
~Episode 6~
Putri Memutar Balik mobilnya menuju ke rumah karena Putri ingin mengambil berkas-berkas yang dia lupa di rumahnya. Pada saat Putri mamasuki gerban rumahnya Putri melihat ada 2 buah mobil yang terparkir dengan rapi di depan rumah. Putri belum menyadari kalau mobil itu adalah milik Reza dan rombongannya ketika Putri masuk kedalam rumahnya Putri sangat kaget karena dia melihat Reza yang memaki-maki orang tuanya.
" Astaga aku lupa berkas-berkas aku kalau gini terpaksa aku harus pulang ke rumah lagi deh" sambil Memutar Balik mobilnya.
Ketika Putri sampai di depan rumah dia sangat kaget melihat ada mobil tapi Putri tidak menyadari kalau mobil itu adalah milik Pak Reza ketika Putri masuk kedalam rumahnya dia melihat Pak Reza yang memaki- maki orang tuanya.
*Dalam Rumah Putri*
" Assalamualaikum Ibu ...Ayah... aku pulang" "Oh kebetulan kamu ada.
Eh bocah kamu lupa ini hari apa, ini tuh hari dimana kalian harus membayar utang-utang kalian" Nadanya agak tinggi.
"Astaghfirullahaladzim
Maafkan kami tuan, uang kami belum cukup untuk membayar semua utang kami" sahut Putri yang memohon amput pada Reza.
"Enak aja kamu bilang kamu lupa perjanjian kita kalau kamu enggak membayar ini hari rumah ini dan semua roko Ayah kamu saya sita"
"Jangan tuan berikan kami keringan, aku mohon"
"Ehhhh bocah bukannya saya sudah berikan kalian waktu satu bulan untuk mengumpulkan uang itu"
"Iya tuan saya tau tapi maaf tuan soalnya uang itu belum cukup 500 juta"
" Kalau uang itu enggak cukup 500 juta terpaksa kalian harus keluar dari rumah ini. Ayo pergi dari sini. usir mereka" Sahut Reza yang menyuruh bodyguard-nya mengusir Putri dan keluarganya.
" Jangan tuan jangan...jangan usir kami (sambil berlutut di kasih Reza) saya akan lakukan Apapun yang Tuan inginkan Yang penting Tuan tidak mengusir kami dari sini" Sahut Putri sambil menangis.
" Apapun yang aku inginkan kamu akan lakukan? tanya Reza"
" Iya Tuan apapun yang Tuan perintahkan kepada saya, Saya akan melakukan itu yang jelas Tuan tidak mengusir orang tua saya di rumah ini" Putri yang masih menangis.
Ayah,ibu dan adik Putri yang mendengar apa yang dibilang Putri mereka bertiga cuma bisa menangis. Mereka tidak tahu harus berbuat apa karena orang yang dihadapi saat itu adalah orang yang sangat kejam dan tak punya hati.
" Hahaha oke aku akan memberikan kalian keringanan, Aku enggak bakalan mengambil rumah ini dan enggak bakalan mengambil ruko milik Ayah kamu tapi dengan satu syarat? sahut Reza"
"Apa itu syaratnya Tuan? tanya Putri"
"Hahahha kamu betul-betul mau tau syaratnya" Sahut Reza yang merasa bahagia karna permainannya akan segera dia mulai.
"Iya Tuan aku mau tahu syaratnya apa dan apa pun syarat itu saya akan lakukan saya bersumpah Tuan demi orang tua saya"
" Oke Syaratnya yaitu kamu harus menikah dengan saya dan menjadi pelayan pribadi saya, kamu mengerti"
"Apa Tuan menikah dengan tuan dan menjadi pelayan pribadi Tuan? tanya Putri"
Orang tua putri yang mendengar persyaratan itu mereka tidak setuju mereka tidak ingin anak perempuan tertuanya itu akan dijadikan budak oleh Pak Reza.
" Iya kamu harus menjadi istri saya dan menjadi pelayan pribadi saya. Cuma itu persyaratannya kalau kamu tidak mau ya terserah kamu jadi terpaksa kamu harus siap-siap keluar dari rumah ini" Sahut Reza.
"Putri jangan Putri kamu enggak usah menikah sama Pak Reza mending kita keluar dari rumah ini dan lebih baik Ayah tidak memiliki harta, dibanding Ayah harus melihat anak Ayah akan menikah samaTuan Reza"
" Hey Pak Herman memangnya kenapa kalau anak kamu itu menikah sama saya kamu enggak mau ha" Reza yang membentak Ayahnya Putri.
" Enggak papa Ayah...Ibu yang jelas kita enggak keluar dari rumah ini aku mohon Izinkan aku menikah sama Tuan Reza, dan apapun resikonya aku akan hadapi itu yang jelas kalian tidak diusir dari rumah ini. Kita mau tinggal dimana Ayah kalau kita pindah dari rumah ini. Kalian tidak kasihan sama Lala dia masih mau tinggal di rumah ini" Sahut Putri yang berusaha meyakinkan orang tuanya kalau dia pasti bisa menghadapi semuanya.
"Tapi Nak Ibu enggak mau lihat kamu menderita"
"Putri tau Ibu tapi Putri lebih-lebih tidak bisa melihat orang yang aku sayang juga menderita jadi izinkan aku menikah sama Tuan Reza agar semua masalah bisa selesai"
"Kalau gitu terserah sama kamu Nak Ayah dan Ibu tidak bisa berbuat apa-apa kalau itu sudah jadi keputusan kamu dan maafkan Ayah karna gara-gara Ayah kamu juga terlibat" Sambil memeluk Putri.
"Hahhaha jadi kamu setuju sama persyaratannya kalau gitu satu minggu lagi kita akan menikah"
"Apa Tuan satu minggu lagi kenapa cepat sekali? tanya Putri.
"Iya terserah aku dong mau cepat atau engga"
Mereka semua sudah sepakat dengan keputusan Reza dan Mereka akan menikah satu minggu lagi. Putri tidak memberitahukan kepada Dina kalau dia akan menikah dengan Orang yang dia Benci itu. Sedangkan Reza sengaja tidak memberi kabar kepada orang tuanya kalau dia ingin menikah di Indonesia. Karna Reza tau kalau ibunya itu tidak bakalan menyetujui pernikahan mereka karna sebenarnya Reza sudah di Jodohkan Dengan anak Sahabat Ibunya.
__ADS_1
*Hari keenam*
Ini sudah hari keenam mereka urus persiapan pernikahan Reza dan Putri. Mau bagaimana pun Pernikahan ini harus kelihatan sangat mewah karna Reza mengundang banyak tamu dari perusahaan-perusahaan lain. Dan besok malam mereka akan melaksanakan pernikahan di suatu gedung yang sangat besar dan mewah*
~Reza~
"Aku engga mau tau pokoknya hari ini semuanya sudah beres" sahut Reza kepada salah satu pegawainya.
"Iya Pak Reza saya akan mempersiapkan semuanya"
"Ok malam ini semuanya sudah harus beres karna besok malam acaranya sudah di mulai.
" Tapi Pak kalau Boleh saya tahu Pak Reza ingin konsep dekorasi pernikahannya kayak gimana Pak?
"Kan pernikahan saya dilaksanakan di dalam gedung jadi saya mau di ruangan itu dihiasi dengan pepohonan-pepohonan yang sangat cantik yang semuanya berwarna putih karena aku mau suasana di dalam ruangan itu seolah-olah sedang berada di alam lepas. Apalagi ditambah dengan karpet atau kain putih yang menjulur panjang di antara pohon-pohon yang memanjang tersebut dan ada juga lilin-lilin yang ditempatkan di pinggir karpet itu.
Kamu sekarang sudah ngertikan bagaimana dekorasi yang aku maksud?
"Iya Pak Reza saya sudah mengerti dan saya usahakan semuanya sudah beres malam ini juga"
"Ok aku percaya sama kamu" sahut Reza.
"Dan Hey anak Bocah sampai kapan kamu diam terus disitu? tanya Reza kepada Putri"
Iya sekarang Putri ada di Kota Bandung di rumah Reza dia di suru sama Reza untuk membantu Reza mempersiapkan semuanya.
"Iya ada apa Tuan Reza? tanya Putri yang kelihatannya masih kaget karna Reza tadi nada suaranya sangat tinggi memanggil Putri sampai-sampai Putri kaget"
" aku bilang sampai kapan kamu di situ diam aja"
"Maaf Tuan"
" Hei bocah kamu enggak mau cari baju yang kamu pakai untuk acara pernikahan besok. Tapi kalau kamu cari gaun pengantin harus berwarnah putih" Sahut Reza.
Reza sangat suka dengan warnah putih. "Terserah Tuan aja aku mah ngikut aja kok Apa yang Tuan inginkan"
"Ok"
" Tuan Reza aku izin angkat telepon dulu ya Soalnya Ibu aku lagi nelpon"
"Iya Jangan lama nelfonnya soalnya masih banyak yang ingin di kerjakan"
"Iya Tuan".
* Nelponan*
" Assalamualaikum Nak sahut Ibu Putri" "Waalaikumsalam Ibu"
Ibu, Ayah mana? tanya Putri.
"Ada kok Ayah lagi mandi"
"Kalau Lala mana Ibu? tanya Putri lagi"
"Udah tidur sayang.
Nak acara pernikahan kamu besok itu jam berapa?
"Oh acara pernikahan aku itu jam 7 malam ibu.
" Ibu, Ayah dan Lala kapan ke sini?
"Oh Ibu besok pagi berangkat dari sini nak sekitar jam-jam 8 lah kayaknya sayang"
"Oh iya Ibu aku tunggu kalian ya di sini"
"Iya sayang, Sayang ibu mau bertanya sesuatu sama kamu?.
"Mau tanya apa Ibu? sedikit penasaran.
" Sayang apa kamu beneran mau menikah dengan Pak Reza? Kamu tahu kan Pak Reza itu orangnya gimana. merasa kasihan sama anaknya"
__ADS_1
"Ibu dan ayah enggak usah khawatir Soalnya ini sudah keputusan Putri Ibu"
" Iya sayang Ibu tahu tapi asal kamu tahu kalau pernikahan itu bukan main-mainan. menjalani suatu pernikahan tidak semudah membalikan telapak tangan sayang tetapi kamu enggak usah takut karena menjalani suatu pernikahan itu juga tidak sesulit yang Pujangga katakan kok"
" Kalau begitu Putri harus gimana Bu' soalnya gak mungkin juga kan aku membatalkan perjanjian kami" sahut Putri yang merasa sedih.
" Iya sayang Ibu paham dengan perasaan yang kamu rasakan saat ini, tapi pesan ibu sama kamu walaupun kalian berdua menikah bukan karena dasar cinta tapi Ibu harap sama kamu Nak Tetaplah menjadi istri yang baik dan solehah karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Yang Artinya: " Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah"
" Jadi maksud Ibu Putri harus menaati perintah Tuan Reza?
"Iya sayang sebagai seorang istri itu harus taat kepada suaminya. Ingatlah sayang dengan mutiara pernikahan itu, jika pasangan hanya dianggap sebagai kekasih, maka kecewa akan selalu datang. Jadikanlah pasangan adalah sahabat, agar selalu setia dikala Kita luka dan menderita. Jangan menikah hanya karena saling mencintai, namun bangunlah pernikahan karena kesadaran akan mencintai dan dicintai. Dan ibu yakin lama-kelamaan kamu akan suka sama Pak Reza" Sahut Ibu Putri yang sedikit menggoda.
"Aah Ibu udah ah enggak usah ngomong gitu" sedikit kesal.
"Hahahah iya sayang Ibu cuma bercanda"
~Tiba-tiba Reza memanggil Putri~
" Ibu sudah dulu ya nelponannya soalnya Tuan Reza panggil aku"
" Iya sayang kamu hati-hati di sana ya Nak"
"Iya Ibu, Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam Nak"
*Acara Pernikahan*
akhirnya acara yang ditunggu-tunggu telah tiba malam ini adalah acara pernikahan Reza dan Putri. Suasana malam ini begitu sangat indah dekorasinya sangat cantik.
Konsep dekorasi pernikahan Reza dan Putri sangatlah cantik dimana di dalam ruangan itu banyak sekali pohon-pohon yang semuanya berwarna putih. Suasana di dalam ruangan itu seolah-olah sedang berada di alam lepas. Apalagi ditambah dengan karpet atau kain putih yang menjulur panjang di antara pohon-pohon yang memanjang tersebut dan lilin-lilin yang di tempatkan di pinggir karpet membuat suasana terlihat seirama. Ditambah dengan kain-kain putih yang menjulur menutup seluruh dinding ruangan membuat suasana menjadi lebih luas.
Di ruangan itu sudah banyak tamu yang datang menghadiri acara pernikahan Reza dan Putri. Tamu-tamu yang datang semuanya adalah tamu-tamu yang terhormat semuanya adalah dari pengusaha-pengusaha terkaya baik itu di luar kota maupun di luar negeri. Reza sudah ada di tengah-tengah tempat pelaminan untuk menunggu Putri datang. Tidak lama menunggu Putri pun datang dan di dampingi oleh Ayahnya. Putri betul-betul sangat cantik dengan menggunakan gaun yang sangat indah di tubuh Putri. Olesan wajahnya yang tidak menor itu membuat wajah Putri semakin tambah cantik walaupun Putri tidak menggunakan olesan make up sedikitpun, muka Putri tetap cantik kok. Dan walaupun Putri menggunakan hijab yang menutup seluruh kepalanya sehingga tak sehelai rambutnya kelihatan tapi itu tidak menghalangi kecantikan Putri. Semua tamu yang ada di ruangan itu betul-betul sangat terpanah melihat kecantikan Putri sehingga banyak orang yang berbisik-bisik kalau Betapa beruntungnya Pak Reza mendapatkan Seorang Istri yang sangat cantik dan santun kayak Putri.
Memang pernikahan merupakan momen yang paling spesial yang akan dilalui oleh dua pasang insan yang saling mencintai. Banyak hal yang harus diperhatikan agar momen sakral ini menjadi momen yang layak untuk Dikenang bagi pasangan yang menikah. Tapi beda halnya dengan Reza dan Putri mereka menikah bukan dasar cinta tapi melainkan karena adanya suatu persyaratan.
Selama acara berjalan Reza tidak pernah menampakan sifat aslinya kalau dia itu sebenarnya membenci Putri. Selama acara berlangsung dia memperlakukan Putri dengan sangat lembut sampai-sampai Banyak orang yang iri dengan mereka. Tapi semua itu hanyalah sandiwara yang sedang di lakukan oleh Reza karena kalian tahu kan kalau Reza dan Putri menikah bukan karena dasar cinta melainkan karna adanya suatu persyaratan. Reza lakukan sandiwara itu di depan para tamunya karena dia tidak mau reputasinya itu rusak di mata para tamu-tamu yang dia undang.
*Alex*
Alex Irawan atau bisa dipanggil Alex adalah sahabat sejati Reza. Reza sudah menganggap Alex itu sebagai sodarahnya cuma Alex yang mengetahui kalau Reza itu sudah menikah dengan Putri. Alex rela sempatkan waktunya hanya untuk hadir di pernikahan sahabatnya itu. Alex rela naik pesawat dari Amerika ke Indonesia hanya untuk menghadiri pernikahan sahabatnya.
" Hai Bro sahut Alex yang langsung memeluk sahabatnya itu"
" Hei kamu betul-betul datang ya di acara pernikahan aku" Sahut Reza yang bahagia melihat kedatangan sahabatnya itu.
"Hahahaha iya dong siapa dulu Alex gitu lo"
" Hei Putri sungguh aneh ya aku enggak sangka kalau kalian berdua itu bisa jodoh padahalkan kamu dan Reza itu bisa kenal pada saat mobil kalian tidak sengaja tambrakan kan"
"Ih apaan sih ini orang datang-datang langsung bahas itu sebel banget deh" batin Putri.
" Apaan sih kamu enggak usah dibahas itu disini kali Alex"
"Hahahha iya iya enggak usah marah kali Reza aku cuma bercanda"
"Hai Putri kamu hati-hati ya dengan Reza kalau kamu sama dia pasti kamu engga bisa tahan apalagi lihat ketampanan Reza setiap hari"
Putri hanya terdiam mendengar perkataan Alex sedangkan Reza dan Alex hanya bisa tertawa melihat ekspresi putri yang tercampur aduk antara malu dan takut.
Berapa jam kemudian acara pernikahan Reza dan Putri pun selesai.
Assalamualaikum guys episode enamnya sudah selesai. Terima kasih banyak yang sudah sempatkan waktunya untuk membaca novel aku ya Dan aku harap kalian jangan bosan-bosan tunggu episode-episode berikutnya jangan lupa di like,Comment and favorite.
Thank you guys
__ADS_1