Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati

Perjuangan Mempertahankan Cinta Sejati
BAB 16. Suan er pingsan!!!


__ADS_3

“apa...?, biar aku priksa dulu...., luar biasa sungguh perkembangan yang sangat cepat, sebentar lagi xing li akan pulih total dan akan segera sadar kembali...”.


“apa....?, horeee......, xing li akan sadar kembali....”.


“ha...ha...ha..., kamu senang sekali ya...., ini semua berkat usahamu....”.


“iya tabib....., terima kasih aku sangat bahagia sekali, akhirnya setelah sekian lama , ia bisa sadar kembali...., terima kasih tabib ini juga berkat dirimu, kalau bukan karena racikan obatmu yang luar biasa mungkin xing li sudah tidak selamat....”.ujar suan er panjang lebar


“ah... tidak kamulah yang paling berjasa....”.


“hmmmmm, lalu kapan xing li akan sadar tabib...”.


“oh.... itu...., aku masih belum tahu, yang jelas xing li secepatnya akan segera sadar...”.


“syukurlah,.... xing li aku akan menunggumu untuk sadar kembali....”.


Setelah tiga hari berlalu akhirnya xing li tersadar, dan ia pun mulai memanggil suan er.


“hmmmm....., eh......hah.... aku di mana, bukankah ini rumah tabib mengapa aku bisa berada di sini, apa yang terjadi..., ah tunggu di mana suan er...., suan er.... di mana kau... suan er.....”.ujar xing li sambil memanggil suan er.


Suan er yang sedang asyik berbincang bincang dengan tabib pun terkejut karena xing li sudah sadar...dan langsung memanggilnya, ia pun langsung menemuinya dan meninggalkan ruangan tabib begitu saja, tabib yang melihat itu pun sontak langsung berbicara dalam hati.


Sungguh anak ini pantas untuk menjadi pelengkap kekuatan xing li.ujar tabib dalam hati.


“ hah......xing li....”. suan er berteriak terharu.


Pluuukkk...... suan er pun langusng memeluk xing li dengan erat. Xing li yang merasakan kebahagiaan suan er pun langsung memeluknya dengan hangat dan riang gembira.


“xing li....., akhirnya kau sadar juga aku sudah lama menunggumu... untuk sadar kembali, kau tahu betapa khawatirnya aku kepadamu...”.


“iya..., maafkan aku...., tapi sebenarnya apa yang terjadi kepadaku kenapa aku bisa berada di sini....”.

__ADS_1


“itu.....”.


Belum sempat suan er menyelesaikan kata kata nya keseimbangan tubuhnya mulai goyah dan suan er pun pingsan, xing li pun panik dan memanggil tabib untuk memeriksa kedaan suan er.


“hah....., suan er.... bangun.... suan er.... bangun...., ya ampun apa yang terjadi kepadamu..., suan er...., tabib....., tabib..... tabib...”.


“apa..? ada apa...?”.


“lihatlah keadaan suan er, ia tiba tiba pingsan tabib...”.


“apa...? cepat baringkan dia di kasur aku akan memeriksanya...”.


Selang beberapa waktu tabib selesai memeriksa keadaan suan er, tabib sudah menduga bahwa ini akan terjadi, karena suan er sangat begitu khawatir dengan xing li sehingga ia tidak memerhatikan kesehatannya dan tidak memiliki waktu istirahat cukup.


“jadi..., bagaiaman tabib apakah suan er baik baik saja.....”.


“iya dia baik baik saja Cuma....”.


“tidak jangan begitu cemas, ia hanya kelelahan saja maka dari itu dia pingsan, dia hanya butuh istirahat kurang lebih selama dua sampai tiga hari saja sudah cukup untuk mengembalikan daya tahan tubuhnya....”.


“oh...., begitu syukurlah tidak terjadi hal buruk kepadanya...., oh iya tabib sebenarnya apa yang terjadi dengan suan er kenpa ia bisa sangat kelelahan dan jatuh pingsan begini...”.


“oh..., itu....., jadi selama kau sakit dialah yang selalu menjaga dan merawatmu selama ini, dia sangat begitu khawatir kepadamu sehingga ia tak memperdulikan kesehatan nya sendiri ia pun juga tidak istirahat cukup setiap hari ia terus terjaga beberapa hari hanya untuk merawatmu....”.


“apa....?, kenapa suan er bisa melakukan hal senekat itu...”.


“karena ia menaruh perasaan tulus kapadamu..., dia telah mencintaimu tulus dari hatinya...”.


“apa....?, tapi..... tapi bagaimana bisa dia mencintaiku...?”.


“sebelumnya..., saat aku mengawasi suan er yang tengah menjaga dan merawatmu, aku merasakan ada aura yang sangat kuat dari dalam tubuh suan er, awalnya aku mengira kalau aura yang aku rasakan berasal dari kekuatan cinta sejati milikmu, tapi ternyata aku salah setelah aku memperhatikan lagi dan merasakan lagi aura nya dan aku pun akhirnya yakin kalau suan er lah yang pantas untuk menyempurnakan kekuatan batu cinta sejati milikmu...”. ujar tabib panjang lebar.

__ADS_1


“hmmmmmmm.....”. xing bergumam tanda ia sedang berpikir.


Setelah ia mendengar apa yang di katakan tabib, xing li pun berpikir sejenak untuk mencerna kata kata tabib barusan, saat xing li tengah termenung dalam pikirannya tabib pun menyadarkannya dan ia bertanya apa yang terjadi dengan xing li sampai sampai ia jatuh sakit parah.


“hei...., xing li.....sebenarnya apa yang terjadi denganmu...., sampai sampai dirimu jatuh sakit cukup lama....”.


“maksud tabib...., memang aku pingsan berapa lama..., hah.... apakah sangat lama...”.


“kau jatuh sakit selma tiga bulan...”.


“apa...?, pantas saja suan er pingsan seperti itu aku sakit selama tiga bulan, hoh.... maafkan aku suan er....”.


“karena perasaan cintanya yang tulus terhadapmu maka itulah kenapa ia sampai nekat merawatmu sampai ia tidak memperhatikan kesehatannya sendiri...”.


“iya..., tabib benar..., oh iya tabib, tabib tadi bertanya kepadaku kan...”.


“iya...”.


“baiklah tabib sebenarnya, saat sebelum aku jatuh sakit aku bermimpi bertemu dengan kedua orang tuaku....”.


“oh.... jadi benar dugaanku...”.


“apa maksud dari perkataan tabib...”.


“nanti akan aku jelaskan coba kamu ceritakan terlebih dahulu semua yang kau lihat di dalam mimpimu.....”.


“ jadi, sebelumnya aku terbangun di sebuah goa yang sangat gelap yang aku rasakan hanyalah ruang hampa dan tidak ada siapapun di sana, aku mencoba menyusuri goa tersebut siapa tahu kalau ada jalan keluar dari goa tersebut, setelah aku menyusuri goa tersebut aku menemukan cahaya bewarna merah muda, aku pun langsung mendekatinya, aku melihat batu berbentuk hati dan aku pikir itu adalah batu cinta sejati, saat aku hendak ingin menyentuhnya, tiba tiba ada orang yang memanggil namaku, sebelumnya aku tidak tahu kalau orang tuaku lah yang telah memanggilku, setelah aku bertemu dengan kedua orang tuaku awalnya aku tidak percaya akan tetapi setelah ayah dan ibuku menceritakan semuanya aku pun percaya dan memeluk mereka berdua , aku sangat bahagia karena dapat bertemu kedua orang tuaku yang sangat aku impikan setelah tabib menjelaskan kalau aku ini adalah putri li tian cheng dan lian, namun sesaat kami berbincang mereka berkata sudah kehabisan waktu dan mengatakan pesan sebelum pergi, dari situlah aku terbangun dari mimpiku dan berteriak memanggil nama ibu dan ayahku yang kembali meninggalkanku...”. ucap xing li menceritakan panjang lebar kepada tabib.


“oh.... iya baiklah...”.


“mmmmmm.... tabib..., kenapa kau menanyakan soal cerita mimpiku..., bagaimana aku bisa bertemu kedua orang tuaku di dalam mimpi, dan kenapa mereka mengatakan kalau pertemuan mereka denganku terbatas..., apa maksudnya ini tabib...”.

__ADS_1


# Bersambung #


__ADS_2