Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya

Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya
Putri Bertemu Sama Dina


__ADS_3

~Episode 17~


Reza pulang dari kantor bersama seorang laki-laki tampan. Tapi Putri enggak kenal sama orang itu.


"Selamat sore Tuan Reza....Selamat sore Tuan Angga. Sahut para pengawal dan para pelayan."


"Iya sore, kata Dokter Angga."


"Putri ada dimana...?"


"Non Putri ada di dapur Tuan, Non lagi bantuin bibi masak."


"Suru dia ke sini."


"Baik Tuan Reza."


Tidak lama Putri pun datang.


"Selamat sore Tuan Reza...selamat sore Tuan. Sahut Putri."


"Kamu udah sembuh Put...? tanya Dokter Angga."


"Iya Alhamdulillah."


"Reza istri kamu lucu juga ya dia temani aku ngomong tapi kok pandangannya ke bawah 😂 emangnya aku ada di bawah apa."


"Hahahhaa dia memang kayak gitu, sahut Reza sambil tertawa sedangkan Putri hanya terdiam.


"Ehhhh aku lupa kenalin nama aku Angga, sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan."


"Iya aku Putri."


"Putri ayo sini pijat kepala aku kepala ku sakit banget, sahut Reza."


"Baik Tuan Reza."


"Putri....Putri kamu manggil suami kamu itu Tuan Reza bukan sayang gitu...😌nada mengejek."


"Udah deh kamu enggak usah banyak bacot Angga."


"Bilang aja kamu cemburu kan karna kalau kamu pulang kerja enggak ada yang manjain kamu😜."


"Ahhhhh sial kamu Reza jadi maksud kamu itu kamu mengejek aku nih..."


"Enggak kok aku enggak mengejek tapi aku menghina...😂."


"Hahahha sial kamu Reza itu artinya sama aja kali...lihat aja nanti kalau aku udah nikah aku pasti setiap hari bermesraan di depan kamu."


"Hahha enggak usah mending kamu cari calonnya aja dulu baru kamu pasang rencana kayak gitu."


"Awas aja kamu Reza hahhahah."


*Reza dan Angga saling bercada satu sama lain. Setelah waktu udah menunjukkan jam 7 malam, Angga pun pamit pulang.


*Putri*


"Tuan Reza bedah banget ya kalau dia sama temannya dia sangat bahagia dan bisa melepaskan ketawanya kayak gitu tapi kalau dia bersama aku Reza enggak pernah tertawa jangankan tertawa senyum aja enggak pernah dia seperti es batu aja. Batin Putri."


"Reza...Putri aku pamit pulang ya ini juga udah jam berapa."


"Ow iya."


Angga pun sudah pulang.


*Ke Esokan Harinya*


Pagi ini Putri berencana ingin melanjutkan untuk mencari pekerjaan karna dia udah di izinkan dengan Reza untuk kembali mencari kerja.


Setelah berjam-jam Putri mencari pekerjaan Putri enggak sengaja bertemu dengan seorang perempuan yang kelihatannya dia kenal.


"Aduh cari kerja susah banget sihh kalau di Indonesia nih aku udah dapat kerja dari tadi tapi kok di sini nyari kerjanya susah banget sih, Sahut Putri yang udah hampir nyerah."


*Dina*


Dina mengendari mobil pribadinya dari tempat dia kerja. Di perjalanan Dina enggak sengaja melihat Putri yaitu orang yang selama ini dia rindukan.


"Aku enggak salah lihat nih😨 apa itu beneran Putri...?"


Dina memparkir kan mobilnya di depan Putri.


"Putri......kamu beneran Putri kan...? sahut Dina sambil memeluk tubuh sahabatnya itu."

__ADS_1


"Dina ini beneran kamu kan...?"


"Iya Putri ini aku Dina."


"Dina aku kangen banget sama kamu."


"Aku juga Put aku kangen banget sama kamu."


Mereka pun saling berpelukan dan tidak terasa mereka menangis terseduh-seduh sakin bahagianya mereka. Meraka enggak peduli dengan banyaknya sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua.


Hahahhaha jangan nangis terus dong Dina...Putri nanti air mata kalian bisa bikin kebanjiran kota itu lagi😂 hahahhah lebay.


"Putri kok kamu ada disini bukannya kamu ada di Bandung...?"


"Kenapa aku ada disini itu ceritanya panjang banget Dina😢."


"Kamu kenapa Putri maksud kamu ceritanya panjang gimana aku enggak ngerti...? atau bagaimana kalau kita ke cafe aja nanti kamu ceritakan apa yang sudah terjadi."


"Iya Dina."


*Di Cafe*


"Udah kamu ceritain sama aku masalah kamu apa Putri...?"


"Dina kamu masih ingat enggak sama orang yang udah nambrak mobil aku dulu...?"


"Iya aku masih ingat bahkan aku pernah ketemu sama temannya itu, emang kenapa dengan dia...?


"Gini Dina aku udah nikah sama cowok itu dan aku minta maaf karna aku baru ngasih tahu kamu😔 kamu jangan marahnya sama aku."


"Iya enggak papa Put pasti kamu punya alasan tersendiri kok tapi yang aku bingunin disini itu kok kamu bisa nikah sih sama orang itu bukannya kamu enggak suka ya sama dia...?


"Dia mengancam aku Din."


Putri pun menceritakan semua kepada Dina awal kejadian kenapa dia bisa nikah dengan Reza. Setalah berapa lama Putri menceritakan semuanya akhiranya Dina mengerti apa yang sudah menimpah sahabatnya itu.


"Ow namanya Reza astaga kejam banget sih Putri Reza jadi cowok."


"Iya Din gitu deh ceritanya jadi aku terpaksa nikah sama dia. Dan Reza enggak pernah menganggap aku itu adalah istrinya melainkan Reza hanya anggap aku sebagai pelayan pribadi dia doang.Tidak terasa air mata Putri mengalir."


"Sumpah kejam banget tuh orang awas aja kalau aku ketemu sama Reza aku pukul dia dengan pukulan maut aku biar dia tau rasa."


"Ya mau gimana lagi Din aku takut Reza berbuat macem-macem sama keluarga ku."


"Terus tadi kamu ada di pinggir jalan kamu mau ngapain...? jangan bilang kamu mau bunuh diri lagi."


"Enak aja bunuh diri bikin tamba dosa aja, aku masih sayang sama nyawa aku kali."


"Terus apa dong...?"


"Tadi itu aku lagi cari kerja Dina tapi sumpah aku bingung banget bayangin coba udah berapa hari aku cari kerja tapi aku enggak dapat-dapat juga."


"Astaga Putri kamu ini kenapa sih kamu itu kan lulusan kedokteran kenapa kamu enggak coba daftar kerja di rumah sakit aja."


"Dina kamu ini gimana sih masa aku daftar jadi dokter di rumah sakit yang ada disini...?"


"Emang kenapa Put apa salahnya kamu coba dulu atau gimana kamu mengajukan aja permohonan untuk kerja di rumah sakit yang aku tempatin."


"Ahhh kamu ini Dina ada-ada aja deh."


"Kamu gimana sih Putri apa salahnya kita mencoba dan kamu tenang aja nanti aku temani kamu kok. Apalagi kamu kan juga sangat pandai Put jadi aku nyakin kamu cepat keterima."


"Makasih Iya Dina kamu memang sahabat aku yang aku sayang😘."


*Setelah mereka sudah melepas rindu Putri pun di antar pulang ke rumahnya bersama Dina. Keesokan harinya Putri pun mencoba untuk melamar pekerjaan di rumah sakit di temani oleh Dina untuk tes wawancara di rumah sakit tempat Dina bekerja.


*Pagi Hari*


Setelah Reza berangkat ke kantor giliran Putri yang bersiap-siap untuk tes wawancara di rumah sakit yang sudah di pilihkan oleh sahabatnya itu. Suara getaran di dalam tas Putri yang ternyata adalah suara Hp Putri pertanda ada yang menelfon.


"Hallo Putri aku udah ada di depan gerban rumah kamu nih, sahut Dina di balik telfon itu."


"Oh iya Din tunggu aku, aku segera turun ke bawah, Sabil berlari menuruni anak tangga."


"Ehhhh Non Putri mau kemana kok Non kelihatannya sangat terburu-buru...?"


"Aku mau tes wawancara bibi dan doa'in aku ya bibi semoga aku di terima."


"Iya Non Aamiin semoga Non keterima ya."


"Kalau gitu aku pergi dulu ya bibi"

__ADS_1


"Iya Non hati-hati."


*Di Perjalanan*


Dina dan Putri mereka berbincang-bincang selama mereka di perjalanan.


"Din aku takut nih gimana kalau aku enggak keterima...?"


"Aduh Put kamu enggak boleh ngomong gitu ahhh, kita berdoa aja semoga kamu keterima kerjanya."


Setelah beberapa lama mereka di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit itu.


Putri dan Dina pun turun dari mobilnya dan banyak sekali yang memperhatikan kedua perempuan itu, ya kenapa tidak mereka memang sangat terlihat cantik walau pun mereka berhijab tapi itu tidak bisa menutupi kecantikan mereka.


"Wah Dokter Dina cantik banget apa lagi cewek yang ada di samping Dokter Dina dia juga terlihat sangat cantik, sahut salah satu pegawai rumah sakit itu."


"Iya cantik banget."


*Putri dan Dina*


"Din aku gugup banget nih."


"Enggak usah gugup gitu Put kamu bismillah aja."


*Tes Wawancara*


Putri pun sudah di panggil untuk tes wawancara. Berapa lama Putri di ruangan itu akhirnya tesnya selesai juga dan Putri keterima untuk kerja di rumah sakit yang Dina tempati bekerja juga.


"Selamat ya Ibu Putri kamu sekarang sudah bergabung dengan kami di rumah sakit ini.


Semoga kamu bekerja dengan profisional dan menjalankan amanah dengan baik."


"Iya makasih Pak insyaallah saya akan bekerja dengan bersunggu-sunggu."


Sahut Putri yang saat ini dia sangat bahagia.


*Di Luar Ruangan*


"Dina...teriak Putri."


"Kenapa Put kamu enggak keterima kenapa muka kamu di tekuk kayak gitu sih...?"


"Aku....bahagia banget deh Din, aku enggak nyangka bisa keterima kerja di rumah sakit ini😇."


"Yang bener Put kamu keterima...?"


"Iya Din aku di terima kerja di rumah sakit ini.


Makasih ya Din ini semua berkat kamu. Sambil memeluk tubuh sahabatnya itu."


"Iya sama-sama Putri dan kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia, sambil membalas pelukan Putri."


*Putri pun sudah resmi menjadi dokter di rumah sakit yang di bilang cukup populer itu. Putri sangat bersyukur karna berkat sahabatnya dia bisa mendapatkan pekerjaan di rumah sakit ternama.


Hari-hari pun berlalu dan Putri pun tetap melayani Reza walaupun Reza enggak pernah menganggapnya sebagai istri tapi Putri tetap mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri. Seperti biasanya ketika Reza sudah berangkat ke kantor maka Putri juga berangkat ke rumah sakit untuk bekerja. Enggak ada seorang pun di rumah itu yang mengetahui kalau Putri adalah seorang Dokter.


Bagi Putri enggak ada untungnya juga kan kalau mereka tahu profesi Putri itu apa. Bahkan Reza aja enggak mengetahui kalau Putri adalah seorang Dokter, yang Reza tahu Putri memang bekerja tapi bukan seorang Dokter karna waktu itu dulu Reza enggak tahu kalau Putri adalah anak kuliahan lulusan* kedokteran.


*Tidak terasa sudah satu tahun berlalu Putri dan Reza sudah menikah tapi tetap saja Reza memperlakukan Putri bukan seperti seorang istri.


*Malam Ulang Tahun Angga*


Malam ini adalah malam spesial buat Dokter Angga karna malam ini adalah hari ulang tahunnya. Banyak sekali tamu yang dia undang baik itu dari pengusaha maupun dokter-dokter yang bekerja di rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan rumah sakitnya.


Putri juga di undang ke acara ulang tahunnya Angga walaupun Angga enggak tahu kalau Putri yang dia undang itu adalah istri sahabatnya yaitu Tuan Reza. Tentu Reza datang dong soalnya Reza kan sahabatnya Angga.


Reza pun bersiap-siap untuk mengahadiri acara ulang tahun sahabatnya itu dan dia juga mengajak Putri ke sana tapi mereka harus saling enggak kenal satu sama lain dan enggak boleh ada yang mengetahui kalau mereka sudah nikah soalnya Pernikahan mereka kan enggak terang-terangan apalagi di acara itu banyak sekali pengusaha yang sudah kenal sama Reza.


Reza mengajak Putri untuk ke salon agar Putri penampilannya tidak malu-maluin di pesta itu. Pada saat Putri sudah selesai di make up Reza sangat terpukau melihat kecantikan Putri itu.


~***Bersambung...


Assalamualaikum guys makasih banyak yang udah mampir ke karya aku dan membacanya episodenya dengan habis.


jangan lupa like, comment and favorit juga guys serta jangan lupa di vote juga ya.


Dukungan kalian sangat aku butuhkan dan satu like kalian sangat bermaknah buat aku😍


Maaf kalau ceritanya masih kurang bagus ya and berikan aku masukan dong guys agar karya aku bisa tambah baik. Kita saling mendukung kan itu lebih baik kan teman-teman ku😇 Makasih😘


Ig: multi_astuti****

__ADS_1


__ADS_2