Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati

Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati
BAB 17. Pertemuan alam bawah sadar


__ADS_3

“hmmm...., sebenarnya yang kamu alami ini adalah pertemuan alam bawah sadar...”.


“apa.....?, aku belum pernah mendengarnya sekalipun..”.


“dahulu ada pasienku yang sama mengalami kejadian sepertimu....., aku pun langsung menyelidiki apa yang terjadi padanya...., akan tetapi sebelum aku mengetahui kalau itu adalah akibat dari pertemuan alam bawah sadar...., ia pun tiada karena penyakit yang di deritanya sudah sangat parah...., sama sepertimu...”.


“lalu apa sebenarnya pertemuan alam bawah sadar itu...?”.


“pertemuan alam bawah sadar itu adalah ketika ada seseorang yang salah satu keluarganya ada yang tiada dan ia adalah keluarga yang sangat di sayangi, maka ketika ia menjadi jiwa ia masih bisa bertemu dengan orang yang ia sayangi sebelum ia pergi ya itu dengan pertemuan alam bawah sadar akan tetapi pertemuan ini hanya bisa berlangsung dalam mimpi dan waktunya pun terbatas, seseorang yang bertemu jiwa orang yang sudah tiada akan bertemu di alam bawah sadarnya akan tetapi itu pun sebenarnya bisa menyangkut nyawa juga karena pertemuan ini menguras banyak energi manusia dan selama pertemuan itu masih berlangsung maka daya tahannya pun akan tidak stabil....,dan setelah pertemuan itu selesai barulah orang tersebut akan terbangun dari tidurnya akan tetapi kebanyakan orang yang mengalaminya tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya tiada karena pernyakit berat akibat pertemuan itu, sebutan lain pertemuan itu adalah pertemuan maut...”.


“jadi begitu...., jikalau aku tidak di selamatkan oleh suan er mungkin aku juga tiada....”.


“iya, kau benar...”.


“setelah pertemuanku dengan kedua orang tuaku, aku semakin ingin membalaskan dendam kedua orang tuaku...”.


“kau bisa melakukan itu xing li, dengan menyempurnakan kekuatan batu cinta sejati milikmu kau bisa membalaskan denda ayah dan ibumu...”.


“akan tetapi bagaimana caraya tabib....?”.


“caranya tentu saja dengan menyatukan kekuatan batu cinta sejatimu dengan kekuatan cinta tulusnya...”.


“apa...?, akan tetapi aku masih bingung dengan perasaanku sendiri, aku masih belum mengetahui jawaban dari perasaanku ini...”.


“kalau begitu jangan terburu buru untuk membalaskan dendam mu, temukanlah jawaban dari pertanyaan mu itu dan menentukan dengan kekeh kalau kamu benar benar mencintai suan er dengan tulus, setelah itu baru cinta kalian berdua dapat di satukan dan kekuatan batu cinta sejati pun akan menjadi lengkap...”.


“baik tabib...”.


Setelah tabib dan a xing li berbincang bincang cukup lama, xing li pun meminta izin kepada tabib untuk Kembali menemui suan er, xing li ingin kembali memeriksa apakah suan er sudah lebih baik atau belum, setelah beranjak pergi dan meninggalkan tabib di ruangannya, ia pun pergi ke kamar suan er ia mendudukkan pantatnya di kursi yang tempatnya berada di samping kasur suan er, xing li masih melihat keadaan suan er yang masih tetap pingsan, ia pun memandangai suan er sambil mencerna kata kata tabib. Sesaat dia merenung dalam pikirannya suan er pun akhirnya sadar dan memanggil nama xing li, xing li yang melihat itu pun langsung menggenggam tangan suan er dan memeriksa apakah di baik baik saja atau tidak, setelah itu dia bertanya kepada suan er kenapa bisa dia senekat itu, meskipun saat itu xing li sudah mengetahui apa alasan suan er melakukannya .

__ADS_1


“tabib...., kita sudah lama berbincang bincang sebaiknya aku memeriksa bagaiaman keadaan suan er saat ini...., tabib aku meminta izn kepadamu...”.


“oh.... iya silahkan...”.


Setelah tabib memberi izin, xing li pun langsung pergi ke tempat tidur suan er.


Plukkk.... xing li mulai mendudukkan pantatnya ke kursi.


Suan er melihatmu begini aku selalu bimbang kenapa kau sampai melakukan hal sebodoh dan sepayah itu kenapa, padahal lebih baik kau tinggalkan saja aku,kau telah membuatku meneteskan air mata, kau jahat suan er kau jahat.ujar xing li dalam hati.


“oh....itu..., jadi selama kau sakit dialah yang selalu menjaga dan merawatmu selama ini,dia sangat begitu kahwatir kepdamu sehingga ia tak memperdulikan kesehatannya sendiri ia pun juga tidak istirahat cukup setiap hari ia terus terjaga beberapa hari hanya untuk merawatmu...”.


“apa....?, kenapa suan er bisa melakukan hal senekat itu”.


“karena ia telah menaruh perasaan tulus kepadamu..., dia telah mencintaimu tulus dari hatinya...”.


Ujar xing li dan tabib dalam pikiran xing li.


Setelah beberapa lama xing li terlarut dalam pikirannya, suan er pun bangun dan tersadar dari pingsannya, lalu ia pun memanggil nama xing li


“hmmmmm.....,eh.....,hah...xing li....”. suan er mamanggil dengan nada agak lemas.


“suan er kau sudah sadar...”.


Pluukkkk.... xing li langsung menggenggam tangan suan er.


“saun er apakah kau baik baik saja, apakah ada yang sakit jawab...., apakah ada yang sakit...?”.


“hei...., kau tidak perlu khawatir xing li...., aku baik baik saja...., sekarang keadaanku sudah lebih baik...”.

__ADS_1


“benarkah...., hah syukurlah....., kau ini setelah aku sembuh bukannya kau menghiburku malah giliran kau yang sakit....”.


“iya....aku minta maaf mau bagaiman lagi aku sangat kelelahan karena....”.belum sempat suan er melanjutkan bicaranya kata katanya terpotong kembali.


“karena kau menjagaku selama tiga bulan..., tanpa memperdulikan kesehatan dan kau tak pernah tidur gara gara khawatir denganku begitu...”.


“ba....bagaimana kamu bisa tahu...?.”.


“tentu saja, karena saat kau pingsan aku di beri tahu tabib...”.


“oh....., begitu....”.


“hanya begitu kah jawabanmu, apa kau tahu aku juga sama khawatirnya dengan dirimu ketika kamu pingsan tanpa alasan...”.


“hah....xing li...”.


“sudahlah aku tahu kamu pasti melakukan hal bodoh dan payah seperti ini...”.


“xing li aku minta maaf, aku sungguh mengkhawatirkanmu...”.


“sebegitu khawatirnya kah sehingga kamu tak memperdulikan dirimu sendiri begitu...”.


Saat xing li beranjak pergi, suan er pun langsung menarik tangan xing li dan memeluknya.


Pluuukkkk..... suan er memeluk xing li.


“eh....”. ujar xing li yang sedang di aliri air mata.“tunggu xing li aku tidak bermaksud begitu rasanya setiap hari saat kau pingsan aku selalu tidak bisa tidur karena terbayang bayang akan kamu yang sedang sakit aku baru bisa tidur dengan tenang ketika kamu hampir sembuh begitu...., jadi janganlah marah padaku, aku mengerti kalau kau juga mengkhawatirkan aku, akan tetapi akankah diriku hanya meninggalkanmu sedirian, dan tak merawatmu lalu membiarkan mu tiada begitu...., begitukah maumu...?”.


“hmmmmm...., tidak bukan begitu tapi....”.

__ADS_1


“sutttttttttt......., diamlah sekarang kau tak perlu marah lagi yang terpenting sekarang adalah kau dan aku sudah.....".


# Bersambung #


__ADS_2