Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya

Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya
Berusaha Untuk Membayar Utang Orangtuanya


__ADS_3

~Episode 5~


Ayah Putri tidak menjawab pertanyaan Putri dia hanya diam dan tidak bisa mengeluarkan satu kata pun. Ayah Putri merasa malu sama Putri karena usahanya sedikit lagi akan bangkrut sedangkan Reza memaksa Ayah Putri untuk membayar semua utangnya.


" Ayah kenapa Ayah diam saja Jawab yah" Putri yang sudah hampir menangis.


" Hei bocah kamu tahu kenapa ayah kamu itu punya utang sama aku, hei asal kamu tahu ya Ayah kamu itu pinjam uang modal di orang tua aku sampai ayah kamu bisa sukses membuat banyak ruko ngerti. Dia udah pinjam uang selama 10 tahun lebih dan Ayah kamu engga pernah membayar utangnya itu sampai sekarang. Malah hilang tampa jejak untung saja ada teman aku yang bisa dapat alamat tempat tinggal Ayah kamu itu. Entah kalian semua sengaja menghindar dari keluarga saya atau bagaimana saya engga tau yang intinya sekarang saya mau kalian kasih saya uang itu sekarang" sahut Reza panjang lebar.


"Ampun Tuan saat ini saya engga punya uang" Sahut Ayah Putri dengan nada bermohon.


" Saya enggak mau tahu sekarang juga kalian harus bayar utang kalian kalau enggak rumah ini dan semua ruko-ruko kalian akan saya ambil ngerti Pak Herman" Kata Reza yang sangat marah.


"Jangan Tuan... jangan Kalau Tuan ambil rumah ini saya dengan keluarga saya mau tinggal di mana" sambil bersujud di kaki Reza. "Hahahaha itu urusan kalian bukan urusan aku mau kalian jadi gembel atau kalian mau jadi apa itu semua bukan urusan aku, yang intinya sekarang saya mau minta uang Ayah aku kembali yang sudah Pak Herman pinjam. Dasar orang lupa daratan untung-untung Ayah aku dulu kasih kamu modal sampai kamu bisa sukses tapi apa malah kamu jadi penghianat enggak mau bayar utang kamu itu malah kamu kabur dan hilang jejak" Sambil menendang Ayah Putri yang sedari tadi bersujud memohon di kakinya.


Putri yang melihat semua kejadian itu dia hanya bisa menangis begitupun dengan ibu dan adiknya Putri. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa mereka bertiga cuma bisa menangis dan menangis memohon ampun kepada Pak Reza tapi apa Pak Reza adalah orang yang sangat kejam dia tidak memandang muda atau tua siapapun yang membuat hatinya tidak nyaman dia bisa membuat orang itu sengsara.


"Tuan saya berani sumpah dulu saya sering bayar utang itu tapi saya enggak tahu kenapa uang itu tidak sampai di orangtuanya Tuan" Kata Ayah Putri.


"Hahahaha dasar orang bodoh Hey Pak Herman memangnya kalian pikir saya itu orang bodoh orang yang bisa dibohongi saya buka orang kayak yang bapak pikir kalau memang Pak Herman sudah membayar utang Bapak kepada Ayah saya terus mana buktinya" Reza tidak gampang percaya.


" Tapi Tuan Saya betul-betul sudah bayar utang itu kalau Tuan enggak percaya Tuan tanya aja sama orang tua Tuan. Tuan tanya sama Ayahnya Tuan saya dulu pernah membayar kepada dia dan uang itu dipegang sama asistennya"


" Pak Herman enggak usah bohong mana mungkin saya bisa percaya sama bapak sedangkan Ayah saya engga pernah ngomong sama Saya kalau Bapak sudah membayar utang itu. dan Ayah saya sudah meninggal dan asistennya enggak pernah ngomong kalau Bapak sudah membayar utang Bapak kepada ayah saya. Intinya saya enggak mau tahu sekarang juga bapak harus bayar sekarang"


Sebentarnya Pak Herman atau Ayahnya Putri itu sudah membayar semua utangnya kepada Ayahnya Reza tapi entah kenapa tidak ada yang mengetahui itu.


Putri tidak bisa menahan tangisannya Dia hanya bisa bermohon kepada Reza agar dia memberikan waktu supaya Putri bisa membayar semua utang-utang ayahnya


" Ampun Tuan.... ampun. Tuan saya mohon sama Tuan berikan Kami waktu agar kami bisa membayar semua utang-utang itu saya janji sama Tuan saya akan membayar utang Ayah saya"


"Hahaha dengan Pakai apa kamu bisa bayar utang itu. Dengan Pakai daun" nada mengejek.


"Enggak Tuan saya janji saya akan membayar utang ayah saya. Tapi saya boleh tahu berapa banyak utang itu? tanya Putri.


" Oh kamu mau tahu utang Ayah kamu itu sebanyak 500 juta dan kamu harus membayar itu dalam satu bulan ini, kamu harus mengumpulkan uang sebanyak itu dan kamu harus membayar utang-utang Ayah kamu itu kepada saya. mengerti anak bocah" dengan nada tinggi.


"Iya tuan saya mengerti Terima kasih tuhan sudah memberikan kami kesempatan untuk mengumpulkan uangnya. Saya akan berusaha untuk mengumpulkan uang Tuan dan saya akan membayar semuanya kepada Tuan" Sahut Putri yang sedikit masih menangis.


"Ok saya beri waktu 1 bulan buat kalian untuk mengumpulkan uang 500 juta, tapi ingat pada saat sudah jatuh tempo dan saya ke sini untuk mengambil uang itu Sedangkan kalian tidak bisa membayarnya pegang kata-kata saya,Saya akan mengambil rumah ini dan mengambil semua ruko-ruko Ayah kamu yang sudah dia dirikan sejak dulu".


" IyaTuan"


Reza dan pasukannya pun pulang dari rumah Putri sedangkan Putri dan keluarganya mereka hanya bisa menangis dan berpikir bagaimana caranya mereka agar bisa membayar semua utang itu kepada Reza.


" Bu bagaimana ini... maafkan Ayah gara-gara Ayah kalian semua juga ikut menderita"


" Enggak Ayah derita Ayah itu juga derita kita semua. Kita harus saling membantu dan Putri siap membantu ayah"


"Tapi gimana caranya Put, gimana kita bisa kumpulkan uang sebanyak itu selama 1 bulan sedangkan Ruko Ayah stok jualanya juga sudah hampir habis, usaha Ayah sudah hampir bangkrut"


"Ayah tenang kita enggak boleh panik"


"Iya mas kita enggak boleh panik Betul kata Putri kita berdoa aja dan berusaha bagaimanapun caranya" sahut Ibu Putri.


"Kakak Putri aku enggak mau kalau orang yang tadi datang lagi ke rumah kita. Lala takut Kak apalagi pas Dia menendang ayah Lala enggak tega lihat Ayah dimarah-marahin kayak tadi" Sahut Lala yang masih menangis sedari tadi.


"Sabar sayang sabar semuanya pasti ada jalannya kok di balik semua ini pasti ada hikmahnya percaya sama kakak"


"Iya Kak"


" Ibu Ayah aku mau ngomong sesuatu sama kalian, aku minta maaf karena hari ini aku enggak beri kabar sama ayah dan ibu kalau aku pulang ke kampung. Sebenarnya aku mau berikan kejutan kepada ayah dan ibu sama Lala juga Kalau sebentarnya saat ini Putri lulus jadi dokter dan Putri sekarang bisa langsung kerja di rumah sakit yang ada di kampung kita"


"Yang betul Nak? tanya ibu Putri.


"Iya Bu Putri enggak bohong"


"Jadi Kakak sekarang sudah jadi dokter dong" "Iya Dek Kakak sekarang udah jadi dokter jadi semoga gaji kakak lumayan banyak ya dan Kakak bisa membantu ayah untuk mengumpulkan uang dan bisa membayar utang kita".


"Makasih ya Nak kamu memang sangat pengertian"

__ADS_1


"Iya sama-sama Ayah Ibu"


*Menelfon Dina*


" Assalamualaikum Dina"


"Waalaikumsalam Putri, Gimana kabar kamu? tanya Dina.


"Alhamdulillah baik Din kalau kamu di sana gimana kabarnya? tanya Putri juga.


"Alhamdulillah baik juga Put, Pekerjaan kamu gimana disana?.


"Alhamdulillah Dina pekerjaan aku juga berjalan dengan lancar"


"Alhamdulillah aku juga di sini betah kerja di rumah sakit di Amerika"


"Dina aku kangen banget sama kamu, aku mau curhat sama kamu Din, sahut Putri yang nada suaranya kedengarannya sudah hampir menangis"


"Ada apa Putri kamu mau curhat apa Put? tanya Dina yang sedikit khawatir sama Putri" "Dina aku pengen kamu ada di samping aku aku pengen peluk kamu aku betul-betul ingin curhat dengan kamu Din" enggak terasa air mata putri menetes"


" Putri kamu enggak apa-apa kan jawab aku Put jangan buat aku khawatir sama kamu kenapa kamu kedengarannya nangis" sahut Dina yang sudah benar-benar khawatir dengan Putri.


"Din usaha orang tua aku terancam"


"Masuk kamu terancam gimana Put?


"Iya Din Ayahku punya utang dan utangnya itu enggak sedikit"


"Berapa banyak Put?


"500 juta Dina dan beberapa hari yang lalu anaknya orang itu yang tempat ayah aku pinjam uang, anaknya datang ke rumah dan dia minta uang 500 juta itu kembali dan Dia mengancam Ayah aku kalau Ayah aku tidak bisa mengembalikan uang itu dalam satu bulan rumah dan ruko-ruko yang dimiliki Ayahku itu semua akan dia sita" sahut Putri sambil menangis.


" Putri udah kamu enggak usah nangis kamu Berdoa aja semoga masalah kamu cepat selesai"


"Iya Din dan yang lebih parahnya kamu masih ingat enggak orang yang sudah nabrak mobil aku waktu itu?.


"Iya ya aku ingat ada apa dengan dia?.


"Iya Din tapi kata Ayah aku waktu dulu dia udah banyar uang yang dia pinjam Tapi anehnya kata anaknya orang itu enggak ada bukti sama sekali kalau Ayah aku udah pernah bayar utangnya ke orangtuanya"


"Terus kenapa Ayah kamu enggak langsung ketemu aja sama orang yang dia pinjam uangnya bukan malah ketemu sama anaknya Put"


"Masalahnya Dina orang itu udah meninggal dan sekarang semua perusahaannya itu di urus sama anaknya, dan anaknya itu yang aku maksud adalah orang yang sudah menabrak mobil aku dulu Dina"


"Yang bener Pu?


"Iya Din aku engga bohong"


" Sabar ya Put aku sangat mau membantu kamu tapi aku juga enggak tahu bagaimana caranya. Aku berdoa semoga semua masalah kamu cepat berakhir ya Intinya kamu harus bersabar Putri karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman di dalam surat Az-Zumar ayat 10 yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dipenuhi pahala mereka tanpa hitungan". Jadi kamu harus bersabar dengan ujian yang Allah berikan sama kamu Putri".


" Iya Dina aku akan bersabar kok aku juga percaya dibalik Ujian ini yang Allah berikan pasti ada hikmah yang sangat manis"


" Iya Put, jadi kamu jangan nangis lagi iya"


"Iya Dina"


"Oh iya Put Udah dulu ya soalnya masih banyak tugas yang harus aku selesaikan"


" Iya Din jaga kesehatan kamu ya di sana"


" Iya kamu juga Put jaga diri kamu. Put kalau gitu udah dulu iya Assalamualaikum Putri" "Waalaikumsalam Dina"


Mereka pun mengakhiri teleponan mereka


*Satu Bulan Kemudian*


Hari ini adalah hari dimana keluarga Putri harus membayar utangnya kepada Reza entah apa yang akan terjadi sebentar di rumah Putri soalnya uang yang dikumpulkan oleh keluarga Putri itu belum cukup untuk melunasi utang-utangnya.


~Pagi Hari~

__ADS_1


pagi-pagi Putri sudah siap untuk bekerja Tapi dia lupa kalau hari ini adalah hari dimana keluarganya harus melunasi utangnya.


" Pagi Ayah pagi Ibu


pagi juga adikku sayang" sapa Putri.


"Pagi juga Kakak ku sayang"


"Pagi Nak"


"Ibu..Ayah aku langsung berangkat ke rumah sakit ya"


"Kok pagi sekali sih Nak kamu enggak sarapan dulu" tanya Ibu Putri.


"Engga Bu aku makan di kantin aja"


"kok gitu Nak, atau kamu mau ibu bungkuskan Nasi?.


"Engga usah ibu ku sayang, aku makan di kantin aja Bu"


"Kalau gitu kamu hati-hati Ya sayang"


"Iya Bu"


Putri pun berangkat menuju ke tempat kerjanya dengan menggunakan mobil pribadinya beberapa lama kemudian Reza datang bersama asisten pribadinya dan bodigar bodigarnya.


*Rumah Putri*


" Permisi....permisi" sambil mengetuk pintu. "Iya tunggu... siapa? sambil membuka pintu rumahnya.


Eh Pak Reza Silakan masuk Pak" sahut Ibu Putri.


"Aah udah aku enggak mau basa-basi. Sekarang Tolong berikan saya uang 500 juta"


"Pak Reza masuk aja dulu biar aku panggil suami saya" sahut Ibu Putri.


Ibu Putri pun memanggil Ayah Putri


"Mas ada Pak Reza di luar"agak panik.


"Apa ada Pak Reza? sedikit panik juga.


"Iya Mas gimana dong mana uang kita belum cukup lagi. Aku enggak mau kalau rumah kita di sita sama mereka"


" Ibu juga enggak mau Mas. Mas ketemu aja dulu sama mereka ibu takut"


~Ayah Putri pun menuju ke ruang tamu untuk menemui Reza dan yang lainnya.


" Selamat pagi Pak Reza" sahut Ayah putri yang keliatannya sedikit gugup.


"Iya selamat pagi tapi kayaknya kita enggak usah basa-basi deh lebih baik kamu bayar utang kalian sekarang juga, kan aku sudah berikan kalian waktu 1 bulan untuk mengumpulkan uang sebanyak itu Jadi sekarang saya minta uang itu kembali" Sahut Reza.


"Maaf tapi uang kami belum cukup"


"Apa kamu bilang, belum cukup bukannya anak kamu yang bilang kalau dia akan membayar semua utang-utang kamu untung aku sudah kasihkan kalian waktu 1 bulan untuk mengumpulkan uang itu tapi apa belum ada juga kalian kumpulkan"


" Maaf Tuhan...aku minta"


" Maaf.. maaf... Emangnya kata maaf kamu itu bisa membayar semua utang-utang kamu apa Pokoknya aku enggak mau tahu kalian harus meninggalkan rumah ini dan semua ruko-ruko Kamu adalah milik saya mengerti kalian semua"


"Jangan tuan jangan saya mohon jangan usir kami" Sahut Ayah Putri sambil bersujud memohon kepada Reza.


"Jangam kata kamu bukannya ini adalah perjanjian kalau kamu tidak membayar maka rumah ini dan semua ruko kamu adalah mik saya"


" Jangan tuan Kalau tuan mengambil rumah ini aku dan keluargaku Kamu tinggal di mana Aku mohon berikan saya kesempatan lagi"


"Kesempatan kata kamu, kesempatan apalagi Kesempatan Kedua...hahahahah enggak ada istilah Hei kamu ingat ya utang ya tetap utang jadi utang harus di bayar"


Beberapa lama kemudian Putri pulang kembali ke rumahnya karna dia lupa bawa berkas-berkas yang sangat penting. Ketiga dia masuk ke rumah Putri kaget karna Putri melihat ada Reza dan rombongannya datang lagi.

__ADS_1


~Alhamdulillah episode 5 nya sudah selesai dan Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang sudah sempatkan waktu untuk mampir ke karya aku Aku harap kalian enggak bosan-bosan untuk menunggu episode-episode berikutnya terus. Kalian jangan lupa like,Comment and favorite.


Thank you guys jangan lupa juga mampir ke novel pertama aku yang berjudul Aku butuh kasih sayang~


__ADS_2