Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya

Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya
Suruhan Nyonya Zara


__ADS_3

~Episode 14~


Hari ini Putri di izinkan untuk mencari pekerjaan karna Putri sudah berjanji sama Reza kalau dia tidak akan menghiyanati kepercayaan yang Reza berikan kepadanya.


"Tuan Reza aku mohon izinkan aku untuk mencari pekerjaan. Sahut Putri agak ragu."


"What....apa kamu bilang kamu mau cari pekerjaan di sini, apa aku enggak salah denger."


"Iya Tuan aku mau cari kerja soalnya aku mau cari uang."


"Emang kamu pikir cari kerja itu gampang apa . Dan ehhh kamu sadar diri dong kamu itu bisanya apa.


Udah kamu enggak usah cari kerja dan kamu ingat kamu itu kan sudah jadi pelayan pribadi aku jadi kamu enggak bisa kemana-mana."


"Palingan ini cuma akal-akal kamu doang kan supaya kamu bisa lolos dari aku."


"Enggak Tuan itu enggak mungkin aku lakuin dan aku juga hanya mau punya uang hasil keringat aku sendiri dan aku janji aku enggak bakalan kabur kok, Tuan percaya sama aku."


"Terserah kamu aja deh mau kerja dimana aku juga enggak peduli. Dan di pikir-pikir bagus juga kalau kamu cari uang, kan kalau gitu aku udah enggak repot-repot lagi berikan uang aku sama kamu. Sahut Reza."


"Jadi Tuan Reza izinin aku cari kerja...?"


"Terserah deh tapi awas kalau kamu macam-macam di luar sana. Aku enggak akan segan-segan berikan kamu hukuman."


"Iya Tuan saya janji."


*Hari Pertama Cari Kerja*


Putri pun hari ini pergi mencari pekerjaan. Putri sangat bingung dia mau kerja apa dan apalagi Putri sekarang kan enggak lagi di Indonesia.


"Aduh aku pusing banget nih aku udah pulang balik sana ke sini tapi aku belum juga dapat pekerjaan. Sumpah aku capek banget mana aku lapar lagi."


*Tiba-tiba Putri di tabrak motor dan dia terjatuh.


"Aduhhhh sakit banget kaki aku."


Beberapa orang yang melihat kejadian itu mereka berlari menghampiri Putri karna Putri terjatuh. Sedangkan Orang yang menabrak Putri dia kabur.


"You are okay...? Sahut salah satu orang yang ada di belakang Putri."


"Here I help..."


"Aku enggak papa kok, berusaha berdiri dari duduknya."


"Ohhh kamu orang Indonesia juga.


Udah sini aku bantu, sambil memegang tangan Putri."


"Makasih. Kata Putri sambil meninggalkan orang itu."


"Hey tunggu dulu kamu mau kemana, sambil memegang tangan Putri."


"Apa sih kamu enggak sopan tau enggak langsung pegang tangan aku."


"Okay Sorry, aku enggak sengaja aku cuma mau tau aja kamu mau kemana apa lagi kaki kamu masih sakit kan."


"Aku laper aku mau cari makan dan emangnya itu urusan kamu kalau aku mau kemana......?"


"Santai aja galak banget sih jadi cewek.


kamu lucu ya bukannya ke rumah sakit obatin kaki kamu itu malah kamu mau cari makan😕 Anehhh."


"Bodoh Amat."


*Putri pun meninggalkan laki-laki itu.


"Menarik juga cewek itu."


*Masi Di jalan**


"Udah hampir magrib tapi aku belum dapat kerja juga. Ahhhh lebih baik aku pulang aja deh kan besok aku bisa lanjutin cari kerjanya."


"Aku harus cepat-cepat pulang sebelum Reza pulang duluan ke rumah."


*Di Rumah*


Putri pun akhirnya sampai di rumah.


"Nona udah pulang, sahut salah satu pelayan."


"Iya mba...sambil tersenyum."

__ADS_1


"Tuan Reza belum pulang mba...?"


"Iya Nona Tuan Muda belum pulang."


"Oh gitu ya mba kalau gitu aku ke kamar dulu ya mba soalnya aku mau bersih-bersih dulu."


"Iya Nona"


*Putri pun naik ke kamarnya untuk membersihkan badannya itu. Setelah Putri sudah selesai mandi dan memakai baju tidur dia pun turun ke dapur untuk memasakkan makan malam buat Reza.


*Dapur*


"Selamat malam bibi, selamat malam mba*."


"Malam Nona, Kok Nona ada disini sihhh....? Sahut bibi."


"Emang ada yang salah ya Bi' kalau aku ada di sini?


"Enggak Non maksudnya bibi itu, Nona istirahat aja sambil nungguin Tuan Reza pulang dari kantor."


"Enggak papa bibi aku juga mau masak buat Tuan Reza."


"Jangan Nona nanti Tuan Reza marah."


"Kok Tuan Reza marah sih bibi apalagi aku kan cuma mau masakin buat dia...?


"Enggak Non nanti tangan Nona lecet. Biar saya sama bibi yang masak makan malam buat Tuan Muda dan Nona istirahat aja. Pasti Nona masih cape kan dari cari pekerjaan."


"Mba sama Bibi ini kenapa sih masa lupa kalau aku ini kan pelayan pribadi Tuan Reza jadi bibi enggak usah bersikap berlebihan kayak gini sama aku."


" Kenapa Nona ngomong gitu kami semua tahu kalau Nona itu adalah istri Tuan Reza jadi sudah sewajarnya kita bersikap sopan sama Nona."


Reza pun pulang dari kantor dan dia sangat marah kepada Putri sampai-sampai dia sudah enggak sabar ingin menghukum Putri itu.


"Mana Putri...?


Orang kampung itu ada dimana sekarang....?


Sahut Reza kepada salah satu pelayan di rumah itu.


"Maaf Tuan, Nona ada di dapur."


"Baik Tuan Reza."


" Non Putri...Non, Tuan Reza sudah pulang dari kantor dan dia ingin ketemu sama Nona tapi saat ini kelihatannya Tuan sangat marah."


"Marah....?


Kenapa Tuan Reza pulang dari kantor dan dia langsung marah-marah mba?


"Saya juga enggak tau Nona dan mending sekarang Nona ketemu sama Tuan Reza di ruang tamu sebelum Tuan Reza tamba marah."


*Ruang Tamu*


Putri pun cepat-cepat ke ruang tamu untuk menemuai Reza.


"Permisi Tuan apa Tuan cari aku...?


"Sini kamu, Dengan nada yang membentak."


"Putri pun berjalan mendekati Reza dan Plakkkk...Plakkkk sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Putri. Dan semua orang yang ada di ruangan itu semuanya merasa kaget di tambah mereka merasa kasihan dengan Putri.


"Rasakan tamparan itu dan apa kamu masih mau aku tampar....ehhh jawab."


"Ampun Tuan Reza kenapa Tuan langsung menampar aku salah aku apa Tuan...? Sahut Putri yang saat ini sudah menangis."


"Brukkk....dan satu buah pukulan yang melayan ke mulut Putri. Sampai-sampai ada darah yang keluar dari pinggir bibir Putri itu.


"Apa kamu belum sadar juga apa kesalahan kamu."


"Enggak Tuan aku bener-bener enggak Tau apa kesalahan aku sampai-sampai Tuan semarah ini sama aku."


"Lihat ini orang kampung, sahut Reza sambil melemparkan beberapa lembar foto ke muka Putri."


Putri pun memungut foto itu dan dia merasa kaget kenapa foto ini ada sama Reza. Dimana gambar foto itu adalah peristiwa yang terjadi tadi sore yaitu ketika tangannya Putri di pegang oleh seorang laki-laki asing.


"Maaf Tuan kayaknya Tuan Reza salah paham sama foto ini."


"Salah paham kata kamu dan kamu lupa aku kan udah bilang sama kamu jangan macem-macem di luar sana tapi apa kamu malah menguji emosih aku, tahu enggak sih kamu...?."


"Tapi Tuan orang ini enggak bermaksud memegang tangan aku kok tadi Tuan, dia cuma niat membantu aku doang karna aku tadi enggak sengaja di tabrak sama motor."

__ADS_1


"Di tabrak motor kata kamu dan kamu kira aku langsung percaya gitu 😡 hahahhaah dasar bodo. Dan walaupun kamu di tabrak motor kamu enggak usah kegatelan mau di pegang sama laki-laki yang enggak kamu kenal."


"Maaf Tuan kalau aku salah."


"Maaf dan maaf 😒 hanya kata maaf aja yang ada di mulut kamu itu."


"Sini mana aku lihat bekas jatuh kamu, sambil menarik keras lengan Putri dan mendorong Putri sampai Putri terjatuh."


"Aduhhh sakit....merintih kesakitan."


"Ohhhh ini luka bekas jatuh kamu. Sahut Reza sambil menginjak luka yang ada di kaki Putri itu."


"Sakit Tuan sakit 😢 ampun Tuan jangan injak kaki aku. Putri betul-betul merasa kalau kakinya sangat sakit."


"Ini hukuman kamu karna kamu udah macem-macem di luar sana. Sahut Reza sambil menginjak kaki Putri itu."


"Iya Tuan Reza ampun aku janji aku enggak akan ulangi kesalahan aku lagi Tuan." Putri hanya bisa memohon ampun kepada Reza.


"Dengar baik-baik kalian semua ingat jangan ada yang pernah berani membuat kesalahan. Jika aku mendapat kesalahan salah satu di antara kalian maka kalian tau sendiri akibatnya."


"Hey cewek murahan dasar orang kampung. Ingat hukuman kamu malam ini adalah kamu enggak boleh makan malam."


"Dengar kalian semua jangan ada yang kasihani perempuan ini. Apabilah ada yang kasihkan dia makan malam maka aku akan potong leher kalian, mengerti semua...?


"Siap Tuan Reza, sahut mereka semua."


Putri hanya bisa menangis dia enggak bisa melawan kehendak Reza itu.


*Di kamar*


"Aduh perut aku sakit banget aku sangat lapar tapi mau gimana lagi. Tuan Reza melarang aku untuk makan malam ini." kata Putri sambil menahan rasa sakit di perutnya itu.


Tiba-tiba Reza masuk ke dalam kamar dan melihat Putri menangis.


"Kenapa kamu menangis apa perut kamu sakit...? sambil berjalan mendekati Putri."


"Iya Tuan aku sangat lapar."


"Hahahhaha kamu lapar ya dan perut kamu itu sakit. Hey dengar baik-baik hukuman kamu ini belum seberapa aku kasih. Kalau kamu macem-macem lagi aku akan berikan hukuman yang berat dari pada ini."


"Iya Tuan aku minta maaf."


*Ke Esokan Harinya*


Setelah Reza berangkat ke kantor Putri pun pergi melanjutkan untuk mencari pekerjaan.


"Ya Allah semoga hari ini aku dapat kerja."


Sudah berapa jam Putri berkeliling mencari tawaran pekerjaan untuk dia tapi hasilnya tetap sama yaitu dia belum juga dapat pekerjaan.


"Sumpah susah banget sih cari kerjanya."


"Aku ke cafe aja dulu ahhh soalnya aku pengen minum Es jeruk."


*Di Cafe*


Setelah Putri sampai di cafe dia pun memesan Es jeruk. Tidak lama menunggu pesanannya pun datang.


Di dalam cafe Putri hanya memikirkan semua hal yang sempat terjadi semalam. Putri bingung dari mana Reza mendapatkan foto itu.


"Kok bisanya Tuan Reza mendapatkan Foto itu. Andai kemarin aku enggak di tabrak motor pasti kejadian semalam tidak mungkin akan terjadi."


"Apa Tuan Reza memiliki mata-mata supaya dia tahu apa yang sudah aku kerjakan di luar rumah...?


Tapi ahhhh aku pusing pikirkan ini semua."


*Tiba-tiba seorang laki-laki duduk di kursi kosong yang ada di depan Putri.


"Kira-kira siapa ya guys yang duduk di depan Putri itu...?


"Pasti ada pertengkarang lagi nihh kalau Reza tahu Kalau Putri itu duduk sama seorang laki-laki😖*


#Assalamualaikum Teman-teman makasih ya sudah mapir ke cerita aku.


Aku mohon berikan aku saran dong guys supaya aku bisa nulis novel aku dengan tambah baik lagi😍


Komen juga dong guys apa kekurangan cerita aku ini agar aku bisa memperbaikinya☺️


Aku sangat butuh dukungan kalian semua


jangan lupa like,comment and favorit ya guys.

__ADS_1


__ADS_2