Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati

Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati
BAB 20. Ciuman yang manis dan lembut


__ADS_3

"Xing li....ada apa...., kenapa kamu duduk termenung di sini....".


"tidak apa apa aku hanya duduk bersantai melihat pemandangan rumah yang indah ini.....".


"iya....kamu benar kebetulan sekali cuacanya bagus hari ini.....".


"iya...., Suan er kenapa kamu berdiri saja di sana duduklah di sini dan lihat pemandangan nya...".


"eh....iya aku datang....".


"wah.....benar benar indah sekali pemandangan nya ini sangat cocok untuk suasana bersantai....".


"kamu benar...., mmmmmm....., Suan er ngomong ngomong kenapa kamu meninggalkan rumah dan keluarga mu hanya demi tidak ingin menikah dengan wanita yang dijodohkan untuk mu, padahal mungkin kamu bisa menolak perjodohan itu......".


"eh....., kenapa tiba tiba kau bertanya soal itu ...".


"tidak apa apa.....,aku hanya ingin tahu saja , kenapa kamu tidak ingin menikah dengan wanita itu ...".


"itu karena......, mmmmmm.....".


"sudahlah tidak apa apa...., aku akan tunggu kamu siap menceritakan nya kepadaku.....".


"eh...tidak tidak baiklah aku akan ceritakan sekarang.....".


"aku akan mendengarkan....".


"ayahku adalah seorang Mentri di kerajaan, sedangkan aku menjadi koki favorit raja, aku sering sekali mendapat tugas mengenai acara jamuan kerajaan atau penyambutan pangeran dan putri atau acara lainnya, mereka mengundang ku bukan tanpa tangan kosong setiap kali mereka mengundang ku aku selalu di beri tiga peti koin emas....".


"apa.....tiga peti...., aku saja tidak terbayang tiga peti itu bisa aku dapatkan, tapi kamu mendapatkan nya dengan mudah, wah hebat sekali...., luar biasa...".


"eh...itu bukan apa apa jangan di besar besarkan, justru malah itu permasalahan nya....".


"kenapa itu malah menjadi masalah.....".


"di kerajaan ada orang yang bernama Wang Tao ia adalah seorang kepala koki kerajaan, karena ia mengetahui aku sangat akrab dengan raja dan aku adalah koki favorit raja maka ia memiliki siasat buruk untuk keuntungan nya sendiri.....".


"siasat buruk...., apakah dia ingin mencelakai mu dan ingin mengambil posisimu.....".


"tidak bukan itu....., siasat buruk nya adalah menikah kan putrinya dengan diriku...".


"apa...., lalu kenapa kamu tidak beritahu ayahmu soal itu .....".


"ayahku tidak mau dengar perkataan ku lagi semenjak paman Wang terus menghasut ayahku, aku selalu berkata kalau paman Wang dan putrinya itu bukanlah orang yang baik tapi ayahku tidak percaya karena ia sudah di hasut oleh paman....".


"oh...ya ampun lalu bagaimana dengan wanita itu..., apakah dia juga jahat seperti ayahnya....".


"ya....sama persis seperti ayahnya, dulu aku pernah melihatnya berbuat kasar pada seorang kakek tua yang berjualan dan tidak sengaja menabraknya, ia memukuli dan merusak gerobaknya....hingga kakek itu tidak bisa berjualan selama beberapa hari....".


"ya ampun kejam sekali kalau aku ada di sana pasti akan ku Jambak dan ku injak injak wajahnya....".

__ADS_1


"bukan hanya itu...., bahkan dia sering berlaku kasar terhadap pelayan nya, termasuk pelayanan ku juga....".


"apa apakah ayahmu tidak mengetahui itu semua....".


"tidak sama sekali tidak jikalau ayahku tahu pun pastinya ia akan dihasut kembali oleh paman dan tetap akan menikahkan ku dengan wanita kasar itu....".


"kenapa kau diam saja kenapa kau tidak bertindak....".


"bagaimana aku bisa bertindak jika kepala koki itu selalu saja menghasut ayahku, sampai sampai pernah aku di kurung ayahku dengan penjagaan yang ketat...., maka dari itu aku kabur, dan berhasil meloloskan diri....".


"malang sekali nasipmu, bagaiman ada orang sekejam itu di dunia ini....".


"aku pun juga tidak mengerti dengan semua ini mungkin karena keserakahan nya untuk mendapat kekuasaan lah yang mengubahnya menjadi seperti itu....".


"iya kau benar akan tetapi apakah sekarang kau sudah aman untuk tetap bersembunyi.....".


"aku tidak yakin mungkin cepat atau lambat mereka pasti akan menemukan ku..., karena ayahku seorang Mentri kerajaan mungkin ia akan segera meminta bantuan kepada raja tak kala aku ini juga adalah koki favorit raja....".


"mmmm.... iya kau benar, tapi Suan er kau tidak perlu takut aku ada di sini bersamamu dan akan terus mendukung juga melindungi mu....".


"Xing li.... terimakasih karena sudah mendukung ku, tapi seharusnya yang melindungi itu aku untuk melindungi mu....".


"bagaimana kau bisa melindungi ku kalau kau ini lemah sekali....".


"huh....dalam keadaan seperti ini kau masih saja sempat sempatnya bercanda....".


"maaf..., aku salah....".


"iya ayo....eh....aaaaa.....awas Suan er.....".


"apa eh....ah.....".


saat Suan er dan Xing li akan masuk rumah Xing tak sengaja tersandung dan jatuh tepat di pelukan Suan er. tak sengaja Xing li mencium nya.


"xi...Xing li seharusnya kau berhati hati....".


"hah....,aaaa....ma...maafkan aku.., aku tadi tersandung dan terjatuh maaf karena sudah menimpamu dan....".


"dan tak sengaja menciumku....".


"eh...itu aku ...e....aku....ah... sudahlah lebih baik kita masuk saja lupakan soal yang tadi, e....aku masuk duluan ya...".


"eh...i...iya tapi...".


hmmmm....tak kusangka ciumannya begitu lembut dan manis, eh ya ampun apa yang aku pikirkan buang jauh jauh pikiran itu hah kurasa otakku sedang konslet. ujar Suan er dalam hati.


haaaaa.....aku malu sekali kenapa aku harus terjatuh dan tak sengaja...., aaaa....aku malu malu malu..... bagaimana saat makan malam nanti dia malah akan membahas nya...., tidak.....,ujar Xing li dalam hati .


malam pun tiba Xing li sedang menyiapkan meja untuk mereka makan.

__ADS_1


"Suan er..... makanan sudah siap ayo kita makan....".


"iya tunggu sebentar....".


"cepatlah lamban....".


"iya...iya bawel baiklah mana makanannya....".


"ini....".


"aummm.....wah ternyata masakanmu enak juga kurasa kau pantas menjadi asisten koki favorit kerajaan...".


"asisten...., maaf aku tidak suka itu lebih baik aku jadi pengawal saja dibanding memasak...".


"hmmmm..


pikiran seorang wanita tangguh dengan wanita biasa memang sangat berbeda....".


"apa maksudmu....".


" tidak aku tidak bermaksud apa apa....".


"huh....., ya sudah ayo cepat habiskan makanannya....".


"iya..., emmmm....Xing li boleh aku bertanya....".


"boleh kau mau bertanya soal apa....".


"apakah kau pernah menyukai seorang pria sebelum nya....".


"uhuk....uhuk...uhuk...., apa maksudmu bicara seperti itu....".


"aku hanya ingin tahu saja, kenapa kau sampai tersedak seperti itu....".


"aku....aku tidak pernah menyukai seorang pria bagiku aku hanya menyayangi dua orang pria...".


"siapa....".


"mendiang ayahku, dan mendiang kakek angkatku....".


"oh....maaf aku jadi mengingatkan mu akan hal itu ...".


"tidak tidak apa apa...., lagi pula kenapa kau bicara seperti itu....".


"ah....tidak apa apa...".


aku kira aku sudah ada di dalam hatimu Xing li. ujar Suan er dalam hati.


tapi ada satu orang lagi yang aku cinta......

__ADS_1


# Bersambung #


__ADS_2