Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati

Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati
BAB.14 XING LI Bertahanlah!


__ADS_3

“tidak apa ibu ayah...., tapi tunggu sebenarnya siapa penyihir jahat ibu dan kenapa ayah dan ibu sampai tega dibunuh nya...”.


“sebenarnya penyihir jahat akan muncul apabila ada seseorang yang mengalami sakit hati yang amat mendalam di dalam hatinya, dendam yang membara memenuhi hatinya dan dari situlah muncullah kekuatan jahat yang mengubah orang tersebut menjadi penyihir jahat, dan penyihir jahat itu adalah jingyi mantan kekasih ayah...”.


“apa...?”.


“iya nak, sebab itulah mengapa ia mambantai semua keluargamu sehingga kamu hidup sebatang kara seperti ini...”.


“ jadi dialah penyebab aku berpisah dengan kedua orang tuaku, aku tidak akan tinggal diam setelah aku menyempurnakan kekuatanku aku akan membalaskan dendam ayah dan ibu...”.


“jadi apa kau sudah tahu, bagaiman cara untuk menyempurnakan kekuatanmu...”.


“sudah ayah ibu, aku diberi tahu oleh tabib...”.


“baiklah, kalau begitu ibu rasa suan er cocok menjadi pendamping hidupmu..”.


“ayah rasa juga begitu...”.


“ah....., ayah ibu ini aku kan baru kenal dia beberapa hari yang lalu bagaiman aku bisa menyukainya secepat itu...”.


“benarkah....ibu rasa kamu sudah mulai menyukainya, ibu tahu semuanya nak, ayah dan ibumu kan selalu mangawasimu dari atas sana...”.


“ah.... ayah ibu aku kan jadi malu....”.


“ha...ha...ha...ha..., baiklah ayah dan ibu tidak akan mengulanginya lagi...”.


“hmmm.....”. xing li berdehem agak kesal.


“sebenarnya ayah dan ibu sangat merindukanmu, meskipun kami selalu mengawasimu dari atas akan tetapi tetap saja ibu dan ayah, tidak bisa menemuimu karena keadaan kami, saat mengetahui ibu dan ayah memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu, ayah dan ibu sangat bahagia sekali meskipun hanya didalam mimpi tapi ibu cukup senang karena ibu da ayah dapat melepas rindu kepadamu...”.


“iya ibu ayah aku juga sangat merindukan kalian, dan sangat ingin bertem kalain syukurlah sekranag kau dapat bertemu kalian...”.


“ita nak kami ju..... hah....”.


“ayah ibu kenapa...kenapa kalian seprti berubah menjadi partikel emas...”.


“nak waktu kami sudah habis....., kami harus segera pergi....”.


“ayah ibu jangan pergi jangan tinggalkan aku sendiri lagi...”.


“ayah ibu harus pergi nak, meski kami punya kesempatan kamin hanya bisa bertemu deganmu dengan waktu terbatas..., karena sudah tidak ada waktu lagi ibu ingin berpesan kepadamu tetap jaga kesehatanmu dan makan dengan teratur istrahat yang cukup, dan jangan lupa tetap waspada dan berhati hatilah dengan penyihir jahat ya nak...., maafkan kami juga keran tidak bisa menemanimu lama...., selmat tinggal anakku putriku...”.


“tidak.... ayah ibun jangan pergi..... aku tidak ingin hidup sendiri lagi.....”.


“maafkan kami nak...”.

__ADS_1


“tidaaaaakkk......”.


Ayah dan ibu xing li pun akhirnya kembali ke alam atas, xing li yang berusaha untuk mengejar ayah dan ibunya malah terbangun dari mimpinya.


“tidaaak..... ayah ibu....” xing li berteriak setelah terbangun dari tidurnya.


Xing li yang sedang di kamar mandi pun terkaget dengan teriakan xing li dan lamgsung menghampiri xing li.


“ha...heh...hah... ada apa...apa yang terjadi...”. ucap suan er sambil terengah engah.


“xing li kau kenapa, ya ampun baju basah sekali...., dan keringatmu pun juga banyak..., kau ini sebenarnya kenapa xing li”.


“hah...ha...hah....”. xing li masih terengah engah.


“xing l jawab kau kenapa apakah kau bermimpi buruk semalam...”.


Xing li pun menengok ke arah suan er untuk menjawab pertanyaannya tersebut akan tetapi sebelum ia menjawab tubuhnya mulai lemas dan ia pun langsung jatuh pingsan.


“ hah....., xing li kau kenapa..., xing li bangun...xing li, oh ya ampun badannya panas sekali, kurasa ia demam, aku akan membuatkan kompres dingin untuknya...”.


“bertahanlah xing li...”.


Suan er pun langsung membuatkannya kompres dingin.


Suan er pun mendapati xing li yang mulai menggigil kedinginan.


“kurasa ia kedinginan..., aku akan memberikan selimut untukmu...”.


Agar xing li tetap hangat ia pun memberikan selimut yang ada di kamarnya dan menambahkannya ke slimut yang ada di kamar xing li agar xing li dapat semakin hangat. Akan tetapi bukannya semakin membaik keadaan xing li malah semakin memburuk, keringatnya semakin banyak, dan demamnya pun sangat tinggi , suan er pun sangat khawatir dengan keadaan xing li dan akhirnya ia pun membawanya ke tabib.


Di perjalanan.


“bertahanlah xing li.... bertahanlah aku akan membawamu ke tabib agar kamu kembali pulih...”.


***


Setelah beberapa lama berjalan suan er pun sampai di rumah tabib.


Dug...dug...dug.... suara ketukan pintu


“tabib.... tabib...”.


“siapa itu, hah... suan er ada apa kenapa dengan xing li...”.


“nanti aku jelaskan yang jelas sekarang kita obati dulu xing li dia demam sangat tinggi...”.

__ADS_1


“ baiklah..., bawa dia masuk...”.


Setelah mereka masuk.


“tidurkan ia di sini..”.


“baiklah tabib...”.


“hah....., ya ampun demamnya tibggi sekali...., baiklah...., suan er kaun jaga xing li di sini aku akan meracik obat untukmenurunkan demamnya...”.


“baik tabib...., xing li tolong bertahanlah...”. ujar suan er sambil memengangi tangannya yang terasa panas.


“huh.... diaman tabib tangan xing li panas sekali, suhunya mulai naik lagi, dimana tabib ya ampun....”. ujar suan er tidak sabaran.


Saat suan er sedang khawatir khawatirnya, tabib pun sudah selesai membuat racikan o bat untuk xing li lalu memberikannya kepada suan er.


“duh...., dimana tabib kenapa ia lama sekali...”.


“suan er....”. ujar tabib.


“oh..., obatnya sudah jadi tabib...”.


“iya cepat larutkan bubuk ini, ambil obat ini dengan sendok ini beri satu sendok dalam cangkir dan seduh dengan air panas, cukup setengah gelas saja...”.


“baiklah tabib...”.


Suan er pun langsung menuruti perkataan tabib, ia melakuakan apa yang telah di instrusikan oleh tabib.


“sudah tabib semua sudah aku lakukan sesuai yang kau ajarkan...”.


“baiklah sekarang minumkanlah ke xing li...”.


“baik...., xing li minumlah ini semoga kau bisa cepat sembuah dengan obat ini...”.


“uhuk.... uhuk.... uhuk.......”. xing li tersedak.


“ oh...., hati hati...”.


Setelah suan er meminumkan obat ke mulut xing li, tabib pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan bagaiaman xing li bisa jatuh sakit keras seperti itu.


Setelah suan er meminumkan obat ke mulut xing li, tabib pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan bagaiaman xing li bisa jatuh sakit keras seperti itu.


“ begini tabib, tadi aku baru saja selesai membersihkan rumah, karena xing li sedang tidur jadi aku sendiri yang membersihkan rumah, setelah aku selesai membersihkan rumah aku pergi ke kamar mandi untuk mencuci tanganku yang kotor, sesaat setelah aku mencuci tangan tiba tiba aku mendengar teriakan dari dalam kamar.............".


# Bersambung #

__ADS_1


__ADS_2