Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya

Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya
*Beberapa Tahun Kemudian*


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian Putri dan Dina pun lulus kuliah. Putri dan Dina berhasil menjadi dokter sesuai dengan cita-cita mereka tapi putri dan Dina sangat sedih karena mereka harus berpisah karena Dina bekerja di rumah sakit yang terletak di negara Amerika sedangkan Putri bekerja di rumah sakit yang terletak di kampungnya sendiri.


" Alhamdulillah ya Dian akhirnya kita udah lulus kuliah dan kita sekarang jadi dokter aku bersyukur banget deh tapi aku juga sangat sedih karena Sebentar lagi kita akan pisah, minggu depan kan kamu udah ke Amerika jadi kita enggak ketemu lagi deh" merasa sedih.


"Apaan sih kamu Put walaupun aku di Amerika Tapi aku pasti sering juga kesini kok, aku sering ke Bandung atau aku ke kampung kamu untuk ketemu sama kamu. Walaupun jarak memisahkan kita tapi kita tetap bersahabat kan Put" Sahut Dina.


"Iya Din Makasih ya Aku sangat sayang sama kamu Din. kamu sahabat aku yang paling baik dan pengertian Intinya kamu itu adalah sahabat yang baik"


"Iya aku juga Put aku juga sangat sayang sama kamu dan kamu juga sahabat yang baik Kok kamu sering membantu aku, kita memang enggak sedarah kita itu cuma bersahabat tapi aku sudah anggap kamu itu sebagai saudara aku Put. Sambil memeluk Putri.


*Dina*


Dina besok udah berangkat ke Amerika dan saat ini Dina packing barang-barang yang dia ingin bawa ke Amerika tidak lupa Dina mengabari Putri supaya Putri mengantar dia ke bandara besok pagi.


" Bibi...bi...bibi naik ke kamar aku dong Bibi tolong bantu aku packing barang-barang aku" teriak Dina.


"Iya non tunggu Bibi selesaikan masakan Bibi dulu"


"Ya Bi, Bibi cepat ya"


"Ya Non"


Setelah masakan Bibi selesai Bibi pun naik ke kamar Dina untuk membantu mempacking barang-barang yang ingin di bawah ke Amerika.


"Bi bagusnya aku bawa baju yang mana ya?


"Terserah non aja mau bawa baju yang mana. Dan intinya non Dina bawa barang-barangnya yang penting-penting aja"


"Siap bi"


"Kalau baju yang ingin aku pakai besok bagusnya yang mana ya bi? tanya Dina lagi.


"Yang ini aja non soalnya ini cantik untuk di pakai besok"


~Setelah Dina sudah mempacking barang-barang yang ingin dia bawa ke Amerika Dina pun tidak lupa untuk menelepon Putri~


" Assalamualaikum Putri"


"Waalaikumsalam Dina"


"Put besok kamu antar aku ke bandara ya"


"Oh iya aku lupa besok kan kamu udah berangkat ke Amerika ya"


"Iya Put aku udah berangkat ke Amerika besok, jadi besok pagi kamu ke rumah aku ya soalnya aku mau di antar ke bandara sama kamu"


"Oke Din pasti aku ke rumah kamu dan pasti aku antar kamu ke bandara"


"Kamu janji ya Put jangan sampai telat low"


"Iya Din aku janji"


"Putri?


"Iya ada apa?


"Kalau kamu kapan balik ke kampung?


"Oh hari Selasa aku udah berangkat ke kampung"


"Oh baguslah kalau gitu Put Selama aku ada di Amerika kamu jangan lupakan aku ya" sedikit sedih.


"Harusnya aku yang ngomong gitu Din, nanti di Amerika kamu dapat sahabat lagi pasti kamu udah lupakan aku bahkan jarang hubungin aku pastinya"


"Aku jarang kasih kabar ke kamu gitu?


"Ya enggak mungkin lah Put masa aku jarang kabarin kamu ya enggaklah sesibuk-sibuknya apapun aku, pasti aku akan bagi waktu ku untuk beri kabar sama kamu"


~Pagi-Pagi Pergi ke Bandara~

__ADS_1


Pagi ini Putri berencana ingin mengantar Dina ke bandara karena hari ini Dina sudah ingin berangkat ke Amerika. Putri pagi-pagi sekali Dia pergi ke rumah Dina.


" Assalamualaikum Din"


"Waalaikumsalam Putri ehhh kamu udah datang ayo masuk" sahut Dina.


"Iya Dina ,Jam berapa kita ke bandaranya?Tanya Putri.


"Ini aku udah mau berangkat Tapi aku nungguin kamu dari tadi"


"Oh kalau gitu ayo kita langsung berangkat aja so nanti kita telat lagi ke bandaranya"


*Tidak lupa mereka pamit terlebih dahulu dengan bibi.


" Bibi aku berangkat ya"


"Tunggu non Bibi ikut ke bandaranya"


"Enggak usah Bi, Bibi jaga rumah aja kan ada Putri yang antar aku ke bandara"


"Tapi non bibi enggak enak tidak antar non ke bandara"


"Hahahaha engga papa bi, Santi aja kali"


"Bibi di rumah aja ya"


"Iya Bibi jaga rumah aja biar aku yang antar Dina ke bandara"


"Oh kalau gitu terasa kalian aja deh"


Putri pun mengendarai mobilnya menuju ke bandara. Di atas mobil mereka berbincang-bincang, banyak hal yang mereka bahas. berapa jam kemudian mereka pun sampai ke bandara. Alhamdulillah Dina sampai ke bandara dengan tepat waktu berapa menit kemudian pesawat Dina punsudah hampir berangkat.


" Dina kalau kamu ada di Amerika kamu jangan lupakan aku ya" merasa sedih.


" Iya Putri aku kan sudah bilang semalam kalau aku itu enggak bakalan lupakan kamu walaupun jarak memisahkan kita tapi kita tetap sahabat kok. Harusnya aku yang ngomong sama kamu jangan lupakan aku iya Putri"


~Mereka pun sampai di bandara~


" Alhamdulillah akhirnya kita sampai dengan tepat waktu ke bandaranya ya Din"


" Iya Alhamdulillah ya kita enggak telat"


Setelah mereka sampai mereka pun masuk ke dalam bandara mereka duduk di kursi sambil menunggu waktu penerbangan pesawat yang ingin di naiki Dina. Sebelum Dina pergi Dina tidak lupa memberi sebuah kalung untuk Putri, kalung yang di berikan untuk Putri itu adalah kalung kesayangan Dina. Kalung itu sudah dia pakai sejak dia masih SMA. Kalau itu ada hadiah ulang tahun dari orang tua Dina.Dina mempercayai Putri bahwa Putri pasti bisa menjaga kalung itu dengan baik sampai suatu saat mereka ketemu kembali.


" Putri kita duduk di sana yuk"panggil Dina.


"Iya ayo"


(Mereka pun duduk)


"Put aku mau kasih kamu sesuatu?.


"Apa Dina, kamu mau kasih aku apa? penasaran.


"Ini aku mau kasih kamu kalung, kalung aku ini adalah kalung yang sangat berharga bagi aku" sambil menunjukkan kalungnya ke Putri.


"Terus kalau itu kalau berharga buat kamu kenapa kamu mau kasih ke aku? tanya Putri.


"Soalnya kamu juga adalah orang yang sangat berharga bagi aku jadi kalung ini aku kasih ke kamu untuk kamu jaga".


"Oh gitu ya Din, Makasih ya Din aku janji kalung ini akan aku jaga sampai kapan pun aku janji Dina".


"Iya Put kamu harus jaga kalung ini sampai suatu saat kita akan ketemu lagi, walaupun itu bertahun-tahun atau pun puluhan tahun lamanya. Intinya kamu harus menjaga kalung ini".


"Iya aku janji sama kamu aku akan jaga kalung ini sampai kita ketemu lagi. Mmmm Dina aku mau tanya sebenarnya kamu kasih aku kalung ini untuk aku jagakan tapi Emangnya kalung ini dari siapa? Tanya Putri.


"Put ini kalung adalah kalung kesayangan aku Soalnya waktu aku kelas 2 SMA dimana sebelum orang tua aku tinggal di luar negeri. Pada Waktu itu aku ulang tahun dan orang tua ku kasih aku kalung ini. Itu deh dari semenjak aku SMA aku sering pakai kalung ini sampai sekarang dan kalung ini baru aku lepas sekarang dan aku kasih kalung ini ke kamu" sahut Dina panjang lebar.


"Dina makasih ya kamu udah percaya sama aku untuk jaga kalung ke sayang kamu ini"

__ADS_1


"Iya Put aku percaya kok sama kamu. Kamu bisa menjaga kalung ini yang sangat berharga bagi aku seperti pun kamu, kamu sangat berharga bagi aku kamu itu adalah sahabat aku yang paling baik Put" sambil memeluk Putri.


"Makasih Din kamu juga sahabat aku yang paling baik kok"


~Beberapa menit kemudian panggilan untuk penumpang pesawat XXXX telah bunyi itu tandanya pesawat XXXX sebentar lagi akan terbang~


" Putri aku pergi ya jaga diri kamu baik-baik"


"Iya Din kamu juga jaga diri kamu ya di negeri orang"


"Iya Put"


Putri dan Dina mereka berdua pun terpaksa berpisah karena Putri harus kembali ke kampung kelahirannya karena Putri bekerja di rumah sakit yang terletak di kampung halamannya sedangkan Dina bekerja di rumah sakit yang terletak di negara Amerika.


*Pagi Hari*


Putri bangun pagi-pagi karena dia ingin mempersiapkan barang-barang yang dia ingin bawa pulang ke kampung. Putri ingin memberikan kejutan kepada orang tuanya dan kepada adiknya bahwa Putri berhasil menjadi dokter dan Putri juga berhasil bekerja di Rumah Sakit ternama di kampungnya.


" Alhamdulillah ya Allah hari ini aku akan pulang ke kampung aku akan berikan kejutan kepada ibu dan ayah seterta untuk Lala juga kalau aku berhasil jadi dokter"


Iya Putri sengaja tidak memberitahukan kepada orang tuanya kalau dia sudah berhasil menjadi dokter orang tuanya hanya mengetahui kalau Putri itu hanya lulus dari kuliahnya tapi tidak sebagai dokter. Setelah Putri sudah mempersiapkan barang-barang yang dia ingin bawah Dia pun bergegas mandi. Setelah Putri sudah mandi dan dia sudah siap dengan pakaian yang dia pake Putri pun berangkat menuju ke kampungnya dengan mengendarai mobil pribadinya tapi Putri tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di kampungnya itu. Ada hal yang terjadi di rumah Putri, orang tua Putri kedatangan tamu dimana tamunya itu adalah orang yang sangat kasar dan kejam. orang itu datang ke rumah Putri karena dia ingin menagih utang kepada Ayah Putri. Ayah Putri ternyata memiliki utang yang banyak kepada orang tersebut tapi ayah Putri tidak bisa membayar semua utang yang dia punya sampai-sampai orang itu mengancam Ayah Putri kalau dia tidak bisa membayar maka semua ruko dan rumahnya akan dia Sita. Putri tidak mengetahui Kenapa ayah Putri bisa mempunyai utang yang banyak kepada pria itu. Kalian pasti tahu pria itu siapa ya pria itu adalah Reza, kalian tahu kan dan kalian pasti masih ingat Reza itu siapa. Reza itu adalah Orang yang sudah menabrak mobil Putri dulu. Reza memang adalah pengusaha termuda di kota Bandung perusahaannya memiliki banyak cabang di kota-kota lain maupun di negara-negara lain. Umurnya Reza berbeda 4 tahun dari Putri. Ketika Putri sampai di rumahnya Putri sangat kaget Kenapa ada mobil di depan rumahnya Putri. Ketika Putri masuk di dalam rumahnya dia lebih-lebih kaget lagi pada saat dia melihat seorang pria yang ada di dalam rumahnya itu adalah orang yang sudah menabrak mobilnya dulu.


" Alhamdulillah Akhirnya sampai juga di desa Kelahiran ku ini.... welcome Desa kesayangan ku aku kangen banget tinggal di desa ini. Udah engga sabar aku mau sampai ke rumah" batin Putri.


Beberapa menit kemudian Putri pun sampai di rumahnya tapi dia sangat kaget karena dia melihat ada mobil yang terparkir di depan rumahnya.


" Kok ada mobil ya...ini mobil siapa? batin Putri".


Putri pun memparkir mobilnya di depan rumah dan Putri pun masuk ke dalam rumahnya tapi dia lebih-lebih kaget lagi pas dia melihat ada beberapa orang di ruang tamu. Disana ada Orang tua Putri juga tapi lebih anehnya lagi kenapa orang itu marah-marah sama Ayah Putri.


" Assalamualaikum Bu'


Assalamualaikum Yah Putri sudah pulang" sahut Putri.


Orang yang ada di dalam ruangan itu langsung melihat ke arah Putri. Orang tua Putri sangat kaget melihat kedatangan Putri karna Putri datangnya di waktu yang tidak tepat. Lebih-lebih dengan Reza, Reza juga kaget melihat Putri ada di dalam Rumah itu.


" Waalaikumsalam nak eh kamu udah pulang jawab Ibu Putri"


" Iya Bu aku sudah pulang" Sahut Putri sambil berjalan menuju ruang tamu.


"Ayah...Ibu mereka siapa kok Mereka ada di rumah kita? tanya Putri.


"Putri, enggak apa-apa sayang mereka tamu Ayah"


"Iya Ayah tapi kok mereka marah-marah sih sama Ayah. Aku tadi lihat dia di sana marah-marah ke Ayah" penuh tanya.


~Orang itu langsung menjawab pertanyaan Putri~


"Hei bocah kayaknya kita pernah ketemu? tanya Reza". Kamu masih ingat aku kan dan Kamu mau tahu kenapa aku datang ke sini dan kenapa aku marah-marah sama orang tua kamu itu. Asal kamu tahu ya Ayah kamu itu punya banyak utang sama aku. Nah dan hari ini aku datang untuk tagih utang itu tapi apa Ayah kamu tidak bisa membayar semua utang-utangnya" Sahut Reza panjang lebar.


"Ayah yang benar apa yang di bilang sama orang itu, kok Ayah enggak pernah ngomong sama Putri" Agak sedih mendengar perkataan Reza.


"Iya bener sayang Ayah punya banyak utang sama dia dan maaf Ayah tidak pernah ngomong sama kamu karena saya tidak mau kuliah kamu terganggu"


" Astaga kenapa Ayah enggak ngomong sama Putri kalau gini kan jadinya ribet"


"Hey kalian udah ngomongnya. Asal kalian tau aku enggak mau dengar kalian berbincang-bincang kayak tadi, Aku kesini itu mau minta uang aku kembali ngerti" sahut Reza yang nada suaranya lumayan tinggi.


"Ayah aku mohon jelasin aku kenapa orang ini bilang kalau Ayah banyak utang sama dia kenapa Ayah?.


*Ayah Putri yang mendengar pertanyaan anaknya itu dia cuma bisa diam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Putri bahkan mengucapkan satu kata pun dia tidak bisa*


*Assalamualaikum guys Alhamdulillah episode 4 sudah selesai aku banyak berterima kasih sama kalian yang sudah sempatkan waktunya untuk membaca novel aku ini dan aku harap kalian tidak bosan-bosannya untuk menunggu episode-episode berikutnya ya jangan lupa like,Comment and favorite.


Thank you guys.


Ehhhh satu lagi guays kalian jangan lupa mampir ke karya pertama aku dong yang judulnya Aku butuh kasih sayang mu.


Thank you*

__ADS_1


__ADS_2