
Ada apa nyonya apakah ada masalah, apakah ada musuh yang mengganggu anda...”.
“tidak aku tidak apa apa, aku hanya bermimpi buruk tadi...”.
“maaf nyonya jikalau kami boleh bertanya, sebenarnya anda memimpikan apa nyonya sehingga nyonya berteriak sangat keras tadi, dan kenapa nyonya begitu marah...”.
“karena yang ada didalam mimpiku itu adalah seseorang yang telah membuatku menderita hingga sekarang, gara gara orang tersebut aku tidak pernah bisa tenang...”.
“siapakah orang tersebut nyonya...”.
“kalian tidak perlu tahu siapa dia, kalian cukup awasi area sekitar markas dan beritahu jika kalian sudah menemukan anak yang aku cari itu...”.
“baiklah nyonya, laksanakan”.
Green ghost pun kembali ke tugasnya masing masing. sementara penyihir jahat masih memikirkan tentang kejadian yang membuatnya sangat marah, namun di saat itu pula ia kembali mengingat masa masa indahnya dengan li tian cheng yang membuat seluruh markas di penuhi dengan aura yang sangat menyedihkan, green ghost pun juga ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh sang penyihir jahat.
“jika bukan karena wanita tidak tahu diri itu aku akan hidup dengan bahagia dan damai tanpa merasa sedih, karena ia lah aku harus berpisah dengan kekasihku....”.
Saat penyihir jahat termenung dalam pikirannya, ia pun kembali mengingat masa masa yang ia jalani dengan li tian cheng dulu.
Di dalam pikiran sang penyihir jahat.
“nona...,apakah kau baik baik saja...”.
“oh....,aku ini bukanlah orang jahat perkenalkan namaku li tian cheng...”.
“nona, apakah kau baik baik saja mengapa pipimu memerah, apakah kau sakit...”.
__ADS_1
“kalau begitu pakailah ini agar tubuhmu tetap hangat...”.
“jangan panggil aku tuan li, julukan itu terlalu tua bagiku aku ini kan masih muda...,panggil saja aku li agar kita terlihat akrab...”.
“jingyi....,aku ingin mengetakan bahwa....bahwa aku sudah mulai mencintaimu, dan cintaku ini adalah cinta yang tulus, aku mencintaimu bukan karena fisik harta ataupun karena wajahmu yang cantik tapi aku mencintaimu tulus dari hatiku yang paling dalam, jingyi maukah kau menjadi kekasihku...”.
Setelah penyihir jahat mengingat kembali masa lalunya yang indah bersama li tian cheng, ia pun mengeluarkan air mata yang membuat green ghost pun turut merasakan aura kesedihan yang begitu menyengat di seluruh ruangan markas.
“heh....heh....heh...., betapa indahnya kenangan kenangan bersama kita li, betapa kita begitu bahagia dulu, akan tetapi semua itu hancur karena engkau telah meninggalkanku hanya untuk wanita busuk itu, heh.... heh.... heh...., kini aku hanya perlu menemukan keturunan dari li tian cheng lalu setelah itu aku akan memusnahkan seluruh cinta yang ada di dunia, maka barulah aku bisa pergi dengan tenang....”,
Di sisi lain.
“hey.... kawanku aura apa ini, kenapa auranya begitu menyedihkan, aku serasa ingin menangis...”. tanya salah satu prajurit greenghost
“dasar payah tentu saja aura ini berasal dari nyonya yang sedang sedih, air matanyalah yang membuat aura kesedihan yang begitu melekat di sekitar markas....”.
“aku pun juga tidak tahu, apa alasan nyonya bersedih tanpa sebab....., ah.... sudahlah dari pada kita penasaran dengan hal itu lebih baik kita melanjutkan tugas kita...”.
“mmmmm....iya kau benar...”.
Di sisi lain markas penyihir jahat, tepatnya di kediaman xing li, xing li sedang tertidur pulas di kamarnya, namun selang beberapa lama ia tertidur Ia bermimpi dan bertemu dengan mendiang orang tuanya, xing li pun bahagia akan hal itu, orang tuanya juga memberikan pesan dan menceritakan semua kisah kehidupannya sejak awal sebelum ibunya lian meninggalkannya di bawah pohon yang rindang.
Di dalam mimpi xing li. Xing li sedang berada di sebuah tempat yang seperti gua yang sangat gelap. Hampir tidak ada celah untuk cahaya masuk ke dalam goa tersebut semuanya hanya berisikan ruang hampa yang hanya ada xing li saja di sana. Dan tak ada satu orang pun yang berada di sana.
“ hah......, aku berada di mana ini kenapa gelap sekali di sini....”.ucap xing li bingung.
“halo......, apakah ada orang di sini, apakah ada orang di sini, halo....., ah.....sepertinya tidak ada orang satu pun yang berada di sini, semuanya seperti hanya berisikan ruang hampa yang gelap gulita....”.
__ADS_1
“tunggu apakah aku sednag berada di Goa, jika bukan di goa pasti suaraku tidak akan bergema....”.
“pantas saja tidak ada yang menyahut panggilanku ternyata aku sedang berada di dalam goa...”.ucap xing li lagi.
“ baiklah jika benar tidak ada orang di sini kurasa aku harus mencari jalan keluar agar aku bisa pergi dari sini, aku akan menyusuri goa ini...”.
Sesaat setelah xing li pergi beranjak dari tempatnya sadar tadi, ia menyusuri sekitar goa untuk menemukan jalan keluar, setelah ia menyusuri goa cukup jauh tiba tiba di depannya muncul cahaya bewarna merah muda menyala, sontak xing li pun langsung mendekatinya.
“aku sudah berjalan cukup jauh akan tetapi aku masih belum menemukan jalan keluar juga, yang aku lihat di sini hanyalah kegelapan...”.
“hah.....ada cahaya....cahaya apa itu kenapa cahaya itu bewarna merah muda menyala, kurasa aku harus memeriksanya siapa tahu itu adalah jalan keluar”.
“ini....ini bukanlah jalan keluar..., ternyata asal cahayanya berasal dari batu ini, akan tetapi batu apa ini mengapa bentuknya seprti hati, ada yang aneh sepertinya aku pernah melihat batu ini akan tetapi di mana.....”.
Xing li mencoba mengingat kebali di mana ia pernah melihat batu berbentuk hati tersebut. Setelah xing li terlarut dalam pikirannya ia pun teringat saat kejadian saat suan er hampir di bawa oleh pengawal ayah suan er, dan ia pun marah besar akan hal itu, lalu tiba tiba muncul cahaya dari dalam hatinya dan tepat di situ juga batu berbentuk hati itu muncul tepat di depan matanya karena itu jugalah xing li dapat mencegah pengawal ayah suan er untuk membawa suan er.
Puukkk...... xing li menepuk tangannya.
“hah.....ya aku baru ingat, aku pernah melihat batu itu keluar dari dalam dadaku saat aku akan mencegah para pengawal ayah suan er untuk membawa suan er....”.
“aku juga teringat akan kata kata tabib mengenai batu cinta sejati yang berada di dalam diriku dan soal anak yang telah di ramalkan...”.
“apakah yang dimaksud tabib tu adalah batu ini....”.
Untuk menghilangkan rasa penasarannya ia pun ingin mencoba untuk menyentuh batu tersebut.
“hmmmmmm....... dari pada aku terus penasaran.......".
__ADS_1
# Bersambung #