
"kenapa kau gugup seperti itu...., Xing li apakah kau baik baik saja, kenapa pipimu merah sekali.....".
"aaa.....tidak tidak apa... apa aku baik baik saja tidak perlu khawatir".
"oh...baiklah...".
"kalau begitu ayo kita tidur ini sudah larut malam....".
"iya iya baiklah...".
sebenarnya apa yang terjadi dengan Xing li kenapa ketika aku mendekat kepadanya tadi dia seperti tegang sekali padahal aku hanya ingin mengambil ular berbisa itu...., ujar Suan er dalam hati.
oh....ya ampun bagaimana bisa aku sepatah itu kenapa aku harus berfikir kalau ia mau menciumiku, kenapa aku payah sekali payah....payah...payah, ujar Xing li dalam hati sambil memukul mukul dahinya.
selang beberapa waktu pagi pun tiba dan cuaca sudah tidak buruk lagi, saat Xing li sedang tidur ia mendengar dengkuran keras tepat di telinganya ia pun merasa terganggu dengan suara tersebut, lalu ia pun berbalik arah dan melihat samar samar, ia terkejut karena melihat Suan er yang sedang tertidur tepat di depan matanya. ia pun berteriak karena terkejut.
"ha.....hu....ha....hu...".suara dengkuran Suan er.
"em....suara apa itu keras sekali, aku kan jadi tidak bisa tidur..., lebih baik aku berbalik arah untuk melihat suara apa itu....".
"ha....hu....ha....hu....".suara dengkuran Suan er lagi.
"hah......berisik sekali....hah....apa....aaaaaa........".
Suan er yang mendengar teriakan Xing li pun sontak ikut terbangun dan terkejut.
"hah....apa...apa..., ada bahaya...mana...mana...".
tak....pukulan keras menghantam Suan er.
"adu...Du...Du...duh...., hei Xing li apa yang kau lakukan aku ini sedang mimpi indah tadi kenapa kau malah menggangguku dengan memukulku.....".
"lalu...kau mimpi apa barusan...".
"itu....ah....sudahlah lupakan, ngomong ngomong kenapa kamu berteriak apakah kamu mengalami pertemuan alam bawah sadar lagi....".
"bagaimana aku tidak berteriak kau tidur tepat di depan mataku dan dengkuran mu itu benar benar mengganggu....".
"ah....itu kan cuma dengkuran biasa...".
"dengkuran biasa katamu....huh kau ini minta di pukul ya....".
"eh...ja...jangan jangan...".
tak...tak ....tak....tiga pukulan keras menghantam Suan er.
"aduh......kau kejam sekali....., wanita macam apa kau ini.....".
"lain kali jangan coba coba macam macam denganku...., eh.... cuaca di luar sudah reda ayo kita segera pulang ke rumah....".
"ba...baiklah..., eh...eh....Xing li tunggu aku....".
"cepatlah dasar lambat.....".
setelah beberapa lama mereka berjalan akhirnya mereka sampai di rumah karena keadaan Suan er dan Xing li yang terlalu lelah mereka memutuskan untuk memasak mie saja sebagai makanan mereka.
"hah..... akhirnya kita sampai juga, rasanya kakiku mau patah....".
"yah....jalan yang kita lewati ternyata jauh juga ...".
"ya sudah sekarang ayo kita masak mie dulu untuk makan....".
" ah ...benar juga aku sangat lapar setelah berjalan begitu jauh semalam.....".
__ADS_1
****************
"baiklah mie sudah jadi, ayo kita makan.....".
"mmmmm....ini enak sekali cukup untuk mengisi perutku...".
"mmmmm.....Xing li apakah aku boleh bertanya.....".
"tentu saja boleh...., apa yang ingin kamu tanyakan....".
"itu...., mmmmm....kenapa orang tuamu membawamu ke pertemuan alam bawah sadar....".
"waktu itu orang tuaku ingin memesankan kepadaku kalau aku harus segera melengkapi kekuatan batu cinta sejati ku....".
"oh....., Lalu bagaimana caranya agar kau bisa melengkapi kekuatan mu itu...".
"itu....".
ah....tidak aku tidak boleh mengatakan nya meskipun Suan er itu pantas untuk tahu tapi aku masih belum siap untuk memberitahu nya...,ujar Xing li dalam hati.
"hei...Xing li kenapa kau malah diam saja..., jawab...".
"eh...itu....,ah sudahlah lupakan saja, cukup rumit untuk menjelaskan nya...".
"oh...baiklah kalau begitu....".
Setelah mereka selesai makan, Suan er dan Xing li pun pergi ke kamar masing masing untuk bersiap mandi, saat mereka keluar tidak di sengaja Suan er dan Xing li secara bersamaan datang ke kamar mandi, mereka pun menunjukan aura perdebatan yang besar, benar saja Xing li dan Suan er bertengkar demi memperebutkan siapa yang duluan ke kamar mandi.
"hah....aku sudah selesai makan, terimakasih atas makanannya....".
"terimakasih atas makanannya....".
"baiklah aku ingin mandi....".ujar Suan er.
****************
"eh.....".
"eh....".
"aku duluan yang sampai, jadi aku duluan yang masuk....".
"Xing li apa maksudmu aku duluan yang sampai....".
"tidak aku duluan yang menyentuh pintu itu....".
"tidak bisa..., aku duluan, badanku sudah bau ini ...".
"kau kira aku tidak, aku juga sama...".
"huh...., ayolah Xing li kau kan kuat jadi kau harus mengalah....".
"hei seharusnya kau yang harus mengalah untukku....".
"tidak bisa aku duluan.....".
tak..... satu pukulan mendarat di kepala Suan er.
"aduh....., hei kau ini licik sekali...".
"kata siapa, aku hanya menggunakan strategi saja....".
"huh...., strategi apanya...".
__ADS_1
selang beberapa menit akhirnya Xing li selesai mandi.
"hah....segarnya...., Suan er sekarang waktunya giliranmu....".
tidak ada jawaban.
"Suan er.....Suan er....Suan er...., kenapa dia tidak menjawab apakah terjadi sesuatu padanya, Suan er....Suan er....Suan er...., ah...gawat kurasa terjadi sesuatu padanya, aku harus memeriksa nya...".
****************
ruang tamu.
"Suan er....suan er ... Suan er......".
ruang makan.
"Suan er....., dimana kamu....,Suan er....".
kamar Suan er.
"Suan er..., jangan buat aku khawatir, tolong cepat keluar lah ...".
ruang santai.
"Suan er....suan er.....su...., hah...Suan er apa yang terjadi kepadamu...".
setelah beberapa lama mencari ternyata Suan er ditemukan tergeletak tak sadarkan diri.
"Suan er..., bangunlah....,Suan er bangun jangan membuat aku khawatir seperti ini, tolong bangunlah...., aku harus membawanya ke kamar dulu...".
****************
"hah...., aku akan mengambil kompres....".
"ekh....ah....., a...apa yang terjadi denganku kenapa kepalaku pusing...".
"hah...., suan er kau sudah sadar.....".
"iya...., aaaaa.......kam...kamu....., mmmm..... setidaknya pakai baju dulu, apakah kamu ini wanita yang tidak tahu malu hanya memakai handuk di Depan pria yang bukan suami mu....".
"ah....,ma....maaf....aku akan ganti baju....".
"ya sudah cepat ganti bajumu....".
"mmmmm...... kenapa aku yang harus pergi ini kan kamarku .....".
"ah....benarkah....".
"baiklah kalau begitu aku yang akan keluar....., aku juga akan mandi dulu...".
"eh...iya...hah... bagaimana aku bisa tidak sopan seperti ini....".
****************
setelah Suan er selesai mandi ia pun lekas berganti baju lalu menghampiri Xing li di luar. saat ia pergi ke ruang santai ia melihat Xing li yang tengah duduk termenung.
"hah.....ya ampun segar sekali, baiklah setelah ini aku akan ganti baju dan menghampiri Xing li...., wah....tenyata aku ini tampan juga ya....".
****************
"hah....., kenapa Xing li duduk termenung seperti itu..., kurasa aku harus menemaninya...".
# Bersambung #
__ADS_1