
"namaku Xing Li.......,bukankah sebaiknya kau mematuhi orang tua mu....,maksud mereka baik ini demi kebaikanmu....,mereka hanya ingin kau ada yang menjaga dan merawat...".
"kau tidak tahu apa apa....,jadi diam lah jangan mengganggu aku makan....".
"baiklah baiklah....,aku tidak akan mengganggu....".
"oh ..iya....ngomong ngomong dimana keluarga mu, aku tidak melihat seorang pun selain dirimu....".
"aku tinggal bersama kakekku,namun kakekku, sudah tiada....".
"ma...maaf aku sungguh tidak tahu,aku turut berduka cita....".
"tidak apa apa, terima kasih....".
"lalu ibu dan ayahmu....dimana mereka....?".
"aku juga tidak tahu dimana keberadaan orang tuaku...,dulu kata kakek aku di temukan kakek dibawah pohon yang rindang...,sampai saat ini aku masih belum tau siapa dan dimana orang tuaku....".
"maaf aku sungguh benar benar merasa bersalah sudah bertanya....".
"tidak tidak apa apa..., kau tidak salah apa apa.....,hari sudah mulai gelap tinggallah disini....,diluar sana terlalu berbahaya...".
"emmmmm....iya kau benar aku tidak mau jadi mangsa serigala lagi,tapi....apakah kau tidak keberatan.....".
"tidak..., aku tidak keberatan.....,kamu tidur di kamarku saja aku akan tidur dikamar kakek.....".
"emmm.....baiklah....".
"cepatlah tidur ini sudah malam...".
"iya baiklah.....".
keesokan harinya.....
"huaaaa.....emh.....,ah.....aku tidur nyenyak sekali tadi malam.....emmmm.......dimana Xing Li,kemana dia pergi pagi pagi begini sudah tidak ada di rumah....".
brukkkkk.....,suara kayu yang Xing Li jatuhkan.
"hei....,kau habis darimana....,aku mencari mu Keman mana...".
"huft......,kenapa apakah kau mengkhawatirkan ku .....".
"tidak ....,aku hanya takut kau nanti dimangsa serigala...".
"hmmmmm... bilang saja kau khawatir...".
"apa katamu....?".
"ahhhhh.....sudahlah aku lelah aku mau istirahat,tidak ada waktu untuk berdebat dengan mu....".
"hei.....tunggu....".
"apa......?".
"ha.....a......aaa......,awas...".
"eh........".
bruukkkkk......,Suan er tersandung dan terjatuh di pelukan Xing Li.
"ah......,aduh.....".rintih Suan er.
setelah terjatuh Xing Li dan Suan er saling memandangi satu sama lain.
"jika dilihat dari dekat cantik juga wanita ini.....".kata Suan er dalam hati.
"kenapa jantungku berdetak kencang....".kata Xing Li dalam hati.
" eh....ma...maaf....aku tidak sengaja...".
" lain kali jalan lihat lihat dong.....".
"iya maaf aku kan tidak sengaja...".
"sudahlah aku mau memasak....".
"hei.... Suan er ayo kita makan....".
"apa kamu sudah tidak marah lagi dengan ku....?".
"tidak.....aku tahu kamu tidak sengaja tadi ayo kemarilah.....".
"baiklah....asik.....,aummm....enak sekali...., ternyata kamu pintar memasak juga ya....".
"hmmmmm......sapa dulu yang masak....".
__ADS_1
"emmmmm.....Xing Li aku ingin bertanya sesuatu padamu....".
"apa.....?".
"apakah kau pernah merasakan jatuh cinta...".
"uhuk....uhuk.....,kenapa tiba tiba kau bertanya seperti itu.....".
"hei....hati hati.....,ya.....aku penasaran saja mengapa wanita secantik dirimu masih belum mempunyai kekasih.....".
pipi Xing Li memerah.....
"hei....ada apa denganmu....?mengapa pipimu memerah.....apa kamu sakit....?".
"ah....tidak aku tidak apa apa .....hanya pengaruh cuaca dingin saja....".
"oh......baiklah.....".
"sebenarnya aku masih belum mempunyai kekasih....".
"apa....?,ha...ha....ha....".Suan er tertawa.
"hei.....kenapa kau tertawa....".
"aku heran mengapa kamu belum mempunyai kekasih?,.....apa semua laki laki takut padamu karena ilmu beladiri mu....".
"kenapa.....terserah aku mau punya kekasih tau tidak,itu tidak ada urusannya denganmu....".jawab Xing Li marah.
"iya...iya maaf aku hanya bercanda....".
"heh.....aku sudah selesai makan bawa piring mu sendiri kebelakang....".
"hei....tunggu bawa punyaku juga hei....,heh....dia marah....".
Xing Li marah kepada Suan er gara gara pertanyaannya,setelah selesai makan Xing Li mengajak Suan er untuk pergi ke kota mengantar kayu bakar untuk dijual.
"hei.....Suan er ayo kita pergi ke kota sekarang.....".
"kenapa kita pergi ke kota....".
"menurutmu bagaimana tentu saja aku akan menjual kayu bakar agar mendapat uang.....".
"kenapa aku harus ikut denganmu....?".
"ooooo.......aku tahu pasti kamu suka kan sama aku sehingga kamu mengkhawatirkan ku....".
"tidak....sejak kapan aku menyukaimu....kau inikan menyebalkan....".
"hei.....apa katamu....sembarangan.....jelas jelas aku ini tampan......".
"heh.....kau ini terlalu percaya diri....ayo mau ikut atau tidak jika tidak aku biarkan kau disini sendirian sembari menjaga rumah dari serigala....".
"hei...tunggu jangan tinggalkan aku baik baik aku akan ikut....hei....tunggu....".
setelah beberapa lama berjalan akhirnya mereka Samapi di kota Zhin Zhuang.
"hah...hah...hah....,hei......kau ini jalannya cepat sekali....".
"bukan aku yang cepat kamu yang lambat....".
"apa......heh.... dasar menyebalkan.....".
"hmmmmm....padahal dia sendiri yang menyebalkan.....".jawab Xing Li lirih.
"apa....?".
"tidak.....".
"baiklah Dimana kita akan menjual kayu bakar itu....".
"di toko tempat penjual kayu bakar tidak jauh dari sini....".
"baiklah......".
"kita sudah sampai....".
"oh .... Disini tempatnya...".
"paman....., aku ingin menjual kayu bakar lagi.....".
"oh iya baiklah taruh di sebelah sana ya....".
"baiklah paman....".
"ini upahmu.....".
__ADS_1
"terimakasih paman....".
"iya sama sama...oh....iya....Xing Li siapa pria yang ada di samping mu itu....,apakah ia kekasih mu....".
"ah.....bukan ia Suan er ia adalah temanku....".
"hei...kapan kau akan mendapat kekasih jika kau tetap masih belum ingin untuk menjalin cinta.....".
"aku memang masih belum ingin menjalin cinta paman....".
"ah.....baiklah......ya sudah pulanglah dan istirahat ya....".
"baik paman....".
"hei paman itu benar kapan kamu punya kekasih.....".
"heh.....diamlah itu bukan urusanmu...".
"hemmmmm......dasar pemarah.....".jawab Suan er lirih.
"apa katamu....?".
"tidak.....,eh tunggu.....".
"ada apa.....?".
"itu seperti pelayan ayahku.....".
"Tuan apakah kau pernah melihat pria ini...."kata pelayan ayah Suan er.
"tidak...aku tidak pernah melihatnya....".jawab warga yang di tanya.
"hei....tunggu....".
"ada apa....?".
"sepertinya aku melihat tuan muda......".
"dimana.....?".
"itu dia disana ayo kejar cepat jangan sampai dia kabur....".
"baiklah....".
"Xing Li ayo cepat lari....".
"eh....eh....kenapa.... kenapa.....kita lari.....".
"ah.....sudahlah nanti aku jelaskan lebih baik kita lari dulu....".
"iya.... iya....baiklah.....".
"hei..... tunggu....tuan muda.....".
"tuan muda.....".
"ah....mengapa mereka masih mengejar....".
"hei....Suan er sebenarnya siapa mereka...., mengapa mereka mengejar kita....".
"tidak ada waktu untuk menjelaskan....,cepat lari ....".
"tuan muda ....".
"hah.....tertangkap sekarang......ayo....tuan muda....kiat kembali ayah tuan muda sangat khawatir....".
"tidak mau aku tidak mau kembali....".
"ayolah tuan muda.....kembali ayah tuan muda menunggu....".
"tidak mau......sudah kubilang tidak mau.....".
"hei .....jangan mengganggu temanku.....".
"siapa kamu....berani beraninya meneriaki kami.....".
"Xing Li jangan mendekat.....ini terlalu berbahaya....".
"tidak usah khawatir aku bisa menghadapi mereka.....kemari ayo maju lawan aku....".
"dasar......"
"tidak usah banyak bicara kemari...ayo ....".
bersambung.........
__ADS_1