-episode berikutnya dan jangan lupa like,Comment and favorit Thank you guys Assalamualaikum