Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya

Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya
*New York*


__ADS_3

~Episode 9~


*Hari Pertama Putri di Amerika*


*Putri*


"Saat ini aku sudah sampai di Amerika tepatnya di kota New York.


Kota New York adalah lingkungan tinggal dengan gaya hidup yang sibuk dan ramai, kota ini ada banyak keramaian yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, mulai dari perdagangan, fashion, media, pendidikan, seni dan hiburan".


"New York adalah kota terpadat di Amerika Serikat dan pusat wilayah Metropolitan New York yang merupakan salah satu wilayah Metropolitan terpadat di dunia sebuah kota Global terdepan memberi pengaruh besar terhadap perdagangan, keuangan, media, budaya, seni, mode, riset, penelitian dan hiburan dunia".


" Hari ini aku berada di sebuah Rumah yang termewah di Kota New York. Rumah mewah ini siapa lagi pemiliknya kalau bukan Tuan Reza.


"Ya aku ke Amerika bersama Tuan Reza, kalian masih ingat kan kalau aku ini adalah pelayan pribadinya tentu saja kemanapun Tuan Reza pergi pasti aku harus ikut.


"Aku enggak mau terjadi sesuatu kepada ayah, bunda dan adik ku. Sumpah demi Allah aku sangat menyayangi mereka. Entah apa yang akan terjadi di sini mungkin kami berdua akan tinggal di sini cukup lama, aku hanya bisa menghembuskan nafas. Dan jujur ada rasa takut yang aku rasakan sekarang."


"Aku akan rela lakuin apapun itu agar Tuan Reza bahagia agar dia tidak melakukan hal-hal yang aneh kepada keluarga ku nantinya."


"Aku memasuki ruangan yang mewah dan banyak pelayan di rumah itu semua menundukkan sedikit badan mereka pertanda hormat kepada Tuannya. Mereka semua memandang ku dengan tatapan yang kelihatannya banyak sekali pertanyaan di mata mereka."


*Di ruang tamu*


Reza memasuki rumah mewahnya itu dengan ekspresi yang sangat dingin. Semua orang yang ada di ruangan itu memberi hormat kepada Tuan Reza.


"Selamat datang Tuan Reza akhirnya Tuan kembali lagi ke rumah ini."


Sahut salah satu dari mereka, sedangkan Reza hanya terdiam sambil berjalan menuju kursi yang ada di ruang tamu.


"Apa ada yang bisa saya bantu Tuan? tanya Pak Irwan yang merupakan orang kepercayaan keluarga Reza."


Pak Irwan itu adalah orang kepercayaan keluarga Reza. Pak Irwan sudah bekerja di rumah Reza sejak Reza masih berumur 2 tahun. Pak Irwan enggak pernah di anggap sebagai pelayan di keluarga besar Reza melainkan Pak Irwan sudah di anggap dengan keluarga Reza sebagai keluarga yang dekat.


"Tuan apa ada yang bisa saya bantu, tanya Pak Irwan lagi." Sambil berjalan di belakang Reza.


"Enggak ada pak Irwan tenang aja kalau aku butuh sesuatu pasti aku akan kasih tau bapak dan Pak Irwan istirahat aja"


"Hei mau sampai kapan kamu berdiri disitu? Ayo sih cepetan." sahut Reza.


"Iya Tuan, kata Putri sambil berjalan"


"Tuan Reza perempuan cantik itu siapa? tanya pak Irwan."


"Dia istri aku, jawabnya dengan santai"


"Apa istri Tuan Reza? Tuan enggak bercanda bukannya Tuan Reza enggak punya pacar?


"Aku enggak bercanda dan memang dia istri aku"


"Sejak kapan Tuan nikah? dan setau aku kalau keluarga Tuan itu belum tau sama sekali tentang pernikahan Tuan ini kan?


"Iya semua enggak tau tentang pernikahan aku tapi aku enggak peduli"


"Tapi Tuan, pasti Nyonya akan marah sama Tuan dan Tuan tau kan kalau Tuan itu sudah di jodohkan dengan anak Sahabat Nyonya"


"iya aku tau itu tapi aku enggak peduli dengan semuanya. Aku ini sudah dewasa dan aku bisa nentuin sendiri siapa yang cocok jadi pasangan aku"


"Iya Tuan aku ngerti"


Putri hanya bisa diam mendengar percakapan Reza dan Pak Irwan itu. Banyak yang di pikirkan Putri sekarang, pikirannya sudah kemana-mana bahkan saat ini Putri merasakan ketakutan.


"Pak Irwan aku lanjut ke kamar ya soalnya aku mau istirahat dulu." Sahut Reza sambil berjalan menuju ke kamarnya dan di ikuti dengan Putri di belakangnya.


"Iya Tuan"


*Di Dalam Kamar*


"Hei orang kampung"


"Iya Tuan Reza ada apa?


"Sediakan aku air hangat soalnya aku mau mandi"


"Oh iya Tuan"


Putri pun menyediakan air hangat untuk Reza mandi. Tidak menunggu lama airnya pun sudah tersedia dan Reza pun pergi membersihkan tubuhnya itu. Berapa menit kemudian Reza pun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang hanya menutup setengah badan dia. Saat ini tubuh mulus Reza terlihat dengan jelas dan siapa pun yang melihatnya akan menganga, sungguh tubuh Reza sangat mulus, putih dan bersih. Bukan cuman wajah yang tampan tapi dia juga memiliki tubuh yang sangat terawat.


Putri yang melihat Reza keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, Putri langsung kaget dan menutup matanya. Wajar Putri kaget soalnya dia baru pertama kali melihat soarang pria berpenampilan kayak Reza yang saat ini hanya menggunakan sehelai handuk di tubuhnya.


"Astaghfirullahaladzim.....Tuan Reza ada-ada aja deh, kenapa Tuan Reza keluar dari kamar mandi dengan penampilan kayak gitu sih." Sahut Putri yang merasa kaget.


"Kenapa ada yang salah? aku juga keluar dari kamar mandi pakai handuk kan, jadi apa salahnya?


"Iya Tuan tapi...."


"Tapi apa?


Oh tunggu dulu jangan-jangan kamu baru pertama kali ya lihat tubuh semulus ini?


Ayo ngaku." Sahut Reza yang sedikit menggoda Putri.


"Ihhhhh apaan sih Tuan Reza Udah ahhh cepat pakai bajunya Tuan.

__ADS_1


Itu aku udah sediain baju di atas tempat tidur buat Tuan Reza pake, cepetan pake gih sana."


"Kalau aku enggak mau kenapa?


"Ayo cepet Tuan pake bajunya terus lanjut Tuan istirahat."


Sahut Putri yang saat ini masih menutup matanya menggunakan tangan mungilnya itu sedangkan Reza dia berencana ingin menjahili Putri.


"Hai orang kampung."


Kata Reza sambil berjalan mendekati Putri.


"Tuhan Jangan mendekat Tuan mau ngapain?.


Saat ini Putri sudah merasa ketakutan banyak hal yang aneh di pikirannya apalagi dia baru pertama kali melihat seorang pria yang hanya menggunakan selai handuk di tubuhnya.


"Apa kamu mau lihat tubuh aku dengan dekat? Ayo buka mata kamu."


"Please jangan kayak gitu Tuan ayo sana pakai baju Tuan. Tuan nanti ada orang yang masuk loh di kamar ini, nanti yang melihat kita salah paham."


"Kenapa mereka semua di luar sana itu juga kan tau kalau kita itu udah nikah"


"Tuan please Jangan kayak gini"


"Kayaknya malam ini aku akan melakukan sesuatu hal dengan kamu dan kamu akan puas melihat tubuh aku ini." Saat ini Reza sedikit lagi hampir tertawa dia membayangkan muka Putri yang dia tutupi dengan tangannya itu pasti sudah memerah saat ini.


"Apaan sih Tuan."


Saat iniPutri yang berusaha menghindar dari Reza.


"Hahahaha orang kampung-orang kampung kamu lucu banget sih dasar bocah pasti kamu sudah berpikiran aneh kan saat ini, Hei siapa juga yang mau ngelakuin hal yang aneh sama bocah kayak kamu. Butuh berpikir panjang dulu deh kalau aku mau bersenang-senang dengan tubuh kamu, mending aku itu sewa pelayan yang lebih cantik dan mulus dibanding kamu yang bisa berikan aku kenikmatan untuk semalam."


"Nyebelin banget sih jadi orang bisa-bisanya dia berotak mesum kayak gitu, batin Putri."


"Ambilkan sana baju aku"


Putri pun mengambil baju yang sudah disediakan untuk Reza.


"Ini Tuan bajunya silahkan Tuan Pake."


Sahut Putri dan dia cepat-cepat menghindar dari Reza dia takut Reza berbuat aneh-aneh lagi dengannya.


"Hei Boca kamu mau ke mana?


"Aku mau ke dapur dulu Tuan aku haus aku mau ambil minum dulu"


"Oh kamu haus to kalau gitu bikinin aku es jeruk juga ya dan ingat enggak pakai lama."


"Iya Tuan"


"Hampir aja jantung aku copot gara-gara Tuan Reza kalau dia deketin aku terus kayak tadi bisa-bisa aku pingsan.


"Nyebelin banget sih jadi orang, Iya sih aku akuin dia memiliki tubuh yang sangat mulus dan wajah yang sedikit tampan tapi dia tuh sangat sombong, angkuh, dan kasar. Semuanya dilakukan untuk kesenangan dia sendiri, dia egois jadi orang."


"Sabar Putri sabar itu ujian buat kamu Kamu harus tetap tersenyum di depan Tuan Reza kamu jangan menunjukkan kalau kamu benci dengan dia."


"Ya Allah aku harus bagaimana sampai kapan aku harus menghadapi sifat Tuan Reza itu."


Tiba-tiba air mata Putri menetes membasahi pipinya. Dia hanya bisa sabar dan terus berdoa semoga penderitaannya ini cepat selesai.


*Di Dapur*


"Ada yang bisa saya bantu Nyonya? kata pelayan itu."


"Aku butuh buah jeruk mba soalnya Tuan Reza mau minum Es jeruk, Apa buah jeruknya ada mba?


"Oh iya Nyonya Ada kok tunggu saya ambilkan jeruknya di kulkas"


"Ow Iya"


"Ini Nyonya jeruknya"


"Mba aku boleh minta bantuan enggak sama mba? sahut Putri yang nadanya sangat sopan."


"Pasti bolehlah Nyonya, emang Nyonya mau minta bantuan apa? sedikit canggung"


"Hehehhe aku cuma mau minta tolong ambilin gelas dong soalnya aku mau bikin Es jeruk buat Tuan Reza"


"Astaga Nyonya sini biar saya yang bikinin Es jeruk buat Tuan Reza, Nyonya istirahat aja di kamar kan Nyonya baru sampai dari Indonesia"


"Enggak usah biar aku aja Mba"


"Nyonya jangan biar saya aja nanti Tuan Reza marah sama saya karna enggak membantu Istri Tuan"


"Astaga mba enggak usah khawatir kita itu sama kok disini aku juga itu sama kayak mba dan mba enggak usah panggil aku Nyonya"


"Kenapa Nyonya ngomong gitu?


"Aku itu memang sudah menikah sama Tuan Reza tapi sebenarnya aku itu adalah pelayan pribadi Tuan Reza kami menikah bukan dasar cinta melainkan karna adanya suatu kesepakatan jadi mba enggak usah panggil aku Nyonya." Sahut Putri sambil tersenyum.


"Tuan Reza beruntung sekali bisa mendapatkan istri seperti anda Nyonya. Nyonya sangat rendah hati."


"Kami tidak saling mencintai mba apalagi sangat mustahil jiga Tuan Reza mencintai aku"

__ADS_1


"Saya yakin Nyonya Tuan Reza pasti akan mencintai Nyonya suatu saat nanti"


Lama mereka berbincang-bincang akhirnya Es jeruknya pun selesai Putri buat.


"Alhamdulillah Es jeruknya sudah selesai. Aku ke kamar dulu ya Mba pasti Tuan Reza sudah nungguin aku"


"Iya Nyonya dan kalau Nyonya butuh sesuatu Nyonya kasih tau aku aja"


"Iya Mba"


Putri pun naik ke kamarnya sambil membawa segelas Es jeruk di tangannya. Putri Cukup nyambung berbincang-bincang dengan pelayan tadi karna pelayan itu juga dari warga Indonesia.


*Di Ruang Kerja Reza*


"Permisi Tuan Reza ini Es jeruknya"


"Iya taro di meja aja."


Sahut Reza yang tidak melihat Putri sedikit pun dan dia hanya fokus dengan layar laptopnya itu.


"Baik Tuan"


Setelah Putri sudah menyimpan segelas es jeruk itu di meja, Putri langsung segerah cepat-cepat menghindar dari Reza. Putri rencana ingin membersihkan badannya karna dia sudah merasa gerah.


*Putri*


"Ahhhh badan ku sudah terasa lengket lebih baik aku mandi aja ah dan istirahat dari pada aku disini dekat-dekat dengan Tuan Reza mending aku pergi bersihin badan aku mumpung Tuan Reza lagi sibuk kerja tugas kantornya."


Putri pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan badannya tapi Putri tidak sadar kalau dia itu lupa bawa baju mandi pas masuk ke kamar mandi tadinya.


*Kamar Mandi*


Beberapa menit kemudian Putri pun sudah selesai mandi tapi dia tiba-tiba terdiam karna Putri baru sadar kalau dia itu lupa bawa baju mandi kedalam kamar mandi tadinya.


Dimana dia udah basahin baju yang dia pake tadi lagi. Putri betul-betul bingung saat ini kalau dia keluar dari kamar mandi tanpa dia menggunakan sehelai kain di tubuhnya pasti Tuan Reza akan melihat tubuhnya padahalan tidak ada seorang laki-laki pun yang sudah melihat tubuh mulus Putri jangankan di lihat tubuh Putri menyentuh tubuhh Putri saja belum pernah ada laki-laki yang berani apalagi Putri itu seorang gadis berhijab jadi banyak yang tidak berani menyentuh tubuh Putri karna Putri di hormati sebagai gadis yang berhijab.


"Aduhhhh sial aku lupa ambil baju mandi lagi. Apa Tuan Reza masih ada di ruang kerjanya atau enggak ya?


Kalau aku keluar dari kamar mandi ini tampa aku tutupi pakai sehelai kain nanti Tuan Reza lihat tubuh aku dong.


Ahhhhhh enggak....enggak aku enggak mau itu terjadi.


Tapi bagaimana dong masa aku minta tolong sama Tuan Reza untuk ambilin aku baju mandi nanti Tuan Reza bilang apa."


Putri betul-betul bingung tapi mau bagaimana lagi kalau dia tidak minta tolong sama Tuan Reza terus sampai kapan Putri di dalam kamar mandi itu.


"Ahhhh aku coba lihat situasi di luar kamar aja ah siapa tau Tuan Reza masih ada di ruang kerjanya kan kalau gitu aku bisa lari keluar kamar mandi terus aku bisa ambil baju mandi dengan cepat."


Putri pun melihat sekeliling di kamar itu ternyata Tuan Reza tidak ada jadi itu artinya Tuan Reza masih ada di dalam ruang kerjanya.


Ya ruang kerja Tuan Reza juga ada di dalam kamarnya itu tapi kelihatannya Pintu ruang kerja Reza tertutup jadi ada kesempatan buat Putri untuk keluar dari kamar mandi untuk mengambil baju mandi untuk menutupi badannya itu.


"Alhamdulillah kelihatannya Tuan Reza masih ada di dalam Ruang Kerjanya itu artinya aku bisa cepat-cepet keluar dari kamar mandi ini dan cepat pakai baju dan lanjut untuk istirahat"


Putri pun akhirnya keluar dari kamar mandi itu dan cepet-cepet dia memakai baju mandi untuk mengeringkan badannya. Setelah badannya sudah kering Putri pun memakai baju tidur dan Putri tidak lupa menutupi rambutnya dengan Jilbab dan lanjut untuk memakai Night Cream atau Crim malam untuk di oleskan di wajahnya. Setelah dia selesai mengoles wajahnya dengan crim, Putri pun ke sofa yang ada di kamar itu Putri berniat untuk beristirahat sejenak di Sofa itu sambil dia menunggu Reza keluar dari ruang kerjanya.


"Aku istirahat di sofa itu aja ahhhhh soalnya aku capek banget." Sahut Putri sambil berjalan menuju sofa itu."


Putri pun berbaring di atas sofa itu tapi tidak lama kemudian Putri tertidur mungkin Putri betul-betul kecapean jadi dia tertidur di sofa itu padahal Putri baru berbaring sebentar aja dia udah ketiduran.


Tiba-tiba suara pintu terbuka dan ternyata itu Reza dia baru keluar dari Ruang Kerjanya. Reza mencari keberadaan Putri soalnya dia tidak melihat Putri saat ini.


"Dasar bocah itu mana kenapa aku tidak lihat batang hidungnya."


Sahut Reza sambil berjalan menuju ke sofa yang ada di kamar itu.


"Astaga ternyata si bocah itu ada disini. Dasar orang kampung bisa-bisanya dia tertidur dengan nyaman di sofa itu apa badannya enggak sakit apa."


Reza berjalan mendekati Putri.


"Kalau di lihat-lihat gadis kampung ini cantik juga, bibirnya merah banget. Mmmmmm apa dia enggak panas masa tidur aja dia pake jilbab sih."


"Ahhhhh apaan sih yang aku pikirin bisa-bisanya akau puji-puji orang kampung itu. Cantik? cantik dari mana ah bodoh amat mending aku tidur aja dari pada lihat orang kampung ini soalnya besokkan aku harus ke kantor pagi-pagi."


Reza pun berjalan menuju tempat tidurnya dia ingin beristirahat malam ini karna dia harus bangun cepat karna dia harus ke kantornya pagi-pagi.


~Bersambung~


Assalamualaikum


Guys apakah Putri bisa betah tinggal di Amerika dengan satu rumah dengan Tuan Reza?


Kapan Ibu Reza mengetahui kalau Reza udah menikah?


Guys penasaran dengan lanjutannya jangan bosen-bosen nungguin episode-episode berikutnya ya.


Guys maaf aku baru lanjutin episodenya soalnya baru ada waktu.


Guys aku ucapin banyak terimakasih ya buat kalian semua yang sudah sempatkan waktunya untuk mampir ke karya aku ini. Jangan lupa like,comment and favorit ya guys .


Thank you guys


ig: multi_astuti

__ADS_1


__ADS_2