Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya

Perjuangan Gadis Desa Yang Menyelamatkan Keluarganya
*Makan Malam*


__ADS_3

~Episode 12~


Saat ini Reza dan Putri bersiap-siap untuk menghadiri undangan makan malam di rumah ibunya Reza.


Reza sudah siap dengan jas berwarna putih yang saat ini dia pakai di tubuhnya. Reza saat ini menunggu Putri di ruang tamu.


*Ruang Tamu*


"Pelayan......kasih tahu Putri apa dia udah selesai bersiap-siap atau belum soalnya Ini udah jam berapa loh dan kenapa Putri lama banget sih."


"Baik Tuan Reza saya panggil Non Putri dulu." sambil berjalan menuju kamar.


"Non, Tuan udah nungguin Non Putri tuh di bawah dan katanya Non cepetan siap-siap soalnya ini udah jam berapa."


"Iya mba sedikit lagi aku tinggal pakai lipstik kok."


"Oke Non Putri."


Putri pun udah siap untuk berangkat. Walaupun dia menggunakan gaun berwarna putih yang sedikit kelihatan Islami yang menutupi kulit putihnya dan tidak lupa dia juga menggunakan hijab untuk menutupi rambut lurusnya juga, tapi itu semua tidak menutupi kecantikan Putri di wajahnya. Walaupun dia menggunakan hijab tapi dia tetap cantik dan terlihat sangat Anggun.


Putri pun menuruni satu-persatu anak tangga itu. Sesampai di bawah di ruang tamu saat Putri menghampiri Reza dan Reza sangat Terpukau melihat kecantikan Putri itu.


" Tuan Reza aku udah siap nih."


Reza hanya terdiam sambil melihat wajah cantik Putri dan sesekali lagi Putri Memanggil nama Reza tapi Reza tetap terdiam dan melotot melihat kecantikan Putri itu.


"Tuan Reza aku udah selesai apa kita jadi ke rumah Ibunya Tuan Reza?


"Iya....cantik!!!


"Cantik, Siapa yang cantik Tuan?


Tiba-tiba Reza tersadar dari lamunannya.


"Oh Cantik, eh masuk aku gaun yang kamu pake sekarang itu betul-betul samgat cantik."


"Oh iya Tuan memang sangat cantik dan Makasih ya Tuan soalnya Tuan udah beliin aku baju ini."


''Ya kalau gitu ayo kita berangkat sekarang."


"Ya Tuan."


Mereka berdua pun saat ini sudah pergi menggunakan mobil pribadi Reza.


*Di Rumah Ibu Zara*


Saat ini Ibu Zara suda mempersiapkan semua untuk acara makan malamnya bersama Reza dan Putri. Ibu Zara sudah enggak sabar ingin bertemu dengan anak sematawayangnya itu.


Ok aku jelasin ya kepada kalian kalau ibu Zara itu adalah ibunya Reza. Sebenarnya ibu Zara itu tidak jahat kok tapi Reza aja yang salah paham dengan tingkah mamanya itu. Ibu Zara tidak pernah ingin melakukan hal yang jahat kepada anaknya, niat ibu Zara itu semata-mata hanya ingin menepati janjinya kepada sahabatnya itu. Karena pas mereka tamat SMS ibu Zara lanjut kuliah di Amerika untuk kuliah jurusan bisnis. Sedangkan sahabatnya itu tetap berada di Indonesia untuk kuliah jurusan busana.


Tapi Ibu Zara sudah berjanji sampai kapan pun dia tetap akan mencari dimana keberadaan sahabatnya itu.


Bebarapa lama kemudian Reza dan Putri pun sudah sampai di depan rumah Ibu Zara dan mereka berdua di sambut dengan seorang palayan.


" Selamat malam Tuan Reza


Selamat malam Nona, sahut pelayan itu."


Putri hanya tersenyum kepada pelayan itu sedangkan Reza diam saja dan berjalan masuk ke dalam rumah yang super mewah itu sambil menggenggam tangan Putri.


Pokoknya saat ini Reza harus bersandiwara di depan ibunya itu nanti. Mereka harus terlihat seperti sepasang suami istri yang normal yaitu saling mencintai.


"Kalian sudah datang ayo duduk nak"


"Enggak usah basah-basih deh ibu bilang aja apa maksud ibu panggil aku dan istri ku kesini? tanya Reza"


"Ibu cuma undang kalian makan malam itu doang, Kalau gitu ayo kita kemeja makan untuk makan malam"


"Iya Nyonya, sahut Putri"


*Ruang Makan*


Meraka pun makan malam di ruangan itu dan begitu banyak hidangan di meja makan saat ini padahal mereka cuma bertiga doang.


Saat ini semua terdiam di ruangan itu sambil menikmati makan yang sudah di hidangkan.


Tiba- tiba Reza menawarkan sesendok makanan untuk Putri.


"Sayang coba makanan aku ini rasanya enak banget loh sayang." Sahut Reza sambil menyuapi Putri.


"Oh iya sayang aku mau coba."


Putri menyadari kalau itu adalah kode agar mereka terlihat romantis di depan Ibu Reza.


" Enak kan sayang?


"Iya yank enak banget"


Reza yang melihat ada saos di samping bibir Putri, Reza langsung membersihkan bekas saos itu dengan menjilatnya menggunakan lidahnya dan Reza lanjut mencium bibir manis Putri itu. Putri sedikit kaget dengan perlakuan Reza kepadanya yang sangat bernafsu itu tapi Putri dia tidak bisa berbuat apa-apa karna itu semua adalah perjanjian kalau mereka harus terlihat romantis walau pun terlihat berlebihan.


#sebelum berangkat#


"Apa pun yang terjadi sebentar di rumah Ibu aku, kita berdua harus tetap terlihat romantis.


Dan apa pun yang aku lakukan ke pada kamu nantinya kamu harus ikut jalur aja...ok kamu mengerti?


"Iya Tuan Reza saya mengerti"


"Bagus kalau kamu mengerti maksud aku"


#Lanjut.....!!!!!


Reza tidak peduli dengan ibunya yang saat ini mukanya pasti sudah memerah karna menahan amarahnya. Tapi ibunya Reza memang saat ini sudah tidak bisa menahan emosinya karena ciuman Reza dan Putri belum juga selesai.


Bagaimana tidak?????


Itu kan adalah ciuman pertama Reza dan Putri sehingga Reza sangat menikmati sentuhan bibir Putri di bibirnya.


"Hey perempuan murahan kamu betul-betul tidak sopan ya, kamu sadar kalau aku ada di depan kalian berdua tapi kenapa kamu semakin menggoda anak aku dengan cara membalas ciumannya."


"Apa hubungannya dengan ibu dan emangnya ibu lupa kalau Putri itu adalah istri aku jadi suka-suka aku dong mau berbuat apa sama dia."


"Maafkan saya nyonya."


"Tutup ya mulut kamu Reza.


Ibu enggak mau dengar kamu bilang kalau perempuan ini adalah istri kamu. Reza ibu tau selerah kamu gimana jadi kamu enggak usah bohongin ibu lagi nak."


"Tapi sayang ibu salahkan nyatanya selerah aku itu kayak perempuan yang ada di depan ibu."

__ADS_1


"Kamu bohong kamu itu enggak pernah nikah sama perempuan itukan.


Dan kamu juga, dasar perempuan rendahan maunya aja di sentuh tampah ada perlawanan sama sekali."


"Tapi nyonya Tuan Reza kan itu betul-betul suami aku dan kami udah nikah."


"Tutup ya mulut kamu itu kalau kamu enggak mau aku tampar, kamu harus ingat tidak ada yang bisa menikah sama Reza kecuali Reza menikah dengan perempuan pilihan aku, kamu ngerti."


"Sunggu malu aku jadi perempuan yang melihat kamu menutupi aurat kamu tapi apa kamu malah sangat rendah kayak gini lebih baik kamu itu lepas jilbab kamu aja perempuan rendahan."


"Astagfirullah Nyonya." Putri hanya bisa menangis 😧


"Ibu, sudah cukup penghinaan Ibu kepada istri aku dan tutup mulut ibu itu, aku paling tidak suka kalau ibu menghina istri ku di depan mata aku sendiri."


"Mulai sekarang ibu enggak usah gangguin rumah tangga kami berdua, ngerti ibu? sahut Reza karna dia betul- betul marah saat ini."


"Reza gara-gara perempuan ini kamu berani melawan ibu kamu sendiri."


"Iya aku bukannya mau melawan sama ibu tapi ini semua salah ibu sendiri karna ibu sudah kelewatan batas jadi orang yang seenaknya aja ibu mau menghina istri aku."


"Ibu cuma mau aja kamu sudahi sandiwara kalian berdua karna ibu tau kalian itu cuman bohongin ibu doang Reza."


"Terserah ibu mau percaya atau tidak karena itu urusan ibu."


"Ayo Putri kita pulang aja kita enggak usah injakkan kaki kita lagi di rumah ini." Sahut Reza sambil menggenggam tangan Putri dan berjalan meninggalkan Ibu Zara di rumahnya itu."


"Reza....Reza tunggu dulu ibu belum selesai ngomong."


"Hey Putri......Putri aku belum selesai ngomong."


Putri keluar dari rumah ibu Zara itu sambil tangannya di genggam oleh Reza.


Tapi saat ini Putri berusaha untuk menguatkan hatinya atas penghinaan yang dia dapat dari ibunya Reza. Putri berjalan sambil meneteskan air mata.


Mereka pun naik di atas mobil.


"Udah kamu enggak usah nangis lagi kamu abaikan aja yang sudah ibu aku bilang tadi."


"Apa.....enak aja Tuan Reza dengan santai bilang gitu, yang nyuru aku abaikan aja ucapan ibunya tadi.'' batin Putri.


Saat ini Putri terus saja menangis.


"Aku bilang udah kamu enggak usah nangis kayak gitu."


"Gimana aku enggak nangis Tuan, Tuan Reza tadi lihatkan kalau nyonya menghina aku di depan Tuan Reza sendiri."


"Hisk...hisk....hisk..."


"Iya aku tau tapi kamu abaikan aja omongan dia."


"Apa aku serendah itu di depan mata nyonya sampai dia menghina aku."


"Ini semua salah Tuan Reza, andai Tuan Reza tidak mencium ku di depan nyonya maka aku pasti tidak mendapatkan penghinaan kayak tadi."


Tiba-tiba Reza menginjak rem mobilnya secara mendadak.


"Hey orang kampung kamu bilang apa tadi ini semua salah aku?


Hey kamu lupa status kamu itu apa haaaa....kamu itu cuman pelayan pribadi ku."


Air mata Putri terus membasahi pipinya itu.


"Apa kamu bilang kamu mau pulang ke orang tua kamu. Ok kalau itu mau kamu tapi ingat kamu harus siap-siap saja melihat Ayah,Ibu, bahkan Adik mu jadi gelandangan alias gembel."


Putri langsung terdiam saat mendengar apa yang barusan Reza ucapkan itu.


Sumpah Putri enggak mau melihat keluarganya menderita, cukup Putri aja yang merasakannya. Bahkan sudah beberapa hari Putri di New York tapi Putri belum pernah menelfon orang tuanya.


" Jangan tuan...jangan cukup aku saja yang tuan siksa jangan sangkut pautkan juga keluarga aku tuan. Aku mohon aku enggak mau mereka menderita."


"Kalau kamu enggak mau melihat Ayah,Bunda dan Adik kamu menderita jalan satu-satunya ya kamu harus menuruti apa pun yang aku perintahkan sama kamu mengerti?


"Yaallah apalagi ini belum cukup satu beban ku selesai tapi kenapa ada beban yang satunya lagi yang membuat ku menderita."


"Aku mohon yaallah kuat aku jangan engkau membuat aku menjadi hamba yang mudah menyerah, ku mohon yaallah."


Batin Putri.


Putri yang saat ini menahan air matanya untuk keluar lagi karena Reza melarang Putri untuk menangis.


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di rumah. Mereka pun masuk kedalam kamar mereka. Ya meraka berdua memang satu kamar tapi mereka tidak satu ranjang ya. Reza tidur di kasur empuknya sedangkan Putri tidur di sofa yang ada di kamar itu. Reza sengaja tidak menyuru Putri tidur di kamar yang lain karena dia tidak mau ketika dia butuh bantuan Putri, Putri malah lama datang ke kamarnya.


Putri cepat-cepat menyediakan air hangat untuk Reza mandi. Setelah Reza selesai mandi giliran Putri yang pergi untuk membersihkan badannya. Setelah itu mereka pun masing-masing beristirahat.


*Ibu Zara*


Saat ini Ibu Zara sangat sedih mengingat kejadian semalam baru kali ini Reza membentak ibunya sendiri demi seorang perempuan. Saat ini Ibu Zara memiliki sebuah rencana, dia ingin mengancam Putri untuk meninggalkan Reza.


"Baru kali ini Reza membentak aku di depan perempuan pilihannya. Jangan salahkan ibu Reza jika ibu melakukan hal yang bisa mengancam nyawa perempuan itu."


*Rumah Reza*


Saat ini Reza sudah pergi ke kantornya. Sedangkan ibu Zara berencana ingin menemui Putri lagi.


"Tok...Tok...Tok...suara ketukan yang ada di balik pintu rumah "


"Iya tunggu, sahut pelayan itu."


"Ehhhh nyonya silahkan masuk Nyonya."


"Iya Bi'


Bibi tolong panggilkan Putri kesini aku mau ngomong sesuatu sama dia.


"Oh iya Nyonya tunggu sebentar saya panggilin Non Putri dulu"


Bibi pun segera pergi memanggil Putri.


"Non Putri, Nyonya lagi panggil non ke bawa soalnya kata Nyonya dia mau ngomong sesuatu sama Non Putri"


"Nyonya ada Bi'....?


"Iya Non, Nyonya ada di bawa"


"Oh iya Bi' tunggu aku sebentar lagi turun kok''


"Oh iya Non"


*Ruang Tamu*

__ADS_1


"Assalamualaikum Nyonya ada apa Nyonya cari saya?"


"Aku langsung bilang aja ya soalnya aku enggak suka basa basi"


" Aku minta baik-baik sama kamu, kamu tinggalkan Reza sekarang juga aku mohon dan aku janji akan berikan kamu uang berapa pun kamu mau yang jelas hari ini kamu harus tinggalkan anak aku dan kamu pulang ke Indonesia dan jangan pernah kamu tampakkan lagi muka kamu itu di depan Reza."


"Maafkan saya nyonya kalau saya sedikit lancang dan saya juga sudah berapa kali ngomong sama nyonya kalau saya sampai kapan pun tidak akan meninggalkan Tuan Reza dan saya minta maaf kalau saya tidak bisa menuruti kemauan nyonya itu."


"Kenapa bisa dan kenapa kamu tidak mau meninggalkan anak aku...?


Pokoknya aku tidak mau tau dan kamu harus ninggalin Reza sekarang juga kalau tidak kamu tau sendiri akibatnya dan jangan pernah kamu salahkan aku jika aku melakukan hal yang tidak ingin kamu lihat terjadi."


"Kenapa nyonya selalu saja memaksa ku untuk meninggalkan Tuan Reza, emangnya apa saya tidak cocok menjadi istri Tuan Reza...?"


"Kamu tidak mengerti Putri ini semua bukan cocok atau tidaknya tapi kamu udah taukan kalau Reza itu sudah aku jodohkan dengan anak sahabat aku. Aku berikan kamu kesempatan beberapa hari untuk memikirkan ini semua kalau kamu menolak apa yang aku minta berarti hidup kamu berada di dalam ancaman aku. Mengerti kamu...?"


"Tapi Nyonya...."


" Tidak ada kata tapi-tapian sahut Ibu Zara sambil berjalan meninggalkan Purti."


Saat ini Putri sangat bingung, disisi lain Putri juga di ancam oleh Reza dan disisi lain lagi Ibu Zara juga mengancam Putri.


"Ya Allah aku harus gimana aku sangat bingung Reza dan Ibunya masing-masing mengancam ku 😒 aku mohon berikan aku petunjuk mu Ya Allah."


*Reza dan Putri*


"Tuan Reza aku boleh tanya sesuatu enggak?"


"Iya tanya aja, emangnya apa sih?"


"Tuan sampai kapan kita di kota New York?


aku udah rindu sama orang tua ku."


"Aku juga enggak tau sampai kapan kita disini dan kalau kamu kangen sama mereka kan kamu bisa nelfon mereka di HP kamu itu."


"Iya Tuan tapi...?"


"Tapi apa...? jangan bilang kamu mau pulang ke Indonesia karna kamu kangen sama mereka. Hahahhahah jangan harap aku berikan kamu izin. Dan asalkan kamu tau kamu enggak boleh kemana-mana kalau bukan aku yang nyuru kamu, apalagi kalau masalah pulang ke Indonesia itu enggak bakalan terjadi. Ngerti?"


"Dari pada kamu berdiri disitu mending kamu naik sini pijat badan aku."


Ya Putri sedaritadi hanya bersiri di depan lemari Reza.


"What pijat...? sedikit kaget."


"Kenapa kamu kaget kayak gitu. Mmmmm apa kamu enggak tau bagaimana cara memijat?.


Sahut Reza yang sedikit tersenyum tipis di bibir manisnya saat mengatakan itu kepada Putri yang kedengarannya sedikit mengejek Putri."


"Ihhhhh apaan sih Tuan Reza ini ada-ada aja deh."


"Ya udah sini naik dan pijat badan ku."


" Iya Tuan. Sedikit ragu."


Putri pun perlahan-lahan membuka baju Reza dan dia memberanikan dirinya untuk menyentuh tubuh mulus Reza itu.


"Ayo buka baju aku."


Perintah Reza.


"Buka baju Tuan...buat apa harus buka baju Tuan?


Kata Tuan tadi aku disuru untuk memijat badan Tuan kan tapi kok sekarang Tuan suru aku buka baju Tuan Reza sih?. Merasa takut dan sekarang pikiran Putri sudah melayang-layang."


"Kenapa muka kamu kayak gitu?


Jangan bilang kamu kira aku mau bermesraan sama kamu malam ini, hahahhahah sorry ya aku suru kamu buka baju aku ini karna aku mau kamu pijat badan aku sambil kamu olesin minyak urut itu ketubuh aku."


"Tuh sana minyak urutnya ada di atas meja."


Sambil menunjuk ke arah meja.


"Oh iya Tuan, sedikit legah."


"Untung aja Tuan Reza hanya nyuru aku olesin minyak ini ke badannya, aku kira Tuan mau buat yang aneh-aneh sama aku. Batin Putri."


Putri pun memijat badan Reza dan sekali-kali mengolesinya menggunakan minyak urut. Dan siapa sangka Reza menikmati pijatan Putri di tubuhnya itu. Sedangkan Pitri berhati-hati memijat Reza takutnya Putri memijat terlalu keras.


"Putri pijat punggung aku ini rasanya sakit banget."


"Iya Tuan."


"Aahhh...aahhhh enak banget Putri pijatan kamu. Aahhhh...ahhhh pijat terus Put rasanya enak banget pijatan kamu ini."


"Ternyata kamu handal juga dalam pijat memijat. Ada untungnya juga kamu aku jadiin pelayan aku."


"Iya Tuan."


Hampir satu jam lebih Putri memijat Reza dan tidak terasa Reza pun tertidur.


"Tuan Reza udah tidur kalau gitu aku lebih baik kembali kekamar aja deh.


Tiba-tiba Putri tidak sengaja memandangi waja tampan Reza.


"Tapi kalau lihat-lihat Tuan Reza betul-betul tampan dan sangat sempurna dimana perempuan. Sunggu sangat beruntung perempuan yang di cintai Tuan Reza nantinya."


Sahut Putri sambil mengelus pipi mulus Reza itu.


Tiba-tiba Reza terbangun.


"Kenapa kamu pegang pipi aku...?"


"Eehhhh maaf Tuan aku sudah lancang tapi tadi ada nyamuk di pipi Tuan itu jadinya aku pukul nyamuk yang ada di pipi Tuan Reza. Maaf Tuan gara-gara aku Tuan terbangun."


"Iya enggak papa, emang ini udah jam berapa?


"Ini udah jam 10 malam Tuan."


"Oh kalau gitu kamu sana gih pergi kekamar kamu tidur."


"Iya Tuan aku pamit."


Assalamualaikum guys maaf ya aku baru ada kesempatan untuk lanjut ceritanya.πŸ˜„


Maaf kalau ceritanya enggak menarik.☺️


Aku ucapin juga buat kalian yg sudah sempatkan waktunya untuk mampir ke karya aku ini😍😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa like,komen and vaforit ya guys😘😘😘😘


__ADS_2