
Pestanya pun sudah selesai dan para tamu undangan sudah pulang tinggal orang tua putri dan adiknya serta Alex dan para pengawal Reza yang masih ada di Gedung tempat dimana pesta pernikahan Reza dan Putri berlangsung di rayakan.
*Di Gedung*
" Ibu dan ayah kalian nginep aja di rumah Tuan Reza soalnya ini juga udah jam berapa enggak mungkin kan ayah dan ibu pulang ke kampung"
"Iya sayang ibu dan ayah malam ini nginap kok di rumah suami kamu"
"Ow iya Ibu"
" Lala enggak papa kan kalau kita nginep di rumah Tuan Reza sayang? tanya Ibu Putri"
"Tapi Bu aku enggak mau nginep di rumah Tuan Reza"
"Memangnya kenapa sayang dia kan juga sudah jadi suami Kak Putri"
"Iya sih Bu' tapi....."
"Tapi kenapa sayang??
"Dek malam ini kamu nginep di rumah tuan Reza aja soalnya enggak mungkin kan kalian mau pulang ke kampung malam ini, Ini juga udah jam berapa lo dek" membujuk adeknya.
"Iya deh Kak terserah Kakak"
Mereka semua pun pulang ke rumah Reza. Orang tua dan adik Putri malam ini nginap di rumah Reza.
~Di rumah Reza~
" Tuan Reza Ibu sama ayah dan adik aku nginep di rumah Tuan Reza dulu ya malam ini soalnya Ini kan udah malam enggak mungkin kan mereka pulang ke kampung" Sahut Putri. " Iya suruh aja mereka nginap Memangnya mereka sekarang dimana? tanya Reza"
"Dia masih di perjalanan Tuan mereka sudah menuju ke sini"
Tidak lama kemudian orang tua putri dan adiknya itu pun datang.
" Eh Ibu,Ayah kalian udah datang"
" Iya nak"
"Malam ini kalian nginap aja di sini Ini udah malam kan engga mungkin juga kalian pulang"
"Iya Tuan Reza"
" Mulai sekarang kalian enggak usah panggil aku Tuan Reza, kalian panggil aku Reza aja"
"Baik Nak"
"Kalau gitu ibu sama ayah ke kamar aja dulu kalian istirahat gih soalnya Lala juga udah capek tuh iyakan lala, sahut Putri"
"Iyaa kak aku udah capek banget"
"Oh iya Nak tapi kamar ibu sama ayah di mana? tanya ibu Putri"
"Oh Ibu ikut aja Sama pelayan itu biar dia tunjukkan di mana kamar kalian, sahut Reza"
"Makasih Nak Reza"
" Mbak tolong bawa orang tua Putri dan adiknya itu ke kamar tamu ya dan jangan lupa sediakan mereka makanan dan siapkan mereka air hangat juga untuk mandi"
"Oh iya Tuan baik"
*Di kamar Reza*
" Hei bocah siapkan aku air hangat Aku ingin mandi, sahut Reza"
"Iya Tuan"
"Cepetan aku udah Gerah banget nih"
__ADS_1
"Iya tunggu dulu Tuan aku mau ganti baju dulu"
" Apa kamu bilang kamu suruh Aku tungguin kamu sampai kamu selesai ganti baju yang bener aja. Udah enggak usah banyak alasan kamu cepetan siapin aku air hangat aku mau mandi, ngerti nggak sih"
" Iya Tuan"
Putri pun masuk ke kamar mandi untuk mempersiapkan air hangat buat Reza setelah Putri sudah mempersiapkan air hangat itu untuk Reza, Reza pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya sedangkan Putri dia bersiap-siap untuk mengganti pakaiannya juga Karena sekarang dia masih menggunakan pakaian gaun pengantin. Putri sudah berusaha untuk membuka baju gaun pengantinnya itu tapi Putri tidak bisa membukanya karena Casper baju gaun pengantin itu susah banget dibuka. Tidak lama kemudian Reza pun sudah mandi dan dia keluar dari kamar mandi dia melihat putri yang kesusahan membuka gaun pengantin itu Sedangkan Putri tidak menyadari kalau dia sedang diperhatikan oleh Reza.
"Dasar bocah buka baju gaun pengantin aja susah banget dasar kampungan"
" Hei bocah masa buka baju pengantin aja kamu enggak bisa sih, Bagaimana kamu mau jadi pelayan aku dengan baik kalau kamu buka gaun pengantin aja susah banget kelihatannya" sedikit mengejek.
"Iiiiih apaan sih Tuan bukannya aku enggak bisa buka gaun pengantin ini tapi emang susah kok dibukanya"
" Ih dasar kampungan sini aku bantu, terus kamu mandi gih kalau kamu udah mandi ambilin aku makanan soalnya aku udah laper nih"
"Iya Tuan"
Setelah gaun pengantin itu terlepas Putri pun bergegas untuk pergi mandi setelah Putri selesai mandi Putri tidak lupa mengambil makanan untuk Reza. Putri yang keluar dari kamar mandi dia langsung melihat Reza yang tertidur pulas di atas ranjang mewahnya.
"Iiiiih apaan sih Tuan Reza bukannya dia suruh aku ambilin makanan katanya laper malah dia tidur kalau gini aku harus gimana dong, sahut Putri"
" Tuan.....tuan Reza bangun, Tuan Reza mau makan apa? tanya Putri sambil membangunkan Reza dari tidurnya"
"Tuan bangun Tuan....."
Tiba-tiba Reza terbangun Bukannya dia bangun dengan tersenyum malah dia bangun dengan marah-marah.
"Apaan sih kamu bocah berani banget kamu bangunin aku dari tidur aku" marah-marah.
"Maaf tuan Aku enggak bermaksud bangunin tuan dari istirahat Tuan. Aku cuma mau tanya Tuan aja kok kalau Tuan Reza mau makan apa?.
"Emang kenapa sih kamu kasih bangun aku cuma mau tanya itu doang enggak penting banget sih kamu"
"Maaf sekali lagi Tuan bukannya tuan tadi suruh aku ambilin makanan tapi Tuan lupa kasih tau aku kalau Tuan mau makan apa. Soalnya nanti kalau aku salah pasti kan aku dimarahin lagi sama Tuan"
Putri pun turun ke dapur untuk mempersiapkan makanan buat Reza.
~Dapur~
" Permisi Bi"
" Ehhh Nyonya ada yang bisa saya bantu"
"Ahhhhh bibi engga usah panggil aku Nyonya, panggil aja aku Putri Bi', sambil tersenyum"
"Kok gitu sih nyonya kan nyonya itu istri Tuan mudah"
"Hahahhaha aku itu sama kok kayak kalian kerjanya jadi pelayan pribadi Tuan Reza jalannya aja yang membedakan karena status ku itu sebagai istri tuan Reza tapi sebenarnya itu aku adalah pelayan pribadi Tuan" sahut Putri panjang lebar.
"Engga Non tetap bibi harus panggil Non dengan sebutan Non Putri. Non Sungguh baik iya, non itu tidak sombong dengan apa yang non miliki sekarang"
"Ahhhhh bibi bisa aja. Ehhhhh bi Tuan Reza kalau makan malam dia sukanya apa? tanya Putri"
"Kalau tuan Reza itu kalau dia mau makan malam biasanya bibi bikinin nasi goreng aja Non"
"Ow nasi goreng kalau gitu aku bikinin nasi goreng aja ah"
"Biar bibi yang bikinin non, Non Putri istirahat aja"
"Engga bibi biar aku aja yang buat nasih gorengnya kan bukan bibi yang disuru tapi aku iya kan, bibi kerja yang lain aja. sahut Putri"
"Non, bibi boleh nanya sesuatu engga tapi Non bisa jawab atau engga itu terserah Non sih"
"Iya bi bertanya aja"
"Engga kok Non bibi cuma mau tanya, Non Putri udah lama pacarannya sama Tuan mudah?
__ADS_1
"Pacaran???
Kenapa ngomong gitu bi?"
" Enggak non maaf kalau bibi lancang, tapi kenapa Non bisa nikah sama Tuan mudah padahal sudah beberapa tahun kami semua tau Kalau Tuan Mudah itu tidak punya pacar dan selama ini Non tidak penah di bawah sama Tuan mudah kerumah ini kan?.
"Iya bibi sebenarnya kami nikah itu bukan karna dasar cinta tapi adanya suatau kesepakatan"
"Maksud Non Putri gimana? tanya bibi lagi"
"Aku nikah dengan Tuan Reza itu karna dia menyuruh aku jadi pelayan pribadi Tuan Reza"
"Kok bisa non?.
"Iya bi karna Ayah ku mempunya utang dengan orang tuanya Tuan Reza dan kami tidak bisa membayarnya sehingga Tuan Reza ingin mengambil rumah dan semua ruko milik Orang tua aku Bi' tapi aku bermohon dengan Tuan Reza agar dia memberikan keringanan untuk kami supaya kami tidak di usir dari rumah kami sendiri danTuan Reza memili syarat kalau kami tidak ingin di usir maka syaratnya aku harus jadi pelayan pribadi Tuan Reza. Dan aku relah pertaruhkan seluruh nyawa ku untuk orang tua ku bi. Apa pun yang di perintahkan oleh Tuan Reza sama aku insyaallah aku akan lakukan itu yang jelas Tuan Reza tidak menyakiti Ibu, Ayah dan Adik kecil ku" sahut Putri dengan panjang lebar.
" Masya Allah sungguh mulia hati Non Putri, pasti Tuan Reza merasa sangat beruntung bisa mendapatkan Non Putri sebagai istrinya"
" Bibi enggak usah panggil aku sebagai Non Putri atau apa kan aku sudah bilang tadi, kita ini sama kok di sini Bibi. Yang membedakannya semua orang tahu kalau status aku itu sebagai istri Tuan Reza tapi yang sebenarnya itu bukan bi. Aku ini adalah pelayan pribadi Tuan Reza danTuan Reza tidak pernah mencintai aku Bibi, dia itu menganggap aku sebagai pelayan pribadinya doang enggak lebih. Sumpah aku heran sama Tuan Reza Kenapa dia memiliki hati yang sangat kejam dia tidak bisa membedakan mana orang yang tua dan mana orang yang muda. Dia meratakan semuanya siapa pun yang membuat hatinya itu tidak nyaman maka pasti dia akan membuat orang itu sengsara. Sungguh apa salah aku sehingga aku bisa mendapatkan Tuan Reza sebagai suami aku, jujur aku juga mau melayani suami aku dengan sepenuh hati sebagaimana layaknya seorang istri tapi apa Bi aku menikah dengan Tuan Reza karena aku harus menyetujui persyaratannya dan menjadikan ku sebagai pelayan pribadinya doang. Sahut Putri dan Entah kapan air matanya mulai keluar"
" Astagfirullah Non Putri jangan ngomong gitu bagi Bibi Non Putri itu adalah istri yang sangat sholehah yang relah mempertaruhkan nyawanya hanya demi orang tua Non sendiri. Bibi yakin suatu saat tuan akan mencintai Non Putri dengan sepenuh hati"
" Itu tidak akan terjadi Bibi dan menurut aku semua itu mustahil karna aku dan Tuan Reza tidak saling mengenal. Perkenalkan kami itu sekedar tidak sengaja saja"
"Sebenarnya dulu Tuhan Reza itu tidak bersifat kasar kayak gini Non tapi mungkin semuanya faktor pas dia di tinggalkan sama Non Zaskia"
"Kok gitu Bi?
"Iya Non dulunya Tuan Reza itu sangat ramah sama orang dia tidak pernah kasar tapi semenjak Tuan Reza dan Non Zaskia itu hubungannya renggang Tuan Reza sifatnya berubah sampai sekarang. Bahkan dia juga tidak mau ketemu dengan orang tuanya. Dan Maaf ya Non Tapi menurut bibi Tuan Reza tidak memberitahukan kepada keluarganya kalau dia itu ingin menikah di Indonesia dan kayaknya Tuan Reza menyembunyikan pernikahan itu Non"
"Bibi jujur aku takut gimana kalau orang tua Tuan Reza datang dan dia memaki-maki aku dia menganggap aku itu adalah perempuan yang tidak benar. Aku itu orang yang sederhana Bi aku tidak sekaya mereka gimana kalau dia datang dan meghina aku sehingga orang tuaku direndahkan juga, aku enggak mau itu terjadi Bibi"
"Aku yakin Non semua itu tidak bakalan terjadi orang tuanya Tuan Reza itu baik terutama ibunya dia itu sangat baik sama orang. Tugas Non Putri harus mengambil hati Tuan Reza agar sifatnya kembali kayak dulu"
"Tapi jujur aku tidak memiliki perasaan sedikitpun dengan Tuan Reza karena aku menikah dengannya itu bukan karena dasar cinta melainkan karena aku tidak mau saja melihat orang tuaku menjadi Gelandangan di luar sana. Sahut Putri yang masih menangis.
" Kalau boleh tahu kenapa Tuan bisa jadi putus dengan Non Zaskia? Sahut Putri yang merasa penasaran.
"Hubungan mereka tidak di setujui sama orang tua Tuan Reza karna menurut mereka Non Zaskia perempuan yang tidak cocok sama Tuan Reza dan setau bibi Tuan Reza itu sudah di jodohkan sama anak sahabatnya Nyonya besar. Dan Tuan Reza juga sudah lama enggak pernah bawa pacarnya ke rumah ini lagi Non semenjak dia Putus sama Non Zaskia Tuan Reza sifatnya mulai kelihatan kasar"
"Oh gitu ya Bibi kalau begitu apapun yang terjadi aku harus hadapi semua itu dengan lapang dada. Aku tidak mau melihat orang tuaku cemas. Bi aku mohon sama bibi jangan memberitahukan kepada orang tuaku atas apa yang terjadi di keluarga Reza ya Bi"
"Iya Non Bibi enggak bakalan memberitahukan kepada orang tua non atas apa yang terjadi di masa lalu Tuan Reza dan Bibi berjanji Bibi selalu berpihak kepada non Putri"
"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih sama bibi"
"iya Non"
Mereka tidak menyadari sudah mengobrol terlalu lama sehingga mereka lupa waktu dan Nasi gorengnya pun juga sudah masak.
"Non Putri tidak terasa kita ngobrol sudah cukup lama dan nasi gorengnya juga udah masak tuh pasti Tuan Reza sudah nungguin Non Putri di kamarnya"
"Oh iya bi Astaghfirullahaladzim aku lupa pasti aku dapat marah lagi dehhh dari tuan Reza"
"Sabar ya Non"
"Kalau gitu aku naik ya Bi ke Kamar Tuan Reza"
"Iya Non"
(Non Putri....Non Putri betapa santunnya kamu jadi orang Nak, batin bibi)
Putri pun naik ke kamar Tuan Reza dengan membawa nasi goreng buatannya sendiri untuk Tuan Reza. Saat ini Tuan Reza menunggu Putri di kamarnya dan mungkin dia sudah kelaparan entah apa yang akan terjadi di kamar itu.
Halo guys Assalamualaikum Alhamdulillah nih episode lanjutannya sudah selesai. Terima kasih banyak ya buat kalian semua yang sudah sempatkan waktunya untuk mampir ke novel aku. Aku harap kalian Jangan bosen-bosen untuk menunggu episode-episode berikutnya.
Thank you guys jangan lupa like,Comment and favorite.
__ADS_1